• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jogja-Tronik Mall di Jogjakarta

Dalam dokumen PUSAT PERDAGANGAN ELEKTRONIK DI SURABAYA. (Halaman 39-50)

TINJAUAN OBYEK PERANCANGAN

2.1.3 Studi Kasus

2.1.3.2 Jogja-Tronik Mall di Jogjakarta

Jogjatronik Mall yang berlokasi di jalan Brigjend Katamso no. 75-77 Yogyakarta ini memilki luas bangunan ± 14000 m2. Dimana Jogjatronik Mall tersebut merupakan salah satu mall yang menjadi pusat IT di Yogyakarta. Jogjatronik Mall ini dibangun pada bulan Oktober tahun 2003. Kepemilikan bangunan adalah berdasarkan BOT (Build Operate System) dimana bangunan tersebut berdiri diatas tanah Pempof (Pemerintah Propinsi) namun dibangun oleh investor yakni PT. KAIDI INDOJAYA. Adapun dalam studi kasus ini akan membahas dan menguaraikan beberapa hal, diantaranya gambar denah dari obyek kasus, fasilitas-fasilitas yang tersedia pada obyek kasus, struktur organisasi pengelola dari obyek kasus, gubahan massa bangunan obyek kasus, tampilan bangunan pada obyek kasus, item struktur dari obyek kasus (baik struktur pada bangunan hingga struktur pada atap), utilitas bangunan pada obyek kasus, penyelesaian interior pada obyek kasus, dan detail khusus atau ciri khas bangunan dari obyek kasus.

Gambar 2.23 Tampak depan Jogja-Tronik Mall

1. Denah Jogja-Tronik Jogjakarta. a. Denah Lantai Basement.

Tabel 2.6 Pengamatan denah Basement.

Sirkulasi Sirkulasi membentuk pola linier yang mengikuti pola penataan area parkir.

Tatanan Ruang Tatanan ruang dalam bangunan terbentuk dari pola grid. Modul Struktur Obyek kasus menggunakan modul 8,40m x 8,00m Fasilitas Parkir Kendaraan, Gudang, dan Ruang Utilility.

Sumber Analisis Penulis

b. Denah Lower Ground.

Gambar 2.25 Denah lower ground Jogja-Tronik Mall

Tabel 2.7 Pengamatan denah lower ground.

Sirkulasi Sirkulasi sekitar void membentuk sirkulasi dengan pola radial yang menjadi sirkulasi utama pada bangunan yg menghubungkan beberapa sirkulasi penghubung antar ruang.

Sirkulasi penghubung membentuk pola bercabang sebagai penerus dari sirkulasi utama.

Tatanan Ruang Tatanan ruang dalam bangunan membentuk pola

terpusat.

Modul Struktur Obyek kasus menggunakan modul 8.40m x 8,00m. Fasilitas Electronic Centre, Exhibition, dan Office Pengelola.

Sumber Analisis Penulis

c. Denah Upper Ground.

Gambar 2.26 Denah Upper ground Jogja-Tronik Mall

Tabel 2.8 Pengamatan denah upper ground.

Sirkulasi Sirkulasi sekitar void membentuk sirkulasi dengan pola radial yang menjadi sirkulasi utama pada bangunan yg menghubungkan beberapa sirkulasi penghubung antar ruang.

Sirkulasi penghubung membentuk pola bercabang sebagai penerus dari sirkulasi uatama.

Tatanan Ruang Tatanan ruang dalam bangunan membentuk pola

terpusat.

Modul Struktur Obyek kasus menggunakan modul 8.40m x 8,00m. Fasilitas Toko Hand Phone dan Ruang Utilility.

Sumber Analisis Penulis

d. Denah Lantai I.

Gambar 2.27 Denah Lantai I Jogja-Tronik Mall

Tabel 2.9 Pengamatan denah lantai I.

Sirkulasi Sirkulasi sekitar void membentuk sirkulasi dengan pola radial yang

menjadi sirkulasi utama pada bangunan yg menghubungkan beberapa sirkulasi penghubung antar ruang.

