• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.4. Java

Java adalah bahasa pemrograman serbaguna. Dikembangkan oleh Sun Microsystems pada Agustus 1991, dengan nama semula Oak. Konon Oak adalah pohon semacam jati yang terlihat dari jendela tempat pembuatnya, James osling, bekerja. Ada yang mengatakan bahwa Oak adalah singkatan dari “Object Application Kernel”, tetapi ada yang menyatakan hal itu muncul setelah nama Oak diberikan. Pada Januari 1995, karena nama Oak dianggap kurang komersial, maka diganti dengan Java. Salah satu sifat Java adalah tidak bergantung pada platform, artinya dapat dijalankan pada sembarang komputer dan bahkan sembarang sistem operasi. Ketidakbergantungan terhadap platform sering dinyatakan dengan istilah portabilitas, yang tidak hanya sebatas pada program sumber (source code), melainkan juga pada tingkat kode biner yang disebut bytecode.

Tipe dan variabel merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam pemrograman, tak terkecuali dalam Java. Variabel dalam Java harus didefinisikan dulu tipe datanya secara eksplisit. Berikut adalah beberapa tipe data :

1. Tipe data integer, ada 4 tipe data integer dalam Java yaitu byte, short, int dan long.

2. Floating point, merupakan tipe data primitif dalam Java dan digunakan untuk menangani bilangan floating point. Ada dua macam floating point, yaitu float, yang memiliki nilai -3.4 x 108 sampai +3.4 x 108 dan

menempati 4 bytes di memori, dan double, yang memiliki nilai -1.7 x 10308 sampai +1.7 x 10308.

3. Boolean, dalam java dikenal tipe data boolean yang terdiri atas dua nilai saja, yaitu true atau false. Pendeklarasian tipe data boolean bisa tanpa nilai awal dan bisa dengan nilai awal.

4. String, dalam Java String sebenarnya adalah objek dari class String yang merupakan class standar dalam java, yang digunakan untuk menangani string.

5. Array, array bukan tipe data melainkan struktur data yaitu suatu kesatuan variabel dengan tipe yang sama dan yang dapat menyimpan data lebih dari satu dengan menggunakan indeks angka integer.

Dalam bahasa pemrograman Java, biasanya menggunakan beberapa operator dalam penulisannya, operator-operator tersebut antara lain :

1. Operator Aritmetika

Dalam Java, kita menggunakan tanda (+) untuk penjumlahan, (-) untuk pengurangan, (*) untuk perkalian, (/) untuk pembagian, dan (%) untuk mendapatkan hasil sisa pembagian.

2. Operator Assignment

Berikut adalah contoh dari operator assignment : Tabel 2.1 Operator Assignment

Ekspresi Arti X + = Y X = X + Y X - = Y X = X – Y X * = Y X = X * Y

X / = Y X = X / Y X % = Y X = X % Y

3. Operator Increament dan Decrement

Operator increament adalah ++ yang berarti naik satu unit. Apabila int, ++a memiliki nilai yang sama dengan a=a+1. ada dua versi operator ini yaitu, prefix yang berarti operator digunakan sebelum variabel atau ekpresi, dan postfix yang berarti operator digunakan sesudah variabel atau ekpresi.

4. Operator Relasi

Operator ini menghasilkan nilai boolean dan menggunakan operator berikut :

> : lebih dari < : kurang dari

>= : lebih dari atau sama dengan <= : kurang dari atau sama dengan = = : sama dengan

!= : tidak sama dengan

Operator ini sering digunakan untuk kontrol program, misalnya pada pengkondisian if. Untuk String, dapat digunakan metode equals

5. Operator Logical

Operator ini digunakan untuk ekspresi logikal yang menghasilkan nilai

boolean, yaitu AND (&&), OR (||) dan NOT (!). berikut adalah tabel penggunaan dari operator logika :

Tabel 2.2 Penggunaan Operator Logika

A B A || B A && B

true true true true

true false true false

false true true false

false false false false

Dalam bahasa pemrograman Java, dikenal 2 macam kontrol alur program yaitu pengkondisian dan looping.

