BAB 11. ANIMASI DIGITAL
C. Jenis-jenis Animasi
187 begitu bentuk pertama merubah dirinya menjadi bentuk lain. Hal ini dilakukan dengan program Morpheus. Perangkat lunak morphing menciptakan frame transisi secara otomatis. Dalam Adobe Animate, animasi jenis ini dilakukan dengan teknik tweening shape.
10. Animasi Clay
Animasi ini sering disebut juga animasi doll (boneka). Animasi ini dibuat menggunakan boneka-boneka tanah liat atau material lain yang digerakan perlahan-lahan, kemudian setiap gerakan boneka-boneka tersebut difoto secara beruntun. Setelah proses pemotretan selesai, rangkaian foto dijalankan dalam kecepatan tertentu sehingga dihasilkan gerakan animasi yang unik. Contoh penerapan animasi ini adalah pada film Chicken Run dari Dream Work Pictures. Teknik animasi inilah yang menjadi cikal bakal animasi 3 Dimensi yang pembuatannya menggunakan alat bantu komputer.
11. Animasi Digital
Animasi digital adalah penggabungan teknik animasi cell (Hand Drawn) yang dibantu dengan komputer. Gambar yang sudah dibuat dengan tangan kemudian dipindai, diwarnai, diberi animasi, dan diberi efek di komputer, sehingga animasi yang didapatkan lebih hidup tetapi tetap tidak meninggalkan identitasnya sebagai animasi 2 dimensi.
Contoh animasi jenis ini adalah film Lion King.
12. Animasi Fluid
Animasi fluida mengacu pada teknik grafis komputer untuk menghasilkan animasi cairan yang realistis seperti air dan asap.
Animasi fluida biasanya difokuskan untuk meniru perilaku visual kualitatif cairan, dengan penekanan yang lebih sedikit pada hasil fisik yang benar-benar ketat, walaupun mereka sering masih mengandalkan perkiraan solusi pada persamaan Euler atau persamaan Navier-Stokes yang mengatur fisika fluida sebenarnya. Animasi cairan dapat dilakukan dengan tingkat kerumitan yang berbeda, mulai dari animasi berkualitas, film animasi, animasi berkualitas tinggi hingga animasi sederhana dan cepat untuk animasi real-time seperti permainan komputer.
yaitu anima yang berarti jiwa, hidup, semangat. Sedangkan karakter adalah orang, hewan maupun objek nyata lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar 2D maupun 3D. Karakter animasi dapat diartikan sebagai gambar yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan. Objek dalam gambar bisa berupa tulisan, bentuk benda, warna dan spesial efek. Karakter animasi sendiri sekarang telah berkembang yang dulu mempunyai prinsip sederhana sekarang menjadi beberapa jenis animasi.
1. Animasi 2D (2 Dimensi)
Animasi dua dimensi atau animasi dwi-matra dikenal juga dengan nama flat animation. Pada awalnya diciptakan animasi berbasis dua dimensi (2D Animation). Realisasi nyata dari perkembangan animasi dua dimensi yang cukup revolusioner berupa dibuatnya film-film kartun. Untuk itu animasi 2D biasa juga disebut dengan film kartun.
Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Film kartun itu kebanyakan film yang lucu. Contohnya Tom and Jerry, Scooby Doo, Doraemon.
Pembuatan animasi film kartun tersebut pada awalnya dikerjakan dengan membuat sketsa gambar yang digerakkan satu demi satu, jadi kesimpulannya animasi merupakan suatu gambar objek yang dapat bergerak. Pedesain animasi di komputer yang lebih umum disebut dengan animator, hanya perlu menganimasikan objek antarkeyframe tidak perlu lagi membuat animasi frame demi frame seperti dalam pembuatan animasi gambar demi gambar dalam pembuatan kartun film konvensional. Sedangkan frame-frame antar keyframe tersebut akan diterjemahkan sendiri oleh komputer menjadi sebuah gerakan seperti yang diinginkan animator.
Perkembangan animasi seiring dengan perkembangan dunia pertelevisian. Pada awalnya diciptakan animasi berbasis dua dimensi (2D Animation). Objek yang dianimasi mempunyai ukuran panjang (x-axis) dan lebar (y-axis) saja. Realisasi nyata dari perkembangan animasi dua dimensi yang cukup revolusioner berupa dibuatnya film-film kartun. Pembuatan animasi film-film kartun itu sendiri pada awalnya dikerjakan dengan membuat sketsa gambar yang digerakkan satu demi satu. Untuk membuat satu durasi animasi membutuhkan jumlah
189 gambar yang cukup banyak. Sejak ditemukannya teknik animasi sel, maka pembuatannya menjadi lebih mudah. Kertas gambar yang biasa dipergunakan diganti dengan kertas transparan yang terbuat dari bahan celluloid sheet. Teknik animasi sel inilah yang kemudian diadopsi dalam animasi komputer.
Kertas gambar dalam pembuatan animasi sebelumnya kemudian diprogram menjadi frame di komputer. Sehingga yang semula berupa kumpulan gambar-gambar maka di komputer hal tersebut sudah merupakan kumpulan dari frame-frame yang tersusun dalam sebuah alur waktu. Adanya perubahan pergerakan suatu objek yang dianimasi oleh komputer dapat dibuat menjadi sebuah keyframe. Akhirnya menjadi jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan animasi yang dilakukan manual.
Pendesain animasi di komputer atau disebut animator, hanya membuat animasi objek antar keyframe. Tidak perlu lagi membuat animasi frame demi frame seperti dalam pembuatan animasi gambar demi gambar dalam pembuatan film kartun konvensional. Sedangkan frame-frame antar keyframe tersebut akan diterjemahkan sebuah gerakan seperti yang diinginkan animator.
2. Animasi 3D (3 Dimensi)
Perkembangan teknologi dan komputer membuat teknik pembuatan animasi 3D semakin berkembang dan maju pesat. Animasi merupakan suatu pergerakan yang dibuat pada suatu gambar maupun teks.
Dengan menggunakan animasi pergerakan objek atau teks akan terlihat lebih hidup. Animasi 3D adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Contohnya film Toy Story buatan Disney (Pixar Studio). Perkembangan dunia animasi komputer sekarang sudah sangat pesat, apalagi sejak diciptakannya animasi berbasis tiga dimensi (3D Animation) yang mempunyai ukuran panjang, lebar, dan tinggi (Z-axis) maka objek dan pergerakkannya hampir mendekati kenyataan aslinya. Hanya saja objek tersebut dibuat dunia maya (Virtual reality). Perkembangan ini juga dilengkapi dengan berbagai perangkat lunak yang mendukung seperti misalnya Adobe Animate, Swish Max dan corel Rave sebagai software-software pendukung animasi dua dimensi sedangkan
Blender 3D, 3D MAX Studio, Light Wave, dan Cinema 4D, sebagai software-software inti popular pendukung animasi 3 dimensi.
Animasi 3D mudah untuk dideskripsikan, tetapi lebih sulit untuk dikerjakan. Properties 3D model didefinisikan dengan angka-angka.
Dengan merubah angka bisa merubah posisi objek, rotasi, karakteristik permukaan, dan bahkan bentuk. Faktor yang membuat animasi 3D lebih sulit adalah: harus memvisualisasikan bentuk 3 dimensi, kemampuan processing untuk proses render objek 3D, dan perlu cukup dana, kesabaran dan latihan
Pembuatan Film Animasi 3D
Animasi 3D adalah cabang terbaru dari Animasi komputer. Pada dasarnya, 3D animasi digunakan untuk membuat gambar bergerak dan efek animasi lainnya. Sekarang hari, animasi 3D banyak digunakan di bidang komputer (Game, software, dan lain-lain) Dan industri media seperti film disebut sebagai CGI (Computer-generated imagery atau komputer yang dihasilkan).
Penciptaan animasi 3D terdiri dari tiga tahap, yaitu pemodelan, layout dan animasi, dan rendering.
Tahap pemodelan adalah fase, di mana 3D mesh, model atau bentuk objek dibuat. Komputer digunakan secara luas untuk menyebabkan hal ini. Ada banyak metode kerja dan alat untuk pemodelan. Setiap teknik dan metode telah aspek yang berbeda dan digunakan sesuai dengan kebutuhan.
Pada tahap layout dan animasi objek 3D yang dikirim untuk gerakan.
Ada berbagai teknik, yang digunakan dalam proses animasi seperti invers kinematika, keyframing, dan menangkap gerak. Semua teknik ini digunakan secara bersamaan atau sesuai dengan situasi.
Pada tahap rendering, 3D objek dikonversi dalam gambar di tahap ini.
Ini adalah tahap yang paling penting dari keseluruhan proses.
Penggunaan cahaya dan kamera, sangat penting dalam proses ini.
Bayangan, suasana hati, refleksi, gelombang dan efek khusus diciptakan dengan bantuan software 3D berbagai.
191 Penelitian tentang animasi dan narasi, animasi dan teks telah dilakukan antara lain oleh Mayer dan Anderson (1991), Mayer dan Anderson (1992), Penney (1989), Mousavi dan Sweller (1995), Mayer (1997), Mayer dan Moreno (1999), Moreno dan Roxana (1999), serta Kalyuga dan Chandler (2000). Penelitian-penelitian tersebut berkisar tentang instruksi animasi, narasi teks melalui instruksi media. Hasil penelitian Mayer dan Anderson (1991) tentang animasi dan narasi menunjukkan bahwa kelompok narasi bersama animasi berkinerja lebih tinggi daripada kelompok narasi sebelum animasi. Penelitian selanjutnya tentang animasi dan teks dilakukan oleh Mayer dan Anderson (1992) tentang instruksi animasi dalam pengajaran yang dapat membantu pembelajar membangun hubungan antara kata dengan gambar dalam pembelajaran media, dimana hasilnya menunjukkan bahwa pembelajar yang mendapatkan penjelasan narasi bersamaan animasi mempunyai nilai yang lebih tinggi daripada pembelajar yang diberikan narasi atau aminasi saja.
Mousavi dan Sweller (1995) meneliti tentang pengurangan muatan kognitif dengan membaurkan mode presentas audio dan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber-sumber informasi yang beragam menghasilkan muatan kognitif yang besar, kapasitas kognitif yang efektif bisa ditingkatkan bila digunakan audio dan visual.
Penelitian yang dilakukan oleh Kalyuga dan Chandler (2000) mereka yang memilih desain instruksional dalam bentuk diagram dengan teks visual dan audio sekaligus menunjukkan prestasi magang jauh lebih baik daripada yang lainnya. Penelitian Kalyuga dan Chandler (2000) menunjukkan bahwa mereka yang memilih desain instruksional diagram berprestasi lebih baik daripada yang memilih desain instruksional audio.
Kesimpulannya proses belajar mengajar dengan menggunakan narasi dan animasi terbukti cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar, sehingga bisa dikembangkan dengan materi pelajaran yang lain.
Teknik narasi dan animasi dapat dikembangkan dalam proses belajar mengajar karena terbukti dapat meningkatkan hasil belajar.