Administratif Pemilu Pidana Pemilu Kode Etik Hukum Lainnya Administratif TSM
Perbawaslu ini terdiri dari warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih, kemudian para pemantau pemilu, ataupun peserta pemilu. Pada tahap menyampaikan laporan, para pelapor sebagaimana yang telah disebutkan, dapat didampingi oleh kuasa yang telah menerima surat kuasa dari pelapor. Waktu pelaporan disampaikan kepada Bawaslu Sejak waktu dugaan pelanggaran diketahui terjadi oleh pelapor, maka terdapat rentang waktu maksimal 7 hari diberikan kepada pelapor maupun kuasanya untuk menyampaikan laporan tersebut kepada Bawaslu. Setelah waktu 7 hari tersebut, apabila baru disampaikan laporan dugaan pelanggaran sebagaimana yang diketahui, Bawaslu tidak dapat lagi memproses laporan tersebut.
Berdasarkan ketentuan Perbawaslu No. 7 Tahun 2018, tahapan penanganan laporan tersebut pertama-tama diterima secara langsung di kantor pengawas pemilu dengan dituangkan ke dalam formulir B.1. Formulir tersebut diisi berdasarkan keterangan pelapor secara rinci dan lengkap. Pada saat pengisian formulir tersebut, pihak pelapor wajib melengkapi dan menyertakan fotokopi kartu tanda penduduk elektronik atau kartu identitas lainnya.
Pelapor kemudian menandatangani formulir penerimaan laporan dugaan pelanggaran pemilu untuk kemudian diserahkan kepada petugas yang menerima laporan. Petugas tersebut kemudian membuatkan tanda bukti penerimaan laporan dugaan pelanggaran dalam 2 rangkap yang dituangkan dalam formulir model B.3. Terakhir, petugas penerima laporan kemudian memberikan satu rangkap tanda bukti penerimaan laporan dan satu rangkap lainnya dipegang oleh pengawas.
Pasal 17 Perbawaslu No. 7 Tahun 2018 mengatur durasi penanganan temuan maupun laporan dugaan pelanggaran pemilu.
Bawaslu pada setiap tahapan dalam memutuskan untuk
dugaan pelanggaran, paling lama 7 hari kerja setelah diterima dan diregistrasi. Apabila terhadap temuan maupun laporan tersebut, dibutuhkan adanya keterangan tambahan mengenai tindak lanjut, maka terhadap keterangan tambahan dan kajiannya diberikan waktu paling lama 14 hari kerja setelah diterima dan diregistrasi.
Selanjutnya dalam proses pengkajian terhadap temuan maupun laporan dugaan pelanggaran, Bawaslu di semua tingkatan dapat melakukan klarifikasi terhadap pelapor, terlapor, maupun pihak yang diduga sebagai pelaku pelanggaran, saksi, atau ahli untuk didengar keterangannya. Keterangan tersebut dituangkan dalam berita acara klarifikasi sebagaimana formulir berita acara klarifikasi.
Selanjutnya, terhadap hasil kajian terhadap temuan atau laporan dugaan pelanggaran seagaimana yang diatur dalam Peraturan Bawaslu, digunakan untuk menentukan sejumlah kategori. Mulai dari ada tidaknya pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, tindak pidana pemilu, pelanggaran administratif pemilu, pelanggaran peraturan perundang-undangan lainnya atau bukan pelanggaran.
Sepanjang pelaksanaan tahapan pemilu 2019 Panwaslih Kabupaten Gayo Lues mendalami 2 (dua) laporan pelanggaran pemilu berupa tindak pidana pemilu yang terjadi di kecamatan Pantan Cuaca dan Dabun Gelang. Adapun rekapitulasi jumlah laporan pelanggaran pemilu dapat diuraikan sebagai berikut :
No Jenis pelanggaran Jumlah
Pelanggaran Keterangan
1. Perencanaan Program Dan Anggaran
- Nihil
2. Penyusunan Peraturan KPU - Nihil
3. Sosialisasi - Nihil
4. Pendaftaran Dan Verifikasi
Peserta Pemilu - Nihil
5. Penyelesaian Sengketa
Peserta Pemilu
6. Pembentukan Badan
Penyelenggara - Nihil
7. Pemutakhiran Data Pemilih
Dan Penyusunan Daftar
Pemilih
- Nihil
8. Penyusunan Daftar Pemilih
Di Luar Negeri - Nihil
9. Penataan Dan Penetapan
Daerah Pemilihan (Dapil). - Nihil
10. Pencalonan Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, Dan DPRD Kabupaten/Kota Serta Pencalonan Presiden Dan Wakil Presiden - Nihil 11. Penyelesaian Sengketa Penetapan Pencalonan Anggota DPR, DPD, Dan DPRD Serta Pencalonan Presiden Dan Wakil Presiden.
