• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS

A. KAJIAN PUSTAKA 1. Penelitian yang relevan

a. Johan sukesi. 2016

Hasil penelitian Johan sukesi. 2016. Hubungan antara layanan dengan kegiatan belajar pada murid keladd IV SD Banjarharjo ngemplak sleman Yogyakarta menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara layanan bimbingan koseling dengan kegiatan belajar pada murid kelas IV SD Banjarharjo Ngemplak Sleman tahun 2015 – 2016 dengan diketahui nilai r

hutung sebesar 0,688 dengan p = 0,000 lebih kecil dari α= 0,05. Dengan demikian semakin baik dan efektif pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling maka semakin baik kegiatan belajar murid, sebaliknya semakin kurang pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling maka semakin kurang kegiatan belajar murid.

b. Ida maslika 2011

Dari Hasil penelitian Ida maslika. 2011.“pengaruh layanan bimbingan dan konseling terhadaap peningkatan belajar murid yang bermasalah kelas VII Di MTs. Negeri Kendal” menunjukkan bahwa dari data uji hipotesis terdapat adanya pengaruh positif antara layanan bimbingan dan konseling terhadap peningkatan prestasi belajar murid yang bermasalah mata pelajaran pendidikan agama islam kelas VIII di MTs Negeri Kendal. Semakin baik pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling terhadap peningkatan prestasi

belajar murid, maka akan harmonis hubungan antara pembimbing dan murid.

Melalui uji hubungan antara variabel layanan bimingan dan konseling dengan peningkatan prestasi belajar yang bermasalah diperoleh indeks korelasi r = 0,52775. Berarti signifikan artinya hipotesis diterima, karena pada taraf signifikan 5%. Artinya 52% bahwa ada pengaruh positif dari layanan bimbingan dan konseling terhadap peningkatan prestasi belajar murid yang bermasalah.

2. Bimbingan konseling

a. Pengertian Bimbingan Konseling

Istilah bimbingan atau guidance dalam bahasa Inggris dimaknai dengan menunjukkan, menentukan, atau mengemudikan. Secara harfiah istilah bimbingan (Guidance) berasal dari bahasa Ingris dari akar kata Guide yang berarti mengarahkan (to direct), memandu (to pilot), mengelola (to manage) dikemukakan oleh Susanto (2018:2).

Dilihat dari asal kata bimbingan yaitu bimbing, yang artinya pimpin;

asuh; tuntun. Sedangkan bimbingan artinya petunjuk (penjelasan) cara mengerjakana sesuatu.

Bimbingan merupakan bantuan yang dapat diberikan oleh pribadi yang terdidik dan terlatih, kepada setiap individu yang usianya tidak ditentukan untuk dapat menjalani kegiatan hidup, mengembangkan sudut pandangnya.

Mengambil keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri.

Adanya banyak definisi tentang bimbingan dan konseling. Bahkan penggunaan kata bimbingan itu sendiri.

Menurut Suherman (Susanto. 2018:2) arti bimbingan adalah proses bantuan kepada individu sebagai bagian dari program pendidikan yang dilakukan oleh tenaga ahli agar individu mampu memahami dan mengembangkan potensinya secara optimal dengan tuntutan lingkungan. Menurut Sukardi dan kusmawan (Susanto. 2018:2) bimbingan dapat didefinisikan sebagai proses pemberian bantuan oleh seorang konselor terhadap individu atau sekelompok individu yang dilakukan secara berkesinambungan dan sistematis dengan tujuan agar individu atau sekelompok individu dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa konseling (counseling) adalah usaha membantu peserta didik secara tatap muka agar dapat mengatasi berbagai persoalannya dan mencapai perkembangan diri yang optimal. Oleh karena itu, diperoleh aspek-aspek penting dalam proses bimbingan tersebut, yaitu:

1) Bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan.

Bimbingan merupakan suatu proses pemberia bantuan yang terus-menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri dan perwujudan diri, dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungannya.

2) Bimbingan merupakan bantuan bagi individu.

Bimbingan dapat diberikan baik untuk menghindari kesulitan-kesulitan maupun untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh individu di dalam kehidupannya. Bimbingan dapat diberikan bukan hanya untuk mencegah agar kesulitan tersebut tidak terjadi dalam diri seseorang, melainkan juga dapat diberikan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang telah terjadi pada diri seseorang. Bimbingan lebih bersifat pencegahan dari

pada penyembuhan. Tujuan bimbingan yang sebenarnya dimaksudkan supaya individu atau sekumpulan individu dapat mencapai kesejahteraan hidup.

3) Bimbingan bertujuan mengembangkan potensi secara optimal.

