Internet sekarang ini mudah didapatkan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Dengan adanya berbagai ISP (Internet Service Provider) atau penyedia layanan internet saat ini merupakan salah satu bukti semakin mudahnya untuk mendapatkan akses internet.
Interconnected Network yang berarti hubungan dari beragam dari jaringan
komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer
komputer, yang lazim disebut dengan worldwide network
network yang membentuk jaringan interkoneksi (interconnected network) yang
privat dengan sistem dan hierarki yang sama dengan internet namun tidak terhubung dengan jaringan internet dan hanya di
Kelebihan sarana internet yang tidak mengenal batas geografis juga menjadikan sarana yang ideal untuk melakukan kegiatan belajar jarak jauh. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa jaringan akses internet adalah jaringan yang menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lain dengan menggunakan penyedia layanan internet yang jangkauannya sangat luas.
D. Speedy
Pengertian Speedy dalam http://www.telkom.net adalah produk Layanan internet access end-to-end dari PT. TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server).
Dalam http://www.telkomspeedy.com Speedy adalah brand dari layanan akses internet end-to-end untuk penggunaan di residensial atau bisnis kecil dan menengah yang berbasis akses kabel tembaga yang menggunakan teknologi Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL).
Sedangkan didalam buku Product Knowledge Speedy, Speedy adalah produk layanan Broadband Acces dari PT.TELKOM dengan basis teknologi ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line). ADSL dapat menyalurkan data suara secara bersamaan (simultan) melalui satu saluran biasa dengan kecepatan hingga 3 Mbps dari modem sampai dengan BRAS (Broadband Remote Acces Server).
Dari tinjauan pustaka yang telah penulis buat, penulis menekankan pada beberapa hal, yaitu:
Prinsip-prinsip dalam penetapan, pemeliharaan, serta pengembangan prosedur kerja yaitu :
a. Prosedur kerja harus dinyatakan secara jelas dalam bentuk tertulis yang menggambarkan arus jalannya pekerjaan secara bertahap dan sistematis, agar mudah dilaksanakan dan mudah diawasi.
b. Prosedur kerja harus dikomunikasikan secara sistematis kepada semua personil, agar dalam pelaksanaan pekerjaan rutin berlangsung secara mekanis dan lancar.
c. Prosedur kerja ditetapkan dan dikembangkan sedapat mungkin diselaraskan dengan prosedur kerja yang digunakan oleh satuan organisasi, unit kerja yang lebih tinggi dalam lingkunganyang bersifat vertikal.
d. Prosedur kerja harus disusun secara baik dengan garis komando yang menggambarkan arus perintah dan pertanggungjawaban yang jelas dan garis hubung kerja konsultatif yang jelas pula.
e. Prosedur kerja harus selalu dievaluasi atau memuat program pemeriksaan intern, agar selalu dapat dilaksanakan tindakan perbaikan secara periodik dan berkesinambungan.
f. Untuk mengurangi atau mencegah terjadinya kecurangan atau kekeliruan, prosedur kerja harus dikoordinasikan secara baik agar pekerjaan seorang pegawai secara otomatis dicek oleh pegawai lain, terutama dalam melaksanakan pekerjaan yang berproses secara bertahap.
g. Dalam mewujudkan pekerjaan secara operasional yang sifatnya tidak mekanis, prosedur kerja tidak boleh terlalu terinci sehingga menghasilkan birokrasi yang terlalu ketat. Untuk itu prosedur kerja harus luwes dan memungkinkan para pelaksana mengambil keputusan secara tepat bilamana situasi menuntutnya, sehingga keputusan harus dilaksanakan diluar kebiasaan.
h. Prosedur kerja tidak boleh tumpang tindih, bertentangan dengan berduplikasi antara yang satu dengan yang lain, karena dapat membingungkan dalam melaksanakan arus pekerjaan.
i. Prosedur kerja harus bernilai ekonomis sehingga tidak memerlukan banyak biaya, waktu, dan tenaga secara berlebihan.
Jasa pelayanan pada setiap masing-masing organisasi atau instansi memiliki cara dan prosedur yang berbeda-beda tetapi dalam bentuknya tidak terlepas dari tiga macam. Bentuk dari layanan tersebut sebagai berikut :
1. Layanan dengan lisan
Layanan lisan dilakukan oleh petugas-petugas dibidang hubungan masyarakat (HUMAS), bidang layanan informasi dan bidang-bidang lain yang tugasnya memberikan penjelasan atau keterangan kepada siapapun yang memerlukan. Agar supaya layanan lisan dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku layanan, yaitu :
a. Memahami benar masalah-masalah yang termasuk dalam bidang tugasnya.
b. Mampu memberikan penjelasan apa yang perlu dengan lancar, singkat tetapi cukup jelas sehingga memuaskan mereka yang ingin memperoleh kejelasan mengenai sesuatu.
c. Bertingkah laku sopan dan ramah.
d.
teman, karena menimbulkan kesan tidak disiplin dan melalaikan tugas, dan tamu jadi merasa enggan bertanya.
e. Tidak melayani orang-cara yang sopan.
2. Layanan melalui tulisan
Layanan melalui tulisan merupakan layanan yang paling menonjol dalam pelaksanaan tugas. Pada dasarnya layanan dalam bentuk tulisan cukup efisien terutama bagi layanan jarak jauh karena faktor biaya.
Kecepatan adalah salah satu faktor yang mendukung agar layanan dapat memuaskan bagi konsumennya.
Layanan tulisan terdiri atas dua golongan, yaitu :
a. Layanan berupa petunjuk, informasi dan yang sejenis ditunjukan pada orang-orang yang berkepentingan, agar memudahkan mereka dalam berurusan dengan instansi atau lembaga.
b. Layanan berupa reaksi tertulis atas permohonan, laporan, keluhan, pemberian atau penyerahan, pemberitahuan dan lain sebagainya.
3. Layanan berbentuk perbuatan
Pada umumnya layanan dalam bentuk perbuatan 70-80% dilakukan oleh petugas-petugas tingkat menengah dan bawah. Karena itu faktor keahlian dan ketrampilan petugas tersebut sangat menentukan terhadap hasil perbuatan dengan layanan lisan sering bergabung.
Agar pelayanan yang diberikan dapat memuaskan orang atau sekelompok orang yang dilayani maka petugas harus dapat memenuhi empat persyaratan pokok, yaitu:
a. Tingkah laku yang sopan.
b. Cara menyampaikan sesuatu yang barkaiatan apa yang seharusnya diterima oleh yang bersangkutan.
c. Waktu penyampaian tepat.
d. Keramah tamahan.