HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Karakteristik Informan
Informan dalam penelitian ini adalah kepala operator Taman Bacaan Masyarakat serta staff Perpustakaan cinta baca. Adapun karakteristik informan penelitian pada Taman Bacaan Masyarakat sebagai berikut :
Informan pertama (I1) adalah informan yang berhasil diwawancarai dengan perkenalan pendekatan terlebih dahulu, begitu juga dengan I2, I3 dan I4.
Kemudian di minta waktu dan kesediaanya untuk diwawancarai dengan menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan pada penelitian dan yang dilakukan melalui wawancara. Setelah perkenalan lalu dilakukan wawancara.
Wawancara dilakukan secara informal dan mendalam. Suasana dan kondisi wawancara yang bersifat alamiah, yang artinya apa adanya tidak dibuat-buat atau tidak di atur sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. Begitu juga dengan bahasa yang digunakan tidak formal. Meskipun terkadang penulis menggunakan istilah ilmu perpustakaan. Wawancara dilakukan berulang jika penulis merasa ada yang perlu ditambahi atau kurang jelas dari wawancara sebelumnya.
4.3 Kategori
Berdasarkan hasil wawancara, peneliti menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dan pedoman. Dengan pedoman ini, peneliti membaca kembali naskah wawncara dan memilih data yang relevan sesuai dengan judul peneliti sehingga menghasilkan kategori yaitu peran taman bacaan masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat.
4.3.1 Temuan Penelitian
Berdasarkan observasi yang dilakukan Peneliti pada Taman Bacaan Masyarakat, Program Perpustakaan Masyarakat melalui Kelompok Belajar Keluarga adalah program yang baik untuk dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat, dan sejauh ini program ini tetap dikerjakan hanya saja dalam pengevaluasiannya penulis ingin tau sejauh mana program ini mempengaruhi masyarakat dalam melakukan tugasnya sebagai anggota yang ikut dalam pemberdayaan masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat.
Untuk mengetahui program yang sudah dilakukan oleh taman bacaan masyarakat maka peneliti memulai mewawancarai informan. Berikut ini adalah petikan wawancara mengenai program Taman bacaan masyarakat:
Pertanyaan: Apa saja program kegiatan TBM Anggrek dalam pemberdayaan masyarakat?
I1: “Karena program utamanya adalah story telling, maka yang telah kita lakukan adalah melakukan kegiatan story telling kepada anak-anak disekitar Taman Bacaan, melakukan pentas buku, mengadakan pelatihan story telling, mengumpulkan dan melatih para orang tua di sekitar taman bacaan untuk bisa story telling di rumahnya dengan baik, serta memfasilitasi taman bacaan tersebut untuk hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan literasi, misalnya pengadaan buku, penggantian buku, dan alat-alat story telling”.
I2: “Program taman bacaan yang sudah berjalan yaitu Kelompok Baca Keluarga, yang merupakan salah satu program pendidikan informal yang bertujuan memotivasi orangtua untuk mempunyai kebiasaan membacakan buku kepada anak-anaknya sehingga tumbuh budaya membaca dalam keluarga”.
I3: “Program Kelompok Baca Keluarga dilaksanakan sekali dalam sebulan dan bahan untuk program ini sudah dibagikan kepada ibu-ibu terlebih dahulu dan setiap pertemuannya akan dilakukan pertunjukan membacakan buku kepada nak-anaknya dan akan dievaluasi setiap pertemuan, dengan ini ibu-ibu memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan budaya membaca terhadap nak-anak”
Dari keterangan tersebut dapat dikatakan bahwa program yang dilakukan oleh taman bacaan masyarakat sangat baik, dan peran taman bacaan ini sudah dirasakan oleh ibu-ibu yang mengikuti program Kelompok Baca Keluarga. Selain itu juga hasil dari kegiatan ini dapat dilihat dari semakin rajinnya anak dan ibu dalam membaca dan meminjam buku ke taman bacaan masyarakat Aggrek.
