• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Berfikir

Dalam dokumen SKRIPSI. Disusun Oleh: MEIDY SAYRANI (Halaman 60-0)

BAB II KERANGKA TEORI

2.5 Kerangka Berfikir

Berdasarkan tinjauan pustaka dan penelitian terdahulu, maka kerangka berfikir dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

Sumber: Diolah oleh Penulis (2019)

Rumah Makan Tradisional

Mempertahankan Eksistensi

Strategi dalam Menghadapi Masuknya Rumah Makan

Modern

Strategi Mempertahankan Eksistensi Rumah Makan Tradisional dalam Menghadapi

Masuknya Rumah Makan Modern

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini akan meneliti bagaimana strategi mempertahankan eksistensi Rumah Makan Tradisional Khas Kota Sibolga Uda Tanjung Medan dalam menghadapi masuknya Rumah Makan Modern di Kota Medan.

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2014:6).

Hasil penelitian didapat melalui observation (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi dan gabungan dari ketiganya (triangulasi) (Sugiyono, 2014:62-63). Dengan menggunakan metode kualitatif, maka data yang didapat lebih lengkap, lebih mendalam, kredibel dan bermakna sehingga tujuan penelitian dapat dicapai (Sugiyono, 2016: 205).

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan di Jalan Sisingamangaraja No. 19, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara, 20147. Adapun waktu penelitian ini ialah dari tanggal 11-15 Februari 2019 dan penelitian lanjutan tanggal 30 Meret – 01 April 2019.

3.3 Informan Penelitian

Penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk membuat generalisasi dari penelitiannya. Oleh karena itu, pada penelitian kualitatif tidak dikenal adanya populasi dan sampel. Subjek penelitian ini menjadi informan yang akan memberikan informasi yang diperlukan selama proses penelitian (Suyanto dan Sutinah, 2011:171). Informan penelitian diharapkan mempunyai banyak pengalaman mengenai latar dari penelitian yang dilakukan.

Ada tiga kategori informan menurut Suyanto dan Sutinah (2011:172) yaitu:

1. Informan Kunci (Key Informan), yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang di perlukan dalam penelitian. Informan kunci dalam penelitian ini adalah pemilik Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung yaitu Nenek Nurjaila Lubis (Usia 62 Tahun) dan karyawan Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung yaitu Abang Ahmad Afif Tanjung (Usia 28 Tahun) 2. Informan Utama, yaitu mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti. Informan utama dalam penelitian ini adalah pembeli Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung yaitu Ibu Nina Suryana (Usia 46 Tahun) dan Bapak Rahman (Usia 51 Tahun).

3. Informan Tambahan, yaitu mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti. Informan tambahan dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di sekitar Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung yaitu Ibu Dewi Heryani (Usia 41 Tahun).

3.4 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting-nya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan eksperimen, di rumah dengan berbagi responden, pada suatu seminar, diskusi, di jalan, dll. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data dan sumber sekuder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen selanjutnya. Bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observation (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi dan gabungan dari ketiganya (triangulasi) (Sugiyono, 2014:62-63).

2. Observation (Pengamatan) adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi (Nasution dalam Sugiyono, 2014:64).

Melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku dan makna dari perilaku tersebut (Marshall dalam Sugiyono, 2014:64).

3. Interview (Wawancara) merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Esterberg dalam Sugiyono, 2014:72). Jadi dengan wawancara, maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterpretasikan situasi dan fonomena yang

terjadi, dimana hal ini tdak bisa ditemukan melalui observasi (Susan Stainback dalam Sugiyono, 2014:72).

4. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pegumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data (Sugiyono, 2014:83)

3.5 Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah di lapangan. Dalam hal ini Nasution dalam Sugiyono (2014: 89) menyatakan Analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitan. Analisis data menjadi pegangan bagi penelitian selanjutnya sampai jika mungkin, teori yang grounded.

Penelitian kualitatif dilakukan sebelum peneliti memasuki lapangan, dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian namun ini masih besifat sementara.