- Nihil
12. Pengadaan dan
Pendistribusian Logistik - Nihil
13. Kampanye Calon Angota DPR, DPD, Dan DPRD Serta Pasangan Calon Presiden Dan Wakil Presiden.
- Nihil
14. Laporan Dan Audit Dana
Kampanye -
15. Masa Tenang 1 Laporan
pelanggaran pidana pemilu (money politic) di desa Atu Kapur Kecamatan Pantan Cuaca
16. Pemungutan Dan Penghitungan Suara Rekapitulasi Penghitungan Suara 1 Laporan Pelanggaran Pidana Pemilu yang dilakukan oleh pemilih di TPS 04 Kampung Badak 17. Penyelesaian Sengketa Hasil
Pemilu Presiden Dan Wakil Presiden
- Nihil
18. Pengucapan Sumpah/Janji. - Nihil
Sumber: Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa
1. Laporan Dugaan Pelanggaran Administasi Pemilu
Panwaslih Kabupaten Gayo Lues tidak ada menerima Laporan Dugaan Pelanggaran Administratif Pemilu sepanjang peksanaan tahapan pemilu tahun 2019.
a. Tabel laporan yang tidak dapat diregistrasi. b. Tabel laporan yang diregistrasi .
c. Tabel laporan yang tidak dapat ditindaklanjuti berdasarkan putusan pendahuluan.
d. Tabel laporan yang diteruskan ke proses pemeriksaan berdasarkan putusan pendahuluan
e. Tabel yang berisi putusan dan ditindaklanjuti
f. Tabel yang berisi putusan Bawaslu Kabupaten/Kota yang dimintakan koreksi kepada Pengawas Pemilu diatasnya
g. Tabel yang berisi laporan dugaan pelanggaran administrasi yang diproses melalui pemeriksaan acara cepat
h. Tabel laporan pelanggaran administrasi TSM
a. Penyelenggara Pemilu tetap b. Penyelenggara Pemilu Ad Hoc
Panwaslih Kabupaten Gayo Lues tidak ada menerima Laporan Pelanggaran kode etik pemilu selama pelaksanaan tahapan pemilu tahun 2019.
2. Laporan Pelanggaran Dugaan Tindak Pidana Pemilu
No Tanggal
Registrasi Terlapor
Uraian
Pelanggaran Tindak Lanjut
1. 29 April 2019 1. Maat 2. Sulaiman Ariga 3. M.yusup Dugaan Pelanggaran Pidana Pemilu berupa tindakan yang menguntungkan peserta pemilu tertentu dengan tindakan Pemilih yang datang ke TPS untuk memilih dengan menggunakan KTP-EL sedangkan alamat yang bersangkutan beradan di luar wilayah kerja PPK Beradarkan hasil penilitan dan pemeriksaan terhadap laporan yang masuk dan dan hasil kajian pengawas pemilu, laporan tersebut telah diteruskan ke Penyidik di Polres Gayo Lues pada tanggal 15 Mei 2019, namun oleh kepolisian pelannggaran tersebut dihentikan karena tidak memenuhi unsur formil pasal yang disangkakan Sumber: Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian
Sengketa
Laporan Pelanggaran tindak pidana pemilu selama pelaksanaan tahapan pemilu tahun 2019 berjumlah 2 (dua) Pelanggran, 1 (satu)
pelanggaran yang dapat diregistrasikan dan 1 (satu) pelanggran yang tidak dapat diregistrsi karena berdasarkan hasil rapat Pleno Panwaslih kabupaten Gayo Lues Pelanggran Tersebut tidak memenuhi unsur Formil Laporan.
