A Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
JUMLAH ANGGARAN
TAHUN 2018 %
Jumlah Belanja Langsung Rp. 16.965.497.997,00 Rp. 18.710.653.300,00 10,28%
Anggaran belanja langsung tersebut dialokasikan untuk mendanai 9 program dan 85 kegiatan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan dalam rangka mewujudkan terwujudnya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra, dengan rician realisasi per program sebagai berikut :
Tabel 3.9
Tabel Realisasi Per Program Tahun 2018
No. Program Pagu (Rp) Realisasi (Rp) %
1. Program Perencanaan
Pembangunan Daerah 5.537.839.200 4.700.034.250 84,87% 2. Program Perencanaan
Pembangunan Ekonomi dan Sumber Daya Alam
2.372.551.000 1.924.785.000 81,13%
3. Program perencanaan pembangunan manusia, masyarakat, sosial dan budaya 1.690.327.200 1.082.256.650 64,03% 4. Program perencanaan pembangunan infrastruktur, dan pengembangan wilayah 4.249.169.500 3.374.090.435 79,41% 5. Program Penguatan Inovasi, Riset dan Pengembangan
2.410.000.000 1.969.922.700 81,74%
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
BARENLITBANG Tahun 2018
827. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur
809.263.900 717.015.030 88,60%
8. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur
200.510.000 116.106.000 57,91%
9. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan, capaian kinerja, dan keuangan
381.418.500 256.466.100 67,24%
J U M L A H 18.710.653.300 15.074.758.228 80,57%
Dari tabel diatas terlihat bahwa realisasi anggaran Barenlitbang pada tahun 2018 sebesar Rp. 15.074.758.228,00 dari total anggaran Rp. 18.710.653.300,00 atau 80,57%. Jika dibandingkan dengan penyerapan anggaran pada tahun 2017 maka mengalami penurunan sebesar 4,50 % yaitu pada tahun 2017 dari total anggaran sebesar Rp. 16.965.497.997,00 terealisasi sebesar Rp 14.433.773.827,00,- atau 85,07%. Penurunan ini disebabkan karena proses pengesahan perubahan APBD tahun 2018 mengalami keterlambatan karena masalah teknis di DPRD, sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak terserap secara optimal.
BAB IV
PENUTUP
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Barenlitbang Kota Malang merupakan media komunikasi sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang menjadi tugas dan wewenang Barenlitbang Kota Malang. Media komunikasi ini sangat penting untuk menginformasikan sasaran, program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh Barenlitbang Kota Malang pada tahun 2018 dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang telah dituangkan dalam Review Renstra Barenlitbang Kota Malang 2013-2018. Disamping itu penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini merupakan sarana sebagai bahan evaluasi dan umpan balik dalam menunjang perbaikan kinerja Barenlitbang Kota Malang pada tahun-tahun mendatang.
Adapun keberhasilan pencapaian kinerja Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (BARENLITBANG Kota Malang pada tahun 2018 capaian kinerja kegiatan dari 85 Kegiatan yang dilaksanakan mencapai 89,50%. Pada tahun 2017 pencapaian kinerja dari 98 Kegiatan yang direncanakan tercapai 91,24 %. sehingga jika dibandingkan antara capaian kinerja 2017 dan 2018 mengalami penurunan.
Dalam upaya mencapai Tujuan, Sasaran dan program Barenlitbang Kota Malang pada tahun 2018 melaksanakan 85 Kegiatan dengan target capaian kinerjanya masing-masing.
Dari kegiatan dan program yang dilakanakan dalam pencapaian sasaran yang tertuang didalam Review Renstra Barenlitbang Kota Malang 2013-2018, kinerja Brenlitbang Kota Malang pada tahun 2018 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Namun demikian dalam pelaksanaan kegiatan juga dijumpai adanya beberapa kendala, hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa kegiatan yang tidak dapat memenuhi target yang diinginkan.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
BARENLITBANG Tahun 2018
84Permasalahan-permasalahan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan Barenlitbang Tahun 2018 adalah :
1. Belum optimalnya penerapan Permendagri Nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang RPJPD, RPJMD seta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD, terutama kurangnya pemahaman aturan, tahapan dan jadwal waktu yang harus ditepati, sehingga pelaksanaan perencanaan pembangunan kurang berjalan maksimal;
2. Kurangnya data dan informasi yang mendukung perencanaan
3. Belum optimalnya monitoring, evaluasi dan pengendalian terhadap seluruh proses perencanaan pembangunan daerah secara simultan mulai dari Ex-Ante, On-Going maupun Ex-post.
4. Seringnya perubahan kebijakan dalam peraturan perundang undangan khususnya terkait dengan perencanaan pembangunan dan pemerintahan daerah. 5. Kurangnya optimalnya pemahaman dan antusiasme perangkat daerah dalam
memanfaatkan dan menyusun dokumen perencanaan pembangunan.
6. Kajian dan hasil-hasil penelitian dan pengembangan (litbang) kurang disesuaikan dengan kebutuhan yang mendukung penyusunan rencana pembangunan dan menyelesaikan permasalahan pembangunan Kota Malang seperti kemacetan, transportasi, banjir, sosial budaya maupun ekonomi dan sumber daya alam. 7. Hasil Penelitian dan Pengembangan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh
stake holder
Adapun permasalahan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan tersebut Barenlitbang meningkatkan kinerja aparatur, kompetensi dan pelayanan dibidang perencanaan dan kelitbangan.. Sedangkan Pemecahan masalah dari kegiatan diatas adalah sebagai berikut :
1. Menyusun agenda kerja proses perencanaan pembangunan sampai dengan evaluasi sebagai dasar pelaksanaan proses perencanaan pembangunan.
2. Meningkatkan kemampuan SDM aparatur terutama yang bertugas di bidang sektoral tentang perencanaan pembangunan daerah
4. Meningkatkan kualitas pendampingan / asistensi kepada perangkat daerah mitra dalam setiap tahapan penyusunan renstra dan Renja perangkat daerah 5. Meningkatkan kualitas pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan hasil
renja dan renstra perangkat daerah yang digunakan sebagai dasar perencanaan tahun berikutnya.
6. Rapat koordinasi dan sinkronisasi antara bidang sektoral dengan Kepala Barenlitbang secara berkala untuk membahas progres pelaksanaan pendampingan penyusunan renstra dan renja perangkat daerah
7. Melaksanakan kaidah monitoring dan evaluasi perencanaan pembangunan mulai dari Ex-ante, On going sampai dengan Ex-post secara berkelanjutan;
8. Menyempurnakan juknis musrenbang sehingga kualitas usulan musrenbang mulai tingkat kelurahan, kecamatan sampai dengan tingkat kota memenuhi kualifikasi dan merupakan usulan kegiatan yang bersifat prioritas di masing masing kelurahan.
9. Menyediakan tenaga ahli sebagai fasilitator pendamping pelaksanaan Musrenbang mulai dari tingkat Kelurahan;
10 Meningkatkan kompetensi aparatur dalam bidang perencanaan pembangunan daerah dengan bimbingan teknis, diklat, sosialisasi, diskusi ataupun seminar tentang perencanaan pembangunan.
Akhirnya, semoga Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Barenlitbang Kota Malang ini dapat menjadi bahan atau informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pelayanan masyarakat di Kota Malang. Semoga pada tahun mendatang kinerja Barenlitbang Kota Malang dapat semakin ditingkatkan searah dengan tugas pokok dan fungsi Barenlitbang Kota Malang selaku perencana dan koordinator pembangunan di Kota Malang.
LAMPIRAN