Ketika peneliti mulai memasuki lapangan, maka selama di lapangan peneliti dapat mengumpulkan data melalui wawancara yang dilakukan dan menganalisis terhadap jawaban yang diberikan oleh informan penelitian. Jika jawaban informan penelitian setelah dianalisis belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai data yang diperoleh dianggap kredibel.

Data yang didapat dari lapangan jumlahnya cukup banyak, maka peneliti harus mereduksi data yang berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting sehingga data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan.

Setelah data direduksi maka peneliti akan menyajikan data (display data) yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dengan menyajikan data (display data) maka akan memudahan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami.

Langkah terakhir dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2014:99) yaitu membuat kesimpulan awal yang bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti bukti yang kuat mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung bukti-bukti yang valid dan konsisten saat penelitian kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Data display (penyajian data) yang ada jika didukung oleh data-data yang akurat, maka dapat dijadikan kesimpulan yang kredibel.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Perusahaan

Nama usaha tempat penelitian ini dilakukan ialah Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung. Rumah Makan ini berdiri sejak tahun 1997. Awal mula usaha ini dibangun berdasarkan hobi sang pemilik yaitu masak masakan khas daerah tempat ia dilahirkan. Pemilik usaha ini bernama Nenek Nurjaila Lubis beserta suaminya Kakek Basnir Tanjung. Rumah Makan ini pada awalnya bertempat di Jalan Palang Merah Medan berdekatan dengan Gedung Imigrasi Medan namun berpindah setelah 1 tahun didirikan dengan alasan tempat yang digunakan untuk membuka usaha ini merupakan sewaan dan memiliki ketentuan untuk tidak berjualan lebih dari jam 16.00 WIB sehingga masakan yang telah dibuat tidak pernah habis dan akan selalu dibawa kembali pulang ke rumah. Ini yang menjadi alasan terbesar pemilik untuk tidak melanjutkan berjualan di tempat sebelumnya, ditambah dengan jarak tempat untuk memasak makanan dengan jarak untuk berjualan yang sangat jauh dan membutuhkan biaya untuk pengiriman. Maka dapat dipastikan modal serta biaya operasional usaha tidak sebanding dengan pendapatan di setiap harinya.

Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung ini kini dibangun di sebuah ruko yang resmi telah dimiliki oleh pemilik usaha yang berada di Jalan Sisingamangaraja No. 19, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Ruko ini berlantai 2, dimana pada lantai pertama digunakan untuk membuka usaha ini dan di lantai kedua digunakan sebagai rumah tinggal.

Menu makanan yang disajikan pada rumah makan ini tidak terlepas dari makanan-makanan khas dari daerah Sibolga yang berada di daerah pesisir pantai, seperti Ikan Bakar, Ikan Gulai, Gulai Ayam Kampung, Sayur Pakis, Daun Ubi Tumbuk, serta sambal yang paling terkenal dari kota Sibolga yaitu Sambal Bawang Batak, dimana sambal dengan bahan dasar bawang batak dicampur dengan petai.

Rumah Makan ini beroperasi dari jam 10.00 WIB sampai jam ke 22.00 WIB. Adapun pekerja yang bekerja di Rumah Makan ini yaitu sebanyak 5 orang, yang terdiri dari: 3 orang Juru Masak yang bertugas untuk membantu sang pemilik dalam menyiapkan masakan dan 2 orang Pelayan yang bertugas untuk melayani para pembeli.

4.2 Struktur Organisasi

Adapun struktur organisasi pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan adalah sebagai berikut:

Gambar 4.1 Struktur Organisasi

Sumber: Diolah oleh Penulis (2019)

PEMILIK

JURU MASAK PELAYAN

4.3 Penyajian Data 4.3.1 Hasil Penelitian

Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan merupakan salah satu rumah makan dengan sajian hidangan berupa makanan-makanan tradisional khas dari Kota Sibolga seperti Ikan Panggang, Ikan Gulai, Gulai Ayam Kampung, Sayur Pakis, Daun Ubi Tumbuk, serta sambal yang paling terkenal dari kota Sibolga yaitu Sambal Bawang Batak, dimana sambal dengan bahan dasar bawang batak dicampur dengan petai.

