• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.6 Karakteristik Pengeringan Padi Menggunakan

moisture ratio selama proses pengeringan. Gambar 4.7; 4.8; dan 4.9 menunjukkan hubungan laju pengeringan dengan moisture ratio:

Gambar 4.7 Hubungan Laju Pengeringan dengan Moisture Ratio Pada Kecepatan Udara Berbeda Dengan Suhu Udara 70⁰C dan Ketinggian Bed 2 cm

Gambar 4.8 Hubungan Laju Pengeringan dengan Moisture Ratio Pada Suhu Udara Berbeda Dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm

0.0000

Gambar 4.9 Hubungan Laju Pengeringan dengan Moisture Ratio Pada Ketinggian Bed Berbeda Dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Suhu Udara 70⁰C

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa laju pengeringan naik pada awal periode pengeringan kemudian menurun dengan cepat hingga pada akhirnya menurun dengan lambat seiring dengan semakin berkurangnya moisture ratio pada padi. Menurut Berk (2018) bahwa proses pengeringan terdiri dari 3 periode yaitu periode naik dimana laju pengeringan meningkat seiring berkurangnya air pada bahan, periode konstan dimana laju alir air yang berdifusi ke permukaan bahan sebanding dengan air yang menguap pada permukaan bahan dan periode menurun dimana laju alir air yang berdifusi ke permukaan bahan lebih kecil daripada jumlah air yang menguap.

Namun pada penelitian ini hanya diperoleh 2 laju pengeringan pada berbagai kecepatan udara, suhu dan ketinggian bed yaitu laju pengeringan naik dan laju pengeringan menurun sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasibuan dan Zamzami (2017) dimana ada 2 periode laju pengeringan yaitu periode laju pengeringan naik dan laju pengeringan menurun pada pengeringan rimpang jahe dengan pengering kombinasi surya tapis molekuler dan Hasibuan., dkk (2020) juga menunjukkan terdapat 2 periode laju pengeringan pada pengeringan daun gambir dengan pengering konveksi-desikan yaitu periode laju pengeringan naik dan menurun.

Dari penelitian yang dilakukan pada kecepatan udara berbeda yaitu 8 m/s, 9 m/s, 10 m/s, suhu udara berbeda yaitu 50⁰C, 60⁰C, 70⁰C, dan ketinggian bed berbeda yaitu 2 cm, 4 cm, 6 cm diperoleh 2 periode laju pengeringan yaitu periode laju pengeringan naik dan periode laju pengeringan menurun dimana periode laju pengeringan konstan tidak terlihat. Menurut Hasibuan, dkk (2020) tidak adanya periode laju pengeringan konstan menunjukkan bahwa semua energi panas digunakan untuk penghilangan kadar air bebas pada permukaan bahan yang ditunjukkan dengan adanya periode laju pengeringan naik dan pelepasan kadar air terikat dari bahan yang dikeringkan ditunjukkan dengan adanya periode laju pengeringan menurun.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Kecepatan udara mempengaruhi penurunan moisture ratio dan laju pengeringan dimana pengeringan pada suhu 70°C, ketinggian bed 2 cm dengan kecepatan udara 8, 9, dan 10 m/s diperoleh waktu pengeringan selama 60, 50, dan 40 menit dan laju pengeringan tertinggi sebesar 3,99 x 10-2 gram/cm2.menit, 4,1 x 10-2 gram/cm2.menit, dan 4,22 x 10-2 gram/cm2.menit.

2. Suhu udara pengering mempengaruhi penurunan moisture ratio dan laju pengeringan dimana pengeringan pada kecepatan udara 10 m/s, ketinggian bed 2 cm dengan suhu 50, 60, dan 70°C diperoleh waktu pengeringan selama 50, 45, dan 40 menit dan laju pengeringan tertinggi sebesar 3,32 x 10-2 gram/cm2.menit, 3,8 x 10-2 gram/cm2.menit, dan 4,22 x 10-2 gram/cm2.menit.

3. Ketinggian bed mempengaruhi penurunan moisture ratio dan laju pengeringan dimana pengeringan pada suhu 70°C, kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 2, 4, 6 cm diperoleh waktu pengeringan selama 40, 50, dan 70 menit dan laju pengeringan tertinggi sebesar 4,22 x 10-2 gram/cm2.menit, 4,13 x 10-2 gram/cm2.menit, dan 3,99 x 10-2 gram/cm2.menit.

