• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini adalah pengunjung atau wisatawan yang berkunjung ke TWA Sibolangit. Karakteristik responden merupakan bagian terpenting dari suatu penelitian karena dengan mengetahui karakteristik responden maka dapat diketahui hal-hal apakah yang menjadi daya tarik dan tujuan Wisatawan datang ke TWA Sibolangit, terutama wisatawan dalam dan luar negeri.

Jumlah keseluruhan responden yang menjadi objek penelitian ini adalah 100 orang. Karakteristik responden yang datang berkunjung ke lokasi penelitian ini dapat digolongkan kedalam beberapa aspek diantaranya adalah: daerah asal responden, jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, pekerjaan, banyaknya kunjungan, lama perjalanan, tujuan utama kunjungan, motivasi kunjungan dan pendapat mengenai TWA Sibolangit.

Tabel 4.1. Berdasarkan Hasil Rekapitulasi Kuisioner Berdasarkan Daerah Asal, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan, Jenis Pekerjaan, Jenis Kendaraan, Tingkat Pendapatan, Status Pernikahan, Alasan Kedatangan dan Sumber Informasi

Keterangan Jumlah (Orang) Persentase (%) A Daerah Asal

1. Belanda 2 2

2 Jerman 4 4

3 Kota Medan 53 53

4 Kota Pematang Siantar 15 15

5 Kabupaten Langkat 20 20

6 Kabupaten Deli Serdang 2 2

7 Kabupaten Serdang Berdagai 4 4

Jumlah 100 100 % B Jenis Kelamin 1 Laki-laki 74 74 2 Perempuan 26 26 Jumlah 100 100 C Tingkat Pendidikan 1 SD 0 0 2 SMP 5 5% 3 SMU/SMK 30 30% 4 Perguruan Tinggi 65 65% Jumlah 100 100% D Tingkat Pendapatan 1 < 500.000 29 29 2 1.000.000 – 1.500.000 12 12 3 1.500.000 – 2.000.000 42 42 4 > 2.000.000 17 17 Jumlah 100 100 E Jenis Pekerjaan 1 Pelajar/Mahasiswa 43 43 2 Guru/Dosen 20 20 3 PNS 13 13 4 Pegawai Swasta 4 4 5 Pemandu Wisata 20 20 Jumlah 100 100 F Jenis Kendaraan 1 Kendaraan Umum 41 41 2 Kendaraan Pribadi 35 35 3 Kendaraan Sewa/Carteran 13 13

4 Kendaraan Milik Instansi 11 11

Jumlah 100 100

G Status Pernikahan

1 Menikah 38 38

2 Belum Menikah 62 62

H Alasan Kedatangan 1 Tujuan Utama 40 40 2 Tujuan Persinggahan 60 60 Jumlah 100 100 I Sumber Informasi 1 Teman/Keluarga 85 85

2 Media Cetak (Surat Kabar/Majalah 3 3 3 Media Elektronik (Radio, TV, Internet) 12 12

Jumlah 100 100

4.1.1. Komposisi Responden Berdasarkan Daerah Asal

Data pada Tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden terbanyak berasal dari Kota Medan. Hal ini disebabkan oleh letak TWA Sibolangit masih tergolong dekat dari Kota Medan yang hanya memerlukan waktu tempuh sekitar ± 45 menit bila dibandingkan dengan sebagian besar daerah lain. Sehingga biaya perjalanan yang dikeluarkan oleh pengunjung relatif lebih kecil dibandingkan dari daerah yang lebih jauh dari objek wisata ini.

Konsumen datang dari berbagai daerah untuk menghabiskan waktu di tempat rekreasi tentu akan mengeluarkan biaya perjalanan dan biaya waktu ke tempat rekreasi tersebut di sini pendekatan biaya perjalanan mulai berfungsi. Karena makin jauh tempat tinggal seseorang yang datang memanfaatkan fasilitas lingkungan maka makin kurang harapan pemanfaatan atau permintaan barang lingkungan tersebut (Hufschmidt, et al., 1987 ).

Letak yang lebih dekat dengan objek wisata ini adalah Kabupaten Deli Serdang tetapi tidak menyebabkan banyaknya tingkat kunjungan dari daerah ini. Hai ini adanya rasa bosan dan hal yang biasa bagi mereka yang tinggal di sekitar TWA ini akan keberadaan hutan wisata ini.

Hasil analisis potensi permintaan diperoleh bentuk karakteristik wisatawan mancanegara yang termasuk dalam ekowisatawan mandiri. Namun karakteristik wisatawan nusantara termasuk dalam ekowisatawan tipe kelompok ahli/akademisi.

4.1.2. Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Tabel 4.2, dapat dilihat bahwa jenis kelamin responden sebagian besar adalah laki-laki (74%) dan selebihnya adalah wanita (26%). Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa responden laki-laki disebabkan oleh perjalanan panjang yang dilakukan responden dalam melintasi track-track yang tersedia yang membutuhkan waktu yang tidak sedikit dalam berekreasi.

Kondisi ini sesuai dengan pendapat Ross (1998) yang mengatakan bahwa wisatawan laki-laki lebih banyak memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mewujudkan jati diri yaitu kebutuhan akan kepuasan diri dan usaha perwujudan kemampuan dengan cara keinginan untuk berpetualang, serta lebih suka menghadapi tantangan dibandingkan dengan wisatawan perempuan.