Data tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Nenek Nurjaila Lubis selaku Pemilik Usaha pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Oh… menu, yang paling apa kali… yang paling top lah ya… ikan bakar, ikan gulai, ayam gulai ayam kampung, sayur pakis, daun ubi tumbuk, bawang batak, sambel bawang batak campur petai, itu khas sibolga itu semua”

Menu hidangan yang disajikan pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan ini adalah menu makanan tradisional andalan bagi masyarakat Kota Sibolga yang berada di pesisir pantai pulau Sumatera Utara dengan menu Ikan Panggang Pacak sebagai menu terlaris di rumah makan ini.

Data tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Abang Ahmad Afif Tanjung selaku Pegawai pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Ikan bakar panggang, ikan panggang, panggang pacak, itu yang banyak dipesan orang, banyak dibeli orang ikan panggang pacak, itu Khas Sibolga itu”.

Adapun menu hidangan yang ditawarkan oleh Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1

Daftar Menu Makan pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan

No Jenis Makanan Jumlah Porsi Harga Per Bungkus

Banyaknya porsi pada tabel di atas merupakan porsi penjualanan dalam 1 hari dengan modal yang dikeluarkan per harinya bekisar ± Rp. 2.000.000; dan data dapat berubah-ubah sewaktu-waktu tergantung dengan tingkat penjualanan di hari sebelumnya.

Adapun pendapatan yang dimiliki oleh Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan bekisar ± Rp. 4.375.000; per harinya dan pendapatan belum termasuk ke dalam jumlah pendapatan untuk penjualanan minuman. Maka pendapatan bersih setiap bulan yang diterima oleh pemilik rumah makan ini bekisar ± Rp.41.250.000; dengan pemotongan biaya gaji pegawai sebesar Rp. 7.500.000;

dan data pendapatan dapat berubah sewaktu-waktu bergantung dengan jumlah penjualanan di setiap harinya.

4.3.1.1 Strategi yang Digunakan Rumah Makan Tradisional untuk Mempertahankan Eksistensinya

Setelah dilakukannya penelitian dan analisis terhadap strategi yang digunakan Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan untuk mempertahankan eksistensinya maka, dihasilkan data bahwa eksistensi yang dimiliki oleh Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan yaitu, dimana usaha ini memiliki kekhasan dan keunikan berupa sajian hidangan berupa makanan tradisional dengan cita rasa masakan khas Kota Sibolga.

Data tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Abang Ahmad Afif Tanjung selaku Pegawai pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Kelebihan dari sini? Rumah makan sibolga ini? Uda tanjung ini?

Ikan bakar panggang, ikan panggang, panggang pacak. karena itu yang banyak dipesan orang, banyak dibeli orang. Ikan Panggang Pacak, itu Khas Sibolga itu”.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Rahman selaku Pembeli 2 pada Jumat, 15 Maret 2019 yaitu:

“Kalau makanannya ya karena kita suka dengan makanan yang beda, tradisional ya disini tempatnya memang. Ya itu tadi, gak dimiliki orang lain karena masakannya masakan tradisional. Ada Daun Ubi Tumbuk, ada Ikan Bakarnya, beda lah rasanya”.

Adapun strategi yang digunakan Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan untuk mempertahankan eksistensinya yaitu dengan tidak adanya perubahan cita rasa dari setiap hidangan dari sejak usaha ini didirikan hingga sampai saat ini. Ini lah strategi utama yang dilakukan Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan agar terus mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya.

Data tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Nenek Nurjaila Lubis selaku Pemilik Usaha pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Rasanya, rasanya jangan di rubah-rubah, biar tahu orang”.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Abang Ahmad Afif Tanjung selaku Pegawai pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Ya masakannya sih, gak osah berubah ubah”.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu Nina Suryana selaku Pembeli 1 pada Jumat, 15 Februari 2019 yaitu:

“Ya mungkin orang ini harus mempertahankan rasanya itu, mempertahankan rasa”.