4. Proses pengeringan terbaik yaitu pada suhu 70⁰C, ketinggian bed 2 cm dengan kecepatan udara pengering 10 m/s berlangsung dengan waktu pengeringan selama 40 menit dengan moisture content akhir sebesar 5,92 %.

5. Karakteristik pengeringan padi menggunakan Fluidized Bed Dryer memiliki dua periode pengeringan yaitu periode pengeringan naik dan periode pengeringan menurun.

5.2 Saran

Saran dari penelitian yang telah dilakukan adalah:

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap berbagai jenis bahan pangan lain dengan menggunakan alat pengering fluidized bed seperti kopi.

2. Disarankan menambah perbedaan kecepatan udara pengering seperti 5, 10, dan 15 kali kecepatan fluidisasi minimum agar terlihat pengaruhnya terhadap penurunan moisture ratio dan laju pengeringan.

DAFTAR PUSTAKA

Amanto, B, G Manuhara, R Putri. 2015. Kinetika Pengeringan Chips Sukun Dalam Pembuatan Tepung Sukun Termodifikasi dengan Asam Laktat Menggunakan Cabinet Dryer. Jurnal Teknologi Hasil Pengeringan. Vol.8.

No.1. Hal: 46-55.

Arifvianto, Budi dan Indarto. 2006. Studi Karakteristik Fluidisasi dan Aliran Dua Fase Padat-Gas (Pasir Besi-Udara) Pada Pipa Lurus Vertikal. Media Teknik. No. 2. ISSN: 0216-3012.

Basmal, Jamal, Bakti Belyanto Sedayu, Bagus Sediadi Bandol Utomo. 2013. Kinerja Alat Pengering Mekanis Tipe Vertikal Untuk Ikan Petek Leiognathus sp.

JPB Kelautan dan Perikanan. Vol.8. No.1. Hal:34-43.

Berk, Zeky. 2018. Food Process Engineering and Technology. 3rd Edition.

Academic Press.

Bhandari, R dan H. Gaese. 2008. Evaluation Of Box Type Paddy Dryers In South Sumatera, Indonesia. Agricultural Engineering International.

Badan Pusat Statistik Nasional. 2018. Produksi Padi (Angka Ramalan I Tahun 2018).

Jakarta.

Brenda, Mahoro Gloria, Eniru Emmanuel Innocent, Omuna Daniel, Yusuf Abdulfatah Abdu. 2017. Performance Of Biomass Briquettes As An Alternative Energy Source Compared to Wood Charcoal In Uganda.

International Journal Of Scientific Engineering and Science. Vol.1. Issue. 6.

ISSN: 2456-7361.

Calban, Turan. 2006. The Effects Of Bed Height And Initial Moisture Concentration On Drying Lignite In A Batch Fluidized Bed. Energy Sources. Vol. 28.

ISSN: 1556-7036.

Ciurzynska, Agnieszka dan Andrzej Lenart. 2011. Freeze Drying- Application In Food Processing And Biotechnology – A Review. Polish Journal Of Food And Nutrition Sciences. Vol.61. No.3. Hal:165-171.

Djaeni, Mohamad, Nurul Aisyah, Harum Nissaulfasha, Luqman Buchori. 2013. Corn Drying With Zeolite In The Fluidized Bed Dryer Under Medium Temperature. The Journal Of Technology And Science. Vol.24. No.2.

Figiarto, Rohmat, Sheila Luvi Galvani, M Djaeni. 2012. Peningkatan Kualitas Gabah dengan Proses Pengeringan Menggunakan Zeolit Alam pada Unggun Terfluidisasi. Teknologi Kimia dan Industri. Vol.1. No.1. Hal: 206-212.

Hani, Agus. 2012. Pengeringan Lapis Tipis Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola. Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin.

Hargono, Mohamad Djaeni, Luqman Buchori. 2012. Karakterisasi Proses Pengeringan Jagung Dengan Metode Mixed-Adsorption Drying Menggunakan Zeolite Pada Unggun Terfluidisasi. Reaktor. Vol.14. No.1.

Haron, N.S, J.H Zakaria, M.F Mohideen Batcha. 2017. Recent Advances In Fluidized Bed Drying. IOP Conf. Series: Materials Science And Engineering 243.

