• Tidak ada hasil yang ditemukan

2002 2003 2004 2005 2008 Kapasitas Produksi Amonia 1,63 0,68 1,24 2,26 0,73

Dalam dokumen PT BERLIAN LAJU TANKER Tbk (Halaman 59-65)

PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN 1. UMUM

2002 2003 2004 2005 2008 Kapasitas Produksi Amonia 1,63 0,68 1,24 2,26 0,73

Sumber: The Drewry Chemical Quarterly, 1st Quarter 2003

Venezuela merupakan negara penghasil amonia terbesar di dunia yang memiliki pangsa pasar mencapai 34%, lalu diikuti oleh Australia 12%, Trinidad & Tobago (12%), Iran (11%), India (8%), Vietnam (7%), China (5%) dan Indonesia (3%).

Dalam kategori minyak nabati, palm oil merupakan komoditi yang paling menonjol mengingat volume permintaan dunia untuk produk ini sedemikian besarnya tetapi produksinya masih terpusat di Asia Tenggara terutama di Indonesia dan Malaysia. Terbatasnya produksi palm oil dari kedua negara ini selama tahun 2002 menyebabkan kenaikan harga palm oil terutama pada kuartal pertama tahun 2003. Ketergantungan dunia yang semakin meningkat untuk produk ini memberikan keuntungan bagi para produsen. Diperkirakan pada awal tahun ini produksi palm oil dunia akan menurun ke 5,7 juta ton dari 7,1 ton pada pertengahan tahun 2002.

Di Indonesia, produksi palm oil meningkat 1,1 juta ton di tahun 2002. Tetapi karena kebutuhan dalam negeri yang juga meningkat, volume ekspor masih jauh bila dibandingkan dengan Malaysia. Target ekspor palm oil dari Indonesia adalah ke China dan India, yang masing-masing meningkat 5% dan 20% pada tahun 2002.

b. Penyediaan Kapal Angkutan Kimia Cair

Pada akhir tahun 2002, total kapal pengangkut kimia cair memiliki jumlah 1.716 unit dengan volume total 24,43 juta DWT. Pertumbuhan jumlah kapal selama tahun tersebut tidak begitu besar bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu hanya sebesar 1,2%. Walaupun demikian mulai tahun 2003 ini diperkirakan akan terjadi peningkatan yang cukup signifikan, jumlah kapal baru yang sedang dibangun mencapai 155 unit dengan total volume 3,32 juta DWT atau 13,6% dari total unit kapal dunia.

Perkembangan Permintaan, Penyediaan, Volume Kapal Baru dan Volume Scrap Kapal Bekas Periode 1998 - 2002 -5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 1998 1999 2000 2001 2002 Dalam DWT Supply Demand New Delivery Scrap

Sumber: The Drewry Chemical Quarterly, 1st Quarter 2003

Dalam 18 bulan kedepan, kapal pengangkut kimia akan meningkat 2,431 juta DWT menjadi 26,861 DWT atau meningkat 10%. Selama 5 tahun terakhir peningkatan volume ruang angkut rata-rata per tahun adalah sebesar 4%, tetapi mulai tahun ini diperkirakan peningkatan armada kapal akan mencapai lebih dari 7% per tahunnya. Peningkatan volume paling besar terjadi pada kapal dengan ukuran 20.000 sampai 30.000 DWT yaitu sekitar 17% dan untuk ukuran 10.000 sampai 20.000 DWT akan meningkat sebesar 13% sedangkan sisanya akan berkembang secara stabil kurang dari 10%.

c. Perkembangan Uang Tambang (Freight Rate) Untuk Pasar Kimia

Tahun 2002 belum memberikan sinyal positif untuk peningkatan freight rate yaitu hanya sekitar 7% sampai 9%. Kecelakaan kapal yang terjadi pada tahun lalu menyebabkan banyaknya peraturan-peraturan baru yang akan dikeluarkan dalam waktu mendatang. Umur kapal dan kualitas kapal akan menjadi fokus utama dalam industri pelayaran angkutan muatan cair, sehingga akan semakin sulitnya untuk lolos dari inspeksi dan dikhawatirkan akan terjadi diskriminasi terhadap kapal-kapal yang telah berumur lebih dari 20 tahun. Hal ini akan mengakibatkan penyewa lebih melirik kapal dengan umur yang lebih muda sehingga dapat terjadi peningkatan freight rate untuk kapal-kapal dengan umur yang relatif muda sedangkan bagi kapal dengan umur mendekati 20 tahun harus lebih berusaha keras untuk memperoleh sertifikasi yang ketat sebelum dapat menikmati freight rate yang sama.

Angkutan Minyak Mentah dan Produk Turunannya.

Selama satu tahun terakhir ini merupakan tahun yang kurang menggembirakan bagi para pemilik kapal angkutan minyak. Penurunan permintaan minyak dan produksi produk turunannya mempengaruhi penurunan freight rate untuk angkutan ini. Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat ditambah lagi dengan kejadian WTC 11 September 2001 lalu telah menekan laju pertumbuhan ekonomi ke titik dasar.

