BAB V PENUTUP
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, komposisi “Theme from Jurassic Park” dapat dijadikan sebagai bahan ajar mata kuliah Ilmu Bentuk Analisis 2, Apresiasi Musik, dan Orkestra. Hal ini disebabkan karena selama ini mata kuliah tersebut hanya mengkaji dan mempraktekkan bentuk-bentuk musik close form.
52
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia,
http://kbbi.web.id/. Diunduh pada tanggal 9 Juli 2016
Badudu, J.S. 2003. Kamus Kata Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia. Cetakan 1. Jakarta: Buku Kompas
http://www.imdb.com/title/tt0107290/awards. Diunduh pada tanggal 1 Juli 2016 Banoe, Pono. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta: Kanisius
. 2003. Pengantar Pengetahuan Harmoni. Yogyakarta: Kanisius
Blatter, Alfred. 2007. Revisiting Music Theory: A Guide to the Practice. United States of America: Routledge
Bramantyo, Triyono. 1997. Pendekatan Sejarah Musik 1 melalui Apresiasi Musik. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia
Burger, Birgitta. 2010. “Influence of Musical Features on Chracteristic of Music -Induced Movements”. International Conference on Music Perception and Cognition.
Creswell, John W. 2012. Research Design diterjemahkan oleh Achmad fawaid. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Djohan. 2005. Psikologi Musik. Yogyakarta: Buku Baik
Forney, K., dan J. Machlis. 2011. The Enjoyment of Music: An Introduction to Perceptive Listening. Eleventh Edition. New York: W. W. Norton dan Company
Guralnik, David B. 1961. Webster‟s New World Dictionary. Basic School Edition. United States of America: The World Publishing Company
53
Hoffer, Charles R. 1985. The Understanding of Music. Fifth Edition. California: Wadsworth Incorporation
Jones, George Thaddeus. 1974. Music Theory: The Fundamental Concepts of Tonal Music Including Notation, Terminology, and Harmony. publisher not identified
Kamien, Roger. 1996. Music: an Appreciation. Sixth Edition. New York: The McGrawl-Hill Companies Incorporation
Krumhansl, Carol. 1991. “Memory of Musical Surface”. Psychonomic Society, inc. Kennedy, Michael. 1985. Oxford Dictionary of Music. New York: Oxford University
Press
Kodijat, Latifah dan Marzoeki. 2004. Istilah-istilah Musik. Edisi Revisi. Yogyakarta: Djambatan
Large, E. W., Palmer, C., & Pollack, J. B. 1995. Reduced memory representations for music. Cognitive science, 19(1), 53-93.
Leeuw, T. D. 2005. Music of the twentieth century: a study of its elements and structure. Amsterdam University Press
Mack, Dieter. 1995. Sejarah Musik. Jilid 3. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi
Miller, Hugh M. TT. Pengantar Musik Apresiasi (Introduction to Music a Guide to Good Listening) diterjemahkan oleh Drs. Triyono Bramantyo PS.
Politoske, Daniel T. 1988. Music. New Jersey: Prentice-Hall Incorporation Pratista, H. 2008. Memahami film. Homerian Pustaka
Prier, Karl Edmund. 1996. Ilmu Bentuk Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka
Sitompul, Binsar. 1985. Musik dan Seni Suara. Yogyakarta. Kanisius Smith, Gail. 2003. Kunci dan Warna: Adakah Hubungannya?. Staccato
54
Stein, Leon. 1979. Structure and Style: The study and analysis of musical forms. Expanded Edition. United State of America: Summy-Birchard Incorporation Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Sumaryo, L. E. 1978. Komponis, Pemain Musik dan Publik. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya. Bunga Rampai.
Syafiq, Muhammad. 2003. Ensiklopedia Musik Klasik. Edisi Pertama. Yogyakarta: Adi Cita
Wahyuni, Sri. 2012. Qualitative Research Methods: Theory and Practice. Jakarta: Salemba Empat
Winold, A., De Lone, R., & Christ, W. 1976. Introduction to Music: Processes and Style. Harper Collins Publishers.
55
56 56
57 57
58
Wawancara dengan narasumber yang bernama I Gusti Ngurah Wiryawan Budhiana yang berprofesi sebagai Dosen Komposisi Musik dan sekaligus seorang komposer lagu. Dengan mewawancarai narasumber, peneliti dapat melakukan member check mengenai hasil analisis bentuk dan struktur serta karakteristik “Theme from Jurassic Park”. Sebelum bertemu dengan narasumber, peneliti mengirim pesan untuk meminta izin terlebih dahulu perihal observasi. Berikut ini pesan sebelum observasi dilakukan,
Saya : Selamat pagi, Pak Budhi Ngurah. Saya Gideon mahasiswa seni musik UNY. Maaf berkenaan dengan konsultasi dan validitas TA yang sedang saya teliti, apakah hari ini saya bisa bertemu Bapak? Terimakasih sebelumnya.
Narasumber : Hari ini saya tidak bisa. Besok saya bisa jam sebelasan di kampus ISI Sewon.
Saya : Baik, besuk jam 11 saya menemui Bapak di kampus ISI Sewon, Pak. Maaf sebelumnya dan terimakasih banyak, Pak.
Setelah itu dilakukan wawancara yang memiliki rincian di bawah ini:
Tanggal : 26 September 2016 Waktu : Pukul 11.00 WIB
59
Saya : Selamat siang, Pak Budhi. Saya Gideon yang kemarin SMS ke Bapak.
Narasumber : Oh halo Gideon, selamat siang. Silakan masuk saja.. Gimana, apa yang bisa saya bantu dengan TA kamu?
Saya : Terimakasih Pak. Begini Pak, saya sedang meneliti karakteristik Theme from Jurassic Park karya John Williams sebagai skripsi saya. Nah saya mau minta tolong ketersediaan Bapak sebagai narasumber atau expert dalam proses validasi penelitian ini.
Narasumber : Baik, saya coba bantu ya. Jadi gimana?
Saya : Terimakasih Pak. Langsung saja, jadi begini, saya kan sudah menganalisa bentuk dan struktur karya ini. Nah tapi sebelum sampai sana, saya mau memastikan dulu, jika saya menyatakan bahwa ada definisi yang berbeda antara soundtrack, theme song, dan hal-hal semacamnya, bagaimana pendapat Bapak?
Narasumber : Kalo tentang definisi, harus dicari baik theme song atau soundtrack sendiri yang kadang disebut OST ya. Tapi kalau diamati memang berbeda ya. Ada yang sifatnya karakterisitik theme song seperti Star Wars itu jelas sekali karakteristiknya. Jadi, si tokoh ini tema-nya seperti ini & tokoh ini seperti ini. Secara tidak langsung kita disugesti oleh John Williams. Ketika tokoh Darth Vader muncul, ada theme song seperti itu. Nah,ketika Vader muncul di tempat lain ada theme
60
song seperti itu juga. Itu dipelajari di teknik opera sebenarnya itu yang disebut light motif. Misal ketika tokoh A motif tertentu tersebut akan muncul. Nah kalo Jurassic Park beda itu bukan penggambaran karakter.
Saya : Jadi apakah theme song Jurassic Park itu juga mengkarakteristikan tokoh-tokoh tertentu?
Narasumber : Kalau seinget saya sih di Jurassic Park itu nggak seperti itu. Sebuah film pasti ada temanya. Ya,seperti tema utama Superman tema dimana yang kuat sekali itu dimunculkan untuk sebuah objek yang kemudian menjadi subjek yaitu Superman.
Saya : Berarti kalau saya menyatakan bahwa Theme from Jurassic Park ini adalah main theme atau tema utama dari film Jurassic Park dan karya ini mendeskripsikan sebuah Jurassic Park beserta segala dinosaurusnya, apakah benar Pak?
Narasumber : Ya seperti itu. Jadi, kalo saya bandingkan Star Wars dengan Jurassic Park beda ya karena John Williams pintar sekali membuat ilustrasi karena di Star Wars itu kan banyak tokoh dan itu agak rumit. Tapi kalo di Jurassic Park kan ngga ada tokoh seperti itu, jadi tujuannya ya taman Jurassic atau isinya.
Saya : Untuk karakter dari komposisinya John Williams sendiri itu kan kalo menurut saya pribadi. John Williams mempunyai karakter di
aksen-61
aksennya, dalam artian aksen yang tidak umum misalnya di Star Wars (sambil menyanyikan) atau di Superman (sambil menyanyikan) itu kan aksennya bukan pada ketukan yang umum kadang up beat kadang seperti itu. Tapi, di Jurassic Park justru lebih menguatkan variasi-variasi tema. Menurut Bapak sendiri bagaimana?
Narasumber : Saya kurang sependapat ya dengan aksen-aksen. Karena John Williams pinter sekali. Seperti Star Wars yang menggambarkan di outer space/ luar angkasa. Itu memang karakternya seperti itu. Untuk sementara, kamu hindari persepsi bahwa John Williams karakternya seperti itu supaya kamu tidak terjebak. Karena banyak contoh John Williams seperti di Home Alone. Nah itu juga ada di Star Wars pas Princess Leia muncul. Nah saya malah sependapat dengan variasi tema pada Jurassic Park. Menurutmu ada apa dengan variasi tema itu? Saya : Menurut saya di bagian pertama ada karakter sendiri selain aksen itu,
yaitu dengan memunculkan variasi tema dan berkali-kali seakan sedang menegaskan sesautu. Menurut bapak sendiri ?
Narasumber : Ya. Itu kan bagusnya ketika tema itu digambarkan secara berangsur-angsur menjadi sesuatu yang besar. Nah itu kan bagus nya disitu ya Jurassic Park. Itu teknik komposisi sebenarnya. Itu dimunculkan sedikit-sedikit. Kalau dihitung itu tergantung pada strukturnya. Mungkin seperti ini, kamu tahu lagu Malam Kudus ? Kita perhatikan
62
ada 2 motif yang diulang. Pertanyaannya, “Kenapa diulang 1 kali di motif pertama itu?”
Saya : Penguatan mungkin pak ?
Narasumber : Penguatan bisa dengan diulang 2 atau 3 atau 4 kali, tapi motif pertama diulang 1 kali supaya simetris 8 birama. Jadi kebutuhan pengulangan itu bukan hanya sekedar menguatkan tetapi tergantung strukturnya juga. Saya ngga tahu kalo yang di situ,tapi coba dilihat pasti simetris
Saya : Iya sih pak ini bentuknya simetris, paling hanya 1-2 yang nggak simetris
Narasumber : Oh itu tujuannya paling hanya menjembatani ke tema berikutnya saja Saya : Baik pak, selanjutnya ini di dalam analisa saya,bentuk strukturnya ini saya ada beberapa ketidakpastian. Misalnya nama-nama di awal ketika instrumen horn itu masuk sampai sebelum ke tema I kalau saya menyebut intro itu boleh kan pak ?
Narasumber : Boleh..tidak masalah
Saya : Lalu tentang motif, saya mau bertanya tentang motif, kan di beberapa variasi tema sering ada melodi dan motif yang berkembang, baik dengan penambahan nada atau dengan akor yang beda dan juga harmoni yang berbeda, nah kalau saya menyebut itu sebenarnya adalah motif yang sama namun hanya diberi ornamen apakah boleh pak ?
63
Narasumber : Ya memang tekniknya dia mulai supaya ada persiapan, lalu suasana penegasan. Makanya saya bilang itu munculnya sedikit-sedikit lalu ada penebalan suara, lalu ada variasi tema.
Saya : Baik pak, selanjutnya... setelah tema yang berulang-ulang ada cello yang main secara soli terus dilanjutkan ke violin terus itu lanjut ke tema utama bagian A untuk selanjutnya modulasi ke bagian B. Nah, itu waktu violin dan cello bermain secara cantus firmus itu tadi apakah itu bisa disebut transisi pak ?
Narasumber : Bisa, itu memang transisi
Saya : Di bagian transisi waktu cello dengan violin itu dimainkan dengan 1# dan banyak sekuens naik untuk modulasi-modulasi dalam transisi itu. Nah, untuk penamaan akord-nya itu dalam penulisannya harus seperti apa ?
Narasumber : Dalam transisi itu modulasi yang sifatnya kromatis. Tapi ini sifatnya juga sebagai jembatan ke 2#. Ini cuma pemahaman tonal
Saya : Jadi ini pak ada namanya G harmonisasi mayor tapi tiba-tiba ada G minor. Kemudian ada akor 4 yang awalnya C jadi minor. Saya lihat ini ada modus,saya minta pertimbangan bapak dalam pertimbangan penamaan akor gimana pak?
64
Saya : Jadi saya anggap transisi ini di tangga nada 1# mayor tapi ada peminoran gitu ya Pak ?
Narasumber : Ya seperti itu saja
Saya : Baik pak... lalu pada tema di akhir bagian B itu apakah bisa disebut coda?
Narasumber : Iya benar, jadi itu coda karena ada sedikit pemunculan tema bagian yang itu
Saya : Baik Pak Budhi, saya rasa sudah cukup wawancara kali ini, saya sangat terimakasih atas ketersediaan Bapak meluangkan waktu. Narasumber : Oh iya sama-sama Gideon, lain kali hubungi saja lagi nggakpapa
kalau ada perlu lagiSaya : Baik terimakasih banyak, Pak Budhi
Yogyakarta, 26 September 2016 Peneliti
Narasumber
65
Gambar 1. Wawancara peneliti dengan IGN. Wiryawan Budhiana, M.Hum. sebagai expert di ruang kuliah ISI Yogyakarta
66 66
67 67
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 Keterangan :