Tujuan layanan bimbingan bukan hanya untuk memecahkan masalah yang dihadapi individu, melainkan juga agar individu memiliki pemahaman tentang potensi yang dimiliki, mampu memanfaatkan potensi untuk meraih keberhasilan minat dan cita-cita massing-masing sesuai dengan tuntutan kehidupan lingkungannya, serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki individu dan lingkungannya secara optimal

4) Bimbingan dilaksanakan oleh orang yang mempunyai keahlian dan pengalaman khusus dalam bidang bimbingan.

Usaha pemberian bantuan dalam arti bimbingan tidak bisa diberikan oleh sembarangan orang, tetapi harus dilaksanakan oleh orang yang mempunyai berbagai syarat dan kualisisfikasi tertentu seperti kepribadian, pendidikan, pengalaman dan keterampilan dibidang bimbingan.

Istilah konseling secara etimologis berasal dari bahasa latin consilium, yang berarti dengan atau sama, dalam bahasa Ingris disebut dengan counseling, berasal dari akar kata counsel, yang berarti nasihat, anjuran, atau pembicaraan.

Jadi, konseling merupakan upaya pemberian nasihat, anjuran dan pembicaraan dengan bertukar pikiran.

Daryanto (2015:5) mengatakan bahwa konseling adalah semua bentuk hubungan antara dua orang dimana peserta didik dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.

Pelayanan dengan konseling dimaksudkan untuk memberikan bantuan kepada individu dalam memecahkan masalahnya secara individual. Hikmawati (2012:2) menyatakan bahwa konseling merupakan salah satu teknik atau layanan di dalam bimbingan, tetapi teknik layanan ini sangat istimewa karena sifatnya yang lentur

American Personnel and Guidance Association (APGA) mendefenisikan konseling sebagai suatu hubungan antara seorang yang terlihat secara profesional dan individu yang memerlukan bantuan yang berkaitan dengan kecemasan biasa atau konflik atau pengambilan keputusan.

Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan di mana proses pemberian bantuan itu berlansung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan lansung dan tatap muka antara guru pembimbing atau konselor dengan klien; dengan tujuan agar klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mampu mengarahkan dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki kearah perkembangan yang optimal, sehingga ia dapat mencapai kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.

Pengertian konseling berarti: “bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya”.

Beberapa pengertian mengenai bimbingan dan konseling di atas, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa bimbingan konseling merupakan proses bantuan atau pertolongan yang dilakukan oleh guru (konselor) kepada murid (konseli) dengan bertanya kepada murid untuk megetahui masalah-masalah yang dihadapi murid biak itu masalah sosial, masalah pribadi maupun masalah belajar dan memberikan jalan keluar setiap massalah-masalah yang dihadapi murid, sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar murid.

b. Tujuan dan Fungsi Bimbingan Konseling

Bimbingan dan konseling menempati bidang pelayanan pribadi dalam keseluruhan proses dan kegiatan pendidikan. dalam hubungan ini pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada murid dalam rangka upaya agar murid dapat menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan.

Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi, dimaksudkan agar murid mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut.

Bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan, dimaksudkan agar murid mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya, baik yang menyangkut bidang pendidikan, bidang karir maupun bidang budaya, keluarga dan masyarkat.

Tujuan pelayanan bimbingan dan konseling ialah agar konseli (peserta didik) dapat: merencanakan kegiatan pelayanan study, (1) mengembangkan karir serta kehidupannya di masa yang akan datang, (2) mengembangkan

seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin, (3) serta lingkungan kerjanya, (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan masyarakat maupun lingkungan kerja.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan petugas-petugas perkembangan, (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya, (3) mengenal dan menentukan tujuan memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri, (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat, (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya, dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal.

Susanto (2018:11-12) fungsi Bimbingan Konseling dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama).

2) Fungsi fasilitas, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai perkembangan yang optimal, selaras, dan seimbang yang meliputi seluruh aspek dalam diri konseli.

3) Fungsi penyesuaian, yaitu fungsi Bimbingan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan orang lain, keluarga dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

4) Fungsi penyaluran, yaitu fungsi Bimbingan konseling dalam membantu peserta didik memilih bidang ekstrakurikuler, jurusan atau program stadi dan menetapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, dan ciri-ciri kepribadian yang lainnya.

5) Fungsi adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksanaan pendidikan, kepada sekolah dan staf, konseler, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseling.

6) Fungsi pencegahan, (preventif), yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk memecahkannya, supaya tidak dialami oleh konseli.

7) Fungsi perbaikan, yaitu fungsi bimbingan konseling untuk membantu konseli hingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berpikir, berperassan serta bertindak (berkehendak).