Dan berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Rahman selaku Pembeli 2 pada Jumat, 15 Februari 2019 yaitu:

“Ooo menjaga cita rasanya dia”.

Cita rasa makanan yang disajikan Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan mampu membuat para pelanggan bertahan tanpa melihat atau mencoba-coba cita rasa dari rumah-rumah makan lain yang mungkin tidak akan sesuai dengan cita rasa yang mereka inginkan.

Data tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Nenek Nurjaila Lubis selaku Pemilik Usaha pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Pokoknya rasanya itulah yang dipertahankan, jadi orang kan, kalau udah tau orang enak , dimana pun pasti dicari”.

4.3.1.2 Strategi yang Digunakan Rumah Makan Tradisional untuk Mempertahankan Eksistensinya dalam Menghadapi Masuknya Rumah Makan Modern

Setelah dilakukannya penelitian dan analisis terhadap strategi yang digunakan Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan dalam menghadapi masuknya rumah makan modern maka, dihasilkan data bahwa pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan untuk menghasilkan produk-produk makanan dengan cita rasa masakan tradisional khas sibolga yang terbaik maka strategi yang digunakan oleh usaha ini dan tidak dimiliki oleh rumah-rumah makan lainnya yaitu penggunaan bahan bahan baku terbaik seperti ikan yang masih dalam keadaan fresh serta bumbu-bumbu yang dibuat oleh tangan sendiri

tanpa tambahan zat kimia. Strategi ini lah yang mampu membuat rumah makan ini dapat menetapkan harga yang lebih tinggi dari rumah-rumah makan lainnya dan mendapatkan loyalitas pelanggan karena konsumen sudah percaya akan kualitas sajian makanan yang diberikan.

Data tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Nenek Nurjaila Lubis selaku Pemilik Usaha pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Iya ikan nya itu musti bagus, baru. Iya, bumbunya itu, aku bumbunya gak ku beli jadi, buat sendiri, karena kadang yang beli jadi bauk kadang, tak pernah mau ku beli, iya bikin sendiri, kalau yang dibeli yang ntah kapan digilingnya itu”.

Nenek Nurjaila Lubis selaku Pemilik Usaha juga menambahkan pada wawancara Senin, 11 Februari 2019, yaitu:

“Agak mahal kita. iya mahal, jadi kita gak bisa jualan murah, nanti gak balek modal kita tapi Alhamdulillah buktinya pembelinya balik-balik”.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu Nina Suryana selaku Pembeli 1 pada Jumat, 15 Februari 2019 yaitu:

“Ikan panggangnya enak, kepala ikannya pun enak disini. Enak lah. Bumbunya lebih terasa. Enak-enak-enak. Selain rasa, eeemmm mungkin, apa ya? Yaaa, ikan disini sepertinya fresh gitu, baru”.

Ibu Nina Suryana selaku Pembeli juga menambahkan pada wawancara Senin, 15 Februari 2019, yaitu:

“Kalau rasanya enak, sesuai dengan lidah saya, kalau harganya ya lumayan mahal lah. Ya sedang lah, sesuai dengan, dengan yang dimakannya, sesuailah”.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Rahman selaku Pembeli 2 pada Jumat, 15 Februari 2019 yaitu:

“Kalau harganya biasa, ya dibilang mahal gak mahal kali”.

Strategi ini memiliki resiko dimana produk yang unik mungkin dipandang tidak cukup boleh pelanggan untuk membenarkan harga yang lebih tinggi. Resiko ini mulai terjadi pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan di saat daya beli konsumen mulai berkurang selama 4 tahun terakhir dimana konsumen kini tidak lagi mementingkan rasa yang ada pada masakan, namun rasa kenyang dan harga yang murah lah yang menjadi tolak ukur daya beli dari konsumen.

Dalam menghadapi resiko ini maka Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan melakukan pengurangan jumlah produksi hidangan untuk mengurangi biaya pengeluaran yang usaha ini miliki.

