BAB 4 HASIL PENELITIAN
4.2 Karakteristik Responden
Pada penelitian ini karakteristik responden yang diamati adalah umur, status perkawinan, tempat tinggal dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berumur 21-40 tahun (dewasa awal) yaitu sebanyak 62 orang (64,6%) dan selebihnya umur dewasa madya. Sebanyak 65 orang (67,7%) dengan jenis kelamin laki-laki. Sebanyak 32 orang (33,3%) berpendidikan SD dan
bekerja sebagai nelayan sebanyak 36 orang (37,5%) serta 52 orang (54,2%) mempunyai penghasilan < Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Deli Serdang yaitu sebesar Rp1.090.425,-. Secara rinci tentang karakteristik individu responden dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Individu di Puskesmas Pantai Labu
No Karakteristik Individu Jumlah Persen
Umur
1 21-40 Tahun (dewasa awal) 62 64.6
2 41-59 Tahun ( dewasa madya) 34 35.4
Jumlah 96 100.0 Jenis Kelamin 1 Laki-laki 65 67.7 2 Perempuan 31 32.3 Jumlah 96 100.0 Pendidikan
1 Tidak Sekolah/Tidak Tamat SD 21 21.9
2 SD 32 33.3 3 SLTP 24 25.0 4 SLTA 11 11.5 5 D1/D3/Sarjana 8 8.3 Jumlah 96 100.0 Pekerjaan 1 Buruh 13 13.5 2 Petani 21 21.9 3 Karyawan 11 11.5 4 Pedagang 13 13.5 5 Nelayan 36 37.5 6 PNS/TNI/POLRI 2 2.1 Jumlah 96 100.0 Pendapatan
1 < UMK Kabupaten Deli Serdang 52 54.2
2 ≥ UMK Kabupaten Deli Serdang 44 45.8
Jumlah 96 100.0
4.3 Pengetahuan
Berdasarkan hasil wawancara dengan 96 orang responden diperoleh uraian pengetahuan tentang pengertian, penyebab/vektor, gejala, pengobatan serta upaya pemberantasan penyakit malaria, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4.5. Tabel 4.5 Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Penderita
Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
No Pengetahuan Tidak Ya Total
n % n % n % 1 Penyakit malaria ditularkan nyamuk Anopheles
spp. 0 0.0 96 100.0 96 100.0
2 Ciri nyamuk Anopheles spp. adalah hidup dan berkembang pada kawasan pantai, rawa-rawa, empang, sawah, tambak ikan
74 77.1 22 22.9 96 100.0
3 Cara penularan penyakit malaria terjadi dari
nyamuk ke manusia 22 22.9 74 77.1 96 100.0
4 Gejala klinis penyakit malaria adalah demam
mencapai 400C 20 20.8 76 79.2 96 100.0
5 Gejala klinis penyakit malaria adalah menggigil 7 7.3 89 92.7 96 100.0
6 Gejala klinis penyakit malaria adalah pening 2 2.1 94 97.9 96 100.0
7 Gejala klinis penyakit malaria adalah lemas 2 2.1 94 97.9 96 100.0
8 Gejala klinis penyakit malaria pucat 3 3.1 93 96.9 96 100.0
9 Gejala klinis penyakit malaria adalah nyeri otot 3 3.1 93 96.9 96 100.0 10 Penyakit malaria dapat menyebabkan kematian
bila tidak segera diobati 92 95.8 4 4.2 96 100.0
11 Nyamuk malaria berkembang biak di tempat yang ada genangan airnya (sawah, mata air, saluran irigasi, kolam, genangan air, tambak, payau dan lainnya)
94 97.9 2 2.1 96 100.0
12 Jenis ikan yang memangsa jentik nyamuk
malaria seperti ikan kepala timah dan ikan lele 91 94.8 5 5.2 96 100.0 13 Mengelola lingkungan yang banyak terdapat
genangan air (rawa, sawah, dan tambak) hendaknya dengan cara memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk malaria
92 95.8 4 4.2 96 100.0
14 Nyamuk malaria biasanya suka menggigit pada
malam hari 91 94.8 5 5.2 96 100.0
15 Pakaian yang tergantung merupakan salah satu tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit malaria
Tabel 4.5 (Lanjutan)
17 Upaya mencegah gigitan nyamuk malaria
adalah menggunakan kelambu bila tidur 32 33.3 64 66.7 96 100.0
18 Upaya mencegah gigitan nyamuk malaria
adalah memakai kawat kasa pada ventilasi rumah
16 16.7 80 83.3 96 100.0
19 Cara menentukan (diagnosa) penyakit
malaria adalah pemeriksaan laboratorium 83 86.5 13 13.5 96 100.0
20 Pengobatan penyakit malaria harus
berdasarkan pemeriksaan laboratorium, sehingga pengobatannya tepat dan tidak menimbulkan resistensi obat
92 95.8 4 4.2 96 100.0
21 Penyakit malaria dapat terjadi pada semua
kelompok umur (bayi sampai dewasa) 0 0.0 96 100.0 96 100.0
Sumber : Lampiran 3 (diolah)
Berdasarkan Tabel 4.5 di atas diketahui bahwa sebanyak 96 orang (100,0%) mengetahui bahwa penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles spp., sebanyak 74 orang (77,1%) tidak mengetahui bahwa ciri nyamuk Anopheles spp. adalah hidup dan berkembang pada kawasan pantai, rawa-rawa, empang, sawah, tambak ikan, sebanyak 74 orang (77,1%) mengetahui bahwa cara penularan penyakit malaria terjadi dari nyamuk ke manusia, sebanyak 76 orang (79,2%) mengetahui bahwa gejala klinis penyakit malaria adalah demam mencapai 400
Berdasarkan gejala klinis sebanyak 94 orang (97,9%) mengetahui bahwa gejala klinis penyakit malaria adalah pening, sebanyak 94 orang (97,9%) mengetahui bahwa gejala klinis penyakit malaria adalah lemas, sebanyak 93 orang (96,9%), mengetahui bahwa gejala klinis penyakit malaria adalah pucat, sebanyak C dan sebanyak 89 orang (92,7%) mengetahui bahwa gejala klinis penyakit malaria adalah menggigil.