Arah menuju perbaikan telah terlihat sejak semester pertama tahun 2002 tetapi terjadinya kasus-kasus Enron dan Worldcom di Amerika Serikat telah menghilangkan kepercayaan investor sehingga laju pertumbuhan melambat kembali tidak seperti apa yang diharapkan. Walaupun demikian untuk tahun ini diperkirakan akan terjadi peningkatan yang cukup besar akibat kumulatif tahun 2002 yang belum terealisasi.

Untuk prospek domestik Indonesia, angkutan untuk minyak mentah dan produk turunannya masih didominasi oleh Pertamina. Peningkatan permintaan terhadap produk turunan minyak setiap tahunnya dan peningkatan ekspor minyak mentah dari dalam negeri memberikan peluang yang sangat besar bagi Perseroan untuk dapat memenuhi semua kebutuhan jasa pengangkutan tersebut. Pada tahun 2003 ini diperkirakan Pertamina akan menawarkan tender bagi pengadaan 8 unit kapal tanker dengan berbagai ukuran diluar 12 unit kapal yang telah ditenderkan sejak tahun lalu dengan pola bare boat hire purchase (BBHP).

a. Pasar Minyak Mentah dan Turunannya

Pasar minyak mentah dan turunannya masih berada dalam fluktuasi yang kurang menguntungkan dengan laju pertumbuhan yang lambat perekonomian dunia yang menyebabkan berkurangnya permintaan terhadap minyak, ditambah lagi dengan ketidakstabilan politik dan keamanan di Timur Tengah terutama di negara Irak yang dapat menyebabkan berkurangnya pasokan minyak dunia.

Produksi minyak dunia pada tahun 2001 adalah 76,9 juta barrel per hari atau meningkat 0,2 juta barrel per hari dari tahun 2000. Selama tahun 2001 negara-negara anggota OPEC telah mengurangi produksinya sebesar 5 juta barrel per hari, dimana hal ini juga diikuti oleh negara-negara non anggota OPEC. Tingkat produksi dunia selama semester pertama tahun 2002 masih tetap rendah yaitu 27,78 juta barrel per hari untuk anggota OPEC dan 47,7 juta barrel per hari untuk non anggota OPEC.

Dari sisi konsumsi minyak, dalam tahun 2001 terjadi peningkatan hanya 0,21% dibandingkan dengan tahun 2000 menjadi 75,9 juta barrel per hari. Peningkatan akan konsumsi minyak sangat dipengaruhi oleh membaiknya perekonomian dunia, sehingga konsumsi pada tahun 2002 terlihat masih stagnan berada pada tingkat 75,06 juta barrel per hari. Apa yang akan terjadi di tahun 2003 diperkirakan akan semakin membaik dengan asumsi perang Irak cepat selesai sehingga produksi minyak dunia tidak terganggu. Berikut ini adalah grafik permintaan dan produksi minyak dunia sampai tahun 2007:

Perkembangan dan Proyeksi Permintaan dan Produksi Minyak Dunia Periode 2000 – 2007 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

Dalam Jutaan Barrel

Konsumsi Produksi

Sumber: The Drewry Annual Tanker Market, Review & Forecast 2002

b. Pasar Kapal Angkutan Minyak

Armada kapal pengangkut minyak dunia saat ini berjumlah 2.920 unit dengan total volume 274 juta DWT. Jumlah ini telah mengalami penurunan yang cukup drastis sejak tahun 2001. Walaupun demikian, sejak tahun 2002 volume kapal pengangkut minyak akan terus bertambah dengan banyaknya jumlah kapal yang sedang dalam pembangunan. Tingkat scrap yang tidak seimbang dengan pengadaan kapal baru diperkirakan akan terjadi peningkatan volume sebesar 28,6% dari total volume saat ini atau sebesar 20 juta DWT. Tetapi peningkatan yang signifikan ini tidak menjadi kenyataan setelah beberapa pemilik kapal menarik kembali pembangunan kapalnya sehingga pertumbuhan volume angkut diperkirakan kembali normal.

Perkembangan dan Proyeksi Permintaan dan Penawaran Kapal Pengangkut Minyak Periode 1997 – 2007 0 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000 350,000 400,000 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Dalam Ribuan DWT Demand Supply

Sumber: The Drewry Annual Tanker Market, Review & Forecast 2002

c. Perkembangan Harga Uang Tambang (Freight Rate) Untuk Angkutan Minyak

Berdasarkan tingkat aktivitas ekspor dan impor untuk produk turunan minyak, selama satu tahun terakhir ini memperlihatkan perkembangan yang cukup baik dengan total volume pengangkutan sebesar 149,2 juta ton. Walaupun demikian tingkat freight rate ternyata tidak mengikuti perkembangan perdagangan minyak karena dipengaruhi oleh pasar minyak mentah yang cenderung melemah. Hal ini juga berlaku untuk kapal pengangkut minyak mentah, terlalu banyak kapal tetapi terlalu sedikit produksi minyak. Tingkat freight rate jatuh selama awal tahun 2002 dan baru pada akhir 2002 terlihat sinyal perbaikan dengan semakin meningkatnya harga minyak, tetapi hal ini tentu saja harus diikuti oleh peningkatan produksi oleh OPEC dan non OPEC, walaupun kenyataannya dengan terjadinya perang Irak menyebabkan meningkatkan kekhawatiran akan terhambatnya produksi minyak dunia dalam waktu yang cukup lama.