4.1.3. Komposisi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan responden yang terpilih pada saat melakukan kunjungan ke objek wisata ini terdiri dari 4 kelompok pendidikan perguruan tinggi (S1/S2/Diploma) 65% dan diikuti oleh pendidikan menengah (SMU/SMK) sebesar (30%) dan pendidikan tingkat menengah pertama (SMP) sebesar 5%. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi kesadarannya untuk melakukan perjalanan wisata.

4.1.4. Komposisi Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan

Pada Tabel 4.4, dapat dilihat bahwa tingkat pendapatan responden yang paling dominan adalah Rp. 1.500.000 – 2.000.000 yaitu sebesar (42%) kemudian diikuti dari tingkat pendapatan kurang dari Rp. 500.000 (29%), Rp. 1000.000 – 1.500.000 sebesar (12%) dan lebih dari 2.000.000 sebesar 17%.

Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa keberadaan TWA Sibolangit dapat dinikmati dari semua lapisan ekonomi masyarakat, baik tingkat bawah, menengah maupun lapisan atas.

4.1.5. Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Pada Tabel 4.5, komposisi jenis pekerjaan paling besar dari antara 100 orang responden yang melakukan kunjungan ke TWA Sibolangit adalah responden dengan jenis pekerjaan pelajar/mahasiswa yaitu sebesar (43%), kemudian berikutnya adalah kelompok pekerjaan guru/dosen sebanyak (20%), kemudian kelompok PNS sebanyak (13%) kemudian pemandu wisata sebanyak (20%) dan paling terakhir dengan kelompok pekerjaan pegawai swasta sebesar (2%). Dari hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar responden berasal dari kalangan peneliti/akademisi.

4.1.6. Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kendaraan yang Digunakan ke TWA Sibolangit

Pada Tabel 4.6, terlihat bahwa pada umumnya responden yang melakukan kunjungan ke TWA Sibolangit menggunakan kendaraan umum yaitu sebesar (41%) karena daerah penelitian terletak di daerah yang gampang dilalui oleh berbagai

angkutan umum, mempunyai aksesibilitas yang gampang dikunjungi. Sedangkan responden yang menggunakan kendaraan pribadi sebesar (35%) jenis kendaraan pribadi yang sering digunakan umumnya berupa mobil pribadi dan sepeda motor, sedangkan responden yang menggunakan kendaraan sewa/carteran sebanyak (13%) dan yang terakhir responden yang menggunakan kendaraan milik instansi adalah sebesar (11%).

Gambar 4.1. Transportasi Umum ke TWA Sibolangit 4.1.7. Komposisi Responden Berdasarkan Status Pernikahan

Pada Tabel 4.7 terlihat bahwa sebanyak (62%) atau sekitar 62 orang yang datang berkunjung di objek wisata ini masih belum menikah atau belum berkeluarga, sedangkan (38%) atau sebanyak 38 orang sudah menikah atau berkeluarga.

4.1.8. Komposisi Responden Berdasarkan Alasan Kedatangan

Pada Tabel 4.8, tujuan sebagian besar pengunjung datang ke objek wisata ini adalah untuk menikmati udara segar, menikmati pemandangan alam juga meneliti

keanekaragaman flora dan fauna. Dikarenakan lokasi TWA yang sangat strategis berdekatan dengan beberapa objek wisata lainnya seperti: Tahura, Air Terjun 2 warna dan Brastagi yang mempunyai daya tarik yang lebih tinggi sehingga responden umumnya menjadikan tempat ini sebagai tempat persinggahan saja, yaitu sebesar 60% dan sisanya menjadikan tempat ini sebagai tujuan utama kunjungan sebesar 40%.

4.1.9. Komposisi Responden Berdasarkan Sumber Informasi

Pada Tabel 4.9, sebagian besar responden atau sebanyak (85%) responden memperoleh informasi keberadaan TWA ini berasal dari teman/keluarga dengan cara penyebaran informasi melalui mulut ke mulut. Berdasarkan kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan TWA belum dilakukan secara optimal. Hal ini diperlihatkan dengan belum tertatanya dengan baik strategi pengelolaan objek wisata ini dalam bidang promosi. Walaupun demikian, sebagian kecil dari responden ada yang mengetahui keberadaan objek wisata ini dari media cetak berupa surat kabar/ majalah (3%) dan media elektronik berupa radio/internet sebesar 12%.

Pengelolaan yang intensif dan terintergrasi secara bertahap harus dilakukan oleh pihak pengelola dalam hal ini adalah Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sibolangit. Pembenahan sistem informasi keberadaan objek wisata ini beserta potensinya merupakan langkah awal yang dapat dilakukan sehingga diharapkan keberadaan TWA ini dapat diketahui oleh masyarakat luas. Meningkatnya kunjungan ke TWA ini dapat tercapai ketika promosi daerah tersebut dilakukan

secara maksimal, yang pada akhirnya dapat memberikan sumbangsih kepada pendapatan masyarakat yang tinggal dan juga Pemerintah Daerah.

4.2. Indikator Responden terhadap Fasilitas Pariwisata dan Daya Tarik Alam

Dokumen terkait