Rini Sulastri* Abstrak
Pedagogigal Content Knowledge (PCK) merupakan kombinasi dari dua unsur yaitu content knowledge dan pedagogical knowledge. Kedua unsur tersebut terkait dengan empat tuntutan
kompetensi yang harus dimiliki guru dan dosen di Indonesia, dua diantaranya adalah kompetensi profesional dan pedagogik. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memamparkan kajian tentang PCK sehingga diharapkan pendidik dapat memahami dan melakukan evaluasi terhadap PCK yang dimiliki.
Kata kunci: content knowledge, pedagogical knowledge, PCK, guru, calon guru
PENDAHULUAN
Pedagogigal Content Knowledge
Pedagogigal Content Knowledge
(PCK) guru menurut Shulman (1986) merupakan kombinasi dari dua kompetensi yaitu content knowledge dan pedagogical
knowledge. Content Knowledge guru yang
bagus, baik dalam penguasaaan konsep yang diajarkan maupun keterkaitan materi dengan permasalahan kehidupan nyata sangat mendukung dalam membentuk dan mempengaruhi pengetahuan serta proses berpikir siswa. Akan tetapi, hal ini dapat terjadi apabila pedagogical knowledge guru misalnya dalam mengorganisasikan pembelajaran juga bagus. Hubungan antara komponen pembentuk PCK dalam kerangka
konsep Sorto, et al., (2009) didasarkan pada teori tentang persiapan guru, kemampuan guru, dan praktik mengajar (Shulman, 1986; Stein, et al., 2000; Ball & Bass, 2000), yang dapat dilihat pada Gambar 1.
PCK merupakan kemampuan guru dalam menghubungkan pengetahuan tentang materi yang akan diajarkan dengan kemampuan mereka mengajar, dimana content
knowledge tidak dapat dipisahkan dari proses
pembelajaran (Cochran, et al., 1993). Dalam hal ini, content dibagi menjadi dua bagian yaitu lower and higher elements. Lower
content mengacu pada materi prasyarat dan
materi yang sedang diajarkan, sedangkan
higher content mengacu pada materi yang
akan diajarkan pada tingkat selanjutnya.
Gambar 1. Komponen Pembentuk PCK (Sumber: Sorto, et al., 2009)
PCK sangat terkait dengan tuntutan terhadap kompetensi guru di Indonesia menurut UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Hal ini meliputi empat kompetensi: 1) kompetensi pedagogik yaitu pemahaman terhadap siswa, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, serta pengembangan siswa untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya, 2) kompetensi professional yaitu penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, 3) kompetensi kepribadian yaitu kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi siswa, dan berakhlak mulia, dan Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu, Edisi Maret 2016 Volume 24 Nomor 1
68
Rini Sulastri, S.Pd, M.Pd * adalah Dosen Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh 4) kompetensi sosial yaitu kemampuan guru
untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan siswa, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali siswa, dan masyarakat sekitar.
Berdasarkan tuntutan kompetensi di atas maka setiap lembaga pendidikan yang mendidik calon guru harus dapat membentuk mahasiswa calon guru dengan PCK yang baik dan tepat dalam meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar siswa. Sebagai calon guru,
pedagogical knowledge atau kompetensi pedagogik mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan mahasiswa calon guru sebagai tenaga profesional kependidikan ketika terlibat dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pada setiap Program Studi Pendidikan terdapat mata kuliah kependidikan dan bidang studi. Shulman (1986) menyatakan bahwa pedagogical knowledge merupakan kemampuan guru dalam mengelola kelas, mengatur kegiatan, mengalokasikan waktu, menyusun tugas terstruktur, memberi pujian dan hukuman, merumuskan tingkat pertanyaan siswa, merencanakan pelajaran, dan menilai pemahaman siswa. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Koehler dan Mishra (2009) bahwa pedagogical knowledge adalah cara dan proses mengajar serta pengetahuan tentang manajemen kelas, tugas, perencanaan pembelajaran, dan pembelajaran siswa.
