BAB II LANDASAN TEORI
3. Kandungan Kimia dan Manfaat Daun Binahong
Tanaman binahong sudah sejak lama terkenal memiliki khasiat dalam
mempercepat pemulihan kesehatan pascaoperasi, melahirkan, khitan, dan segala
luka-luka dalam. Daunnya pun mujarab untuk mengobati radang usus,
melancarkan dan menormalkan peredaran darah, serta tekanan darah, mencegah
stroke, asam urat, maag, menambah vitalitas tubuh, mengatasi ambeien, diabetes,
hingga menjadi obat konstipasi atau sembelit. Berbagai khasiat binahong tersebut
tidak terlepas dari kandungan kimia yang ada di dalamnya.
8 Ibid. h. 51-52.
Menurut Yulia Mangan dalam bukunya yang berjudul Solusi Sehat
Mencegah dan Mengobati Kanker, kandungan tanaman binahong masih belum
banyak diketahui. Namun berdasarkan manfaat dan efek farmakologisnya jika
dikonsumsi, binahong diduga memiliki kandungan antioksidan dan antivirus yang
cukup tinggi. Sedangkan para peneliti dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta
dalam hasil penelitian pendahuluannya menyatakan bahwa pada kultur in vitro
daun binahong terkandung senyawa aktif flafonoid, alkaloid, terpenoid, dan
saponin.10 Menurut Darma Susetya juga menjelaskan kandungan kimia binahong
yang hampir sama, yaitu mengandung saponin, triterpenoid, asam oleanolik,
polifenol, flafonoid, alkaloid, protein, dan asam askorbat.
a. Saponin
Saponin adalah glikosida, yaitu metabolit sekunder yang banyak
terdapat di alam, terdiri dari gugus gula yang berikatan dengan aglikon atau
sapogenin. Pada tanaman binahong saponin banyak ditemukan pada akar
dan daun yang memiliki banyak manfaat karena bersifat antibakteri dan
antivirus.11 Keberadan senyawa kimia pada tanaman binahong dapat dilihat
pada tabel di bawah ini.12
10 Ibid. h. 53.
11 Lina Mardiana, Op.Cit. h. 99.
12
Tabel 2.1
Keberadaan Senyawa Saponin pada Binahong Bagian Tanaman Daun Segar Daun
Kering
% Saponin di Daun Kering (20 mg)
Daun Ada Ada 28,14
Batang Ada Ada 3,65
Bunga Ada Ada 43,15
Rimpang Ada Ada -
Tabel 2.2
Keberadaan Senyawa Kimia pada Binahong
Bagian Tanaman Terpenoid Steroid Glikosida Alkaloid
Daun Ada Ada Ada Ada
Batang Ada Ada Ada Ada
Bunga Ada - Ada -
Rimpang Ada - Ada -
“Saponin merupakan senyawa aktif permukaan dan bersifat seperti
sabun. Penyarian senyawa saponin akan memberikan hasil yang lebih baik sebagai antibakteri jika menggunakan pelarut polar seperti etanol 70%. Pada hidrolisis, saponin menghasilkan aglikon yang disebut sapogenin (sebagai kortison). Berdasarkan strukturnya, saponin ada dua yaitu steroid dan triterpenoid. Saponin steroid terdapat dalam tumbuhan monokotil, dan saponin triterpenoid terdapat dalam tumbuhan dikotil. Saponin mengacu pembentukn kolagen, yaitu
protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka.”13
Triterpenoid pada daun binahong memiliki turunan berupa senyawa
asam oleanolik. Senyawa ini berfungsi untuk melindungi dan mencegah
masuknya racun ke dalam sel serta meningkatkan pertahanan sel. Asam
oleanolik memiliki kandungan nitrit oksida sebagai antioksidan yang dapat
membunuh bakteri. Adanya senyawa ini akan memperkuat daya tahan sel
terhadap infeksi dan memperbaiki sel sehingga dapat beregenerasi dengan
baik.
