BAB II RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN
2.17 Jasa Lainnya
Kategori Jasa Lainnya merupakan gabungan 4 kategori pada KBLI 2009.
Kategori ini mempunyai kegiatan yang cukup luas yang meliputi: Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi; Jasa Reparasi Komputer Dan Barang Keperluan Pribadi Dan Perlengkapan Rumah Tangga; Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan Yang Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri untuk memenuhi kebutuhan; Jasa Swasta Lainnya termasuk Kegiatan Badan Internasional, seperti PBB dan perwakilan PBB, Badan Regional, IMF, OECD, dan lain-lain.
Kesenian, Hiburan dan Rekreasi
Jasa Kesenian, Hiburan dan Rekreasi berkategori R meliputi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum akan hiburan, kesenian, dan kreativitas, termasuk perpustakaan, arsip, museum, kegiatan kebudayaan lainnya, kegiatan perjudian dan pertaruhan, serta kegiatan olahraga dan rekreasi lainnya.
Output atas dasar harga berlaku diperoleh dengan menggunakan metode pendekatan produksi, yaitu output diperoleh dari hasil perkalian antara indikator produksi dengan indikator harga. Output panggung hiburan/kesenian dihitung berdasarkan pajak tontonan yang diterima pemerintah. Output untuk jasa hiburan dan rekreasi lainnya pada umumnya didasarkan pada hasil perkalian antara jumlah perusahaan dan jumlah tenaga kerja masing-masing dengan rata-rata output per indikatornya. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari hasil perkalian antara rasio NTB dengan output. Sedangkan output dan NTB atas dasar harga konstan menggunakan metode deflasi/
ekstrapolasi dengan deflator/ekstrapolatornya adalah IHK rekreasi dan olahraga/indeks indikator produksi yang sesuai.
Sumber data produksi Jasa Kesenian, Hiburan dan Rekreasi diperoleh dari beberapa sumber, yaitu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), dan data penunjang intern BPS (Ketenagakerjaan, Susenas, Sensus Ekonomi, Statistik Harga Konsumen, dan Survei-survei Khusus yang dilakukan oleh Direktorat Neraca Produksi dan Direktorat Neraca Pengeluaran).
Kegiatan Jasa Lainnya
Kegiatan ini berkategori S yang mencakup kegiatan dari keanggotaan organisasi, jasa reparasi komputer dan barang keperluan pribadi dan perlengkapan rumah tangga, serta berbagai kegiatan jasa perorangan lainnya.
Output atas dasar harga berlaku diperoleh dari perkalian antara masing-masing jumlah tenaga kerja dengan rata-rata output per tenaga kerja. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari hasil perkalian antara rasio NTB dengan output. Sedangkan untuk memperoleh output dan NTB atas dasar harga konstan menggunakan metode deflasi dimana deflatornya adalah IHK Umum.
Data diperoleh dari internal BPS (Sensus Ekonomi, Subdit Statistik Demografi, Susenas, and Subdirektorat Statistik Harga Konsumen).
Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan yang Menghasilkan Barang dan Jasa oleh Rumah Tangga yang Digunakan Sendiri untuk Memenuhi Kebutuhan
Kegiatan ini berkategori T mencakup kegiatan yang memanfaatkan jasa perorangan untuk melayani rumah tangga yang didalamnya termasuk jasa pekerja domestik (pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir, dan sejenisnya), dan Kegiatan Yang Menghasilkan Barang Dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri Untuk Memenuhi Kebutuhan (didalamnya
termasuk kegiatan pertanian, industri, penggalian, konstruksi, dan pengadaan air).
Output atas dasar harga berlaku untuk jasa perorangan yang melayani rumah tangga/ jasa pekerja domestik (pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir, dan sejenisnya) diperoleh dari perkalian antara pengeluaran perkapita untuk jasa pekerja domestik dengan jumlah penduduk pertengahan tahun, sedangkan NTB-nya sama dengan output yang dihasilkan karena konsumsi antara pekerja jasa domestik merupakan pengeluaran konsumsi rumah tangga majikan. Output dan NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan hasil survei intern BPS (SKTIR). Sedangkan output pengadaan air diperoleh dengan pendekatan rumah tangga yang menggunakan pompa dan sumur, baik sumur terlindung maupun tidak terlindung. Sementara itu, output dan NTB atas dasar harga konstan, baik untuk kegiatan pekerja domestik maupun kegiatan menghasilkan barang dan jasa untuk digunakan sendiri oleh rumah tangga diperoleh dengan menggunakan metode deflasi dengan deflatornya laju IHK umum.
