• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Dalam dokumen HUBUNGAN DUKUNGAN SAUDARA KANDUNG DENGAN (Halaman 46-52)

BAB IV METODE PENELITIAN

4.5. Jenis dan Cara Pengumpulan Data

4.5.1.Jenis dan Data yang Dikumpulkan

Berdasarkan cara memperolehnya, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang secara langsung diperoleh dari obyek penelitian (Riwidikdo, 2007). Data yang dikumpulkan adalah berupa data demografi, data dukungan saudara kandung, data komunikasi interpersonal.

4.5.2.Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan kegiatan peneliti untuk mengumpulkan data dalam penelitian (Hidayat, 2009). Berikut langkah-langkah dalam pengumpulan data : a. Mengajukan proposal penelitian.

b. Mendapat surat pengantar permohonan izin melakukan penelitian dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

c. Mengajukan surat permohonan izin penelitian ke tempat penelitian. Dalam penelitian ini, prosedur pengajuan izin yang dilakukan di tempat penelitian adalah sebagai berikut :

1) Melakukan uji etik untuk mendapatkan ethical clearance.

2) Mengajukan surat izin ke Badan Perizinan dan Penanaman Modal Provinsi Bali

3) Meneruskan surat izin penelitian ke Kesbangpol Kota Denpasar.

4) Meneruskan surat izin penelitian ke Pusat Layanan Autis Kota Denpasar. d. Pendekatan formal kepada subjek penelitan serta meminta izin mengambil

waktu ± 15 menit untuk menjelaskan maksud serta tujuan penelitian. Jika subjek penelitian bersedia menjadi responden, maka sebelumnya bersedia

35 menandatangani formulir persetujuan menjadi responden dan jika menolak untuk diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan menghormati haknya. e. Memberikan angket berupa kuesioner kepada responden untuk diisi bagi

orangtua dan saudara kandung anak autis yang bisa membaca dan menulis. Bagi responden yang tidak bisa membaca dan menulis, peneliti membacakan kuesioner dan memberikan penjelasan agar subjek mengerti.

f. Apabila responden tidak berkenan mengisi kuesioner pada saat pertemuan pertama maka peneliti akan meminta nomor telepon yang dapat dihubungi untuk membuat kontrak pertemuan selanjutnya.

g. Hasil pengisian kuesioner oleh responden kemudian data tersebut direkapitulasi dan dicatat pada lembar rekapitulasi (Master Table) untuk diolah.

4.5.3.Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian (Sugiyono, 2015). Instrumen yang digunakan untuk mengukur dukungan saudara kandung adalah kuesioner yang merupakan materi dan substansi dukungan keluarga dari House dan Kahn, 1985 dalam Friedman, 2010. Kuesioner penelitian ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yaitu data demografi responden meliputi jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan saudara kandung anak autis. Bagian kedua berisi pernyataan untuk mengidentifikasi gambaran dukungan saudara kandung pada anak autis yang terdiri dari empat kategori dukungan yaitu dukungan informasional, dukungan penghargaan (penilaian), dukungan instrumental dan dukungan emosional. Skala yang digunakan adalah skala Guttman yaitu dengan memberikan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanya. Item-item tersebut disusun berupa pernyataan positif (favorable) dan pernyataan negative (unfavorable). Skor untuk pernyataan positif adalah ya (skor 1) dan tidak (skor 0) dan pernyataan negatif adalah ya (skor 0) dan tidak (skor 1).

Tabel 4.1Blue Print Kuesioner Dukungan Saudara Kandung

NO Dimensi Jumlah Pernyataan No Item Pernyataan Jenis Pernyataan 1 Dukungan Informasional 6 1 Positif 2 Positif 3 Positif 4 Positif 5 Positif 6 Positif 2 Dukungan Penghargaan (Penilaian) 7 7 Positif 8 Positis 9 Positif 10 Positif 11 Positif 12 Positif 13 Positif 3 Dukungan Instrumental 6 14 Positif 15 Positif 16 Positif 17 Positif 18 Positif 19 Positif 4 Dukungan Emosional 7 20 Positif 21 Positif 22 Positif 23 Positif 24 Negatif 25 Negatif 26 Negatif

Instrumen yang digunakan untuk mengukur komunikasi interpersonal pada anak autis adalah Interpersonal Communication Inventory (ICI) yang dibuat oleh Millard J. Bienvenu (Rochmah, 2011). Pada skala ini berjumlah 25 item pernyataan yang meliputi lima aspek yaitu aspek konsep diri (self concept),

kemampuan (ability), pengalaman keterampilan (skill experience), emosi

(emotion) dan pengungkapan diri (self disclosure). Kuesioner penelitian ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yaitu data demografi responden meliputi inisial nama responden, umur anak, jenis kelamin, dan pendidikan anak. Bagian kedua berisi pernyataan untuk mengidentifikasi komunikasi interpersonal anak autis yang menggunakan skala Guttman yaitu dengan memberikan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanya. Item-item tersebut disusun berupa pernyataan positif (favorable) dan pernyataan negative (unfavorable). Skor

37 untuk pernyataan positif adalah ya (skor 1) dan tidak (skor 0) dan pernyataan negatif adalah ya (skor 0) dan tidak (skor 1).

Tabel 4.2 Blue Print Kuesioner Komunikasi Interpersonal Pada Anak Autis

NO Dimensi Jumlah Pernyataan No Item Pernyataan Jenis Pernyataan 1

Konsep diri (Self

concept) 4 1 Negatif 2 Positif 3 Positif 4 Positif 2 Kemampuan (Ability) 5 5 Positif 6 Positif 7 Positif 8 Positif 9 Positif 3 Pengalaman keterampilan (Skill experience) 6 10 Negatif 11 Positif 12 Positif 13 Positif 14 Negatif 15 Positif 4 Emosi (Emotion) 5 16 Positif 17 Positif 18 Positif 19 Positif 20 Positif 5 Pengungkapan diri (Self disclousure 5 21 Positif 22 Positif 23 Positif 24 Positif 25 Positif a Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahhian suatu instrumen. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan (Arikunto, 2010). Salah satu rumus korelasi yang dapat digunakan adalah Person Product Moment (Hidayat, 2011).

Kuesioner komunikasi interpersonal telah dilakukan uji validitas pada anak autis di Yayasan Kuncup Bunga Denpasar tanggal 19, 21, 27, dan 28 April 2016 dengan jumlah 30 responden. Hasil uji validitas yang telah dilakukan, di dapatkan

nilai r table untuk tingkat kemaknaan 5% adalah 0,361 dan hasil yang didapatkan bahwa dari 30 pernyataan hanya 25 pertanyaan yang valid dan lima pernyataan yang tidak valid antara lain pernyataan nomor 5,6,12,20,dan 28. Pernyataan yang valid dengan r hitung 0,370-0,900 (Arsami, 2016).

Kuesioner dukungan saudara kandungpun telah dilakukan uji validitas yang dilakukan pada saudara kandung dari anak autis di Yayasan Kuncup Bunga Denpasar tanggal 16 April 2016 dengan jumlah 30 responden. Hasil uji validitas yang telah dilakukan, di dapatkan nilai r table untuk tingkat kemaknaan 5% adalah 0,361 dan hasil yang didapatkan bahwa dari 32 pernyataan hanya 26 pernyataan yang valid dengan r hitung 0,441-0,837. Pernyataan yang tidak valid yaitu nomor, 6, 11, 14, 18, 22, dan 29 (Dewi, 2016).

b. Uji reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataan, maka berapa kalipun diambil, tetap akan sama. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya, dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan (Arikunto, 2010). Ketentuan uji reliabilitas yaitu bila r Alpha > r tabel, maka instrumen tersebut reliabel r Alpha < r table, maka tidak reliabel (Hidayat, 2011).

Uji reliabilitas untuk kuesioner komunikasi interpersonal dilaksanakan di Yayasan Kuncup Bunga Denpasar dengan 30 responden anak autis didapatkan bahwa nilai r alpha > r tabel yaitu 0,939 > 0,71, maka semua pertanyaan tersebut reliable (Arsami, 2016).

Pada kuesioner dukungan saudara kandung pengujian reliabilitas yang telah di lakukan pada saudara kandung dari anak autis di Yayasan Kuncup Bunga Denpasar dengan 30 responden didapatkan bahwa semua pernyataan tersebut reliabel dengan r alpha 0,936-0,943 (Dewi, 2016).

39

4.5.4.Etika Penelitian

Etika penelitian merupakan prinsip-prinsip etik yang harus dijaga dalam melaksanakan penelitian, jika yang menjadi subjek penelitian adalah manusia. Prinsip etika penelitian berdasarkan KNEPK (2007) adalah sebagai berikut :

a. Penghormatan terhadap manusia/Respect for person

Setiap orang memiliki hak yang harus dihormati, setiap orang berhak untuk menentukan pilihan (self determination) antara mau dan tidak untuk diikutsertakan menjadi subjek penelitian

1) Lembar Persetujuan Responden (Informed Consent)

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan (Hidayat,2007).

Informed consent peneliti berikan sebelum peneliti memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden yang telah memenuhi kriteria dan akan diteliti, bila subjek menolak maka peneliti tidak dapat memaksa dan menghormati hak-haknya.

2) Kerahasiaan nama (Anonimity)

Dilakukan dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil yang akan disajikan (Hidayat,2007)

b. Kebaikan dan Meminimalkan Kerugian/Beneficience & non maleficience

Peneliti berupaya agar penelitian yang dilakukan bermanfaat untuk kepentingan manusia dan tidak merugikan bagi orang lain. Adapun manfaat penelitian yaitu meningkatkan self efficacy dan psychological well being pada orang tua yang memiliki anak autis

c. Keadilan/Justice

Prinsip ini dilakukan peneliti untuk menjunjung tinggi keadilan manusia dengan menghargai hak, menjaga privasi manusia dan tidak berpihak dalam perlakuan terhadap responden.

d. Veracity

Prinsip dilakukan peneliti dengan cara menyampaikan hal yang benar kepada responden secara jujur dan apa adanya (Haryono, 2013).

Dalam dokumen HUBUNGAN DUKUNGAN SAUDARA KANDUNG DENGAN (Halaman 46-52)

Dokumen terkait