• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kabupaten Bandung

Dalam dokumen 2. ANALISIS DAN TINJAUAN TEORI (Halaman 136-141)

2.10. Data Kompetitor 1. Kompetitor Daerah

2.10.1.2. Kabupaten Bandung

Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java (bahasa Belanda) atau ―Paris dari Jawa‖. Karena terletak di dataran tinggi, Bandung dikenal sebagai tempat yang berhawa sejuk. Hal ini menjadikan Bandung sebagai salah satu kota tujuan wisata.

Sedangkan keberadaan perguruan tinggi negeri dan banyak perguruan tinggi swasta di Bandung membuat kota ini dikenal sebagai salah satu kota pelajar di Indonesia.

Pada tahun 1488 Bandung didirikan sebagai bagian dari Kerajaan Pajajaran. Kemudian pada tahun 1799 VOC mengalami kebangkrutan sehingga wilayah kekuasaannya di Nusantara diambilalih oleh pemerintah Belanda. Saat itu Bandung dipimpin oleh Bupati R.A. Wiranatakusumah II. Kepemimpinan berubah lagi pada tahun 1808 di mana Belanda mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Nusantara setelah ditinggalkan VOC.

Selang satu tahun kemudian pada tahun 1809 bupati memerintahkan pemindahan ibu kota dari Karapyak ke daerah pinggiran Sungai Cikapundung (alun-alun sekarang) yang waktu itu masih hutan tapi sudah ada permukiman di sebelah utara dan selang setahun lagi yaitu pada tahun 1810 Daendels menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung yang berseberangan dengan alun-alun sekarang.

―Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!‖ (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!‖). Sekarang tempat itu menjadi titik pusat atau KM 0 kota Bandung. Pada tanggal 25 Mei 1810 Daendels meminta bupati Bandung dan Parakanmuncang memindahkan ibukota ke wilayah tersebut.

Lalu pada tanggal 25 September 1810 Daendels mengeluarkan surat keputusan pindahnya ibu kota Bandung dan sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakanmuncang. Sejak peristiwa tersebut 25 September dijadikan sebagai hari jadi kota Bandung dan R.A. Wiranatakusumah sebagai the founding father.

Sekarang nama tersebut diabadikan menggantikan jalan Cipaganti, di mana wilayah ini menjadi rumah tinggal bupati sewaktu ibu kota berpindah ke alun-alun sekarang.

Tanggal 24 Maret 1946 menjadi sejarah bagi Bandung di mana pembumihangusan Bandung oleh para pejuang kemerdekaan yang dikenal dengan

sebutan 'Bandung Lautan Api' dan diabadikan dalam lagu "Halo-Halo Bandung".

Kemudian pada tanggal 18 April 1955 Konferensi Asia-Afrika diadakan di Gedung Merdeka yang dahulu bernama "Concordia" yang berlokasi di Jl. Asia Afrika, berseberangan dengan hotel Savoy Homann. Dan pada tahun 2005 KTT Asia-Afrika juga diadakan di Bandung. Pada tahun 2006 Bandung mendapatkan predikat kota terkotor dari pemerintah, hal ini bertalian erat dengan status darurat sampah yang sempat terjadi di Bandung pada tahun tersebut.

Bandung terletak di koordinat 107° BT dan 6° 55‘ LS. Luas Kota Bandung adalah 16.767 ha. Kota ini secara geografis terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, Bandung mempunyai nilai strategis terhadap daerah-daerah di sekitarnya.

Kota Bandung terletak di ketinggian ±768 m di atas permukaan laut rata-rata. Daerah utara Kota Bandung pada umumnya lebih tinggi daripada daerah selatan. Rata-rata ketinggian di sebelah utara adalah ±1050 dpl, sedangkan di bagian selatan adalah ±675 dpl. Bandung dikelilingi oleh pegunungan yang membuat Bandung menjadi semacam cekungan (Bandung Basin).

Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir.

Bandung dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berasitektur Belanda, yaitu :

 Gedung Sate, kini berfungsi sebagai kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 Hotel Savoy Homann.

 Gedung Dwi Warna.

 Gedung SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 3 Kota Bandung.

 Gedung Merdeka dan Museum Asia-Afrika, tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.

 Gedung Pakuan, kini menjadi tempat tinggal resmi Gubernur Jawa Barat.

 Monumen Bandung Lautan Api, tempat peringatan Bandung Lautan Api.

 Gedung Indonesia Menggugat, tempat Ir. Soekarno menyampaikan pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa penjajahan Belanda.

 Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan.

 Museum Geologi Bandung.