Sirkulasi penghubung membentuk pola bercabang sebagai penerus dari sirkulasi uatama.

Tatanan Ruang Tatanan ruang dalam bangunan membentuk pola terpusat.

Modul Struktur Obyek kasus menggunakan modul 8.40m x 8,00m.

Fasilitas Handphone Centre, Toko Komputer, Cafe, dan Foodcourt.

Sumber : Analisis Penulis, 2009.

e. Denah Lantai II.

Gambar 2.28 Denah Lantai II Jogja-Tronik Mall

Tabel 2.10 Pengamatan denah lantai II.

Sirkulasi Sirkulasi sekitar void membentuk sirkulasi dengan pola radial yang

menjadi sirkulasi utama pada bangunan yg menghubungkan beberapa sirkulasi penghubung antar ruang.

Sirkulasi penghubung membentuk pola bercabang sebagai penerus dari sirkulasi uatama.

Tatanan Ruang Tatanan ruang dalam bangunan membentuk pola terpusat.

Modul Struktur Obyek kasus menggunakan modul 8.40m x 8,00m.

Fasilitas Komputer Centre, dan Exhibition.

Sumber : Analisis Penulis, 2009.

f. Denah Roof Floor.

Gambar 2.29

Denah Roof Floor Jojga-Tronik Mall Jogjakarta

Tabel 2.11 Pengamatan denah roof floor.

Sirkulasi Sirkulasi pada lantai roof ini membentuk pola memutar dengan

berorintasi pada void.

Tatanan Ruang Membentuk sebuah ruang terbuka karena berfungsi sebagai

exhibition hall.

Modul Struktur Obyek kasus menggunakan modul 8.40m x 8,00m.

Fasilitas Foodcourt, dan Exhibition Hall.

Sumber : Analisis Penulis, 2009. Keterangan :

Toko Ruang control ME Ruang exhibition Ruang panel Loading dock

Toilet Parkir kendaraan Ruang pamer Ruang pompa

void Tabel 2.12 Hasil pengamatan objek kasus.

No. Aspek Simpulan

1. Sirkulasi jalan sekitar void adalah pola radial yang dimana menjadi sirkulasi utama untuk deretan ruang-ruang yang ada. Kemudian ditambahkan sirkulasi penghubung yang bercabang-cabang sebagai sirkulasi pembagi dari sirkulasi utama.

2. Tatanan toko ruang didalam bangunan secara tidak langsung membentuk pola terpusat yang mengarah pada void.

3. Modul struktur obyek menggunakan ukuran 7.50m x 8.00m

Sumber : Analisis Penulis, 2009.

2. Fasilitas Jogja-Tronik Mall Jogjakarta.

Fasilitas yang tersedia didalam Jogja-Tronik Mall diantaranya :

 Lantai Basement :Parkir Kendaraan, Gudang, Ruang Utility.

 Lantai Ground :Elektronik Centre, Exhibition, dan Ruang pengelola (Office).

Void

8.00 8.40

 Lantai Upper Ground :Toko Handphone, dan Ruang Utility

 Lantai I : Handphone Centre, Toko Komputer, Cafe, dan Foodcourt.

 Lantai II :Komputer Centre, dan Exhibition.

 Lantai Roof Flour :Exhibition Hall, dan Foodcourt. 3. Gubahan Bangunan Jogja-Tronik Mall Jogjakarta.

Gubahan massa dari bangunan Jogjatronik Mall ini adalah mengambil tema computer communication and lifestyle modern mall, dimana ide bentuk dasar dari bangunan Jogjatronik ini manganalogikan sebuah monitor komputer. Yang selanjutnya didalam proses perancangannya mengalami pengolahan bentuk terutama pada bagian fasade bangunan yang ditinjolkan dan seakan melayang sebagai aksen dari Jogjatronik Mall tersebut.

