• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

H. Jenis-jenis Koperasi

Dalam rangka mewujudkan misinya, Koperasi tak henti-hentinya berusaha mengembangkan dan memberdayakan diri agar tumbuh menjadi kuat dan mandiri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.Jenis koperasi dapat dibedakan berdasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya.Berdasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan anggotanya, maka koperasi dapat dibedakan menjadi koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi industri, koperasi simpan pinjam, koperasi candak kulak dan, koperasi jasa. Koperasi yang dibentuk oleh golongan funsional seperti koperasi pegawai negeri, koperasi karyawan, koperasi sekolah bukan bukan merupakan pembagian jenis koperasi karena koperasi-koperasi itu dalam kegiatannya akan menjalankan aktivitas seperti koperasi produsen, koperasi konsumsi, atau koperasi simpan pinjam sehingga ke dalam itulah koperasi-koperasi ini digolongkan.25

Salah satu tujuan pendirian koperasi didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan para anggotanya.Masing-masing kelompok masyarakat yang mendirikan koperasi memiliki kepentingan ataupun tujuan yang berbeda.Perbedaan kepentingan ini menyebabkan koperasi dibentuk dalam beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan kelompok tersebut.

24Ibid.

25Myra Rosana. Konsep Hukum Koperasi Modern Bagl Koperasi Sebagai Organisasi Perusahaan Berst A Tus Badan Hukumsempurna, Jurnal Hukum dan Pembangunan Edisi Khusus Dies Nata/is 85 Tahun FHUI, 2018, hal 204, diakses 15 Februari 2018.

Pengelompokan atau klasifikasi koperasi atau istilah apapun yang digunakan, memang diperlukan mengingat adanya banyak perbedaan yang ditemukan di antara sesama koperasi, baik yang menyangkut diri, sifat, ekonominya lapangan usaha, ataupun afiliasi keanggotaannya dan sebagainya.

Untuk memisahkan koperasi yang serba heterogen itu sama lainnya, Indonesia dalam sejarahnya menggunakan berbagai dasar atau kriteria seperti : lapangan usaha, tempat tinggal para anggota, golongan dan fungsi ekonominya. Pemisahan- pemisahan yang menggunakan berbagai kriteria seperti tersebut di atas itu selanjutnya disebut penjenisan.Dalam perkembangannya kriteria yang dipergunakan berubah-ubah dari waktu ke waktu.26

1. Koperasi konsumen; merupakan koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di bidang penyediaan barang kebutuhan anggota dan non-anggota.

Pasal 82 Undang-Undang No 17 Tahun 2012 dinyatakan bahwa setiap koperasi mencantumkan jenis koperasi dalam anggaran dasar.Jenis koperasi tersebut didasarkan pada kesamaan kegiatan usaha dan/atau kepentingan ekonomi anggota. Jenis koperasi terdiri dari:

2. Koperasi produsen; merupakan koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di bidang pengadaan sarana produksi dan pemasaran produksi yang dihasilkan anggota kepada anggota dan non-anggota.

26 Hendrojogi, Koperasi : Asas-asas, Teori dan Praktik, Jakarta, Raja Grafindo, 2004, hal 61

3. Koperasi jasa; merupakan koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan jasa simpan pinjam yang diperlukan oleh anggota dan non-anggota.

4. Koperasi simpan pinjam; merupakan koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam sebagai satu-satunya usaha yang melayani anggota.

Dasar jenis Koperasi Indonesia adalah kebutuhan suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas dan ekonominya.Berbagai jenis Koperasi lahir seirama dengan aneka jenis usaha untuk memperbaiki kehidupan. Secara garis besar jenis koperasi yang ada dapat dibagi menjadi lima golonganyaitu:

1. Koperasi Konsumsi merupakankoperasi yang anggotaanggotanya terdiri dari tiaptiap orang yang mempunyai kepentingan langsung dalam lapangan konsumsi.

2. Koperasi Kredit atau Koperasi Simpan Pinjammerupakankoperasi yang bergerak dalam lapangan usaha pembentukan modal melalui tabungan-tabungan para anggota secara teratur dan terusmenerus untuk kemudian dipinjamkan kepada para anggota dengan cara mudah, murah, cepat, dan tepat untuk tujuan produktif dan kesejahteraan.

3. Koperasi Produksi merupakankoperasi yang bergerak dalam bidang kegiatan ekonomi pembuatan dan penjualan barang, baik yang dilakukan oleh Koperasi sebagai organisasi maupun orangorang anggota koperasi.

4. Koperasi Jasa merupakankoperasi yang berusaha di bidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggota maupun masyarakat umum.

5. Koperasi Serba Usaha merupakankoperasi yang berusaha dalam beberapa macam kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kepentingan para anggota.27

Adapun yang membedakan jenis koperasi tersebut adalah usaha yang mereka jalankan.Sebagai contoh untuk koperasi produksi diutamakan diberikan kepada para anggotanya dalam rangka berproduksi untuk menghasilkan barang maupun jasa.Produksi dapat dilakukan dalam berbagai bidang seperti pertanian atau industri atau jasa. Kemudian koperasi konsumsi, dalam kegiatan usahanya adalah menyediakan kebutuhan akan barang-barang pokok sehari-hari seperti sandang, pangan dan kebutuhan yang berbentuk barang lainnya. Koperasi jenis ini banyak dilakukan oleh karyawan suatu perusahaan dengan menyediakan berbagai kebutuhan bagi para anggotanya, sedangkan koperasi simpan pinjam melakukan usaha penyimpanan dan peminjaman sejumlah uang untuk keperluan para anggotanya. Koperasi jenis ini sering disebut dengan koperasi kredit yang khusus menyediakan dana bagi anggota yang memerlukan dana dengan biaya murah tentunya.

I. Pendirian Koperasi

Pendirian lembaga koperasi, cukup sederhana, yaitu cukup dengan minimal 20 orang yang membuat kesepakatan dengan akte notaris, kemudian didaftarkan di Kanwil Departemen Koperasi setempat untuk mendapatkan pengesahannya. Dalam susunan organisasi koperasi rapat pengurus mengangkat

27 Pandji Anoraga dan Ninik Widiyanti, Dinamika Koperasi, Jakarta, Rineka Cipta, 2007, hal 19

pengurus dan pengawas.Sedangkan kegiatan sehari-hari diserahkan kepada pengelola koperasi.28

Koperasi akan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian disahkan oleh pemerintah. Untuk mendapatkan pengesahan tersebut para pendiri harus mengajukan permintaan tertulis disertai akta pendirian koperasi.Dewasa ini, permohonan tersebut diajukan melalui Kantor Dinas Pemerintah Kabupaten atau Kota yang menangani masalah Koperasi (lembaga kecil) dimana koperasi tersebut didirikan.29Dalam kegiatan peminjaman koperasi simpan pinjam mengutamakan pemberian pinjaman kepada para anggotanya dengan bunga yang relatif murah sekitar 12 persen setahun. Besarnya pinjaman biasanya dibatasi sampai jumlah tertentu mengingat banyaknya anggota koperasi, sedangkan dana yang tersedia biasanya terbatas. Jika memang para anggota sudah tidak membutuhkan lagi dan dana masih lebih, maka tidak menutup kemungkinan koperasi memberikan pinjaman kepada bukan anggota koperasi.30