Hasibuan, Rosdanelli dan M A Zamzami. 2017. The Effect of Operating Condition On Drying Characteristics and Quality of Ginger (Zingiber Officinale Roscoe) Using Combination Of Solar Energy-Molecular Sieve Drying System. IOP Conf. Series Materials Science and Engineering 180.

Hasibuan, Rosdanelli, R Manurung, S Alva, R Anggraini, R Sundari. 2020. The Study of Drying Kinetics of Uncaria Gambir Roxb Leaves Applying Convective Desicant Drying. International Journal of Advanced Science and Technology. Vol.29. No.1.

Hidayati, Noor, Utami Diah P, Ratnawati, Suherman. 2013. Penerapan Teknologi Fluidized Bed Dryer Dengan Penambahan Zeolit 3A Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengering Gabah. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri. Vol.2.

No.4. Hal: 65-71.

Hidayati, Ratna dan Rita Ismawati. 2014. Peningkatan Kualitas Olahan Beras Sebagai Makanan Pokok Melalui Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera). Vol.3. No.1.

Huriawati, Farida, Wachidatul Linda Yuhanna, Tantri Mayasari. 2016. Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kualitas Serbuk Seresah Enhalus acoroides Dari Pantai Tawang Pacitan. Bioeksperimen. Vol.2 No.1.

Irawan, Anton. 2011. Modul Laboratoium Pengeringan . Sultan Ageng Tirtayasa Press.

Kalita, Pankaj, Tanmay Jyoti Deka, Samar Das, Dudul Das, Rupam Kataki. 2018.

Design, Development and Performance Evaluation of A Fluidized Bed Paddy Dryer. Journal of Energy and Enviromental Sustainability. Vol. 6.

Hal: 18-23.

Kartasapoetra, A.G. 1988. Teknologi Budidaya Tanamana Pangan Di Daerah Tropika Bina Aksara. Jakarta.

Kumar, Yashwant dan Seema A Belorkar. 2015. Fluidized Bed Drying Of Fruits And Vegetables: An Overview. International Journal Of Engineering Studies And Technical Approach. Vol.1. No. 9. ISSN: 2395-0900.

Kunii, D dan Levenspiel, O. 1991. Fluidization Engineering. Second Edition.

Butterworth-Heinemann, A Division Of Reed Publishing (USA) Inc.

Lilhare, Shekhar F dan N.G Bawane. 2013. Effect Of Enviromental Condition And Drying Parameters On Paddy Processing. International Journal Of Scientific And Engineering Research. Vol.4. Issue. 10. ISSN: 2229-5518.

Liu, Yuping, Jianghong Peng, Yasuki Kansha, Masanori Ishizuka, Atsushi Tsutsumi, Dening Jia, Xiaotao T.Bi, C.J Lim, Shahab Sokhansanj. 2014. Novel Fluidized Bed Dryer For Biomass Drying. Fuel Processing Technology.

Vol. 122.

Misha, S, S. Mat, M.H Ruslan, K. Sopian, E. Salleh. 2013. Review On The Application Of A Tray Dryer System For Agricultural Products. World Applied Sciences Journal. Vol. 22. No. 3. ISSN: 1818-4952.

Misha, Suhaimi, Sohif Mat, Mohd Hafidz Ruslan, Kamaruzzaman Sopian, Elias Salleh. 2013. The Prediction Of Drying Uniformity In Tray Dryer System Using CFD Simulation. International Journal Of Machine Learning And Computing. Vol. 3. No. 5.

Mujumdar, Arun S. 2012. Modern Drying Technology. Energy Savings Volume 4.

Wiley-VCH.

Mujumdar, Arun S dan Sakamon Devahastin. 2008. Superheated Steam Drying. An Emerging Drying Technology. National University Of Singapore.

Murad, Sukmawaty, Rahmat Sabani, Guyup Mahardhian Dwi Putra. 2015.

Pengeringan Biji Kemiri Pada Alat Pengering Tipe Batch Model Tungku

Berbasis Bahan Bakar Cangkang Kemiri. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Vol. 3. No.1.

Napitupulu, Farel H dan Yuda Pratama Atmaja. 2011. Perancangan Dan Pengujian Alat Pengering Jagung Dengan Tipe Cabinet Dryer Untuk Kapasitas 9 Kg Per Siklus. Jurnal Dinamis. Vol. 2. No. 8. ISSN: 0216-7492.

Okoronkwo, C.A, Nwufo O.C, Nwaigwe K.N, Ogueke N.V, Anyanwu E.E. 2013.

Experimental Evaluation Of A Fluidized Bed Dryer Performance. The International Journal Of Engineering And Science. Vol. 2. Issue. 6. ISSN:

2319-1805.

Osueke, C.O. 2013. Design Modelling Of A Fluidized Bed For Grain Drying.

International Journal Of Engineering Research And Development. Vol. 7.

Issue. 9. ISSN: 2278-067X.

Phisut, N. 2012. Spray Drying Technique Of Fruit Juice Powder: Some Factors Influencing The Properties Of Product. International Food Research Journal. Vol.19. No.4. Hal:1297-1306.

Picado, Apolinar dan Rafael Gamero. 2014. Simulation Of A Continious Plug-Flow Fluidised Bed Dryer For Rough Rice. Nexo Revista Cientifica. Vol. 27. No.

2.

Pontawe, Reagan J, Romualdo C. Martinez, Nestor T. Asuncion, Roselyn B.

Villacorte. 2015. Development Of A Fully-Automated Pilot-Scale Model Fluidized Bed Drying System For Complete Drying Of Paddy. Asian Journal Of Applied Sciences. Vol. 3. Issue. 6. ISSN: 2321-0893.

Sahari, Y, Abdul Wahid R, Mhd Adnan A.S, Sairi M, Hosni H, Engku Abdullah, E.H Alwi S, Mohd Amin Tawakkal, M.H Zainol Abidin, M.Z Aris Z. 2018. Pharmaceutical Sciences And Research. Vol.2. No.12. Hal: 3061-3068.

ISSN:0975-8232.

Soponronnarit, Somchart dan Somkiat Prachayawarakorn. 1994. Optimum Strategy For Fluidized Bed Paddy Drying. Drying Technology. Vol.12. No.7. Hal:

1667-1686.

Suherman, Apriliana Purbasari, Margaretha Praba Aulia. 2012. Pengaruh Suhu Udara dan Berat Sampel Pada Pengeringan Tapioka Menggunakan Pengering Unggun Terfluidakan. Prosiding SNST ke-3.

Sumardi, H.S, S Rakhmadiono, T.A Sinawang. 2001. Mempelajari Karakteristik Alat Pengering Buatan Untuk Processing Buah Panili. Jurnal Teknologi Pertanian. Vol. 2. No. 2. Hal: 30-37.

Supriyono. 2003. Mengukur Faktor-Faktor Dalam Proses Pengeringan. Gramedia.

Jakarta.

Suryadi, Sukmawaty, Guyup Mahardhian Dwi Putra. 2017. Scale Up Dan Uji Teknis Alat Pengering Tipe Fluidized Bed. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem. Vol. 5. No. 2.

Susilo, Bambang dan Rahartina W. Okaryanti. 2012. Studi Sebaran Suhu Dan RH Mesin Pengering Hybrid Chip Mocaf. Jurnal Teknologi Pertanian. Vol. 13.

No. 2. Hal: 88-96.

Syahrul dan R. Romdhani. 2016. Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Dan Massa Bahan Terhadap Waktu Pengeringan Jagung Pada Alat Fluidized Bed.

Dinamika Teknik Mesin. Vol.6. Hal: 119-126.

Thant, Phyu Phyu, P.S Robi, P. Mahanta. 2018. Inclined Fluidized Bed Dryer Performance In Energy Saving Option. International Journal Of Science, Engineering And Technology Research. Vol. 7. Issue. 8. ISSN: 2278-7798.

Ummah, Narjisul, Yohanes Ari Purwanto, Ani Suryani. 2016. Penentuan Konstanta Laju Pengeringan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Iris Menggunakan Tunnel Dehydrator. Journal Of Agro-based Industry. Vol. 33.

No. 2.

USDA. 2009. Nutrient Value And Weight For Paddy. Agricultural Research Service.

Widayati. 2010. Fenomena dan Kecepatan Minimum (Umf) Fluidisasi. Eksergi.

Vol.10. No.2.

Wignyanto dan Endah Lestari. 2015. Penerapan Mesin Pengering Mekanis Untuk Penguatan Kapabilitas Produksi pada Industri ‘Kerupuk Kentang”

Sebagai Upaya Pemenuhan Permintaan Pasar. Journal Of Innovation And Applied Technology. Vol. 1. No. 1. ISSN: 2477-7951.