 Museum Wangsit Mandala Siliwangi.

 Institut Teknologi Bandung.

 Villa Isola, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

 Stasiun Hall, stasiun kereta api.

 beberapa bangunan lama di jalan Braga.

 Kebun Binatang Bandung.

 Observatorium Bosscha, di Lembang.

 pusat perbelanjaan Cihampelas dan Cibaduyut.

 Lembang, daerah sejuk di Bandung Utara.

Selain mengunjungi gedung-gedung bersejarah tersebut, banyak aktivitas menarik yang dapat dilakukan di Kota Bandung, seperti :

 wisata kuliner di daerah Bandung Utara dan Lembang.

 wisata alam di daerah Bandung Selatan, Bandung Utara, dan Lembang.

 wisata alam permandian air panas di Maribaya.

 wisata budaya Saung Angklung Udjo Padasuka 118 Saung Angklung Udjo.

 wisata alam di kawah gunung Tangkuban Perahu.

Aktivitas menarik lain yang saat ini menjadi gaya mutakhir tersendiri di masyarakat adalah mengunjungi pusat barang bekas di Pasar Gede Bage, daerah

Dalem Kaum, dan beberapa toko yang secara khusus juga menyediakan barang-barang bekas pakai dengan harga murah, seperti: babe, rasek, dsb. Dan ada juga tempat yang menyediakan barang-barang dengan harga yang lebih murah dan biasanya barang tersebut dapat dibeli secara grosir, seperti : Pasar Baru (sekitar Alun-alun Bandung), Pasar Andir, Dll. Selain itu juga bisa mengunjungi toko-toko sepatu dan tas yang ada di Bandung, seperti Elizabeth, Edward Forrer, Kawasan Cibaduyut, dll.

Gambar 2.58. Masjid Agung Bandung

Sumber : http://rusganda.com/wp-content/uploads/2009/06/masjid-agung-bandung.jpg

Warga Bandung biasanya menggunakan angkutan kota atau yang lebih akrab disebut angkot daripada taksi sebagai transportasi di dalam kota. Selain itu, bus kota juga menjadi alat transportasi warga terutama di jalan-jalan besar dan untuk rute-rute yang panjang. Bandung pun memiliki sebuah bandara

dan Stasiun Kiaracondong untuk Kelas Ekonomi.Selain 2 buah stasiun tadi, terdapat 5 stasiun KA lain di Bandung, yakni Cimindi, Andir, Ciroyom, Cikudapateuh, dan Gedebage.

Prasarana jalan di kota Bandung, antara lain, Jembatan Pasupati yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung. Jembatan itu melewati lembah Cikapundung. Panjangnya 2,8 km dan lebarnya 30-60 m. Pada 25 Juni 2005 jembatan ini resmi dibuka. Jembatan ini rencananya akan menjadi land mark kota Bandung yang baru.

Bandung dapat pula di capai melalui jalan tol Padaleunyi yang menghubungkan Padalarang, Cimahi, Bandung sebelah selatan, dan Cileunyi.

Selanjutnya, jalan tol yang menghubungkan Padalarang dan Purwakarta (Cipularang: Cikampek-Purwakarta-Padalarang) sudah dibangun. Jalan tol Cipularang digabungkan dengan Padaleunyi dan dinamai Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Jalan tersebut mempersingkat perjalanan antara Jakarta dan Bandung. Dengan adanya jalur ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 1,5 jam sampai dengan 2 jam. Jalan tol yang menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasir Koja juga sedang dipertimbangkan untuk dibangun.

Jika di Jakarta dibangun jalur Bus Way, di Bandung akan dibangun jalur TMB (Trans Metro Bandung). Jalur khusus bus itu akan melayani bus khusus dengan jurusan Cibiru-Cibeureum. TMB akan melintasi jalan Soekarna-Hatta dari ujung timur (Cibiru) ke ujung barat (Cibeureum) kota Bandung.

Bandung sebagai salah satu tempat tujuan untuk wisata kuliner.

Diantara makanan yang terkenal dari Bandung adalah siomay, batagor, lomie, mie ceker akung, cendol elizabeth, surabi, oncom, goreng tempe, peuyeum Bandung, colenak (dicocol enak) atau dalam bahasa Sunda sebagai "Beuleum peuyeum digulaan", brownies kukus (brownies Amanda), cireng isi (Terbuat dari sagu dengan bermacam isi didalamnya, seperti : keju, oncom, daging, dll).

Dalam dokumen 2. ANALISIS DAN TINJAUAN TEORI (Halaman 136-141)