BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Keluarga Berencana (KB)
8. Jenis – Jenis Metode KB
Ada 5 metode KB dalam program KB di Indonesia : 1. Metode kontrasepsi sederhana terdiri :
a) Metode amenorea laktasi (MAL)
MAL adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif, artinya hanya diberikan ASI saja tanpa pemberian makanan tambahan atau minuman apapun. Kelebihan dari kontrasepsi MAL adalah efektivitas tinggi, segera efektif, tidak mengganggu senggama, tidak ada efek samping secara sistemik, tidak perlu pengawasan medis, tidak perlu obat atau alat, dan tanpa biaya. Keterbatasan dari MAL adalah perlu adanya persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan. Sulit dilaksanakan karena kondisi sosial, efektifitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan 6 bulan. Metode kontrasepsi tidak
dapat melindungi dari penularan IMS termasuk virus hepatitis B/HBV dan HIV/AIDS (Saifuddin, Afandi, Baharuddin dkk, 2006, hal. MK-2). b) Metode suhu basal badan (THERMAL)
Suatu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan mengukur suhu tubuh untuk mengetahui suhu tubuh basal, untuk menentukan masa ovulasi. Kelebihan dari metode kontrasepsi ini adalah memiliki tingkat keamanan yang tinggi jika suhu diukur secara rutin dan senggama sebelum ovulasi, murah dan tidak memerlukan pengawasan, tidak ada efek samping sistemik. Metode Thermal juga memiliki keterbatasan yaitu kesalahan hasil pengukuran suhu dapat terjadi jika sedang mengalami sakit, misalnya demam, tidur malam terlalu sedikit. Metode ini baik untuk digunakan tetapi harus diperhatikan pada kasus-kasus tertentu seperti ibu yang sedang menyusui, karena siklus yang sangat tidak teratur dan pada metode ini sering terjadi pengukuran suhu basal badan yang tidak tepat dan perlu pencatatan setiap hari (Melani, Setiyawati, Estiwidani, dkk, 2010, hal. 59).
c) Metode pengecekan lendir servik (MOB)
Metode kontrasepsi dengan menghubungkan pengawasan terhadap perubahan lendir serviks wanita yang dapat dideteksi di vulva. Manfaat dari metode MOB adalah tidak memiliki resiko kesehatan, disetujui agama, metode ini cukup berhasil jika pasangan suami istri memiliki motivasi, murah tanpa biaya dan dapat mengajarkan wanita untuk mengetahui siklus menstruasi. Keterbatasan dari MOB adalah keefektifan tergantung dari kemauan dan disiplin pasangan mengikuti instruksi, perlu
ada pelatihan sebagai persyaratan untuk menggunakan jenis KBA yang paling efektif secara benar, perlu pantang selama masa subur untuk menghindari kahamilan (Melani, Setiyawati, Estiwidani, dkk, 2010, hal. 59).
d) Metode kelender (OGINO-KNAUSS)
Adalah metode yang digunakan berdasarkan masa subur dimana harus menghindari hubungan seksual tanpa perlindungan kontrasepsi pada hari ke 8-19 siklus menstruasinya. Metode kelender memiliki kelebihan untuk menghindari atau merencanakan kehamilan, metode kelender tidak memberikan resiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi, tidak ada efek samping, murah atau tanpa biaya, menambah pengetahuan tentang sistem reproduksi pada suami dan istri dan dapat mengeratkan hubungan melalui peningkatan komunikasi antara suami istri. Keterbatasan dari metode kelender ini adalah Panjang siklus menstruasi setiap wanita tidak sama, hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur, ovulasi tidak selalu terjadi pada hari ke 14, penentuan masa tidak subur didasarkan pada kemampuan hidup sel sperma dalam saluran reproduksi wanita yaitu 5 hari, Pendarahan yang kadang datang bersamaan dengan ovulasi dapat diinfertasikan sebagai menstruasi. Akibatnya, perhitungan masa tidak subur sebelum ovulasi dan masa tidak subur setelah ovulasi menjadi tidak tepat dan metode ini suami istri tidak dapat melakukan hubungan seks setiap saat bila tidak menginginkan kehamilan (Melani, Setiyawati, Estiwidani, dkk, 2010, hal. 47).
e) Metode Sympto Thermal
Metode kontrasepsi yang dilakukan dengan mengamati perubahan lendir dan perubahan suhu tubuh. Kelebihan dari metode sympto thermal adalah aman, murah, dapat diterima oleh banyak golongan agama, sangat berguna untuk merencanakan maupun menghindari terjadinya kehamilan, mengajarkan wanita parihal siklus haid, meningkatkan tanggung jawab suami istri sehingga menambah komunikasi dan kerja sama. Keterbatsan dari metode sympto thermal adalah kurang begitu efektif dibandingkan dengan metode-metode kontrasepsi yang lain, perlu instruksi dan konseling sebelum memakai metode ini, memerlukan catatan siklus haid yang cukup, dapat menghambat spontanitas seksual, dan apabila siklus haid tidak teratur dapat mempersulit metode kontrasepsi ini (Melani, Setiyawati, Estiwidani, dkk, 2010, hal. 47).
f) Metode Coitus Interuptus
Adalah metode keluarga berencana tradisional, dimana pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi. Kelebihan dari metode coitus interuptus adalah efektif bila dilaksanakan dengan benar, tidak menggangu produksi ASI, dapat digunakan sebagai pendukung metode KB lainnya, tidak ada efek samping, dapat digunakan setiap waktu, tidak membutuhkan biaya dan dapat meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana. Keterbatasan dari metode coitus interuptus ini adalah efektivitaas bergantung pada kesediaan pasangan untuk melakukan senggama terputus setiap melaksanakannya. efektifitas akan jauh menurun apabila
sperma dalam 24 jam sejak ejakulasi masih melekat pada penis dan dapat memutus kenikmatan dalam berhubungan seksual (Saifuddin, Afandi, Baharuddin dkk, 2006, hal. MK-16)
g) Kondom
Kondom adalah sutu selubung atau sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil), atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis (kondom pria) atau
vagina (kondom wanita) pada hubungan seksual (Handayani, 2010, hal.
72). Kelebihan dari kondom adalah efektif bila digunakan dengan benar, tidak mengganggu produksi ASI, tidak mengganggu kesehatan klien, tidak mempunyai pengaruh sistemik, murah dan dapat dibeli secara umum, tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus dan dapat mencegah penularan IMS. Keterbatasan dari kondom adalah efektifitas tidak terlalu tinggi, cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi, sedikit mengganggu hubungan seksual, pada beberapa klien bisa menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi, harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual, beberapa klien malu untuk membeli kondom di tempat umum dan pembuangan kondom bekas dapat menimbulkan masalah dalam hal limbah (Saifuddin, Afandi, Baharuddin dkk, 2006, hal. MK-18).
h) Diafragma
Diagfragma adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks
(karet) yang dimasukkan kedalam vadina sebelum melakukan hubungan seksual dan menutupi serviks. Kelebihan dari alat kontasepsi diafragma
adalah efektif bila digunakan dengan benar, tidak menggangu produksi ASI, tidak mengganggu hubungan seksual kerena telah terpasang 6 jam sebelumnya, tidak menggangu kesehatan klien, tidak mempunyai pangaruh sistemik dapat mencegah terjadi IMS. Keterbatasan dari
diafragma adalah kurang efektif, keberhasilan sebagai kontrasepsi
bergantung pada kepatuhan mengikuti cara penggunaan, pemeriksaan
pelvik oleh petugas kesehatan terlatih diperlukan untuk memastikan
ketepatan pemasangan, pada beberapa pengguna menjadi penyebab infeksi saluran uretra, Pada 6 jam pascahubungan seksual alat masih harus berada di posisinya (Saifuddin, Afandi, Baharuddin dkk, 2006, hal. MK-21).
i) Kap serviks
Kap servik adalah suatu alat kontrasepsi yang hanya menutupi servik. Kelebihan dari metode ini adalah efektif, meskipun tanpa spermisid, kap
serviks dapat dibiarkan selama seluruh periode intermenstrual, dan hanya
perlu dikeluarkan pada saat perkirakan datangnya haid (tetapi ini tidak dianjurkan), tidak menganggu saat senggama, dapat dipakai oleh wanita sekalipun ada kelainan anatomis atau fungsional dari vagina misalnya
sistokel, prolapsus uteri, kap serviks hanya menutupi serviks saja,
sehingga tidak memerlukan pengukuran-ulang bila mana terjadi perubahan tonus otot vagina dan jarang terlepas selama senggama. Ada pun keterbatsan dari metode kontrasepsi ini adalah pemasangan dan pengeluarannya lebih sulit karena letak serviks yang jauh di dalam vagina (Hartanto, 2004, hal. 76).
j) Spermisid vaginal
spermisid vagina adalah kontrasepsi yang terbuat dari bahan kimia
(biasanya nonoksinol 9) digunakan untuk menonaktifkan atau membunuh sperma. Kelebihan dari metode kontrasepsi ini adalah efektif seketika, tidak menggangu produksi ASI, bisa digunakan sebagai pendukung metode lain, tidak menggangu kesehatan klien, tidak mempunyai pengaruh sistemik, mudah digunakan, meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual, dan tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan khusus. Keterbatsan dari metode kontrasepsi ini adalah efektifitasnya kurang, efektifitas sebagai kontrasepsi bergantung pada kepatuhan mengikuti cara penggunaan, ketergantungan pengguna dari motivasi berkelanjutan dengan memakai setiap melakukan hubungan seksual, pengguna harus menunggu 10-15 menit setelah aplikasi sebelum melakukan hubungan seksual dan efektifitas aplikasi hanya 1-2 jam (Saifuddin, Afandi, Baharuddin dkk, 2006, hal. MK-24).
2. Kontrasepsi Hormonal
Kontrasepsi Hormonal adalah berupa komposisi hormon yang mengandung serat kadar hormon estrogen dan hormon progesteron yang sepadan dengan dua hormon pada sarang indung telur (ovary) (tarik, 2007, hal. 102).
Menurut Handayani (2010. hal. 96)Jenis-jenis kontrasepsi hormonal adalah : a) Pil
Berupa tablet atu pil diantaranya berupa jenis dan dosis yang beragam. Dikomsumsi setiap hari, kecuali dalam keadaan haid. Kelebihan dari metode ini adalah tidak menggangu hubungan seksual, siklus haid
menjadi teratur, dapat digunakan sebagai metode jangka panjang, bisa dihentikan setiap saat, kesuburan cepat kembali setelah penggunaan pil dihentikan. Metode ini juga memiliki keterbatasan yaitu harus dimakan pada waktu yang sama setiap hari, kebiasaan lupa akan menyebabkan kegagalan, harus selalu ada persediaan, dan tidak melindungi dari penularan IMS.
b) Suntik / injeksi
Injeksi untuk mencegah kehamilan, dengan memasukkan cairan hormonal setiap beberapa bulan sekali, sesuai dengan petunjuk dokter. Kelebihan dari metode ini adalah tidak mempengaruhi hubungan suami istri, tidak memerlukan pemeriksaan dalam, klien tidak perlu menyimpan obat, resiko terhadap kesehatan kecil, dan kontrasepsi ini bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Keterbatasan dari kontrasepsi ini adalah perubahan pada pola haid, tidak melindungi dari penularan IMS, penambahan berat badan, lambatnya terjadi pemulihan kesuburan, dan pada awal pemakaian sering terjadi mual, muntah, pusing, nyeri payudara.
c) Implan
Salah satu jenis alat kontrasepsi yang berupa susuk terbuat dari karet silastik yang berisi hormon, dipasang pada lengan atas. Kelebihan dari implan adalah cocok bagi wanita yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen, dapat digunakan untuk jangka waktu panjang dan bersifat reversibel, efek kontraseptif segera berakhir setelah implan dikeluarkan, pendarahan lebih ringan, dan tidak menaikkan tekanan
darah. Keterbatasan dari implan ini adalah dipasang oleh tenaga kesehatan yang terlatih, lebih mahal, sering timbul perubahan pola haid, dan akseptor tidak bisa menghentikan implan sekehendaknya sendiri. 3. Metode Kontrasepsi Mantap
a) Kontrasepsi mantap wanita (MOW)
MOW adalah tindakan pada kedua saluran telur yang mengakibatkan orang atau pasangan yang bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi. Kontrasepsi ini untuk jangka panjang dan sering disebut tubektomi atau sterilisasi (Handayani, 2010, hal. 182).
