BAB I. PENDAHULUAN
I.5. KUALIFIKASI PENGELASAN
I.5.2. Juru Las / Operator Las
Juru las atau operator las yang akan melaksanakan pengelasan konstruksi harus lulus dari uji kualifikasi sesuai dengan yang disyaratkan dalam standar serta yang diakui dan disepakati bersama .
Selain juru las peran supervisor las sangat diperlukan untuk menjamin pengawasan yang sistematis serta efektif pada setiap tahap proses pengelasan dari bagian-bagian konstruksi kapal.
Registrasi ketrampilan juru las dan operator las perlu selalu ditingkatkan dan dipertahankan validasinya dengan selalu mengisi format keaktifan juru las dan operator las. Untuk setiap pengelasan yang dilakukannya / registrasi tersebut paling tidak harus memuat data-data sebagai berikut :
1. Nama juru / operator las 2. Tanda pengenal / identifikasi
3. Material yang dilas beserta pengisinya
4. Data dari diameter elektroda, tebal dinding, groove 5. Referensi dari WPS
Kualitas pengelasan sangat tergantung pada ketrampilan juru las dan operator las, oleh karena itu untuk bidang perkapalan badan klasifikasi mensyaratkan kualifikasi tertentu dari juru dan operator las
1.5.2.1. Uji Kualifikasi Ketrampilan Juru Las Kapal
Galangan-galangan kapal dan perusahaan perbengkelan bertanggung jawab dalam mempekerjakan juru-juru las yang memenuhi syarat dan telah diuji untuk tingkat ketrampilan khusus yang diakui Badan klasifikasi.
Untuk Biro Klasifikasi Indonesia ( BKI ) dalam melaksanakan uji ketrampilan juru las pelat (simbol penggolongan B ), untuk proses las busur listrik tangan yang menggunakan elektrode batangan ( simbol penggolongan E ) dan untuk proses las busur listrik tangan semi automatic dengan selubung gas (simbol penggolongan SG ).
Pengujian ketrampilan (pengujian permulaan dari para juru las) dan pengujian ulang merupakan pembuktian tentang kecakapan yang sebenarnya dari para juru las. Pengujian ketrampilan harus dilaksanakan dalam pengawasan. Dalam pengujian juru las yang diawasi BKI , surveyor yang bersangkutan memberikan pengesahan yang sama. Selama pengelasan percobaan, perlengkapan perbengkelan, sumber tenaga listrik, bahan-bahan pengisi las haruslah sama dengan yang dipakai dalam pekerjaan yang normal dari para juru las.
Para pengelas yang gagal dalam test tidak boleh mengulangi hingga mendapatkan kembali training lanjutan yang cukup. Untuk pengeluaran sertifikat pengujian individu, nama-nama pertama dan nama kontrol pengelas dari perusahaan haruslah dituliskan, disamping tanggal dan tempat kelahiran dalam dokumen-dokumen tersebut.
Juru las bangunan lambung kapal dikenai test-test kualifikasi ulangan setiap setahun sekali (ketentuan BKI) dimana secara demonstratif, pengelasan-pengelasan secara terus menerus diawasi ( misal dengan test radiografi atau ultrasonic ), tes-tes ulangan tidak dibutuhkan, perusahaan harus menambahkan catatan-catatan pengawasan kontinyu dalam daftar-daftar para pengelas dan menyerahkan pula pada surveyor bila diminta.
Untuk juru las dan operator las harus memenuhi uji kualifikasi keterampilan juru las kapal klas BKI untuk pengelasan baja mengacu pada rules volume VI sec. III-1996/DIN850, DIN-EN287 dan terdiri dari beberapa kualifikasi/kategori yaitu B II KI, B III S KI, B IV KI dan R II KI, R III K I dan seterusnya.
1. Pelaksanaan Pengelasan
(1) Pengelasan dari satu sisi dengan tembusan penuh, las balik pada posisi lain tidak diperbolehkan.
(2) Pengelasan dari lapisan pertama (akar) sampai lapisan akhir dilaksanakan sesuai dengan posisi pengelasan yang sama. (3) Pengelasan ulang pelat uji pada satu sisi pengelasan hanya
boleh dilaksanakan dua kali.
(4) Dianjurkan untuk pengelasan lapisan pertama (akar) menggunakan kawat las diameter 3,2 mm dan lapisan selanjutnya dengan diameter 4,0 atau 5,0 mm
(5) Pengujian pengelasan dengan posisi vertikal turun (v-d) harus dengan persetujuan surveyor BKI dan dicatat dalam sertifikat juru las
2. Masa Berlaku Sertifikat
Masa berlakunya sertifikat adalah 2 tahun dengan syarat :
(1) Si pemegang sertifikat harus melaksanakan pekerjaan las minimal sekali dalam 3 bulan
(2) Juru las yang diuji untuk lebih dari 1 posisi harus melakukan pekerjaan las sesuai posisi yang diuji minimal sekali dalam 6 bulan dengan ketentuan bila point a dan b tidak dipenuhi harus dilakukan uji ulang.