3. Laporan Pelanggaran Hukum Lainnya
c. Pelimpahan Temuan/Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu temuan atau laporan yang diterima oleh Panwaslih Kabupaten yang dilimpahkan kepada Pengawas Pemilu dibawahnya
d. Pengambil Alihan Temuan/Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu temuan atau laporan yang diterima oleh Panwaslih Kabupaten yang diambilalih kepada Pengawas Pemilu dibawahnya
e. Supervisi Dan Pendampingan penanganan Dugaan Pelanggaran Pemilu ;
f. Dalam pelaksanaan supervisi dan monitoring penanganan Dugaan Pelanggaran Pemilu ini Pimpinan Panwaslih Kabupaten Gayo Lues, memberikan beberapa Penguatan dan masukkan kepada Ketua dan Anggota Panwaslu Kecamatan diantaranya, Pengawas Wajib menerima masukan baik terkait dengan informasi awal dugaan pelanggaran pemilu maupun masukan lainnya dari pihak manapun, selama masukkan tersebut tidak bertentangan dengan aturan dan Perundang-undangan yang berlaku. Setiap Laporan yang dilaporkan baik oleh masyarakat maupun oleh peserta pemilihan/Pemilu harus memenuhi syarat formil dan syarat materil serta unsur-unsur yang telah diatur dalam aturan Pemilihan dan Pemilihan Umum. Dalam menjalankan proses penanganan pelanggaran Panitia pengawas Pemilihan Umum jangan diintervensi oleh pihak manapun, harus sesuai dengan prosedur dalam melaksanakan peraturan dan undang-undang tentang Pemilihan (Independent). Dalam menjalankan penegakkan hukum harus menjaga kesolidan sesama anggota dan sesama penegak hukum (Panitia Pengawas Pemilihan Umum, Kepolisian, Kejaksaan = Anggota Sentra Gakkumdu). Panitia
Pengawas Pemilihan UmumKabupaten/Kota harus mampu berkoordinasi, baik kepada Komisioner/ Koordinator Divisi maupun juga kepada staf sekretariat terkait dengan permasalahan yang ada didaerah masing-masing.
g. Tindak Lanjut Penindakan Pelanggaran Pemilu
o Tindak Lanjut KIP Acehberkenaan dengan putusan Panwaslih
Provinsi Aceh dengan Nomor :
003/TM/PL/ADM/PROV/01.00/II/2019 yang ditindaklajuti oleh KIP
Provinsi Aceh dengan surat Nomor :
284/PY.01.1-SD/11/Prov/II/2019 dari KIP Provinsi Aceh tertanggal 15 Februari 2019 Prihal : Tindak lanjut putusan Panwaslih Provinsi Aceh Nomor : 003/TM/PL/ADM/PROV/01.00/II/2019 dan KIP Provinsi Aceh Membatalkan Ahmad Zaini sebagai Anggota Calon DPR Aceh Daerah Pemilihan 8 nomor Urut 5 dari Partai Daerah aceh (PDA) yang tertuang dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPR Aceh pada Pemilihan Umum tahun 2019.
o Tindak Lanjut KIP Galus
1. KIP Gayo Lues Membatalkan Nuraini,S.Pd sebagai Anggota Calon DPRK Gayo Luesdari Partai Golkar Daerah Pemilihan 1 yang tertuang dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRK Gayo Lues pada Pemilihan Umum tahun 2019.
2. Tindak lanjut KIP Kabupaten Gayo Lues terhadap
rekomendasi yang disampaikan oleh PTPS TPS 01 Desa Cinta maju Kecamatan Blangpegayo Kepada KPPS untuk disampaikan Ke KIP Kabupaten Gayo Lues melalui PPK, maka KIP Kabupaten Gayo Lues berdasarkan Keputusan KIP
menindaklanjuti rekomendasi PTPS tersebut untuk
dilaksanakannya Pemungutan suara ulang di TPS 01 Desa Cinta Maju Kecamatan Blangpegayon.
Dugaan Pelanggaran Pemilu Pemberian Barang Berupa kain sarung berlogo Partai Golkar oleh Pegawai Negeri Sipil sekaligus Sekretaris Panitia Pemungutan Suara untuk tampil dalam acara Musrenbang Kecamatan Kutapanjang yang diduga dilakukan oleh Sdr. SELAMAT yakni Kepala SD Negeri 7 Kutapanjang dan sekaligus sebagai pembina Tari Saman di Kampung Rikit Dekat Kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues. Bahwa terhadap dugaan pelanggaran ini telah direkomendasikan kepada KASN karena sudah melanggar azaz netralitas Pegawai Negeri Sipil. Oleh KASN ditindaklanjuti dengan pemberian sansi sedang kepada terlapor.
h. Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu)
Gakkumdu adalah pusat aktivitas penegakan hukum tindak pidana pemilu yang terdiri dari unsur Pengawas Pemilihan Umum, Badan Pengawas pemilihan Umum Provinsi, dan/atau Badan Pengawas Pemilihan UmumKabupaten/Kota, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepolisian Daerah, dan/atauKepolisian Resor, dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi dan/atau Kejaksaan Negeri.