Wanita yang dapat menjalani tubektomi adalah Usia >26 tahun, paritas >2, yakin telah mempunyai besar keluarga yang sesuai dengan kehendaknya dan apabila Pada kehamilannya akan menimbulkan resiko kesehatan serius, pasca persalinan, pasca keguguran, paham dan sukarela setuju dengan prosedur ini .
Kelebihan dari MOW adalah sangat efektif, tidak mempengaruhi proses menyusui, tidak bergantung pada pola senggama, baik bagi klien apabila kehamilan menjadi resiko kesehatan yang serius, pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anastesi lokal, tidak ada efek samping dalam jangka panjang, tidak ada perubahan dalam fungsi seksual. Keterbatasan dari MOW adalah harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali) kecuali dengan operasi rekanalisasi, ada rasa sakit atau ketidak nyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan, tidak mencegah penularan IMS, termasuk HNV dan HIV/AIDS dan harus dilakukan oleh dokter yang terlatih (dokter spesialis
ginekologi atau dokter spesialis bedah untuk proses laparoskopi) (Saifuddin, Afandi, Baharuddin dkk, 2006, hal. MK-82).
b) Kontrasepsi Mantap Pria (MOP)
MOP adalah suatu metode kontrasepsi operatif minor pada pria yang sangat aman, sederhana dan sangat efektif, memakan waktu opereasi yang singkat dan tidak memerlukan anestasi umum, alat kontrasepsi ini disebut juga vasektomi. Vasektomi adalah menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi (Handayani, 2010, hal. 166). Kelebihan dari MOP adalah efektif, aman, morbilitas rendah dan hampir tidak ada mortalitas, sederhana, cepat, hanya memerlukan waktu 5-10 menit, menyenangkan bagi akseptor karena memerlukan anastesi lokal saja, biaya rendah. Keterbatasan dari MOP adalah diperlukan suatu tindakan operatif, kadang-kadang menyebabkan komplikasi seperti pendarahan atau infeksi, kontap pria belum mamberikan perlindungan total sampai semua spermatozoa, yang sudah ada di dalam sistem reproduksi distal dari tempat oklusi vas deferens, dikeluarkan, proplem psikologis yang berhubungan dengan perilaku seksual mungkin bertambah parah setelah tindakan operatif yang menyangkut sistem reproduksi pria (Hartanto, 2004, hal. 308).
4. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)
AKDR adalah suatu alat plastik atau logam kecil yang dimasukkan kedalam uterus melalui kanalis servikalis (wulansari, 2006, hal 20). Kelebihan dari AKDR adalah efektif dan segera, tidak ada reaksi obat, revesibel dan sangat
efektif, dan tidak mengaangu senggama. Keterbatasan dari AKDR adalah
menoragi, dismenorea, sedikit peningkatan resiko kehamilan etopik bila ada
kegagalan AKDR, peningkatan resiko pada infeksi panggul, AKDR terlepas keluar, perforasi uterus, usus dan kandung kemih, malposisi AKDR, Kehamilan yang disebabkan oleh pengeluaran, perforasi, atau malposisi (Suzanne, 2005, hal. 197).
5. Kontrasepsi Darurat
Kontrasepsi darurat adalah kontrasepsi yang dipakai setelah senggama oleh wanita yang tidak hamil untuk mencegah kahamilan yang tidak diinginkan. Jenis- jenis kontrasepsi darurat :
a) AKDR (Coper T, Multiload, Nova T) : pemberian dalam waktu 5 hari pascasenggama dengan dosis 1 kali pemasangan.
b) Pil (Antara lain : Microgynon, Ovral, Neogynon, Nordiol, Eugynon,
Nordiol) : pemberian dalam waktu 3 hari pasca senggama dengan dosis 2
x 2 tablet dan dosis kedua 12 jam kemudian (Saroha, 2009, hal. 218). Metode kotrasepsi darurat memiliki kelebihan tidak menyebabkan keguguran, dapat mencegah kehamilan tidak diinginkan, mencegah aborsi, tidak menimbulkan cacat bawaan bila diketahui ibu hamil, efektif bekerja dengan cepat, mudah relatif murah untuk pemakaian jangka pendek. Keterbatsan dari metode kontrasepsi darurat adalah tidak dapat dipakai secara permanent, harus dengan resep dokter, tidak mudah didapat dan tidak efektif setelah 3x24 jam (Handayani, 2010, hal. 193).