3. Perpanjangan Sertifikat
(1) Perpanjangan sertifikat dapat dilakukan tanpa uji ulang bila : a. Pekerjaan las sesuai dengan kualifikasi yang tercantum
dalam sertifikat, harus dilaksanakan secara kontinu dibawah pengawasan surveyor BKI dan supervisor galangan dan tidak boleh terhenti selama 3 (tiga) bulan.
b. Paling kurang untuk setiap 3 (tiga) bulan harus ada hasil pengelasan seauai kualifikasi juru las yang bersangkutan, pengelasannya harus diuji radiografi.
Dalam radiografi harus tercantum :
Nama juru las, nama galangan / welding shop, tanggal radiografi, nama kapal / barang yang diuji, tebal pelat, posisi pengelasan sesuai kualifikasi yang diuji.
Sebelum berakhir masa berlaku sertifikat, pemakai jasa / galangan harus membuat laporan pekerjaan juru las berdasarkan catatan pekerjaan (welding record) dari tiap juru las yang ditandatangani oleh suoervisor galangan / welding shop dan disahkan oleh surveyor BKI . Laporan tersebut harus dikirim ke BKI untuk dievaluasi.
Laporan pekerjaan juru las harus berisi :
Nama juru las, tanggal pekerjaan las, nama kapal / barang yang dilas, posisi pengelasan serta dilampiri film radiografinya. Jika hasil eveluasi dari laporan pekerjaan juru las serta film radiografi memenuhi persyaratan, maka akan dikeluarkan perpanjangan sertifikat ketrampilan juru las untuk masa berlaku 2 (dua) tahun.
(2) Jika syarat tersebut tidak dilaksanakan atau hasil evaluasi dari laporan pekerjaan juru las dan film radiografi tidak memenuhi persyaratan maka harus dilakukan uji ulang.
1.5.2.2. Posisi pengelasan
Tabel I.17 Jenis Pengelasan dan Posisi Las
Jenis Pengelasan Simbol Posisi
BKI EN 287-2 Pelat (Plate) Las tumpul (butt weld) 1G PA Datar 2G PC Horisontal 3G PG Vertikal ke atas (v-d)G PF Vertikal ke bawah 4G PE Atas kepala Las sudut (fillet weld) 1F PA Datar 2F PB Horisontal 3F PG Vertikal ke atas (v-d)F PF Vertikal ke bawah
4F PD Horisontal atas kepala
Pipa (Pipe) Las tumpul (butt weld) 1G PA Pipa : berputar Sumbu : horisontal Las : datar 2G PC Pipa : tetap Sumbu : vertikal
Las : horisontal vertikal
5G PG
Pipa : tetap
Sumbu : horisontal
Las : vertikal ke atas
(v-d)G PF Pipa & Sumbu : sama dng 5G
Las : vertikal ke bawah
6G H-LO 45
Pipa : tetap
Sumbu : miring
Las : ke atas
(Pipa miring tetap (450+50) dan
tidak berputar) Las sudut (fillet weld) 1F PA Pipa : tetap Sumbu : miring Las : datar
(Pipa miring tetap (450+50) dan
tidak berputar) 2F PB
Pipa : tetap
Sumbu : vertikal
Las : vertikal horisontal
3F PF
Pipa : tetap
Sumbu : horisontal
Las : vertikal ke atas
(v-d)F PG Pipa & Sumbu : sama dng 3F
Las : vertikal ke bawah
4F PD
Pipa : tetap
Sumbu : horisontal
1.5.2.3. Gambar Posisi Pengelasan 1. PELAT
(1) Las tumpul (Butt weld)
Posisi 1G Posisi 2G Posisi 3G Posisi (v-d)G Posisi 4G
Datar Horisontal Vertikal ke atas Vertikal ke bawah Atas kepala
(2) Las sudut (Fillet weld)
Posisi 1F Posisi 2F Posisi 3F Posisi (v-d)F Posisi 4F
Datar Horisontal Vertikal ke atas Vertikal ke
bawah Atas kepala
2. PIPA
(1) Las tumpul (Butt weld)
Posisi 1G Posisi 2G Posisi 5G Posisi (v-d)G Posisi 6G
Pipa : berputar Sumbu: horisontal Las : datar Pipa : tetap Sumbu: vertikal Las : horisontal vertikal Pipa : tetap Sumbu: horisontal Las : vertikal ke atas Pipa : tetap Sumbu: horisontal Las : vertikal ke bawah Pipa : tetap Sumbu: miring Las : ke atas
(2) Las sudut (Fillet weld)
Posisi 1F Posisi 2F Posisi 3F Posisi 3F Posisi 4F
Pipa : berputar Sumbu: horisontal Las : datar Pipa : tetap Sumbu: vertikal Las : horisontal vertikal Pipa : tetap Sumbu: horisontal Las : vertikal ke atas Pipa : tetap Sumbu: horisontal Las : vertikal ke bawah Pipa : tetap Sumbu:vertikal Las : horisontal atas kepala