Pembentukan Gakkumdu bertujuan untuk menyamakan pemahaman (persepsi) dan pola penanganan tindak pidana pemilu oleh Bawaslu, Kepolisian NKRI dan Penuntut yang berasal dari Kejaksaan.
Gakkumdu berperan dalam menekan tindak pidana pemilu sesuai dengan fungsi gakkumdu yaitu sebagai forum koordinasi dalam peroses penanganan setiap pelanggaran tidak pidana pemilu berdasarkan Standar Oprasional dan Prosedur (SOP) yaitu pelanggran tidak pidana pemilu dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahap yaitu :
1. Penerimaan, Pengkajian dan penyampaian laporan/temuan dugaan tindak pidana pemilu kepada pengawas pemilu, dalam tahap ini pengawas pemilu berwenang menerima laporan/temuan
dugaan pelanggran pemilu yang diduga mengandung unsur tindak pidana pemilu. Setelah menerima laporan/temuan adanya dugaan tindak pidan pemilu, pengawas pemilu harus segera berkoordinasi dengan Sentra Gakkumdu dan menyampaikan temuan/laporan tersebut kepada Gakkumdu dalam jangka waktu paling lama 24 jam sejak diterimanya laporan/temuan;
2. Tindak lanjut sentra gakkumdu terhadap laporan/temuan dugaan pelanggaran pidana pemilu oleh anggota Gakkumdu yang berasal dari Pengawas Pemilu;
3. Tindak lanjut pengawas pemilu terhadap rekomendasi
Gakkumdu, dalam tahapan ini disusun rekomendasi yang menentukan apakah suatu temuan atau laporan merupakan tindak pidana pemilu atau bukan atau apakah temuan/laporan tersebut perlu dilengkapi syarat Formil/syarat materil.
Susunan Personil Gakkumdu Kabupaten Gayo Lues
Sentra Gakkumdu Kabupaten Gayo Lues ditetapkan dengan Surat Keputusan Panwaslih Kabupaten Gayo Lues dengan komposisi anggota terdiri dari Penasehat, Pembina Kordinator dan Anggota, yang dalam pelaksanaan kegiatannya dilaksanakan di Kantor Sekretariat Panwaslih Kabupaten Gayo Lues.
Adapun Struktur Organisasi Gakkumdu Kabupaten Gayo LuesPada Pemilihan Umum Tahun 2019 adalah sebagai berikut :
No Nama Jabatan
Keduduk an Dalam
Tim
1. Sulaiman Ketua Panwaslu
Kabupaten Gayo Lues
Penaseh at 2. Eka Surahman,SIK AKBP NRP. 7610505 Kepala Kepolisian Resort GayoLues Penaseh at 3. Bobbi Sandri, SH. MH NIP.197804162002121006 Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten GayoLues Penaseh at
4. Hazijah Ritonga
Kordiv. Organisasi dan SDM
Panwaslu Kab. Gayo Lues
Pembina
5. Abdul Hamid, SH
IPTU NRP. 77100409
Kasat Reskrim
Polres Gayo Lues Pembina
6. P. M. Meliala,SH.
NIP. 19731029200031002
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Gayo Lues Pembina 7. Ali Nurdin Kordiv. Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kab. Gayo Lues
Ketua/ Koordina tor 8. Abdul Hamid, SH IPTU NRP. 77100409 Kasat Reskrim Polres Gayo Lues
Koordina tor
9. P. M. Meliala,SH.
NIP. 19731029200031002
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Gayo Lues Koordina tor TIM PELAKSANA 1. Junaidy Adam Kepala Sekretariat Panwaslu Kab. Gayo Lues
Anggota
2. Qasim Redha Husmar
Staf Sekretariat Panwaslu Kab. Gayo Lues
Anggota
3. Bambang Suwarno
Aiptu NRP 74010196
Penyidik Kepolisian
Polres Gayo Lues Anggota
4. Hendra Novriandi
Brigadir NRP 8612576
Penyidik Kepolisian
Polres Gayo Lues Anggota
5. Januwar,SH
Brigadir NRP. 91060016
Penyidik Kepolisian
Polres Gayo Lues Anggota
6. Rifo Cundra,SH.
NIP. 198312022009121001
Jaksa Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Gayo Lues
Anggota
7. Muhamad Nur Ajie A.A. SH
NIP. 198701112014031002
Jaksa Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Gayo Lues
Anggota
8. Salahyddin Ayubi,SH
NIP. 197202131997031001
Jaksa Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Gayo Lues
Anggota
Sumber: Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa