• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Karakteristik Responden

8. Karakteristik Pertanyaan terhadap Responden

Variabel Indikator Pernyataan

Diferensiasi produk

(X1)

Produk 1. Tabungan BSI ditawarkan berbeda dengan produk tabungan bank lainnya.

2. Produk tabungan BSI memiliki nilai lebih dari tabungan bank lainnya.

3. Produk tabungan BSI dirancang sesuai dengan selera nasabah

4. Kualitas produk tabungan BSI tidak diragukan lagi

5. Produk tabungan BSI yang ditawarkan benar-benar sesuai syariah

Manfaat 1. Saya sangat terbantu dengan adanya produk tabungan BSI

2. Saya dapat banyak manfaat dengan adanya produk tabungan di BSI

3. Dengan banyaknnya manfaat saya dapat dari tabungan BSI, saya akan terus memanfaatkan produk ini untuk berbagai kebutuhan.

Biaya 1. Biaya untuk membuka rekening tabungan BSI cukup terjangkau

2. Biaya pearawatan ATM bulanan sangat terjangkau

1. Penampilan fisik fasilitas yang tersedia di BSI tertata rapi

2. Penampilan pegawai di BSI rapi dan menarik

3. Sarana komunikasi di BSI lengkap Reliability

(keandalan)

1. Karyawan BSI mampu melayani nasabah dengan cepat.

2. Karyawan BSI menyelesaikan pelayanan tepat waktu.

3. Layanan dapat digunakan selama 24 jam

4. Pelayanan yang diberikan karyawan BSI akurat

dengan tanggap

3. Ketepatan layanan BSI cukup baik Assurance

(Jaminan)

1. Karyawan BSI memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah.

2. Pengetahuan karyawan BSI tentang jasa perbankan syariah cukup baik 3. Karyawan BSI cukup berkompeten Empathy

(kepedulian)

1. Karyawan BSI mempunyai komunikasi yang baik

2. Karyawan BSI peduli terhadap masalah yang dihadapi nasabah

3. Karyawan BSI cukup memahami keinginan dan kebutuhan nasabah

Citra

2. BSI mempunyai citra yang baik dimata masyarakat

Indicator keunikan

1. Nama produk tabungan mencerminkan sisi keislaman

favourable mudah untuk diucapkan

2. Nama produk tabungan BSI mudah untuk di ingat

3. Produk tabungan BSI sesuai antara kesan dibenak nasabah dengan citra dimata masyarakat.

Keputusan konsumen

(Y)

Keputusan konsumen

1. Tabungan BSI memiliki keunggulan dalam berbagai fasilitas.

2. Produk tabungan BSI memiliki nilai guna

3. BSI memberikan jenis produk yang variatif

4. Pelayanan di BSI sangat memuaskan 5. BSI memberikan manfaat yang lebih

dibandingkan dengan bank lain

6. BSI mempunyai citra yang baik dimasyarakat

C. Hasil analisis deskriptif

Adapun hasil analisis data yang telah dikumpulkan adalah sebagai berikut:

1. Uji Pra-Penelitian a. Uji validitas

Uji Validitas Adalah pengujian sejauh mana akurasi suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur yang ada. Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk menguji kevalitan kuesioner. Validitas menunjukkan sejauh mana ketetapan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan kecermatan fungsi alat ukurnya. Pengujian menggunakan 2 sisi dengan taraf signifikan 0,05. Jika r hitung < r tabel maka instrument atau item-item pernyataan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid), dan sebaliknya jika r hitung > r tabel dinyatakan tidak valid.

Nilai r tabel untuk uji dua arah pada taraf kepercayaan 95% atau signifikan 5% (p=0,05) dapat dicari berdasarkan jumlah responden atau N. Oleh karena N=60, maka derajat bebasnya adalah N-2= 60-2=58.

Nilai r tabel 2 arah pada df=58 dan p=0,05 adalah 0,2404. Hasil output SPSS yang di peroleh untuk uji validitas dari variabel Diferensiasi produk (X1), Kualitas pelayanan (X2), Citra merek (X3) dan keputusan konsumen (Y) di PT Bank Syariah Indonesia KCP Solok Ahmad Dahlan 1. Berikut dapat dilihat tabel … hasil analisis data Uji Validitas yaitu :

Tabel 4.9

Hasil Uji Validitas Diferesiasi Produk Variabel Butir Corrected item

total correlation (r Hitung)

rTabel Keterangan

P1 0,411 0,254 Valid

P2 0,610 0,254 Valid

P3 0,585 0,254 Valid

P4 0,642 0,254 Valid

Difeerensiasi

Sumber: olahan data SPSS (2021)

Berdasarkan tabel 4.9 diatas menunjukkan bahwa korelasi antara masig-masing pernyataan terhdap total skor pada variabel Diferensiasi produk menunjukkan hasil yang signifikan. Terlihat pada pearson correlation nilai rhitung/Correct item total lebih dari samadengan 0,2542.

Sehingga item pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dan dipertahankan dalam tahapan pengelolaan data lebih lanjut.

Tabel 4.10

Hasil Uji Validitas Kualitas Pelayanan Variabel Butir Corrected item

total correlation

KP17 0,386 0,254 Valid Sumber: olahan data SPSS (2021)

Berdasarkan tabel 4.10 diatas menunjukkan bahwa korelasi antara masig-masing pernyataan terhadap total skor pada variabel Kualitas pelayanan menunjukkan hasil yang signifikan. Terlihat pada pearson correlation nilai rhitung/Correct item total lebih dari samadengan 0,2542.

Sehingga item pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dan dipertahankan dalam tahapan pengelolaan data lebih lanjut.

Tabel 4.11

Hasil Uji Validitas Citra Merek Variabel Butir Corrected item

total correlation

Berdasarkan tabel 4.11 diatas menunjukkan bahwa korelasi antara masig-masing pernyataan terhadap total skor pada variabel Citra Merek menunjukkan hasil yang signifikan. Terlihat pada pearson correlation nilai rhitung/Correct item total lebih dari samadengan 0,2542. Sehingga item pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dan dipertahankan dalam tahapan pengelolaan data lebih lanjut.

Tabel 4.12

Hasil Uji Validitas Keputusan Konsumen (Y) Variabel Butir Corrected item

total correlation

Berdasarkan tabel 4.12 diatas menunjukkan bahwa korelasi antara masig-masing pernyataan terhadap total skor pada variabel Keputusan Konsumen menunjukkan hasil yang signifikan. Terlihat pada pearson correlation nilai rhitung/Correct item total lebih dari samadengan 0,2542.

Sehingga item pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan dan dipertahankan dalam tahapan pengelolaan data lebih lanjut.

b. Uji Realibilitas

Reliabilitas yaitu sebuah instrument dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari waktu kewaktu. Artinya kapanpun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama.37 Uji ini dilakukan dengan cara membandingkan angka Cronbach Alpha dengan ketentuan nilai Cronbach Alpha minimal 0,6. Artinya jika nilai Cronbach alpa yang didapatkan dari hasil perhitungan spss lebih besar dari 0,6 maka

37Irawan Soeharton, metode penelitian sosial cet, ke-4 (Bandung: Remaja Rosda Karya,2000) hal 86

disimpulkan koesioner tersebut reliabel, sebaliknya jika cronbach alpha lebih kecil dari 0,6 maka disimpulkan tidak reliabel. 38

Tabel 4.13 Hasil Uji Realibilitas Variabel Reability

Sumber: olahan data SPSS (2021)

Dari tabel 4.13 di atas diperoleh X1 Alpha cronbach’s sebesar 0,690 yang mana angka tersebut lebih besar dari nilai alpha sebesar 0,60.

Untuk X2 diperoleh alpha cronbach’s 0,619 sedangkan untuk X3 diperoleh alpha cronbach’s 0,714 nilai alpha 0,60 dan untuk Y nilai Alpha cronbach’ssebesar 0,693 dengan nilai alpha 0,60 . Maka dapat dikatakan secara keseluruhan variabel tersebut bersifat realibel.

2. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Uji normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji one sample kolmogrov smirnov, dimana jika besar dari 0,05 maka data tersebut telah terdistribusi normal dan juga dapat menggunakan grafik normal p-plot of regression standardized residual sebagaimana yang terdapat pada grafik

38www.spssstatistik.com/uji-validitas-dan-reliabilitas-dengan-spss/, di akses pada 5 april 2021

Gambar 4.2

Sumber: olahan data SPSS (2021)

Dari gambar 4.2 di atas dapat dijelaskan bahwa data tersebut berdistribusi normal hal ini dikarenakan titik-titik menyebar pada satu baris dan mengikuti garis diagonal.

b. Uji Multikoliniaritas

Uji asumsi multikolenieritas adalah untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar perubahan bebas.untuk mengetahui adanya uji multikolinieritas dapat dinilai. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Ada tidaknya multikolieniaritas model regresi dapat diketahui dengan melihat nilai tolerance dan variabel inflation (VIF). Model regresi yang bebas

multikolieniaritas nilai VIF berkisar pada angka 1 hingga 10. Jika nilai tolerence > 0,10 maka tidak terjadi multikoleniaritas, dan jika nilai VIF <

10 maka tidak terjadi multikoleniaritas.Dalam penelitian ini diperoleh uji multikoleniaritas sebagai berikut:

Tabel 4.14

Hasil Uji Multikolenearitas

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1

(Constant)

X1 .912 1.097

X2 .936 1.068

X3 .916 1.092

Sumber: olahan data SPSS (2021)

Dari tabel 4.14 di atas maka dapat dilihat nilai tolerance Diferensiasi Produk (X1) 0,912 sedangkan nilai VIF 1,097, padda Kualitas Layanan (X2) nilai tolerance 0,936 dengan nilai VIF 1,068 sedangkan pada variabel Citra Merek (X3) nilai tolerance 0,916 dengan nilai VIF 1,092. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen mempunyai nilai VIF disekitar angka 1, dan mempunnyai angka tolerance mendekati angka 1, sehingga penelitian ini bebas dari multikolinealinearitas.

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Regresi linear berganda sering kali digunakan untuk mengatasi permasalahan analisa regresi yang melibatkan hubungan dari dua atau lebih variabel bebas.Analisis regresi berganda merupakan suatu analisis asosiasi yang digunakan secara bersamaan untuk meneliti pengaruh dua atau lebih

variabel bebas terhada satu variabel terganutng dengan skala interval.

Persamaan untuk regresi berganda adalah:Y = a +β1X1 + β2X2 +…..βnXn + e.

Pada penelitian ini maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut:

Tabel 4.15

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 19.550 5.895 3.316 .002

X1 .089 .085 .136 1.043 .302

X2 -.101 .081 -.160 -1.239 .220

X3 .243 .106 .300 2.299 .025

a. Dependent Variable: Y

Sumber: olahan data SPSS (2021)

Dari tabel 4.15 di atas menunjukkan bahwa persamaan regresi yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah sebagai berikut: Y = 19,550 + 0,089X1 - 0,101 X2 + 0,243 X3 + e. Berdasarkan regresi tersebut dapat diinterprestasikan sebagai berikut:

1) Nilai konstanta 19,550 menunjukkan jika variabel diferensiasi produk, kualitas pelayanan, citra merek bernilai 0 maka keputusan konsumen bernilai sebesar 19,550.

2) Nilai koefisien untuk variabel diferensiasi produk sebesar 0,089. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan diferensiasi produk satu satuan maka variael keputusan konsumen akan naik sebesar 0,089 dengan asumsi bahwa variabelbebas yang lain dar model regresi adalah tetap.

3) Nilai koefisien untuk variabel Kualitas Pelayanan sebesar 0,101. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan kualitas layanan satu satuan maka variabel keputusan konsumen akan naik sebesar 0,101 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dar model regresi adalah tetap.

4) Nilai koefisien untuk variabel Citra merek sebesar 0,243. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan citra merek satu satuan maka variael keputusan konsumen akan naik sebesar 0,243 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dar model regresi adalah tetap.

4. Uji Hipotesis a. Uji T

Uji T merupakan suatu pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak.Uji t digunakan dalam pengujian statistik untuk melihat apakah variabel independent secara individu berpengaruh terhadap variabel dependent.Kriteria pengambilan keputusan yang dilakukan adalah dengan membandingkan nilai signifikansi dengan besarnya nilai a = 0,05. Apabila signifikansi nilai Signifikansi <

Alpha (α), 5% maka keputusannya H0 di tolak dan Ha diterima, sebaliknya.

Dalam penelitian ini maka diperoleh hasil data dengan menggunakan uji T sebagai berikut:

Tabel 4.16 Hasil Uji T

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 19.550 5.895 3.316 .002

X1 .089 .085 .136 1.043 .302

X2 -.101 .081 -.160 -1.239 .220

X3 .243 .106 .300 2.299 .025

a. Dependent Variable: Y

Sumber: olahan data SPSS (2021)

Berdasarkan hasil pengujian persial di atas, dapat dirangkum sebagai berikut:

1) Variabel Diferensiasi produk memiliki nilai signifikansi 0,302. Hal ini lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti variabel Diferensiasi produk secara persial tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Konsumen.

2) Variabel Kualitas Layanan memiliki nilai signifikansi 0,220. Hal ini lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti variabel Kualitas Layanan secara persial tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Konsumen.

3) Variabel Citra Merek memiliki nilai signifikansi 0,025. Hal ini lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima yang berarti variabel Citra Merek secara persial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Konsumen.

b. Uji F

Uji F atau model ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam suatu model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen, yang ditunjukkan pada tabel ANOVA.

Tabel 4.17 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 24.110 3 8.037 2.717 .053b

Residual 165.624 56 2.958

Total 189.733 59

a. Dependent Variable: Y

b. Predictors: (Constant), X3, X2, X1

Sumber: olahan data SPSS (2021)

Hasil Uji F dapat diketahui bahwa nilai F (Uji Simultan) adalah sebesar 2.717 dan signifikansi F sebesar 0.053b.Sig.< 0.05 (0,053< 0,05), maka H0 di terima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) semua variabel independen (Diferensiasi Produk, Kualitas Layanan, dan Citra Merek) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen (Keputusan Konsumen).

c. Uji Koefisien Determinasi

Besarnya nilai koefesien determinasi atau R square hanya antara 0-1 sementara jika dijumpai R square bernilai minus (-) maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat pengaruh X terhadap Y, untuk kriteria koefesien determinai maka dapat dikatakan:semakin kecil nilai koefesien determinasi, maka ini artinya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat semakin lemah.jika nilai koefisien determinasi semkin mendekati 1, maka pengaruh tersebut akan semkin kuat:

Tabel 4.18

Hasil Uji Regresi Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R Square

1 .356a .127 .080

Sumber: olahan data SPSS (2021)

Hasil Adjusted R Square sebesar 0,080. Diketahui bahwa Adjusted R Squaresemakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1, X2 dan X3) terhadap variabel terikat (Y) semakin kecil, hal ini bearti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat nilai ini menunjukkan bahwa kontribusi variabel X1 (Produk), X2 (Kualitas Pelayanan ) dan X3 (Citra Merek) dalam mempengaruhi variabel Y (Keputusan Konsumen) sebesar 8%, sementara 92% lainnya merupakan kontribusi dari variabel lain diluar penelitian ini.

D. Pembahasan

Menurut Kotler Diferensiasi produk adalah tindakan merancang satu set perbedaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari pesaing sehingga hasil yang dapat mempengaruhi pilihan dan kepentingan konsumen yang paling istimewa. Artinya perusahaan berusaha membuat produk yang ditawarkan mempunyai keunggulan atau mempunyai nilai lebih dibandingkan produk kompetitor. 39

Menurut Valarie A. Zethmal dan Mary Jo Bitner mendefinisikan pelayanan merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya bukan

39Philip Kotler,Amtrong, strategi marketing, ( Jakarta:PT. Salemba Empat, 2005), hlm 350

berbentuk produk fisik atau kontruksi, yang umumnya dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan serta memberikan nilai tambah.

Menurut Ginting mendefenisikan merek adalah suatu nama, istilah, tanda atau simbol, desain atau kombinasi, dari padanya untuk menandai produk atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual untuk membedaknnya dari pesaing

Hasil dari penelitian ini dapat dilihat bahwa variabel diferensiasi produk tidak memiliki pengaruh terhadap naik turunnya keputusan konsumen.

Sedangkan Kualita pelayanan dan citra merek memiliki pengaruh terhadap naik turunnya keputusan konsumen.

Berdasarkan hasil dari olahan SPSS dilihat bahwa hasil uji t (persial) menunjukkan bahwa hasil bahwa:

1) Variabel Diferensiasi produk memiliki nilai signifikansi 0,302.

Hal ini lebih besar dari 0,05, maka Ha ditolak yang berarti variabel Diferensiasi produk secara persial tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Konsumen.