Selain pedagogical knowledge, content
knowledge atau dikenal dengan kompetensi
profesional juga dapat menunjang proses pembelajaran untuk hasil yang lebih baik. Koehler dan Mishra (2009) menyatakan bahwa “Content knowledge is the knowledge about
actual subject matter that is to be learned or
taught”. Dengan memiliki content knowledge yang baik, seorang guru dapat meningkatkan pengetahuan siswa menjadi lebih baik.
Tidak hanya pedagogical knowledge dan content knowledge yang harus dimiliki oleh calon guru, melainkan juga gabungan dari kedua komponen tersebut yaitu PCK. Seorang guru profesional harus memiliki pengetahuan dan kemampuan PCK yang baik karena sebagai agen perubahan, mereka harus terus mengembangkan proses mengajarnya di kelas. PCK muncul di dalam kelas dengan berbagai cara karena mengacu pada penerapan
pembelajaran untuk mengajarkan orang lain (Sorto, et al., 2009). Sama halnya dengan Hill & Ball (2004) yang menyatakan bahwa berbagai macam keterampilan dalam pembelajaran didapat melalui praktek dan pelatihan khusus.
PCK merupakan pengetahuan yang harus dipahami oleh seorang guru dan calon guru karena seorang guru harus familiar dengan konsep alternatif dan kesulitan yang dihadapi siswa dengan beragam latar belakang serta dapat mengorganisasikan, menyusun, menjalankan dan menilai materi subjek, yang semuanya itu terangkum dalam PCK (Shulman, 1986). Hal ini dikarenakan PCK merupakan pengetahuan, pengalaman dan keahlian yang diperoleh melalui pengalaman di kelas (Baxter and Lederman, 1999; van Driel, et al., 2001).
Komponen PCK
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kemampuan calon guru adalah dengan menganalisis kemampuan mereka dalam menganalisis hasil kerja siswa sehingga dapat diketahui thinking knowledge siswa dalam menyelesaikan soal. Dengan demikian, calon guru dapat mengetahui dan menyarankan jenis bantuan yang sesuai untuk setiap siswa yang mengalami kesulitan dan kendala dalam menyelesaikan soal.
Aspek penilaian PCK yang terdapat pada rubrik untuk menganalisis hasil kerja siswa menurut Koirala, et al (2007) yaitu 1)
content knowledge and skill, 2) analysis of student work, dan 3) feedback to students.
Sedangkan delapan komponen PCK menurut Depaepe, et al (2013) adalah (1) knowledge of students’ (mis)conceptions and difficulties, (2)
knowledge of instructional strategies, (3) knowledge of mathematical tasks and cognitive demands, (4) knowledge of educational ends, (5) knowledge of curriculum and media, (6) context knowledge, (7) content knowledge, and (8) pedagogical knowledge”.
Pedoman rubrik penilaian hasil analisis calon guru terhadap hasil kerja siswa berdasarkan komponen PCK yang dikutip dari Sulastri, Johar, dan Munzir (2014), dapat dilihat pada Tabel 1.
69
Rini Sulastri, S.Pd, M.Pd * adalah Dosen Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Tabel 1. Rubrik Penilaian Hasil Analisis Calon Guru (Sumber: Sulastri, dkk, 2014)
Aspek Analisis Skala 4 Skala 3 Skala 2 Skala 1 Penilaian ketepatan analisis yang dilakukan terhadap hasil kerja siswa Menilai keseluruhan aspek analisis dengan tepat Menilai sebagian besar aspek analisis dengan tepat Menilai sebagian kecil aspek analisis dengan tepat
Menilai kurang tepat setiap aspek analisis
Kemampuan memahami pemikiran siswa tentang miskonsepsi Mampu mengenali dan memahami setiap kesalahan konsep dari hasil kerja siswa dgn tepat
Mampu mengenali sebagian besar kesalahan konsep dari hasil kerja siswa dengan tepat
Mampu mengenali sebagian kecil kesalahan konsep dari hasil kerja siswa dengan tepat
Mampu mengenali sebagian kecil kesalahan konsep dari hasil kerja siswa tetapi tidak tepat
Kemampuan memberi penilaian sesuai dengan rubrik Mampu memberikan penilaian untuk setiap aspek dg tepat dan sesuai