Sumber data kategori ini diperoleh dari intern BPS, yaitu, Susenas, Sensus Penduduk, Subdirektorat Pertambangan, Energi dan Konstruksi (Publikasi Statistik Air Bersih), dan Survei Khusus yang dilakukan oleh Direktorat Neraca Pengeluaran.
Kegiatan Badan Internasional dan Ekstra Internasional Lainnya
Kategori U yang mencakup kegiatan badan internasional, seperti PBB dan perwakilannya, Badan Regional dan lain-lain, termasuk The Internasional Moneter Fund, The World Bank, The World Health Organization (WHO), the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), the Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan lain-lain.
Output dan NTB berlaku diperoleh dengan pendekatan biaya yang didapatkan dari laporan keuangan badan internasional dan ekstra internasional lainnya. Sementara, untuk output konstan diperoleh dengan metode deflasi dengan deflator laju IHK umum.
Sumber data diperoleh dari laporan keuangan badan internasional dan ekstra internasional lainnya yang berkantor pusat di Indonesia dan Subdirektorat Statistik Harga Konsumen.
BAB III
TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN KUTAI TIMUR
BAB III.
TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN KUTAI TIMUR
3.1 STRUKTUR EKONOMI
Kabupaten Kutai Timur merupakan kabupaten dengan kekuatan ekonomi yang bersumber dari kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) paling besar. Sejak tahun 2010 hingga 2015, peranan paling besar masih disumbang oleh kategori Pertambangan dan Penggalian dengan kontribusi diatas 80 persen. Kategori tersebut sejak tahun 2012 selalu mengalami penurunan hingga pada tahun 2015, peranan Pertambangan dan Penggalian hanya mencapai 80,31 persen. Sebaliknya, Kategori yang mulai meningkat setiap tahunnya ialah Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan semakin meningkat sejak tahun 2011 hingga pada tahun 2015 mencapai 8,11 persen.
Tabel 3.1.
Peranan PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen), 2010─2015
Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
D Pengadaan Listrik dan Gas/Electricity and
Gas 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/Water supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities
0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
F Konstruksi/Construction 2,46 1,83 1,92 2,01 2,18 2,32
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and
1,81 1,42 1,50 1,45 1,62 1,86
Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Motorcycles H Transportasi dan
Pergudangan/Transportation and Storage 0,93 0,69 0,80 0,88 1,07 1,15 I Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum/Accommodation and Food Service Activities
0,21 0,16 0,18 0,18 0,20 0,22
J Informasi dan Komunikasi/Information
and Communication 0,24 0,18 0,19 0,20 0,23 0,27
K Jasa Keuangan dan Asuransi/Financial
and Insurance Activities 0,18 0,14 0,14 0,13 0,14 0,15
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Sosial/Human Health and Social Work
** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures
Diperkirakan untuk tahun-tahun selanjutnya andil dari lapangan usaha ini semakin berkembang, dimana lapangan usaha ini merupakan produk andalan setelah lapangan usaha pertambangan dan penggalian.
Adapun peranan lapangan usaha lainnya masih dibawah 3 persen yaitu Industri Pengolahan sebesar 2,60 persen, Konstruksi 2,18 persen, Perdagangan Besar dan Eceran 1,60 persen, Transportasi 1,07 persen dan Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 1,06 persen. Sedangkan lapangan usaha lainnya memiliki peranan terkecil dibawah 1 persen.
Struktur Ekonomi tanpa Migas dan Batubara
Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu penyumbang terbesar batubara di Kalimantan Timur. Terlihat dari struktur ekonomi Kutai Timur yang didominasi oleh batubara. Perubahan yang terjadi pada batubara berdampak langsung terhadap lapangan usaha lainnya seperti pertanian dan konstruksi maupun pertambangan dan penggalian. Jika sub kategori batubara dan migas ini dikeluarkan dari PDRB Kutai Timur maka peranan lapangan usaha lainnya akan lebih nyata terlihat pengaruh dan peranannya.