13 Darma Susetya, Op.Cit. h.19.
“Asam oleanolik merupakan golongan triterpenoid yang merupakan
antioksidan pada tanaman. Asam oleanolik memiliki mekanisme perlindungan dengan mencegah masuknya racun ke dalam sel dan meningkatkan sistem pertahanan sel. Asam oleanolik juga memiliki zat anti inflamasi. Kandungan nitrit oksida pada asam oleanolik juga menjadi antioksidan, yang dapat berfungsi sebagai toksin yang kuat untuk membunuh bakteri. Jadi dengan adanya asam oleanolik ini akan memperkuat daya tahan sel terhadap infeksi dan memperbaiki sel sehingga dapat beregenerasi dengan baik. Senyawa saponin triterpenoid pada daun binahong dapat menurunkan gula darah sehingga dapat pula menurunkan terjadinya infeksi pada luka. Triterpenoid sendiri merupakan senyawa terpenoid yang merupakan hasil metabolit sekunder tumbuhan. Terpenoid disebut juga dengan minyak atsiri, berfungsi sebagai pelindung dari gangguan hama bagi
tumbuhan tersebut dan sekitarnya.”14
b. Polifenol dan Flavonoid
Polifenol merupakan senyawa dengan inti benzena lebih dari satu.
Polifenol mudah larut dalam air karena bersifat polar. Flavonoid termasuk
salah satu kelompok senyawa aromatik yang termasuk polifenol dan
mengandung antioksidan.15 Beragam riset menunjukan flafonoid dari
ekstrak daun binahong memiliki aktifitas farmakologi sebagai antiinflamasi,
analgesik, dan antioksidan. Mekanisme antiinflamasi, misalnya terjadi
melalui efek penghambatan pada jalur metabolisme asam arakhidona,
pembentukan prostaglandin, hingga pelepasan histamin pada radang.16
Antioksidan merupakan kemampuan suatu zat agar mudah teroksidasi,
sehingga udara/ oksigen akan mengoksidasi senyawa antioksidan tersebut
14 Ibid. h.21-22.
15 Ibid. h.20.
terlebih dahulu sebelum mengoksidasi senyawa lain. Zat antioksidan adalah
zat yang sangat mudah teroksidasi oleh udara (oksigen). Zat radikal bebas
dalam tubuh dapat diuraikan dengan senyawa zat antioksidan. flavonoid
dikatakan antioksidan alami karena dapat menangkap radikal bebas dengan
membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya.17
c. Alkaloid
Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder terbesar. Alkaloid mencangkup senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam gabungan, sebagai bagian dari sistem siklik. Alkaloid sering kali beracun bagi manusia dan yang mempunyai kegiatan fisiologi yang menonjol, jadi digunakan secara luas dalam bidang pengetahuan. Alkaloid biasanya tidak berwarna, sering kali bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk kristal tetapi hanya sedikit yang berupa cairan (misalnya nikotina) pada suhu kamar.18
d. Protein
Binahong juga memiliki protein dengan berat molekul besar yang
akan menjadi antigen lalu memicu memacu pebentukan antibodi. Protein
tersebut juga dapat menstimulasi produksi nitrit oksida. Nitrit oksida
mampu meningkatkan aliran darah yang membawa nutrisi ke tiap jaringan
sel. Selain itu nitrit oksida merangsang tubuh untuk memproduksi hormon
pertumbuhan yang berguna untuk menstimulasi pertumbuhan dan
reproduksi sel yang rusak. Manfaat protein bagi tubuh kita sangat banyak,
17 Darma Susetya, Op.Cit. h.20-21.
salah satu diantaranya adalah sebagai pertahanan tubuh atau imunisasi
pertahanan tubuh dalam bentuk antibodi.19
e. Asam Askorbat
Asam askorbat (vitamin C) dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, berfungsi dalam pemeliharaan membran mukosa, mempercepat penyembuhan, dan sebagai antioksidan. Asam askorbat penting untuk mengaktifkan enzim polil hidroksilase yang menunjang tahap hidroksilasi dalam pemebentukan kolagen. Peran utama vitamin C adalah dalam pembentukan kolagen interseluler. Kolagen merupakan senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan, kulit bagian dalam, dentin dan vascular endothelium. Asam askorbat sangat penting peranannya dalam proses hidroksilin dua asam amino prolin dan lisin menjadi hidroksin prolin dan hidroksilisin. Kedua senyawa ini merupakan senyawa komponen kolagen yang penting. Penjagaan agar fungsi itu tetap banyak dipengaruhi oleh cukup tidaknya kandungan vitamin Cdalam tubuh. Peranannya adalah dalam proses penyembuhn luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi, penyakit dan stress.20