8) Fungsi penyembuhan, yaitu fungsi yang bersifat penyembuhan (kuratif).

9) Fungsi pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif supaya dapat menjaga diri dan memperthankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya.

10) Fungsi pengembangan, yaitu fungsi bimbingan konseling yang sifatnya lebih produktif dari fungsi-fungsi lainnya.

Kesimpulan fungsi bimbingan di atas, telah disusun secara struktur mulai dari yang paling mendasar, yaitu terkait pemahaman dari konseli sampai pada fungsi yang sifatnya paling produktif yaitu fungsi pengembangan yang berupaya untuk memfasilitasi konseli agar mampu mencapai perkembangan secara optimal tanpa mengalami terlalu banyak masalah yang dapat menghambat perkembanganya.

Pada fungsi-fungsi diatas penulis menyatakan bahwa betapa pentingnya bimbingan dan konseling yang akan berpengaruh pada klien atau murid yang membuat pengaruh yang positif.

Pada intinya fungsi bimbingan dan konseling mencangkup beberapa hal yaitu: fungsi pemahaman, fungsi fasilitas, fungsi penyesuaian, fungsi penyaluran, fungsi adaptasi, fungsi pencegahan, fungsi perbaikan, fungsi penyembuhan, fungsi pemeliharaan, dan fungsi pengembangan.

c. Prinsip-Prinsip bimbingan konseling

Susanto (2018:19-20) mengatakan bahwa bimbingan merupakan proses bantuan kepada individu sebagai bagian dari program pendidikan yang dilakukan oleh tenaga ahli (konselor) agar individu (konseli) mampu

memahami dan mengembangkan potensinya secara optimal sesuai dengan tuntutan lingungannya.

Berdasar pada pengertian itu, maka dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling, seorang konselor perlu memperhatikan berbagai prinsip sebagai berikut:

1) Bimbingan merupakan bantuan kepada individu dalam proses perkembangan.

2) Bimbingan dilakukan oleh satu tenaga ahli.

3) Bimbingan berdasarkan pengakuan dan pengarahan terhadap hak individu dalam mengabil keputusan.

4) Bimbingan merupakan pemberian bantuan kepada individu dalam menyediakan sejumlah pilihan, rencana, keterangan, dan pengaturan yang bijaksana.

5) Bimbingan tidak bersifat memaksa.

6) Bimbingan merupakan proses pendidikan yang bersifat bertahap kearah berikutnya yang lebih maju.

7) Bimbingan pelajaran yang luas bagi individu dalam kehidupan sosialnya.

8) Bimbingan berfungsi jika semua personel pendidikan seperti konselor, kepala sekolah, guru, penasihat akademik, orang tua dan staf lainnya aktif menjalankan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab dan tingkatan kompetensi mereka.

9) Bimbingan yang dilakukan adalah untuk membantu peserta didik untuk menjalankan kenyataan hidupnya yang terbaik.

10) Bimbingan merupakan bagian dari program pendidikan yang diberikan secara individual dan social.

Berdasarkan uraian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa bimbingan dan konseling memiliki beberapa prinsip yang merupakan pemanduan hasil-hasil teori dan praktek yang dijadikan pedoman dan dasar bagi menyelenggara layanan bimbingan dan konseling.

d. Pelayanan-pelayanan Bimbingan Konseling

1) Pemberian Pengalaman-pengalaman Belajar yang Menentang

Tujuan pemberian pengalaman belar yang menantang adalah agar segala potensi yang ada pada anak dan sekaligus aspek-aspek kepribadiannya dapat berkembang secara optimal. Kegiatan-kegiatan pelayanan bimbingan yang dapat diberikan di sekolah antara lain

pemberian tugas individual, pemberian tugas kelompok, kegiatan kelompok diskusi, kegiatan estrakurikuler, kegiatan praktek, kegiatan tutorial, berbagai kegiatan lomba, remedial teaching dan karyawisata.

Pemberian tugas individual kepada murid merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang dalam rangka meningkatkan keberhasilan belajar murid. Dengan tugas individual, murid dapat memperdalam pemahamannya sendiri, dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya, dan murid juga dapat melatih rasa taggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya. Dengan demikian, pemberian tugas individual kepada murid dapat meningkatkan prestasi belajar murid.