Mampu memberikan penilaian sebagian besar aspek dengan tepat Mampu memberikan penilaian sebagian kecil aspek dengan tepat
Mampu memberikan penilaian sebagian kecil aspek tetapi tidak tepat Ketepatan strategi/ bantuan yang disarankan Menyarankan bantuan/ strategi tepat dan sesuai dengan seluruh permasalahan pada soal
Menyarankan bantuan/ strategi hanya tepat untuk sebagian besar permasalahan pada soal
Menyarankan bantuan/strategi hanya tepat untuk sebagian kecil permasalahan pada soal
Menyarankan bantuan/strategi tetapi tidak tepat dan tidak sesuai dengan permasalahan pada soal
KESIMPULAN
Berdasarkan pemaparan tentang PCK, dapat disimpulkan bahwa seorang guru professional harus mempunyai dan mengetahui kemampuan PCK yang dimiliki. PCK yang baik mempunyai dampak terhadap ketercapaian konsep dan peningkatan kemampuan siswa. Kemampuan PCK guru terbentuk tidak hanya ketika sudah menjadi guru, tetapi juga dipengaruhi pada awal pembentukan yaitu masa pendidikan. Oleh karena itu, calon guru atau mahasiswa harus dibentuk untuk mempunyai PCK yang baik dimulai sejak awal pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Ball, D. L. & Bass, H. (2000). Interweaving Content and Pedagogy in Teaching and Learning to Teach: Knowing and Using Mathematics. In J. Boaler (ed.),
Multiples Perspectives on the Teaching
and Learning of Mathematics.
Westport, CT: Ablex.
Baxter, J. A., & Lederman, N. G. (1999). Assessment and Measurement of Pedagogical Content Knowledge. In J. Gess-Newsome & N. G. Lederman (Eds.), Examining Pedagogical Content
Knowledge (pp. 147–161). Boston: Kluwer Academic Publishers.
Depaepe, F., Verschaffel, L,. and Kelchtermans, G. (2013). Pedagogical Content Knowledge: A Systematic Review of the Way in Which the Concept has Pervaded Mathematics Education Research. Teaching and Teacher Education. 34 (2013) 12e25
Hill, H., and Ball, D.L. (2004). Learning Mathematics for Teaching: Results from California’s Mathematics Professional Development Institutes. Rini Sulastri, Kajian Pedagogical Content Knowledge Calon Guru
70
Rini Sulastri, S.Pd, M.Pd * adalah Dosen Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh
Journal for Research in Mathematics Education, 35(5), 330-351.
Koehler, M. J., & Mishra, P. (2009). What Is Technological Pedagogical Content Knowledge?. Contemporary Issues in
Technology and Teacher Education, 9(1).
Koirala, H.P., Davis, M., and Johnson, P. (2007). Development of A Performance Assessment Task and Rubric to Measure Prospective Secondary School Mathematics Teachers’ Pedagogical Content Knowledge and Skill. J Math
Teacher Educ. (2008)/11:127-138. DOI
10.1007/s10857-007-9067-3.
Shulman, L. S. (1986). Those Who Understand: Knowledge Growth in Teaching. Educational Researcher, 15(2), pp. 4-14.
Sorto, M.A., Marshall, J.H., Luschei, T.F., Camoy, M. (2009). Teacher Knowledge and Teaching in Panama and Costa Rica: A Comparati Ve Study in Primary and Secondary Education.
Revista Latinoamericana de Investigación en Matemática Educativa
(2009) 12(2): 251-290. Recepción: Septiembre 5, 2008 / Aceptación: Abril 30, 2009.
Stein M.K., Smith M.S., Henningsen M.A. and E.A. Silver. (2000). Implementing Standards-Based Mathematics Instruction: A Casebook for Professional Development. New York:
Teachers College Press.
Sulastri, R., Johar, R., dan Munzir, S. (2014).
Analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah terhadap Hasil Kerja Siswa SMP Menyelesaikan Soal PISA. Tesis.
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
van Driel, J. H., Beijaard, D., & Verloop, N. (2001). Professional Development and Reform in Science Education: The Role Of Teachers’ Practical Knowledge.
Journal of Research in Science Teaching. 38(2), 137-158.
71
Usmayani, S.Pd* adalah Guru SMP Negeri 1 Susoh
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX-2 SEMESTER I TAHUN 2013/2014