4. Tampilan Bangunan Jogja-Tronik Mall Jogjakarta.

Tampilan dari bangunan Jogjatronik Mall ini mengintegrasikan perpaduan antara style modern dengan tradisional. Dimana tampilan modern terlihat pada tampak bangunan yang mengambil bentuk persegi yang terkesan sedehana. Sedangakan gaya tradisional tampak pada penyelesaian bentuk atap bangunan yang mencoba mengadaptasi bentuk atap tradisional daerah Yogyakarta yakni bentuk atap joglo. Selain itu, juga terdapat elemen – elemen bangunan, diantaranya :

 Ornamentasi.

Penggunaaan ornamentasi pada Jogjatronik Mall terlihat pada garis-garis horizontal pada bagian fasade bangunan yang terkesan teratur.

 Warna.

Warna-warna yang ditampilkan pada fasade Jogjatronik Mall ini adalah warna putih dengan krem yang terkesan bersih dengan digabungkan warna merah untuk mempertegas garis-garis horisontal pada fasade bangunan.

 Dinding.

Dinding- dinding pada Jogjatronik Mall ini menggunakan susunan bata yang diplester dan dicat. Pada area toko, dinding tersebut dikombinasikan dengan bukaan-bukaan dari kaca sebagai sebuah sarana untuk display mengingat fungsi bangunan digunakan sebagai kegiatan perdagangan.

 Lantai.

Lantai pada Jogjatronik Mall ini menggunakan material keramik sebagai penutup lantai. Sedangkan pada area pameran dibatasi dengan penggunaan warna keramik yang berbeda.

 Plafon.

Tinggi plafond pada Jogjatronik Mall ini berkisar antara 3-3,5 m, ini terdapat pada toko disetiap lantai dan ruang-ruang penunjang lain. Terkhusus untuk ruang exhibition memiliki memiliki tinggi diatas 4 m.

5. Sistem Struktur Bangunan Jogja-Tronik Mall Jogjakarta.

Sistem struktur yang digunakan pada bangunan Jogjatronik Mall adalah sistem rigid frame dengan menggunakan bahan beton bertulang, sedangkan pada struktur atap bangunan menggunakan sistem struktur rangka batang dengan konstruksi pipa.

Utilitas Bangunan Hi-Tech Mall Surabaya.

6. Utilitas Bangunan Jogja-Tronik Mall Jogjakarta.

Utilitas bangunan Jogja-Tronik Mall ini dibagi menjadi 2 tipe, yaitu :

 Tipe Elektrikal, meliputi :

 Instalasi listrik untuk penerangan dan tenaga, dimana Jogjatronik Mall ini supplay listrik berasal dari PLN dengan daya listrik sebesar 865 KVA. Namun juga terdapat genset sebagai pen-supplay listrik cadangan dengan daya listrik sebesar 1000 KVA. Sedangkan ruang panel didalam Jogjatronik Mall terdapat disetiap lantai bangunan.

 Sistem kebakaran, dimana di Jogja-Tronik menggunakan splinkler sebagai sistem pemadam kebakaran serta kotak-kotak hidran yang terdapat pada tempat-tempat tertentu.

 Tipe Mekanikal, meliputi :  Sistem pemipaan dan sanitasi.  Sitem AC.

 Sistem transportasi dalam bangunan, didalam Jogja-Tronik Mall ini manggunakan sistem transportasi vertikal yang terbagi atas 3 jenis, yaitu lift, escalator, dan tangga manual atau tangga darurat.

7. Interior pada Jogja-Tronik Mall Jogjakarta.

Penyelesaian interior dari bangunan Jogja-Tronik Mall diselesaikan oleh pihak penyewa.

8. Detail pada Jogja-Tronik Mall Jogjakarta.

Detail atau ciri khusus dari bangunan Jogjatronik Mall tampak dari bentuk bangunan yang mengkombinasikan anatara bentuk modern pada badan bangunan dengan bentuk penyelesaian atap tradisional.

Sumber Data : PT Kaidi Indojaya..

Dalam dokumen PUSAT PERDAGANGAN ELEKTRONIK DI SURABAYA. (Halaman 39-50)

Dokumen terkait