2) Variabel Kualitas Layanan memiliki nilai signifikansi 0,220. Hal ini lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti variabel Kualitas Layanan secara persial tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Konsumen.

3) Variabel Citra Merek memiliki nilai signifikansi 0,025. Hal ini lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima yang berarti variabel Citra

Merek secara persial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Konsumen.

Hasil Adjusted R Square sebesar 0,080. Diketahui bahwa Adjusted R Squaresemakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1, X2 dan X3) terhadap variabel terikat (Y) semakin kecil, hal ini bearti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat nilai ini menunjukkan bahwa kontribusi variabel X1, X2 dan X3 dalam mempengaruhi variabel Y sebesar 8%, sementara 92%

lainnya merupakan kontribusi dari variabel lain diluar penelitian ini.

Salah satu dimensi diferenasiasi produk adalah kepuasan Adalah dimensi yang menunjukkan pada value yang ditawarkan.Ini merupakan bagian tangible (nyata) dari diferensiasi. Ini merupakan hal yang benar-benar perusahaan tawarkan kepada konsumen. Misalnya kelebihan-kelebihan produk dibanding produk yang ditawarkan oleh pesaing, meyakinkan agar konsumen memilih dan percaya terhadap produk yang ditawarkan.Dalam konteks ini, Allah juga menghendaki setiap umatnya untuk menepati janji yang telah dibuat dan dinyatakan sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 91:





Artinya: “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah mu itu sesudah meneguhkannya, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu ( terhadap sumpah-sumpah itu), sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat”

Kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen40. Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yang diterima atau dirasakan (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas.

Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk. Sebagaimana termaksud dalam Qs. Al-Furqan : 63



Artinya :

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila

40 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran Ed. Pertama,( Yogyakarta : Andi Offset, 2007) hal.37

orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”

Maksud dari ayat diatas adalah karyawan haruslah bersifat rendah hati pada setiap nasabah, menyampaikan sesuatu dengan lemah-lembut dan sopan-santun tanpa membeda-bedakan status nasabah.

Mengacu pada kajian terdahulu, penelitian yang dilakukan oleh Ramdhani Harri Pratama dengan Judul Analisis pengaruh diferensiasi produk, kualitas pelayanan, dan citra merek terhaadap keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan syariah (studi kasus pada bank syariah maandiri kota semarang)yang diperoleh hasil semua variabel independen (diferensiasi produk, kualitas pelayanan, dan citra merek) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian pada Bank Syariah Mandiri.

Artinya menurut konsumen ketiga variabel independen tersebut dianggap penting ketika akan menggunakan jasa pada Bank Syariah Mandiri. Sedangkan hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa Diferensiasi produk tidak memiliki pengaruh terhdap keputusan konsumen, sedangkan pada kualitas pelayanan dan citra merek memiliki pengaruh positif terhadap keputusan konsumen menggunakan jasa pada Bank Syariah Indonesia.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian “Analisis Pengaruh Diferensiasi Produk, Kualitas Pelayanan, Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Konsumen Menggunakan Jasa Perbankan Syariah (Studi Kasus PT.Bank Syariah Indonesia KCP Solok Ahmad Dahlan 1 yang telah dilakukan maka dihasilkan persamaan Y = 19,550 + 0,089X1 - 0,101 X2 + 0,243 X3

1. Berdasarkan hasil uji nilai koefisien regresi untuk Variabel Diferensiasi produk memiliki nilai signifikansi 0,302. Hal ini lebih besar dari 0,05, maka Ha ditolak yang berarti variabel Diferensiasi produk secara persial tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Konsumen.

Pada Variabel Kualitas Layanan memiliki nilai signifikansi 0,220. Hal ini lebih besar dari 0,05, maka Ha diterima yang berarti variabel Kualitas Layanan secara persial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Konsumen. Sedangkan pada Variabel Citra Merek memiliki nilai signifikansi 0,025. Hal ini lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima yang berarti variabel Citra Merek secara persial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Konsumen.

2. Dari Hasil Adjusted R Square sebesar 0,080. Diketahui bahwaAdjusted R Squaresemakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1, X2 dan X3) terhadap variabel terikat (Y) semakin kecil, hal ini bearti model yang digunakan tidak kuat untuk

menerangkan variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat nilai ini menunjukkan bahwa kontribusi variabel X1, X2 dan X3 dalam mempengaruhi variabel Y sebesar 8%, sementara 92% lainnya merupakan kontribusi dari variabel lain diluar penelitian ini.

B. Saran

1. Bagi Praktisi

Dengan hasil penelitian, hendaknya Bank Syariah Indonesia KCP Solok Ahmad Dahlan Idapat mempertahankan serta meningkatkan pe;ayanan terhadap keputusan konsumen dalam menggunakan jasa perbankan syariah dengan cara memberikan pelayanan yang positif misalnya dengan kenyamanan nasabah, membuat nasabah nyaman saat bertransaksi di bank dan memberikan kesan yang bagus bagi nasabah sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. Serta memberikan pelayanan yang memiliki standar kualitas sebagai bank syariah yang dapat diterima dan memberikan kualitas pelayanan secara konsisten.

2. Bagi Institusi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi perpustakaan di IAIN Bukittinggi bagi mahasiswa lain yang akan melakukan penelitian selanjutnya.

kotler Philip.2005 manajemen pemasaran,.edisi milinium, terjemahan hendra teguh, ronny A rusli, benyamin molan,Jakarta penerbi prehalindo,

Anatan Lina .2008.service Exelence,Bandug: alfabeta.

lupiyadi Rambat dan A. hamdana. 2009. manajemen pemasaran jasa.akarata:

salemba empat.

Srikandi Kumadji. 2015.pengaruh diferensiasi produk terhadap kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan. jurnal Aministrasi bisnis. vol.17No2.hlm: 2-3

Rafidah, kualitas pelayanan islam pada perbankan syariah. vol 10 No 2 diakses tanggal 18 Desember 2020

Ramdhani Harri pratama. 2015.analisis pengaruh diferensiasi produk, kualitas pelayanan, dan citra merek terhadap keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan sayriah. ( studi kasus pada bank syariah mandiri kota semarang).

Universitas di Ponegoro.

Bankir katan bankir Indonesia.2014. Memahmi bisnis bank syariah. Jakarta:PT Gramedia pustaka utama.

firmansya Anang, pemasaran produk dan merek.

Anang firmansya, pemasaran produk dan merek.

Ramdhani Harri pratama.2015.analisis pengaruh diferensiasi produk, kualitas pelayanan, dan citra merek terhadap keputusan konsumen menggunakan jasa perbankan sayriah. ( studi kasus pada bank syariah mandiri kota semarang).

Universitas di Ponegoro.

Sugiyono.2013. metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D,Bandung: CV Alfabeta

sekaran Uman. metode penelitian untuk bisnis jilid 2 Edisi ke,

Soeharton Irawan. 2000. metode penelitian sosial cet, ke-4,Bandung: Remaja Rosda Karya.

Priyanto Duwi .2009.5 jam belajar olah data dengan SPSS 17,Yogyakarta:ANDI Sunyoto Danang . 2013. metodologi penelitian untuk ekonomi, Yogyakarta:CAPS.

Kotler Philip.2005.Amtrong, strategi marketing. Jakarta:PT. Salemba Empat Prasetya Bambang.2005 “Metode Penelitian Kuantitatif”.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Uman sekaran, metode penelitian untuk bisnis jilid 2

Priyanto Duwi . 2010. paham Analisi Statistik Data dengan SPSS.Jakarta:Media Kom.

https://www.gurupendidikan.co.id/analisis/ di akses tanggal 19 desember 2020 http://yasiabdiantindaon.blogspot.com/2012/11/pengertian-pengaruh.html?m=1

diakses tanggal 19 desember 2020

https://accuarate.id/bisnis-ukm/pengertian-produk/ diakses tanggal 20desember 2020 https://id.m.wikipedia.org/wiki/diferensiasi-produk diakses tanggal 20 desember 2020 http://skripsi-manajemen.blogspot.com/2011/02/pengertian-definisi-kualitas

pelayanan.html diakses tanggal 20 desember 2020

http://repository.uin-suska.ac.id/14340/8/8.%20BAB%20III-201849EI.Pdf diakses tanggal 25 desember 2020

jbptunikompp-gdl-titaadisuk-29345-8-unikom_t-I,pdf diakses tanggal 25 desembe

jbptunikompp-gdl-titaadisuk-29345-8-unikom_t-I,pdf diakses tanggal 25 desembe