Gambar berikut adalah indikasi dari perkembangan freigth rate untuk angkutan minyak mentah dan produk turunannya pada beberapa daerah operasi:

Perkembangan dan Proyeksi Tingkat Freight Rate Untuk Angkutan Minyak Mentah Periode 1997 – 2007 0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 USD per DWT Caribs-USES 30.000 DWT Med-NEW 30.000 DWT AG-Japan 60.000 DWT

Perkembangan dan Proyeksi Tingkat Freight Rate Untuk Produk Turunan Minyak Mentah Periode 1997 – 2007 0 10,000 20,000 30,000 40,000 50,000 60,000 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 USD per DWT Caribs-USES 60.000 DWT Caribs-USES 80.000 DWT Med-Med 80.000 DWT NEW-NEW 80.000 DWT

Sumber: The Drewry Annual Tanker Market, Review & Forecast 2002

7. ASURANSI

Perseroan dan Anak Perusahaan terus menerus melakukan langkah proaktif untuk menekan risiko terjadinya kecelakaan di laut dengan cara melakukan pemeliharaan dan perawatan kapal dengan baik dan teratur sehingga kondisi kapal selalu dalam keadaan prima, melengkapi kapal-kapal dengan peralatan navigasi yang canggih, dan meningkatkan kualitas awak kapal melalui pelatihan-pelatihan. Namun, kecelakaan masih saja dapat terjadi yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti kesalahan manusia maupun kesalahan teknis. Untuk itu Perseroan dan Anak Perusahaan telah mengasuransikan hampir semua kapalnya melalui broker asuransi L. C. H. (S) Pte. Ltd., dan sisanya melalui Sompo Japan Insurance Inc. Jenis-jenis asuransi yang ditanggung adalah:

1. Hull and Machinery, Increased Value dan Anticipated Owner Interest

Asuransi ini melindungi Perseroan dan Anak Perusahaan terhadap kemungkinan kerugian akibat kerusakan lambung dan mesin kapal. Nilai total pertanggungan maksimum sebesar USD 344.600.000 dengan premi sebesar USD 678.280 untuk periode Mei 2002 hingga Mei 2003.

2. War Risk

Asuransi ini melindungi Perseroan dan Anak Perusahaan terhadap kemungkinan kerugian yang terjadi karena adanya perang. Nilai total pertanggungan maksimum sebesar USD 344.600.000 dengan premi sebesar USD 130.027 untuk periode Mei 2002 hingga Mei 2003.

3. Freight Demurrage and Defense

Asuransi ini melindungi Perseroan dan Anak Perusahaan terhadap kemungkinan kerugian akibat persengketaan masalah pembayaran dengan pemilik kargo. Pertanggungannya berupa bantuan konsultasi hukum dengan premi sebesar USD 67.500 untuk periode Pebruari 2003 hingga Pebruari 2004. 4. Protection and Indemnity

Asuransi ini melindungi Perseroan dan Anak Perusahaan terhadap kemungkinan kerugian terhadap pihak ketiga akibat pengoperasian kapal misalnya pencemaran laut akibat kecelakaan yang terjadi dan penyusutan muatan. Nilai pertanggungan sebesar USD 1.000.000.000 per kecelakaan dengan premi

pencegahan pencemaran oleh minyak, bahan kimia cair berbahaya, bahan kemasan berbahaya dan limbah atau sampah kapal lainnya. Pemerintah di negara-negara anggota IMO seperti Indonesia berkewajiban mengontrol pelaksanaan konvensi seperti MARPOL baik terhadap kapalnya sendiri (Flag State Duties), terhadap kapal asing yang memasuki pelabuhannya (Port State Duties), dan terhadap pengawasan pantainya (Coastal State Duties). Perseroan dan Anak Perusahaan telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan konvensi-konvensi tersebut, termasuk MARPOL. Ini dibuktikan dengan diperolehnya Sertifikasi International Safety Management Code (ISM Code) dari Nippon Kaiji Kyokai Jepang sejak 28 Januari 1997 dan dari Biro Klasifikasi Indonesia sejak 26 Januari 1998.

IX. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Angka-angka ikhtisar data keuangan penting di bawah ini berasal dari dan atau dihitung berdasarkan laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2002, 2001, 2000, 1999 dan 1998, yang telah diaudit oleh auditor independen Hans Tuanakotta & Mustofa dengan pendapat wajar tanpa pengecualian (lihat Bab XV tentang Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan).

Dalam dokumen PT BERLIAN LAJU TANKER Tbk (Halaman 59-65)