Berdasarkan PDRB tanpa Migas dan Batubara, lapangan usaha yang memiliki peranan paling besar ialah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 30,64 persen pada tahun 2015, diikuti oleh lapangan usaha penggalian sebesar 25,61 persen, Industri Pengolahan sebesar 10,34 persen, Konstruksi 8, 76 persen dan Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 7,02 persen. Sedangkan lapangan usaha lainnya hanya memiliki peranan dibawah 5 persen.
3.2 PERTUMBUHAN EKONOMI
Perekonomian Kutai Timur pada tahun 2015 mengalami pertumbuhan yang positif, dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Timur yang mengalami pertumbuhan negatif. Tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kaltim mengalami kontraksi sebesar minus 1,28 persen.
Perlambatan perekonomian pada tahun 2015 disebabkan perekonomian dunia yang tidak stabil serta menurunnya produksi batubara dan menurunnya harga Migas di Indonesia. Mengingat bahwa sektor ekonomi andalan provinsi Kaltim ialah batubara, Kutai Timur dengan jumlah produksi batubara terbesar di Provinsi Kaltim masih memberikan nilai positif pada pertumbuhan ekonomi Kutim sendiri. Laju pertumbuhan PDRB Kutai Timur pada tahun 2015 masih berada pada postitif 1,33 persen, apabila dibandingkan dengan tahun 2013 dan 2014 masing-masing ialah sebesar 4,10 persen dan 3,55 persen.
Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh Lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas, diikuti oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi masing-masing sebesar 19,08 persen dan 10,78 persen. Seluruh lapangan usaha di Kutai Timur mengalami pertumbuhan positif kecuali pada lapangan usaha Konstruksi dan Jasa Perusahaan masing-masing sebesar minus 2,41 persen dan minus 0,15 persen.
Melambatnya pertumbuhan lapangan usaha pertambangan batubara Provinsi Kaltim tidak diikuti dengan arah pertumbuhan lapangan usaha batubara di Kutim. Laju pertumbuhan lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian Kabupaten Kutim masih menunjukkan arah positif pada tahun 2015 sebesar 1,09 persen bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kaltim sebesar minus 4,83 persen.
Tabel 3.2.
Laju Pertumbuhan Riil PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen), 2011─2015
Lapangan Usaha/Industry 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (4) (5) (6) (7)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture,
Forestry and Fishing 6,84 7,59 4,43 4,86 2,29
B Pertambangan dan Penggalian/Mining and
Quarrying 19,64 12,34 3,89 2,90 1,09
C Industri Pengolahan/Manufacturing 5,20 10,61 5,46 10,65 2,37 D Pengadaan Listrik dan Gas/Electricity and Gas 9,32 7,24 4,02 10,13 19,08 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan
Daur Ulang/Water supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities
29,85 -3,43 5,81 7,74 3,62
F Konstruksi/Construction 4,96 1,53 4,68 3,07 -2,41
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade;
Repair of Motor Vehicles and Motorcycles
9,02 6,70 3,01 8,31 5,39 H Transportasi dan Pergudangan/Transportation
and Storage 7,92 7,62 8,96 9,27 2,40
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum/Accommodation and Food Service Activities
8,16 7,68 5,65 5,87 6,23
Lapangan Usaha/Industry 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (4) (5) (6) (7)
J Informasi dan Komunikasi/Information and
Communication 12,99 8,84 8,32 12,96 10,78
K Jasa Keuangan dan Asuransi/Financial and
Insurance Activities 6,25 3,28 2,73 2,90 3,68
L Real Estat/Real Estate Activities 6,33 7,31 7,73 3,78 3,45
M,N Jasa Perusahaan/Business Activities 14,33 8,57 6,06 10,76 -0,15 O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib/Public Administration and Defence; Compulsory Social Security
11,53 4,19 3,54 9,45 1,10
P Jasa Pendidikan/Education 31,58 20,70 16,45 21,31 9,60
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/Human Health
and Social Work Activities 11,71 5,93 5,42 7,94 7,75
R,S,
T,U Jasa lainnya/Other Services Activities 6,28 6,77 4,89 6,46 6,10 Laju Pertumbuhan PDRB/
Growth of Gross Regional Domestic Product 17,58 11,54 4,10 3,55 1,33 Laju Pertumbuhan PDRB (Tanpa Migas)/
Growth of Gross Regional Domestic Product @ 17,82 11,68 4,13 3,59 1,35 Laju Pertumbuhan PDRB
(Tanpa Migas dan Batubara)/
Growth of Gross Regional Domestic Product @@
6,79 6,91 4,54 5,73 2,86
* Angka sementara/Preliminary Figures
** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures
Perekonomian Indonesia yang mengalami kontraksi pada tahun 2015 berdampak pada perekonomian Provinsi Kaltim serta Kabupaten Kutim pada khususnya. Sehingga, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutim diluar batubara maupun migas tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Laju pertumbuhan kabupaten Kutim diluar sub Kategori Minyak dan Gas (Migas) memiliki pertumbuhan mendekati laju pertumbuhan seluruh kategori PDRB yakni sebesar 1,35 persen. Sedangkan, apabila perhitungan laju pertumbuhan PDRB Kutim diluar Migas dan Batubara masih mengalami perlambatan pada tahun 2015 yakni sebesar 2,86 persen dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 5,73 persen.
3.3 PDRB PERKAPITA
PDRB perkapita merupakan salah satu indikator yang diturunkan dari angka PDRB, Angka tersebut didapatkan dengan cara membagi angka PDRB
suatu tahun dengan jumlah penduduk pertengahan tahun yang ada di daerah tersebut.
Pada tahun 2015, PDRB perkapita Kutai Timur mencapai 292,06 juta rupiah, menurun dari tahun 2014 sebesar 316,08 juta rupiah dan 334 juta rupiah pada tahun 2013.
Tabel 3.3.
PDRB Perkapita Menurut Lapangan Usaha (Juta Rp), 2010─2015
Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Produk Domestik Regional Bruto per Kapita/
Gross Regional Domestic Product 229,82 328,50 327,09 334,49 316,08 292,06 Produk Domestik Regional Bruto per Kapita
(Tanpa Migas dan Batubara)/
Gross Regional Domestic Product @@
55,37 61,60 66,54 67,77 76,65 77,31
* Angka sementara/Preliminary Figures
** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures
Sejalan dengan distribusi PDRB yang dipisahkan dengan angka migas dan batubara, maka terlihat perbedaan yang berarti terhadap PDRB per Kapita Kabupaten Kutim. PDRB per Kapita diluar Migas dan Batubara sebesar 76, 65 juta rupiah dan meningkat pada tahun 2015 menjadi 77,31 juta rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa apabila unsur Migas dan Batubara dikeluarkan dari perhitungan PDRB Kabupaten Kutai Timur, maka perekonomian kabupaten Kutai Timur meningkat, walaupun secara nilai absolut pendapatan per kapita penduduk Kutim sangat jauh berkurang.
BAB IV
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB MENURUT
LAPANGAN USAHA
BAB IV.
PERTUMBUHAN DAN PERANAN PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA
PDRB Kabupaten Kutai Timur menurut Lapangan Usaha dirinci menjadi 17 kategori Lapangan Usaha dan sebagian besar kategori dirinci lagi menjadi subkategori, Pemecahan menjadi subkategori atau Lapangan Usaha ini disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2009. Uraian berikut menjelaskan perkembangan setiap Lapangan Usaha setiap tahunnya,
4.1. PERTANIAN, KEHUTANAN, DAN PERIKANAN
Kategori ini mencakup Lapangan Usaha Pertanian, Peternakan, dan Perburuan/Jasa Pertanian yang terdiri atas tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan, dan jasa pertanian dan perburuan, Lapangan Usaha Kehutanan dan Penebangan Kayu, dan Lapangan Usaha Perikanan. Lapangan usaha yang dominan di Kabupaten Kutai Timur setelah Pertambangan dan Penggalian ialah Kategori A (Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan). Olah sebab itu, pemerintah semakin mengembangkan sektor A ini dengan prioritas pada tanaman kelapa sawit.