4.3.2 Tujuan Pelaksanaan program kegiatan TMB Anggrek
Dengan berdirinya taman bacaan masyarakat dilingkungan desa bangun sari tanjung morawa harapan perpustakaan cinta baca adalah semakin meningkatnya nak-anak dan orangtua yang datang untuk membaca dan meminjam buku oleh karena itu hasil pernyataan informan seperti berikut:
Pertanyaan: . Apa saja tujuan dari pelaksanaan program kegiatan TBM Anggrek?
I2: “Bertujuan memotivasi orangtua untuk mempunyai kebiasaan membacakan buku kepada anak-anaknya sehingga tumbuh budaya membaca dalam keluarga”.
I1: “Visi kami adalah agar terciptanya manusia Indonesia yang cerdas dan berbudi luhur lewat membaca. Oleh karena itu tujuan utama kami adalah agar masyarakat di sekitar taman bacaan tersebut khususnya anak-anak suka membaca. Story telling menjadi program utama karena dinilai mampu merangsang anak suka pada buku lewat pembacaan story telling yang menarik. Sehingga masyarakat di sana kita latih untuk memahami pentingnya story telling serta melatih mereka agar mampu melakukannya.
Orang tua juga turut menjadi sasaran utama kami, supaya kegiatan story telling dapat dibudayakan di rumahnya masing-masing sehingga masyarakat yang suka membaca dapat terwujud.
I4: “Kegiatan ini memotivasi kami para ibu-ibu untuk melakukan budaya baca terhadap anak-anak kami dirumah, dan program ini sangat berpengaruh positif terhadap kemampuan kami dalam mendidik anak-anak supaya memiliki daya tarik dalam membaca”.
Dari pernyataan informan tersebut dapat dinyatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan program kegiatan Taman Bacaan Masyarakat adalah baik, karena orangtua jadi mampu untuk membiasakan budaya baca terhadap anak di rumah, dan program tersebut mengarah kepada visi Perpustakaan Cinta Baca melalui Pendirian TBM-TBM yaitu terciptanya manusia Indonesia yang cerdas dan berbudi luhur lewat membaca.
4.3.3 Peran yang dimiliki TBM Anggrek
Peran sebuah TBM adalah bagian dari tugas pokok yang harus dijalankan di dalam taman bacaan masyarakat. Oleh karena itu peranan yang harus dijalankan itu ikut menentukan dan mempengaruhi tercapainya Tujuan yang hendak dicapai. Setiap taman bacaan yang dibangun akan mempunyai makna apabila dapat menjalankan peranannya dengan sebaik-baiknya, peranan tersebut berhubungan dengan keberadaan, tugas dan fungsinya.
Hal ini sesuai dengan pernyataan informan sebagai berikut:
Pertanyaan: Apa saja Peran yang dimiliki TBM Anggrek di masyarakat?
I1: “Lingkungan di sekitar Taman Bacaan masih belum memiliki perpustakaan desa, sekolah-sekolah di sekitar taman baca pun dinilai belum cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan akan buku bacaan berkualitas. Sehingga peran taman baca tersebut penting untuk memfasilitasi masyarakat agar bisa mengakses buku bacaan berkualitas dengan cara yang mudah dan murah, serta memfasilitasi dan memotivasi masyarakat disana untuk gemar membaca”.
I2: “Keterlibatan orangtua dalam proses belajar anak adalah salah satu peran penentu keberhasilan anak-anak, semakin dini orangtua terlibat dalam proses pembelajaran anak, semakin besar pengaruh yang akan ditanamkan dalam keberhasilan sekolah anak-anaknya”.
Dari hasil wawancara tentang peranan TBM Anggrek maka dapat disimpulkan bahwa peran TBM sangat baik dan dapat langsung diterapkan oleh orangtua anak-anak yang mengikuti program TBM Anggrek.
4.3.4 Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat
Program dilaksanakan sebanyak sepuluh kali pertemuan dengan materi yang sudah disusun oleh perpustakaan cinta baca, dan pelaksanaannya dipimpin oleh staff program dan juga operator Taman bacaan masyarakat.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan:
Pertanyaan: Kapan pelaksanaan program kegiatan pemberdayaan tersebut?
I1: “Kegiatannya pelatihan untuk para orang tua dilaksanakan sekali sebulan di minggu pertama, selain itu taman bacaan akan buka setiap hari untuk melayankan buku-buku bacaan pada masyarakat sekitar”.