Winarno, F.G. 1997. Kimia Pangan Dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Yahya, M. 2016. Performance Analysis Of Solar Assisted Fluidized Bed Dryer Intergrated Biomass Furnace With And Without Heat Pump For Drying Of Paddy. International Journal Of Photoenergy.

Yahya, M, Hendriwan Fahmi, Syafrul Hadi, Edison. 2019. Performance Analysis Of Fluidized Bed Dryer Intergrated Biomass Furnace With And Without Air Preheater For Paddy Drying. International Journal Of Power Electronics And Drive System. Vol. 10. No. 3. ISSN: 2088-8694.

Yoshida, S. 1981. Fundamentals Of Rice Crop Science. IRRI. Los Banos, Laguna.

LAMPIRAN A DATA PENELITIAN

LA.1 Data Hasil Pengeringan

Adapun data hasil penelitian yang diperoleh dari variasi suhu 50 ⁰C dengan kecepatan udara 8 m/s dan ketinggian bed 2 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.1 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 25 0 26,64 kecepatan udara 9 m/s dan ketinggian bed 2 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.2 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 25 0 26,76

30 19,97 0,0015 8,31 kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 2 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.3 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 25 0 26,72 kecepatan udara 8 m/s dan ketinggian bed 2 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.4 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 25 0 26,80

30 19,65 0,0006 6,87 kecepatan udara 9 m/s dan ketinggian bed 2 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.5 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 25 0 26,60 kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 2 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.6 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 25 0 26,52

40 19,52 0,0002 5,89

45 19,51 0,0001 5,84

50 19,51 0 5,84

Adapun data hasil penelitian yang diperoleh dari variasi suhu 70 ⁰C dengan kecepatan udara 8 m/s dan ketinggian bed 2 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.7 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 25 0 26,88 kecepatan udara 9 m/s dan ketinggian bed 2 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.8 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 25 0 26,96 kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 2 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.9 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 25 0 26,96 kecepatan udara 8 m/s dan ketinggian bed 4 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.10 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 50 0 26,540

Adapun data hasil penelitian yang diperoleh dari variasi suhu 50 ⁰C dengan kecepatan udara 9 m/s dan ketinggian bed 4 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.11 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 50 0 26,96 kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 4 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.12 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 50 0 26,62

50 40,21 0,0022 8,75 kecepatan udara 8 m/s dan ketinggian bed 4 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.13 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 50 0 25,56 kecepatan udara 9 m/s dan ketinggian bed 4 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.14 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 50 0 25,68

5 46,41 0,0359 19,93

10 44,42 0,0199 16,34

15 43,11 0,0131 13,80 kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 4 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.15 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 50 0 25,94 kecepatan udara 8 m/s dan ketinggian bed 4 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.16 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 50 0 26,16

5 46,05 0,0395 19,83

10 43,97 0,0208 16,03

15 42,53 0,0144 13,19 kecepatan udara 9 m/s dan ketinggian bed 4 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.17 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 50 0 26,26 kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 4 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.18 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 50 0 26,72

5 45,87 0,0413 19,62

10 43,87 0,02 15,96

15 42,27 0,016 12,78 kecepatan udara 8 m/s dan ketinggian bed 6 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.19 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 75 0 25,73

Adapun data hasil penelitian yang diperoleh dari variasi suhu 50 ⁰C dengan kecepatan udara 9 m/s dan ketinggian bed 6 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.20 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 75 0 25,73 kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 6 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.21 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 75 0 25,47

5 72,34 0,0266 22,73

10 71,01 0,0133 21,28

15 69,87 0,0114 19,99

20 69,12 0,0075 19,13

25 68,44 0,0068 18,32 kecepatan udara 8 m/s dan ketinggian bed 6 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.22 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 75 0 25,47

Adapun data hasil penelitian yang diperoleh dari variasi suhu 60 ⁰C dengan kecepatan udara 9 m/s dan ketinggian bed 6 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.23 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 75 0 25,35 kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 6 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.24 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 75 0 25,27

55 61,12 0,0075 8,30 kecepatan udara 8 m/s dan ketinggian bed 6 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.25 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 75 0 25,03 kecepatan udara 9 m/s dan ketinggian bed 6 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.26 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 75 0 24,79

5 71,19 0,0381 20,76

10 69,44 0,0175 18,76

15 67,77 0,0167 16,76 kecepatan udara 10 m/s dan ketinggian bed 6 cm dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel A.27 Data Hasil Pengeringan Padi dengan Variasi Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) M (gram) Laju Pengeringan