Agar membantu murid dalam meningkatan prestasi belajar, guru tidak hanya memberikan tugas individual, akan tetapi murid perlu diberikan tugas kelompok. Karena dengan tugas kelompok murid akan lebih mudah dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

Dengan tugas kelompok, murid dapat mengetahui berbagai pendapat dari murid lain yang dapat memperluas wawasannya. Dengan demikian, pemberian tugas kelompok kepada murid dapat meningkatkan prestasi belajar murid. Dalam meningkatkan prestasi belajar, hendaklah murid mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat membantu meningkatkan prestasi belajarnya, diatantaranya adalah kegiatan kelompok diskusi, kegiatan ini dapat melatih murid dalam memperluas wawasannya, murid juga dapat memperdalam pemahamannya, dan dapat melatih murid untuk menumpuk keberaniaanya dalam memberikan pendapat, dengan demikian, kegiatan

kelompok doskusi ini dapat membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

Kegiatan estrakulikuler juga dapat membantu meningkatkan prestasi belajar. Dengan kegiatan estrakurikuler murid dapat memperluas wawasannya, dan murid dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Dengan demikian, kegiatan estrakulikuler dapat membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

Kegiatan lain yang dapat membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajarnya adalah kegiatan praktek. Dalam meningkatkan pengetahuannya, murid tidak hanya harus memahami sebuah teori, akan tetapi murid juga harus dapat memperaktekkan ilmu pengetahuannya, agar pengetahuan dan pemahaman murid lebih mantap. Dengan demikian, kegiatan praktek dapat membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajar.

Kegiatan tutorial juga dapat membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Kegiatan tutorial sangat dibutuhkan oleh murid, karena dengan kegiatan tutorial, murid dapat lebih memperdalam pemahamannya, dan murid juga dapat menambah pengetahuannya. Dengan demikian, kegiatan tutorial ini, dapat membantu murud dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

Pelaksanaan berbagai kegiatan lomba perlu diadakan di lingkungan sekolah. Pelaksanaan kegiatan lomba tersebut diadakan dalam rangka melatih murid dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya, dan murid

juga dapat memupuk keberanian dalam mengahadapi sebuah tantangan yang dihadapinya. Dengan demikian, kegiatan lomba tersebut dapat membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

Setiap murid memiliki pemahaman yang berbeda-beda, terutama dalam memahami sebuah pelajaran. Terkadang sebagian pengetahuan yang sudah oleh murid hilang. Agar dapar mengembalikan pemahaman murid tersebut, maka guru perlu memberikan kegiatan remedial teaching.

Karena dengan kegiatan tersebut, sebagian pemahaman murid yang hilang dapat dipahami kembali oleh murid, dan juga dapat menambah pemahaman tersebut. Dengan demikian, kegiatan remedial teaching dapat membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

Kegiatan lain yang dapat membantu meningkatkan prestasi belajar murid adalah kegiatan karyawisata. Kegiataa karyawisata merupakan kegiatan yang menyajiakan bahan pelajaran dengan membawa murid lansung kepada objek yang akan dipelajari yang terdapat diluar kelas.

Dengan kegiatan karyawisata, murid dapat memperluas wawasannyaa, dan juga murid dapat menambah pengalaman belajar di luar kelas. Degan demikian, kegiatan karyawisata ini dapat membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

Manfaat pelayanan pemberian pengalaman belajar yang menantang ini adalah: mengembangkan dan menyalurkan potensi (bakat, minat, kemampuan) dan cita-cita murid, memperdalam pemahaman murid dan memperluas wawasannya, mendukung keberhasilan belajar murid,

membantu memberikan arah tentang lanjutan pendidikan, melatih disiplin, tanggung, tanggung jawab, toleransi, sportivitas dan memupuk keberhasilan, serta menambah wawasan murid, yang kesemuaanya itu akan menambah atau meningkatkan kualitas kepribadian murid, mengembangkan sosialitas murid, menunjang kemandirian murid.

2) Pelayanan Informasi

Secara umum, layanan informasi memberikan pemahaman kepada individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan, atau untuk menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dikehendakinya.

Pelayanan informasi yang diberikan oleh murid sangat diperlukan dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Pelayanan-pelayanan informasi yang dapat diberikan kepada murid, diantaranya adalah informasi tentang cara belajar. Dengan mengetahui informasi tentang cara belajar, murid dapat menggunakan waktu belajarnya dengan sebaik-baiknya, murid dapat belajar dengan tenang, teliti dan penuh konsentrasi, sehingga pelajaran yang sudah dipelajarinya benar-benar dapat dipahami.