1. Pengkondisian

Pengkondisian mengatur alur program berdasarkan pada kondisi tertentu yang didefinisikan. Untuk masalah dengan satu atau dua percabangan dapat digunakan statement if dan else, untuk multiple alternatif dapat digunakan if...elseif dan switch.

a. Statement if

Digunakan jika satu atau lebih operasi akan dilaksanakan apabila syaratnya (kondisinya) terpenuhi atau bernilai true. Sintaks-nya adalah :

if (kondisi) {

operasi program; }

b. Statement if....else

Pada statement if....else ditemui adanya dua alternatif operasi program yang akan dijalankan. Apabila operasi pertama memenuhi kondisi maka akan dijalankan, tetapi bila tidak memenuhi kondisi maka operasi kedua akan dijalankan. Sintaks-nya adalah :

if (kondisi) { operasi program 1; } else { Operasi program 2; } c. Statement if...elseif

Statement elseif digunakan apabila terdapat beberapa kondisi yang berbeda-beda yang masing-masing kondisi memiliki operasi program yang akan dijalankan apabila kondisi tersebut terpenuhi. Sintaks-nya adalah : if (kondisi1) { operasi program 1; } elseif (kondisi2) { Operasi program 2; } elseif (kondisi3) { Operasi program 3; }

else {

Operasi program 4; }

d. Statement switch

Seperti halnya if..elseif, switch juga digunakan untuk memilih berdasar banyak pilihan (kondisi) dimana masing-masing pilihan akan menghasilkan pernyataan atau aksi yang berlainan sesuai dengan pilihan yang dilakukan. Biasanya penggunaan switch berkaitan dengan menu dimana apabila menu pertama dipilih maka switch akan menjalankan blok dari case 1, lalu apabila menu kedua dipilih maka switch akan menjalankan blok dari case 2, demikian seterusnya. Sintaks-nya adalah :

switch(ekspresi) {

case <ekspresi konstanta>; <pernyataan>...

break;

case yang lain...

default: <pernyataan>... }

2. Looping

Kontrol looping atau pengulangan dalam program Java dapat menggunakan while, do-while atau for.

a. while

Selama ekspresi boolean bernilai benar/true, blok pernyataan akan dijalankan terus menerus. Sintaks-nya adalah :

while(kondisi)

{ blok pernyataan } b. do-while

Perbedaan utama antara while dan do-while adalah pada do-while pernyataan dijalankan terlebih dahulu minimal satu kali sedangkan pada while memungkinkan pernyataan sama sekali tidak dijalankan apabila kondisi boolean pada saat pertama kali sudah salah. Sintaks-nya adalah :

do {

blok pernyataan } while(kondisi); c. for

Loop dengan for melakukan inisialisasi sebelum iterasi/loop pertama, kemudian melakukan test kondisional dan pada akhir dari tiap iterasi melakukan penambahan atau pengurangan pada variabel yang digunakan sebagai basis pengkondisian untuk perulangan. Sintaks-nya adalah :

for (inisialisasi;kondisi;penaikan_penurunan) { pernyataan_pernyataan;

}

Setiap program pasti tidak akan bebas dari bug atau kesalahan. Dalam bahasa pemrograman Java digunakan exception handling untuk penanganan/penelusuran kesalahan. Untuk menangkap exception, digunakan blok try. Bentuk blok try yang paling sederhana adalah seperti berikut :

try {

Blok yang akan ditangkap sekiranya terjadi eksepsi

} catch (Exception e) {

Blok yang akan dijalankan jika terjadi eksepsi }

Selain dengan cara menambahkan blok try/catch, cara yang lain dalam menangkap eksepsi adalah dengan melemparkan eksepsi (throw exception) pada suatu fungsi yang mempunyai eksepsi.

Dalam dokumen SISTEM INFORMASI ASRAMA IBU HAMIL (Halaman 34-41)

Dokumen terkait