Data tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Nenek Nurjaila Lubis selaku Pemilik Usaha pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Abang Ahmad Afif Tanjung selaku Pegawai pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Orang sekarang makin sepi, gara gara gimana ya? Karena sekarang daya beli orang berkurang, daya beli semenjak 4 tahun terakhir ini kan semakin berkurang”.

Adapun resiko lain yang kini mulai terjadi yaitu masuknya rumah-rumah makan sejenis yang meniru sajian yang dihidangkan pada rumah makan ini dengan penetapan harga yang jauh di bawah harga yang telah ditetapkan oleh

usaha ini, namun itu dapat diatasi dengan komitmen dari usaha ini untuk terus menyajikan sajian terbaik dengan bahan-bahan terbaik, karena bagi para pesaing seperti rumah-rumah makan sejenis tidak mampu memberikan sajian terbaik karena bahan baku yang mereka gunakan sudah dipastikan tidak sebaik bahan baku yang usaha ini berikan. Maka dari itu hingga saat ini strategi yang ada masih terus digunakan oleh Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan.

Data tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Nenek Nurjaila Lubis selaku Pemilik Usaha pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Enggak, orang-orang baru ini nya, itulah yang buat kita gak berduit, karna juga mereka jual murah, kemarin ku tengoklah ada yang jual 10 ribu memang. Tapi pada pakai ikan itu yang ikan kotak, ikan kotak itu yang kurang memang, biarlah gak usah ku jualankan dari pada pakai ikan itu”.

Nenek Nurjaila Lubis selaku Pemilik Usaha juga menambahkan pada wawancara Senin, 11 Februari 2019, yaitu:

“Terkadang aku kan tau, pakai apa itu, pakai apa itu, dimasukkan aja sikit cepet kali kuningnya, ntah apa namanya, citrun, citrun apa namanya, dia perbungkusnya 3 ribu kalau gak salah. Aku gini kok cantik kali lah kunyitnya ini, kalau ku giling sendiri kadang gak kayak gitu cantiknya, jadi tepikir tepikir sama ku kan, kayak kelapa kan kami giling, jadi ku tanya kok cantik kali, oh pakai ini buk. Ku belik lah, ku giling lah di pajak kunyit ini, karena kalau awak sendiri menggiling gak cantik juga, ku masukkan lah citrun ini, cantik kali persis kayak yang dijual orang, oh ini lah dalam hatiku. Ku pikir gincu, kok jelek kali kalau gincu ini, rupanya itu yang dimasukkan, sikit aja dimasukkan udah cantik kali, berarti zat kimia lah itu ya?”.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Abang Ahmad Afif Tanjung selaku Pegawai pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“kalau yang model model fast food itu ya kayak mana ya, kayaknya gak menjadi ancaman kayaknya kalau rumah makan baru sih, kayaknya mungkin ada kan, mungkin orang itu main di harga, kita kan harganya sekian, kalau di sebelahkan harga makanananya Rp.10.000, sebenernya sih saingan diharga aja sih”.

Dan setelah dilakukannya penelitian dan analisis pada Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan terdapat faktor-faktor yang mampu mempengaruhi jalannya usaha ini, yaitu:

1. Keadaan Pesaing.

Dimana Rumah Makan Khas Sibolga Uda Tanjung Medan mencari tau pesaing-pesaing yang baru muncul, lalu mempersiapkan strategi baru. Namun sampai saat ini pesaing-pesaing yang ada tidak membuat usaha ini gentar lalu memikirkan strategi baru, karena strategi yang digunakan masih sesuai dengan keadaan yang ada.

Data tersebut diambil berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Nenek Nurjaila Lubis selaku Pemilik Usaha pada Senin, 11 Februari 2019 yaitu:

“Orang tau mana yang asli mana yang enggak. Pokoknya rasa nya itulah yang dipertahankan, jadi orang kan, kalau udah tau

“Orang tau mana yang asli mana yang enggak. Pokoknya rasa nya itulah yang dipertahankan, jadi orang kan, kalau udah tau

Dalam dokumen SKRIPSI. Disusun Oleh: MEIDY SAYRANI (Halaman 60-0)