(gram/cm2.menit) Moisture Content (%)

0 75 0 24,87

LA.2 Data Humiditas Relatif (RH)

Tabel A.28 Data Humiditas Relatif pada Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

t (menit) RH Masuk (%) RH Keluar (%)

0 - -

5 20 37

10 22 32

Tabel A.29 Data Humiditas Relatif pada Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

Tabel A.30 Data Humiditas Relatif pada Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

30 20 26

Tabel A.31 Data Humiditas Relatif pada Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

Tabel A.32 Data Humiditas Relatif pada Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

Tabel A.33 Data Humiditas Relatif pada Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10

Tabel A.34 Data Humiditas Relatif pada Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

Tabel A.35 Data Humiditas Relatif pada Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 2 cm.

Tabel A.36 Data Humiditas Relatif pada Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10

Tabel A.37 Data Humiditas Relatif pada Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

Tabel A.38 Data Humiditas Relatif pada Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) RH Masuk (%) RH Keluar (%)

0 - -

5 20 32

Tabel A.39 Data Humiditas Relatif pada Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

Tabel A.40 Data Humiditas Relatif pada Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8

Tabel A.41 Data Humiditas Relatif pada Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

Tabel A.42 Data Humiditas Relatif pada Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

t (menit) RH Masuk (%) RH Keluar (%)

0 - -

Tabel A.43 Data Humiditas Relatif pada Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

Tabel A.44 Data Humiditas Relatif pada Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

40 15 17

45 15 17

50 15 17

55 15 16

60 15 16

Tabel A.45 Data Humiditas Relatif pada Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 4 cm.

Tabel A.46 Data Humiditas Relatif pada Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

100 21 26

Tabel A.47 Data Humiditas Relatif pada Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

Tabel A.48 Data Humiditas Relatif pada Suhu 50 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) RH Masuk (%) RH Keluar (%)

0 - -

5 20 35

10 21 31

Tabel A.49 Data Humiditas Relatif pada Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

Tabel A.50 Data Humiditas Relatif pada Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9

Tabel A.51 Data Humiditas Relatif pada Suhu 60 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

Tabel A.52 Data Humiditas Relatif pada Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 8

Tabel A.53 Data Humiditas Relatif pada Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 9 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

Tabel A.54 Data Humiditas Relatif pada Suhu 70 ⁰C dengan Kecepatan Udara 10 m/s dan Ketinggian Bed 6 cm.

t (menit) RH Masuk (%) RH Keluar (%)

0 - -

5 15 32

10 15 28

15 15 24

20 15 20

25 15 20

30 15 18

35 15 18

40 16 18

45 15 18

50 15 18

55 15 17

60 15 17

65 15 17

70 15 17

LAMPIRAN B

CONTOH PERHITUNGAN

LB.1 Perhitungan Berat Kering Berat Kering = (100−Kadar air akhir

100 ) × berat akhir konstan

LB.1.1 Perhitungan Berat Kering Sampel dengan Suhu 50 ⁰C dan Kecepatan Udara 8 m/s.

Kadar air akhir sampel = 8,2 % Berat akhir konstan = 40,01 gram Berat Kering = (100−8,2

100 ) × 40,01 gram

= 36,73 gram

LB.2 Perhitungan Kadar Air

Kadar Air = Berat Awal−Berat Kering

Berat Awal × 100%

LB.2.1 Perhitungan Kadar Air Sampel dengan Suhu 50 ⁰C dan Kecepatan Udara 8 m/s.

Laju pengeringan dihitung melalui persamaan : DR = selisih berat tiap selang waktu

perubahan waktu ×luas permukaan silinder= dm

dt × A

Keterangan:

DR = laju pengeringan (gram/m2.menit) A = luas alas silinder (m2)

dm = selisih berat tiap selang waktu (gram)

dt = perubahan waktu (menit)

LB.3.1 Perhitungan Laju Pengeringan Sampel dengan Suhu 50 ⁰C dan Kecepatan Udara 8 m/s pada t = 5 menit.

LB.4 Perhitungan Luas Bed Padi

Luas bed padi dihitung melalui persamaan:

Ab = [(π d t) + (2 π r2)]

LB.4.1 Pehitungan Luas Bed Padi Pada Massa Padi 50 gram

LB.4.1 Pehitungan Luas Bed Padi Pada Massa Padi 50 gram

Dokumen terkait