Pada tahun 2015, peranan kategori ini semakin meningkat dibandingkan tahun 2014 yakni menjadi 8,11 persen dari 7,72 persen.
Apabila angka batubara dan migas dikeluarkan, kategori ini memiliki peranan tertinggi mencapai 30,64 persen pada tahun 2015. Sub Kategori dengan peranan paling besar ialah tanaman perkebunan sebesar 65,6 persen tahun 2015. Seperti terlihat pada Tabel 4.1, peranan sub kategori tanaman perkebunan sejak tahun 2010 – 2015 semakin tahun kian meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Kutai Timur dalam pengembangan perkebunan, khususnya komoditi kelapa sawit yang dijadikan komoditi andalan selain batubara. Sebaliknya, peranan Sub Kategori Kehutanan dan Penebangan Kayu sejak tahun 2010-2015 kian menurun. Semula peranan sub kategori kehutanan tahun 2010 ialah 32,3
persen hingga tahun 2015 mencapai 17,2 persen. Peranan stabil dari tahun 2010-2015 disumbangkan oleh subkategori perikanan dengan peranan antara 12 hingga 14 persen.
Tabel 4.1.
Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian (Persen), 2010-2015
Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian/Agriculture, Livestock, Hunting and Agriculture Services
53,3 59,9 61,9 62,6 69,9 69,4
a, Tanaman Pangan/Food Crops 2,6 2,2 2,0 2,0 1,8 1,8
b, Tanaman Hortikultura/Horticultural Crops 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 c, Tanaman Perkebunan/Plantation Crops 47,4 55,0 57,4 58,1 66,3 65,6
d, Peternakan/Livestock 0,8 0,7 0,6 0,6 0,5 0,5
e. Jasa Pertanian dan Perburuan/Agriculture
Services and Hunting 0,9 0,8 0,8 0,8 0,6 0,6
2 Kehutanan dan Penebangan Kayu/Forestry and
Logging 32,3 27,3 25,1 22,6 17,4 17,2
3 Perikanan/Fishery 14,4 12,7 12,9 14,8 12,7 13,3
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/
Agriculture, Forestry and Fishing 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0
* Angka sementara/Preliminary Figures
** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures
Pada tahun 2015 hampir seluruh kategori lapangan usaha ekonomi di Kabupaten Kutai Timur mengalami perlambatan. Berdasarkan Tabel 3.2.
terlihat bahwa kategori A (Pertanian, Kehutanan dan Perikanan) mengalami perlambatan sekitar 2 persen dari tahun 2014 sebesar 4,86 persen menjadi 2,29 persen pada tahun 2015. Laju pertumbuhan yang melambat ini disebabkan adanya badai el nino yang menyerang tanaman pangan. Terlihat pada Tabel 3.2. selisih paling besar antara tahun 2014 dan 2015 ialah dari subkategori Tanaman Pangan dari pertumbuhan 15,64 persen (Tahun 2014) menjadi 3,08 persen (Tahun 2015).
4.2. Pertambangan dan Penggalian
Kategori B (Pertambangan dan Penggalian) merupakan kategori atau sektor andalan dengan peranan paling besar yang dimiliki Kabupaten Kutai Timur. Peranan kategori B ini mencapai 80 persen dari total PDRB Kabupaten Kutai Timur sejak tahun 2010 hingga 2015. Terlihat pada tabel lampiran 5 bahwa peranan kategori B ini pada tahun 2010 s.d. 2015 ialah 82,76 persen (Tahun 2010), 86,25 persen (Tahun 2011), 85,09 persen (Tahun 2012), 85, 13 persen (Tahun 2013), 81,76 persen (Tahun 2014), dan 80,31 persen (Tahun 2015).
Kontribusi subkategori terbesar dari Kategori B ialah Pertambangan batubara dan lignit dengan persentase diatas 90 persen dari keseluruhan kategori B. Subkategori selanjutnya berasal dari subkategori Pertambangan dan Penggalian lainnya (seperti penggalian pasir dan batu) dengan persentase semakin meningkat tiap tahunnya. Terlihat pada Tabel 4.2. persentase subkategori tersebut mencapai 8,36 persen. Subkategori dengan peranan kecil ialah pertambangan minyak, gas dan panas bumi serta subkategori pertambangan bijih logam masing-masing 0,57 persen dan 0,08 persen dari keseluruhan Kategori B.