I2: “Saat pelaksanaan kegiatan pada awal minggu di setiap bulannya dalam sepuluh bulan tersebut akan diarahkan orangtua mengisi absensi dan juga hasil evaluasi dari setiap pertemuannya”.
Dari pernyataan kedua informan tersebut jelas sekali untuk pelaksanaan dan isi dari kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Taman bacaan masyarakat. Maka hal inilah yang sampai saat ini terus dilaksanakan oleh Taman Bacaan Masyarakat.
4.3.5 Tahap-Tahap Dalam Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat
Tahap-tahap yang dilakukan oleh Taman bacaan masyarakat adalah:
Pertanyaan: Bagaimana tahap-tahap dalam melakukan pemberdayaan masyarakat?
I1: “Tahap pertama adalah melakukan survey terhadap persepsi masyarakat tentang membaca dan tentang perpustakaan. Hasil survey akan menjadi dasar keputusan bahwa masyarakat tersebut resisten atau tidak jika dilakukan kegiatan literasi disana. Jika tidak ada resisten maka tahap pembukaan taman baca bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan kepala desa atau RW setempat, mencari lokasi yang memungkinkan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Setelah itu dilakukan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat dan orang tua tentang peran taman baca disana dan bagaimana mengerjakan program agar masyarakat mau membaca”.
Dari hasil pernyataan informan tersebut dapat diketahui bahwa kerjasaam yang baik dengan masyarakat akan sangat mendukung dalam tahapan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.
4.3.6 Kendala Yang Dihadapi Dalam Pelaksanaan Program
Kegiatan pemberdayaan masyarakat memiliki beberapa kendala, hal ini sesuai dengan peryataan informan sebagai berikut:
Pertanyaan: Apa saja kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program kegiatan pemberdayaan masyarakat di TBM Anggrek?
I1: “Sejauh ini kendalanya adalah tidak banyak orang tua yang menangkap pentingnya membaca di rumahnya, sehingga sering kali
pelatihan-pelatihan yang kita lakukan tidak diikuti secara kontinue oleh beberapa orang tua. Walau begitu kami menyadari mengubah paradigma tentang pentingnya membaca bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu secara perlahan kami tetap mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membaca”.
I2: “Jadwal tidur siang anak-anak dari beberapa orangtua, sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan, dan ada juga pada akhirnya merasa tidak terbeban lagi dalam mengikuti program”.
I3: “Sering didapati kehadiran ibu-ibu yang tidak hadir tepat waktu sehingga dalam memulai program tidak sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati”.
I4: “Kurangnya komitmen dari beberapa ibu-ibu sehingga memberi pengaruh terhadap ibu-ibu yang komitmen, seperti persiapan bahan sebelum pertemuan program, mengerjakan tugas yang sudah disepakati sebelumnya, hal ini akan memakan waktu karena ibu-ibu akan dinasihati lagi supaya tidak menjadi kendala dalam pertemuan berikutnya”.
4.3.7 Perubahan Setelah Mengikuti Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan hasil wawancara yang mendalam dengan informan, melalui proses analisis data yang menjaga keabsahan data serta melakukan tringulasi, maka diperoleh sebuah kategori. Perubahan yang dialami masyarakat dapat dilihat dari hasil jawaban informan melalui pernyataan informan berikut:
Pertanyaan: Perubahan apa yang dirasakan masyarakat setelah mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat di TBM Anggrek?
I2: “Ibu-ibu merasa senang dalam melaksanakn program tersebut di rumah, anak mulai gemar membaca, keinginan untuk meminjam buku tinggi, dan kemampuan anak-anak dalam membaca meningkat”.
I1: “Perubahan yang jelas terjadi adalah adanya keinginan untuk meminjam buku, membaca buku serta menerapkan kegiatan yang sudah diperoleh dari program Kelompok Baca Keluarga”.
Dari peryataan informan dapat diketahui perubahan positif yang terjadi, dan orangtua sudah termotivasi untuk membacakan buku kepada anak-anak dirumah dan membudayakan membaca setiap harinya kepada anak-anak.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN