• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGENALAN DASAR PENELITIAN

E. Karakteristik Penelitian

Penelitian memiliki beberapa karakteristik (ciri khas). Crawford memberikan sembilan buah kriteria penting dari penelitian, yaitu:

1. Penelitian harus berkisar di sekeliling masalah yang ingin dipecahkan

2. Penelitian setidaknya harus memiliki unsur-unsur originalitas

22

Ibnu Hajar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif dalam

3. Penelitian harus didasarkan pada pandangan “ïngin tahu” 4. Penelitian harus dilakukan dengan pandangan terbuka

5. Penelitian harus didasarkan pada asumsi bahwa suatu fenomena mempunyai hukum dan pengaturan

6. Penelitian berkehendak memerlukan generalisasi atau dalil 7. Penelitian merupakan studi sebab akibat

8. Penelitian harus menggunakan pengukuran yang akurat

9. Penelitian harus menggunakan teknik yang secara sadar diketahui.23 Selanjutnya, Sukardi menjelaskan beberapa karakteristik yang berkaitan dengan penelitian yaitu24 :

1. Mempunyai tujuan penelitian. Tujuan penelitian sangat penting dalam kegiatan penelitian. Dalam penelitian, peranan tujuan adalah memberikan arah dan terget yang hendak dicapai dan bagi seorang peneliti dapat digunakan tolok ukur dan penilaian ketercapaia tujuan yang telah ditetapkan.

2. Mencakup kegiatan pengumpulan data baru. Seorang peneliti yang tidak terjun dan mencari data di lapangan, tidak melakukan pengumpulan data, tidak melakukkan pengamatan serta pengontrolan terhadap objek yang diteliti akan kegiatan yang dilaporkan tidak dikategorikan sebagai kegiatan penelitan.

3. Mencakup kegiatan yang terencana dan sistematis. Kegiatan perencanaan penelitian yang baik adalah sudah direncanakan secara

23 C.C. Crawford, The Tehnique of Research in Education, (Boston: Houghton Mifflin Co, 1928), h. 32

24

sistematis sejak tahap awal atau ditemukannya permasalahan penelitian dengan pembimbing atau sesama peneliti. Sistematika permasalah tersebut dituangkan kedalam bentuk proposal penelitian yang biasanya mengandung unsur-unsur penting, agar para peneliti tidak mengalami hambatan ketika mereka terjun ke lapangan. Unsur-unsur proposal tersebut antara lain termasuk :

a. Judul penelitian b. Pendahuluan c. Kajian Pustaka

d. Jadwal penelitian, personalia, dan

e. Anggaran penelitian dan lampiran-lampiran yang relevan.

4. Menggunakan analisis logis. Melakukan penelitian bukan kegiatan menulis pendapat, sikap atau pihak mana seseorang ketika menghadapi suatu persoalan. Seorang peneliti harus melakukan kegiatan penelitian dengan menggunakan objektivitas yang universal, disamping itu dalam melakukan analisis mereka harus mampu menjauhkan subjektivitas dengan objek yang diteliti, menggunakan prinsip statistik dengan dilengkapi syarat dan aturannya agar mencapai suatu kesimpulan. Analisis logis dengan mengedepankan objektivitas dan mengesampingkan subjektivitas sangat dipentingkan dalam kegiatan penelitian.

5. Mempertimbangkan aspek pengembangan teori. Suatu kegiatan yang hanya menekankan kepada terbuktinya satu preposisi yang diajukan peneliti belum dikatakan sebagai suatu penelitian. Kegiatan tersebut baru dapat dikatakan problem solving, bukan penelitian. Melakukan

penelitian memiliki perbedaan penting jika dibandingkan dengan

problem solving. Diantara perbedaan yang mencolok yaitu :

a. Dalam penelitian tidak membuktikan, tetapi menguji. Prinsip menguji adalah peneliti mencari data pendukung, data yang ada dianalisis, hasilnya kemudian dikembalikan pada hipotesis sementara, apakah sesuai atau menerima atau tidak sesuai dengan preposisi yang diajukan atau ditolak. Seorang peneliti akan kembali ke lapangan jika hasil penelitian menolak preposisi. Lain halnya dengan membuktikan suatu kasus. Mereka dikatakan menyalahi aturan atau mungkin prosedur jika preposisi yang ada tidak terbukti.

b. Dalam penelitian selalu ada dua laternatif jawaban permasalahan, menolak dan menerima hipotesis yang diajukan. Sedangkan dalam

problem solving hanya ada satu arah terbukti atau salah.

6. Mengandung unsur observasi. Suatu kegiatan penelitian baru dapat dikatakan penelitian jika dalam proses mencapai tujuan mengandung unsur pengamatan terhadap objek atau subjek yang diteliti. Pengamatan tersebut bisa menggunakan pengamatan berjarak, artinya tidak campur dengan onjek yang diteliti atau interaksi dengan objek yang ada. Dalam penelitian sosial dan pendidikan, peneliti seringkali melakukan interaksi dengan subyek penelitiannya ketika mereka mengumpulkan data penelitian. Sedangkan dalam penelitian eksperimental dan penelitian kuantitatif umumnya para penelliti akan melakukan kegiatan pengamatan dengan tidak masuk atau melibatkan objek yang diteliti.

7. Memerlukan pencatatan terhadap gejala yang muncul. Gejala yang berasal dari objek atau subjek peneitian, harus ditangkap oleh peneliti untuk diadministrasi menjadi data yang relevan. Semakin banyak gejala yang dapat ditangkap oleh peneliti maka akan semakin kuat dalam mendukung pemecahan masalah penelitian yang diajukan. Unuk mencapai tujuan tersebut perlu sekali para peneliti memiliki instrumen dan mampu menggunakannya dengan terampil untuk menangkap gejala yang ada.

8. Melakukan kontrol. Dalam penelitian eksperimen, agar variabel bebas dapat diketahui implikasinya terhadap variabel terikat maka seorang peneliti perlu melakukan pembatasan agar variabel lain yang tidak diharapkan tidak berintervensi dan mempunyai pengaruh terhadap variabel yang telah direncanakan. Kegiatan pembatasan tersebut sering disebut mengontrol.

9. Memerlukan validasi instrumen. Alat yang hendak digunakan untuk mengukur atau mengumpulkan data di lapangan penelitian harus ada alat ukur yang valid dan universal atau tidak terpengaruh oleh faktor waktu dan tempat. Dalam bidang teknik matematika dan alam, keuniversalan dan alat terus menerus dicek secara periodik agar memperoleh kepastian bahwa alat tersebut masih dalam kondisi baik. Dalam ilmu pengetahuan sosial, agar instrumen dapat mengukur apa yang hendak diukur perlu dilakukan validasi sebelum alat tersebut digunakan. Proses validasi ini dicatat dan dilaporkan ke dalam laporan akhir penelitian agar diketahui validasi instrumen penelitian yang digunakan.

10. Memerlukan keberanian. Untuk penelitian tertentu misalnya penelitian kebijakan, penelitian dampak suatu proyek, kadang dirahasiakan oleh pihak – pihak yang berkepentingan. Untuk melakukan penelitian seorang peneliti harus berani dan dapat menanggung resiko karena kemungkinan berhadapan dengan phak yang berkepentingan tersebut. Contoh-contoh penelitian seperti dunia berputar mengikuti putarannya sebagai pustanya. Harus berhadapan dengan phak yang menyatakan bahwa bumi adalah pusta perputaran dan matahari yang mengitarinya; bahwa bentuk bumi bulat berlawanan dengan yang mengatakan bahwa bumi persegi panjang memiliki sisi gelap; penelitian kandungan lemak babi dalam susu atau makanan tertentu, harus berhadapan dengan pihak produsen yang mengatakan nihil terhadap kandungan unsur terlarang tersebut. Semuanya adalah contoh penelitian orang-orang tertentu yang dilakukan dengan keberanian mereka dalam menanggung resiko. Untuk penelitian yang memiliki resiko tinggi terhadap peperangan maupun kelompok masyarakat, pemerintah telah memberikan cara ataupun prosedur yang perlu ditempuh dan ditaati oleh peneliti. 11. Dicatat secara tepat kepada instansi yang berkepentingan sebagai

laporan. Penelitian yang baik biasanya selalu diakhiri dengan dilaporkannya secara tertulis. Laporan tertulis ini diharuskan sebagai pertanggungjawaban akademik maupun pertanggungjawaban kepada publik agar dapat dimanfaatkan hasil penelitiannya tersebut sesuai dengan keperluannnya.