Pelayanan informasi yang perlu diberikan kepada murid adalah informasi tentang pembuatan jadwal dan pelaksanaannya. Agar belajar murid dapat berjalan dengan baik dan berhasil perlulah murid mempunyai jadwal yang baik dan melaksanakannya dengan teratur, sehingga murid dapat memperhitungkan waktunya untuk kegiatan

yang dilakukannya setiap hari, dan murid dapat merencanakan penggunaan beljar dengan cara menetapkan jenis- jenis mata pelajarannya dan urutn- urutan yang harus dipelajarinya. Dengan demikian, pelayanan- pelayanan informasi tersebut dapat membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajaranya. Pelayanan ini bertujuan agar paraa murid mengetahui jenis- jenis sekolah untuk melanjutkan pendidikan, jenis- jenis jabatan atau pekerjaan yang ada dalam masyaraakat, serta jenis- jenis organisasi atau lembaga- lembaga yang ada dalam masyarakat, untuk selanjutnya bagi mereka yang berpotensi, berbakat dan berminat dapat merencanakan untuk memasukinya apabila telah selesai penempuh pendidikan yang sekarang sedang berlangsung.

Manfaat pelayanan informasi sangat besar, terutama karena pelayanan tersebut dapat mendorong motivasi untuk melanjutkan pembelajaran, menambah kemampuan dan keterampilan serta memilih pekerjaan yang sesuai dengan cita- citanya, membantu menyalurkan bakat dan cita- cita murid, menunjang keberhasilan belajar, membantu merencanakan dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan bakat, latar belakang pendidikan dan kepribadiannya.

3) Pelayanan penempatan

Individu sering menjalani kesulitaan dalam menentukan pilihan, sehingga tidak sedikit individu yang bakat, kemampuan minat, dan hobinya tidak tersalurkan baik. Individu seperti itu tidak mencapai

perkembangan secara optimal. Mereka memerlukan bantuan atau bimbingan dari orang- orang dewasa, terutama konselor, dalam menyalurkan potensi dan mengembangkan dirinya.

Tujuan pelayanan penempatan ialah agar murid dapat mencapai keberhasilan dalam belajar. Untuk itu diberikanlah pelayanan penempatan dalam kelas, penempatan dalam jurusan atau program yang sesuai denan bakat, keampuan dan minatnya, penempatan dalam kelompok belajar yang sesuai, penempatan dalam kegiatan ekstrakurikuler sesuai bakat, minat, kemampuan dan sesuai pula dengan pola atau kondisi kepribadiannya. Bagi murid yang melanjutkan ke perguruan tinggi dibantu untuk memilih juran dan fakultas yang sesuai dengan apresiasinya (cita-citanya).

Manfaat layanan penempatan adalah membantu murid agar berhasil dalam belajar, dapat mencari dan meilih pekerjaan setelah selesai belajar, potensi murid dapat berkembang, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan menunjang tercapainya cita- cita.

Layana penempatan terhadap murid akan membawa keuntungan bagi murid yang bersangkutan, yaitu memberikan penyesuaian dan pemeliharaan terhadap kondisi individual murid.

Sebagai contoh penempatan dalam kelas. Murid yang matanya kurang melihat dan memiliki pendengaran yang lemah hendaklah diberikan tempat duduk paling depan, agar murid murid tersebut dapat memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Contoh lain adalah

penempata murid menurut minatnya masing- masing. Selain memberikan keuntungan bagi murid, layanan penempatan juga memeberi keuntungan bagi guru, khususnya dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas, dengan penempatan yang tepat menjadi lebih mudah menggerakkan dan mengembangkan semangat belajar murid.

Dengan demikian layanan penempatan bagi murid, dapat membantu murid dalam membantu murid dalam meningkatkan prestasi belajarnya.

3. Prestasi belajar

a. Pengertian prestasi belajar

Prestasi belajar terdiri dari dua suku kata, yaitu kata “prestasi” dan

“belajar”. Dalam kamus bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakuka, dikerjakan dan sebagainya).

Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni (2010:11). Belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat. Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap. Slameto (2010:2) belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dan lingkungannya.

Sedangkan menurut peneliti belajar adalah suatu proses atau usaha yang di lakukan seseorang untuk memperoleh perubahan dari tidak tahu menjadi tahu.

Djamarah (2012:23) menyatakan bahwa prestasi belajar yaitu hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.

Prestasi belajar merupakan hasil yang berupa kesan-kesan akibat adanya perubahan dalam diri individu dari kegiatan belajar yang dilakukannya.

Perubahan yang dicapai dalam bentuk kecakapan, tingkah laku, ataupun kemampuan yang merupakan akibat dari proses belajar yang dapat bertahan dalam kurung waktu tertentu. Dalam konteks ini, prestasi belajar merupakan

Perubahan yang dicapai dalam bentuk kecakapan, tingkah laku, ataupun kemampuan yang merupakan akibat dari proses belajar yang dapat bertahan dalam kurung waktu tertentu. Dalam konteks ini, prestasi belajar merupakan

Dokumen terkait