Tabel 4.2.
Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Pertambangan dan Penggalian (Persen), 2010-2015
Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi/Crude Petroleum, Natural Gas, and
Geothermal 1,01 0,71 0,68 0,67 0,71 0,57
2 Pertambangan Batubara dan Lignit/Coal and
Lignite Mining 90,71 93,49 92,94 92,99 91,93 90,99
3 Pertambangan Bijih Logam/Iron Ore Mining 0,12 0,09 0,09 0,08 0,07 0,08 4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya/Other
Mining and Quarrying 8,16 5,71 6,30 6,25 7,29 8,36
Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Pertambangan dan Penggalian/Mining and
Quarrying 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
* Angka sementara/Preliminary Figures
** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures
Secara keseluruhan subkategori pertambangan batubara dan lignit sejak tahun 2011 mengalami penurunan dikarenakan harga pasar batubara menurun sehingga eksplorasi batubara di Kutai Timur ditahan untuk menstabilkan produksi. Pada tahun 2015, efek penurunan produksi batubara sangat terasa dialami oleh daerah dengan sektor utama batubara.
Pertumbuhan subkategori batubara mengalami perlambatan dari 3,01 persen tahun 2014 menjadi 0,93 persen tahun 2015. Secara keseluruhan pada tahun 2015, kategori B mengalami pertumbuhan yang melambat yang semula 2,90 persen pada tahun 2014 menajdi 1,09 persen tahun 2015.
Pertumbuhan batubara di Kabupaten Kutai Timur, masih menujukkan angka yang baik bila dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain dengan sektor utama batubara yang mengalami kontraksi.
Gambar 4.1 Laju Pertumbuhan PDRB Kategori Pertambangan dan Penggalian Tahun 2011-2015
4.3. Industri Pengolahan
Sektor atau kategori Industri Pengolahan merupakan sektor dengan peranan terbesar ketiga setelah Kategori Pertambangan dan Penggalian serta Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Industri Pengolahan berkontribusi sebesar 2,74 persen terhadap total PDRB tahun 2015. Bila dilihat pada Tabel 4.3 terlihat bahwa penyumbang sektor ini berasal dari Industri Makanan dan minuman dengan peranan 82,48 persen dari keseluruhan nilai industri pengolahan. Penyumbang terbesar dari industri makanan dan minuman di Kabupaten Kutai Timur ialah industri pengolahan CPO (Crude Palm Oil). Industri terbesar kedua ialah industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu dengan kontribusi sebesar 11,62 persen.
Jika diamati, walaupun lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian merupakan penyumbang terbesar pada PDRB Kutai Timur, namun Kutai Timur tidak memiliki Industri Batubara dan Pengilangan Migas. Hal ini disebabkan karena di Kutai Timur ini hanya melakukan penggalian dan hasil eksplorasi tersebut akan diekspor dalam bentuk bahan mentah.
Tabel 4.3.
Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Industri Pengolahan (Persen), 2010-2015
Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas/Manufacture of Coal and Refned
Petroleum Products 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
2 Industri Makanan dan Minuman/Manufacture
of Food Products and Beverages 74,42 78,84 79,93 80,90 83,36 82,48 3 Industri Pengolahan Tembakau/Manufacture of
Tobacco Products 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi/Manufacture
of Textiles; and Wearing Apparel 0,09 0,08 0,08 0,08 0,08 0,08 5 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas
Kaki/Manufacture of Leather and Related
Products and Footwear 0,04 0,04 0,04 0,04 0,03 0,04
Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya/ Manufacture of Wood and of Products of Wood and Cork, and Articles of Straw
and Plaiting Materials 18,19 14,48 13,81 12,81 11,01 11,62
7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas;
Percetakan dan Reproduksi Media
Rekaman/Manufacture of Paper and Paper Products, Printing and Reproduction of Recorded
Media 3,77 3,38 3,11 3,12 2,71 2,82
8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat
Tradisional/Manufacture of Chemicals and
Pharmaceuticals and Botanical Products 0,13 0,13 0,13 0,13 0,12 0,12 9 Industri Karet, Barang dari Karet dan
Plastik/Manufacture of Rubber, Rubber Products
and Plastics Products 0,13 0,10 0,10 0,10 0,08 0,09
10 Industri Barang Galian bukan
Logam/Manufacture of Other Non-Metallic
Mineral Products 1,00 0,91 0,87 0,89 0,86 0,92
11 Industri Logam Dasar/Manufacture of Basic
Metals 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
12 Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan
Listrik/Manufacture of Fabricated Metal Products, Computer, and Optical Products, ande Electrical Equipment
1,43 1,32 1,26 1,24 1,14 1,20
13 Industri Mesin dan Perlengkapan /Manufacture
of Machinery and Equipment 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
14 Industri Alat Angkutan/Manufacture of
Transport Equipment 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02
15 Industri Furnitur/Manufacture of Furniture 0,51 0,45 0,42 0,44 0,39 0,39 16 Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan
Pemasangan Mesin dan Peralatan/Other Manufacturing, Repair and Installation of Machinery and Equipment
0,28 0,25 0,24 0,24 0,22 0,24
Industri Pengolahan/Manufacturing 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0
* Angka sementara/Preliminary Figures
** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures
Secara keseluruhan, laju pertumbuhan kategori Industri Pengolahan pada tahun 2015 adalah sebesar 2,56 persen. Pertumbuhan ini jauh melambat dibanding tahun 2014 yang mencapai angka 2 digit. Pertumbuhan insustri pengolahan ini sangat dipengaruhi oleh industri makanan dan minuman dari industri CPO. Diketahui harga CPO tahun 2015 menurun oleh sebab itu, perlambatan yang terjadi sangat besar pada insutri pengolahan.
Gambar 4.2
Laju Pertumbuhan PDRB Kategori Industri Pengolahan Tahun 2015 (Persen)
4.4. Pengadaan Listrik dan Gas
Kategori Pengadaan Listrik dan Gas berkontribusi paling rendah sebesar 0,01 persen terhadap perekonomian Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2015. Dari kontribusi tersebut, sebanyak 98,29 persennya disumbangkan oleh Lapangan Usaha Ketenagalistrikan dan 1,74 persen oleh Pengadaan Gas dan Produksi Es.
Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi kategori ini pada tahun 2015 adalah sebesar 19,08 persen. Lapangan Usaha ketenagalistrikan mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,36 persen. Sedangkan Pengadaan Gas dan Produksi Es menagalami pertumbuhan sebesar 4,02 persen.
0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00
2015
Tabel 4,4.
Peranan Lapangan Usaha terhadap PDRB Kategori Pengadaan Listrik dan Gas (Persen), 2010-2015
Lapangan Usaha/Industry 2010 2011 2012 2013 2014* 2015**
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Ketenagalistrikan/Electricity 97,93 97,81 97,72 97,617 97,64 98,29
2 Pengadaan Gas dan Produksi Es/
Manufacture of Gas and Production of
Ice 2,11 2,23 2,34 2,44 2,41 1,74
Pengadaan Listrik dan Gas/
Electricity and Gas 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
* Angka sementara/Preliminary Figures
** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures
4.5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
Kategori ini mencakup kegiatan ekonomi pengumpulan, pengolahan dan penditribusian air melalui berbagai saluran pipa untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Termasuk juga kegiatan pengumpulan, penjernihan dan pengolahan air dan sungai, danau, mata air, hujan dll. Tidak termasuk pengoperasian peralatan irigasi untuk keperluan pertanian.
Peranan kategori ini terhadap perekonomian di Kabupaten Kutai Timur selama tahun 2015 sebesar 0,01 persen. Kontribusi lapangan usaha ini lebih tinggi dibandingkan pengadaan listrik dan gas di Kabupaten Kutai Timur.
Sedangkan laju pertumbuhannya sebesar 3,62 persen pada tahun 2015.
Sedangkan laju pertumbuhannya sebesar 3,62 persen pada tahun 2015.