• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.2 Karakteristik Responden

Responden adalah petani gambir yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat yang melakukan kegiatan pertanian budidaya dan pengolahan daun gambir menjadi getah sebagai mata pencaharian utama dan sebagai sumber pendapatannya. Jumlah petani gambir yang dijadikan responden sebanyak 70 orang. Adapun karakteristik dari responden tersebut adalah sebagai berikut:

4.2.1. Tingkat Umur Responden.

Dari tabel dibawah dapat dilihat bahwa petani yang berumur 20 – 30 tahun sebanyak 16 orang atau sama dengan 22.9%, sedangkan yang berumur 31 – 40 sebanyak 19 orang atau 27.1%, yang berumur 41 – 50 berjumlah 19 orang atau 27.1%, yang berumur 51 – 60 berjumlah 9 orang atau 12.9% dan yang berumur lebih dari 60 tahun berjumlah 7 orang atau 10% dari jumlah keseluruhan.

Dapat dilihat pada tabel dibawah bahwa umur petani gambir yang menjadi responden di Kabupaten Pakpak Bharat pada umumnya berumur 31–50 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa untuk merawat dan mengolah daun gambir sangat dibutuhkan orang yang masih muda dan mempunyai tenaga yang kuat untuk mengolah daun gambir. Karena proses pengolahan daun gambir sangat lama dan sangat berat.Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.2. Umur Responden.

No Umur

Responden Orang Persentase

1 20 – 30 16 22.9 2 31 – 40 19 27.1 3 41 – 50 19 27.1 4 51 – 60 9 12.9 5 >60 7 10 Jumlah 70 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian.

4.2.2. Tingkat Pendidikan.

Tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator untuk melihat kemajuan suatu daerah. Dari tabel dibawah dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan petani gambir yang menjadi responden di Kabupaten Pakpak Bharat adalah sebagai berikut: tidak pernah sekolah sebanyak 4 orang atau 5,76% , tidak tamat SD sebanyak 13 orang atau 18.5%, tamat SD sebanyak 28 orang atau 40%, tamat SLTP sebanyak 20 orang aatau28.6%, dan tamatan SLTA sebanyak 5 orang atau sama dengan 7.14%. Dari tabel dibawah dapat kita lihat bahwa pada umumnya pendidikan petani yang menjadi responden adalah tamatan Sekolah Dasar (SD) dan yang paling sedikit adalah tamatan SLTA. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.3

Tingkat Pendidikan Responden.

No Jenjang Pendidikan Orang Persentase

1 Tidak Pernah Sekolah. 4 5.76

2 Tidak Tamat SD 13 18.5

3 SD 28 40

4 SLTP 20 28.6

5 SLTA 5 7.14

Jumlah 70 100%

Sumber: kuesioner Penelitian.

4.2.3. Jumlah Tanggungan Responden.

Yang dimaksud dengan jumlah tanggungan adalah istri ditambah anak yang belum bekerja atau belum menikah. Jika dilihat dari table dibawah responden yang memiliki jumlah tanggungan 1 – 3 orang sebanyak 17 orang atau 24.3%, 4 – 7 orang sebanyak 43 orang atau 61.4%, 8 – 11 orang adalah 9 orang 12.9% dan 12 – 14 orang berjumlah 1 orang atau 1.4%. Dari data dibawah dapat kita simpulkan bahwa usaha bertanam dan mengolah daun gambir dapat menopang kehidupan petani di Kabupaten Pakpak Bharat meskipun mempunyai jumlah tanggungan yang banyak. Untuk lebih jelas dapat kita lihat pada table berikut:

Tabel 4.4.

Jumlah Tanggungan Responden.

No Jumlah

Tanggungan Orang Persentase

1 1 – 3 17 24.3

2 4 – 7 43 61.4

3 8 – 11 9 12.9

4 >11 1 1.4

Jumlah 70 100%

Sumber: kuesioner Penelitian.

4.2.4. Luas Lahan Responden.

Yang dimaksud dengan luas lahan pada hal ini adalah banyaknya luas lahan yang dimiliki responden yang digunakan untuk bertanam gambir. Pada umumnya responden memiliki luas lahan tanaman gambir 0.5 - 1 Ha yakni berjumlah 49 orang atau persentasenya 70% dari jumlah keseluruhan. Namun banyaknya jumlah pohon gambir tiap Ha berbeda beda setiap responden. Sebahagian responden tidak memperhatikan kaidah jarak penanaman, sehingga terkadang responden yang memiliki luas lahan 1 Ha sama jumlah pohon gambir yang ditanam dengan responden yang memiliki luas lahan 2 Ha. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.5.

Luas Lahan Responden.

No Luas Lahan Orang Persentase

1 0.5 – 1 49 70% 2 1.5 – 2 17 24% 3 2.5 – 3 1 1.50% 4 5 3.5 – 4 >4 2 1 3% 1.50% Jumlah 70 100%

Sumber: Kuesioner Penelitian.

4.2.5. Jumlah Pohon Gambir Responden.

Jumlah pohon gambir adalah banyaknya pohon gambir yang tumbuh dan dapat diambil daunnya untuk diolah menjadi getah oleh petaani gambir dalam satu Ha. Jumlah pohon gambir yang ditanam oleh petani gambir dalam satu Ha lahan beraneka ragam. Karena petani gambir di kabupaten Pakpak Bharat pada umumnya belum menggunakan pedoman jarak tumbuh tanaman dan hanya satu atau dua responden yang menggunakan pedoman jarak penanaman tumbuhan.

Hal lain yang menyebabkan penganekaragaman jumlah pohon gambir dalam setiap lahan yakni karena responden pada umumya melakukan penanaman gambir dengan cara stek, cara penanaman ini kurang efisien. Dikatakan kurang efisien karena setengah dari bibit yang ditanam pada umumnya tidak tumbuh apalagi ditanam pada musim kemarau, sehingga para responden berpikir untuk menanam bibit secara padat, apabila musim hujan maka rata rata bibit akan tumbuh akan tetapi bila musim kemarau kebanyakan bibit tanaman gambir akan

mati. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah tanaman gambir yang berbeda beda pada setiap responden.

Jumlah responden yang memliki jumlah pohon gambir 500 – 1000 batang pohon gambir dalam satu Ha sebanyak 14 orang, persentasenya 20% dari jumlah keseluruhan. Responden yang memiliki jumlah pohon gambir 1200 – 2000 batang berjumlah 31 orang, atau persentasenya 45 %. Responden yang memiliki jumlah pohon gambir 2200 – 3000 batang berjumlah 20 orang,persentasenya 28%. responden yang memiliki jumlah pohon gambir 3200 – 4000 berjumlah 1 orang, persentasenya 1%, dan yang responden yang memiliki jumlah pohon gambir lebih besar dari 4000 batang berjumlah 4 orang, persentasenya 5.50%. Untuk lebih jelas dapat dilihata pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.6.

Jumlah Pohon Gambir Responden.

No Jumlah Pohon Orang Persentase

1 500 – 1000 14 20% 2 1200 – 2000 31 45% 3 2200 – 3000 20 28% 4 3200 – 4000 1 1.50% 5 >4000 4 5.50% Jumlah 70 100% Sumber:Kuesioner Penelitian.

4.2.6. Tingkat penggunaan pupuk.

Tingkat penggunaan pupuk pada hal ini adalah banyaknya pupuk yang digunakan untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman gambir. Pupuk yang digunakan untuk tanaman gambir adalah pupuk Urea, dimana

pupuk ini dapat membantu perkembangan daun tanaman gambir. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari responden melalui wawancara langsung terhadap petani gambir banyaknya pupuk yang digunakan oleh 70 responden tersebut adalah sebagai berikut: 1 – 30 kg sebanyak 42 orang atau 60%, 31 – 60 kg sebanyak 17 orang atau 24.3%, 61 – 90 kg sebanyak 3 orang atau 4.3%, 91 – 120 kg sebanyak 4 orang atau 5.7%, 121 – 150 kg sebanyak 2 orang atau 2.85% dan lebih besar dari 151 kg sebanyak 2 orang atau 2.85%.

Pada umumnya petani gambir menggunakan pupuk 1 – 30 kg dan memiliki lahan 1 – 2 Ha, hal ini tidak sesui dengan petunjuk penggunaan pupuk pada tanaman pertanian. Responden tersebut mengatakan hal ini disebabkan karena tingginya harga pupuk. Untuk membantu perkembangan tanaman selain pupuk petani gambir tersebut menggunakan kompos daun, yakni ampas hasil pengolahan daun gambir ditabur pada setiap pohon gambir. Untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.7.

Jumlah Penggunaan Pupuk Responden. No Jumlah Pupuk Orang Persentase

1 1 – 30 42 60 2 31 – 60 17 24.3 3 61 – 90 3 4.3 4 91 – 120 4 5.7 5 121 – 150 2 2.85 6 >151 2 2.85 Jumlah 70 100%

4.2.7. Tingkat Penggunaan Tenaga Kerja.

Tingkat penggunaan tenaga kerja pada hal ini adalah banyaknya orang yang dipekerjakan untuk merawat tanaman dan mengolah tanaman gambir sehingga dapat menghasilkan getah. Dapat kita lihat pada tabel dibawah bahwa petani yang menggunakan tenaga kerja 1 – 3 orang sebanyak 12 orang atau 17.14%, 4 – 6 orang sebanyak 52 orang atau 74.3%, 7 – 10 sebanyak 4 orang atau 5.7 % dan 11 – 30 sebanyak 2 orang atau 2.86%.

Pada umumnya responden yang berjumlah 70 orang menggunakan tenaga kerja sebanyak 4 orang, diantaranya termasuk anggota keluarga yaitu orang tua dan anaknya, sedikit kemungkinan untuk mengambil tenaga kerja dari luar keluarga. Untuk lebih rinci penggunaan tenaga tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.8.

Jumlah Tenaga Kerja.

No Jumlah Orang Persentase

1 1 – 3 12 17.14

2 4 – 6 52 74.3

3 7 – 10 4 5.7

4 11 – 30 2 2.86

Jumlah 70 100

4.2.8. Tingkat Produksi Gambir.

Jumlah produksi gambir dikabupaten Pakpak Bharat sangat bervariasi. Dapat kita lihat pada tabel dibawah bahwa petani yang memiliki jumlah produksi 10 – 25 kg per minggu sebanyak 55 orang atau 78.5%, 26 – 45 sebanyak 11 orang atau 15.7%. Pada umumnya jumlah produksi gambir yang dihasilkan oleh responden per minggunya adalah 10 – 25 kg. responden yang memiliki jumlah produksi 46 – 75 kg, 76 – 95 kg masing masing berjumlah satu orang persentasenya 1.5% sedangkan responden yang memiliki jumlah produksi lebih besar dari 95 kg berjumlah 2 orang atau persentasenya 2.8%. Untuk melihat lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9.

Jumlah produksi Gambir Responden. No Produksi (Kg) Orang Persentase (%) 1 10 – 25 55 78.5 2 26 – 45 11 15.7 3 46 – 75 1 1.5 4 76 – 95 1 1.5 5 >95 2 2.8 Jumlah 70 100%

Sumber: kuesioner Penelitian.

Jumlah produksi gambir pada tabel diatas merupakan hasil pengolahan gambir yang dilakukan petani gambir dalam jangka waktu 1 minggu. Pada saat ini hasil produksi gambir tersebut dipasarkan dengan harga Rp. 25.000,00 per

kilogramnya. Setiap tahun harga getah gambir tersebut mengalami peningkatan. Menurut para responden mata pencaharian mengolah daun gambir menjadi getah dapat menopang kehidupan mereka sehari hari. Apabila mereka memiliki luas lahan gambir seluas 2 Ha dan daunnya sudah dapat menghasilkan getah secara keseluruhan maka kehidupan petani gambir tersebut sudah sangat sejahtera.

4.2.9. Kendala Kendala yang Dihadapi Petani Gambir.

Kendala yang dihadapi petani gambir dalam menanam dan mengolah daun gambir menjadi getah yakni:

 Harga pupuk dan harga pestisida yang tinggi. Akibat harga pupuk yang tinggi, petani gambir menggunakan pupuk tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman gambir. Apabila diberikan pupuk yang mencukupi terhadap gambir maka daun gambir tersebut akan lebat dan tebal sehingga getahnya banyak dan kualitasnya baik.

 Sarana transportasi yang kurang memadai, seperti jalan dan jembatan. Hal tersebut dialami oleh masyarakat yang berada di dusun Rahib, Lae Meang dan Ampeng Desa Mahala, Kecamatan Tinada dan dusun lae serre desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Jalan menuju daerah tersebut belum diaspal sehingga hanya bisa dilalui dengan sepeda motor. Apabila masyarakat memiliki hasil pertanian, masyarakat harus mengangkut sendiri hasil pertanian tersebut menggunakan tenaga manusia ke pasar tradisional di Kecamatan, hal ini dialami oleh masyarakat dusun Rahib, Lae Meang dan Ampeng Desa Mahala Kecamatan Tinada. Sedangkan kendala yang dihadapi masyarakat dusun Lae Serre desa

Tanjung Mulia Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe adalah jalan menuju daerah tersebur hanya merupakan jalan belum beraspal dan jembatan menuju daerah tersebut belum bisa dilalui oleh kenderaan bermotor seperti mobil, jembatan menuju daerah tersebut terbuat dari kayu dan masyarakat menyebut nama jembatan tersebut Kite rambingen. Pembangunan jembatan tersebut diprakarsai oleh salah satu LSM serta bergotong royong dengan masyarakat. Jembatan tersebut hanya bisa dilalui masyarakat dengan berjalan kaki dan sepeda motor, sementara hasil pengolahan getah gambir dari daerah tersebut sangat tinggi. Sehingga cara pemasaran hasil hasil pertanian dari kedua daerah tersebut sangat sulit, tidak hanya hasil gambir begitu juga dengan hasil hasil pertanian lainnya.

 Alat untuk pemerasan getah gambir yang digunakan petani pada umumnya masih tradisional,sehingga hasilnya tidak maksimal dan proses pengerjaannya membutuhkan tenaga yang ekstra serta memakan waktu yang sangat lama.

Dokumen terkait