93 orang (96,9%) mengetahui bahwa gejala klinis penyakit malaria adalah nyeri otot, sebanyak 92 orang (95,8%) tidak tahu bahwa penyakit malaria dapat menyebabkan kematian bila tidak segera diobati dan sebanyak 94 orang (97,9%) tidak tahu bahwa nyamuk malaria berkembang biak di tempat yang ada genangan airnya (sawah, mata air, saluran irigasi, kolam, genangan air, tambak, payau dan lainnya).
Sebanyak 91 orang (94,8%) tidak mengetahui bahwa jenis ikan yang memangsa jentik nyamuk malaria seperti ikan kepala timah dan ikan lele, sebanyak 92 orang (95,8%) tidak mengetahui cara mengelola lingkungan yang banyak terdapat genangan air (rawa, sawah, dan tambak) dengan cara memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk malaria, sebanyak 91 orang (94,8%) tidak mengetahui bahwa nyamuk malaria biasanya suka menggigit pada malam hari dan sebanyak 77 orang (80,2%) mengetahui bahwa pakaian yang tergantung merupakan salah satu tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit malaria
Sebanyak 61 orang (63,5%) mengetahui bahwa upaya mencegah gigitan nyamuk malaria adalah dengan memakai pakaian bila keluar rumah pada malam hari, sebanyak 64 orang (66,7%) mengetahui bahwa upaya mencegah gigitan nyamuk malaria adalah menggunakan kelambu bila tidur dan sebanyak 80 orang (83,3%) mengetahui bahwa upaya mencegah gigitan nyamuk malaria adalah memakai kawat kasa pada ventilasi rumah.
Sebanyak 83 orang (86,5%) tidak mengetahui bahwa cara menentukan (diagnosa) penyakit malaria melalui pemeriksaan laboratorium, sebanyak 92 orang (95,8%) tidak mengetahui bahwa pengobatan penyakit malaria harus berdasarkan pemeriksaan laboratorium, sehingga pengobatannya tepat dan tidak menimbulkan resistensi obat dan sebanyak 96 orang (100,0%) mengetahui bahwa penyakit malaria dapat terjadi pada semua kelompok umur (bayi sampai dewasa).
Secara keseluruhan pengetahuan penderita malaria dikategorikan sedang yaitu sebanyak 47 orang (49,0%), kategori kurang sebanyak 41 orang (42,7%) dan kategori baik sebanyak 8 orang (8,3%). Hal ini berarti esponden mengetahui hanya sebagian tentang pengertian, penyebab/vektor, gejala, pengobatan serta upaya pemberantasan penyakit malaria. Secara rinci distribusi responden berdasarkan kategori pengetahuan dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6 Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Pengetahuan Penderita Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
No Kategori Jumlah Persen
1 Kurang 41 42.7
2 Sedang 47 49.0
3 Baik 8 8.3
Jumlah 96 100.0
4.4 Pengalaman
Pengukuran variabel pengalaman responden tentang penyakit malaria meliputi frekuensi serangan gejala malaria, proses dan pencarian pengobatan dan upaya pencegahan terhadap gejala penyakit malaria seperti pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Distribusi Responden Berdasarkan Pengalaman Penderita Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
No Pengalaman 1 kali 2 kali ≥ 3 kali Total n % n % n % n % Frekuensi Serangan
1 Berapa kali Bapak/Ibu mengalami serangan malaria dalam 1 (satu)
tahun 31 32.3 40 41.7 25 26.0 96 100.0 No Perasaan Sakit Tidak sakit Sakit namun masih bisa bekerja Sangat sakit sampai tidak bisa bekerja Total n % n % n % n % 2 Seberapa sakit yang Bapak/Ibu
rasakan ketika mengalami serangan
malaria? 29 30.2 47 49.0 20 20.8 96 100.0
No Gangguan Aktivitas Tidak
Kadang- kadang
Sangat
sering Total n % n % n % n % 3 Apakah serangan malaria yang
Bapak/Ibu alami mengakibatkan aktivitas atau pekerjaan sehari-hari terganggu? 22 22.9 42 43.8 32 33.3 96 100.0 No Tindakan Tidak melakukan tindakan Membeli obat di warung Mencari pengobatan medis Total n % n % n % n % 4 Tindakan apa yang Bapak/Ibu
lakukan pertama kali setelah
Tabel 4.7 (Lanjutan) No Penyuluhan
Tidak pernah
Kadang-
kadang Sering Total n % n % n % n % 5 Apakah Bapak/Ibu pernah mengikuti
penyuluhan tentang penyakit
malaria? 45 46.9 49 51.0 2 2.1 96 100.0
Sumber: Lampiran 3 (diolah)
Berdasarkan Tabel 4.7 tentang pengalaman responden ditemukan bahwa sebanyak 40 orang (41,7%) mengalami frekuensi serangan 2 (dua) kali dalam satu tahun. Sebanyak 47 orang (49%) menyatakan rasa sakit yang dialaminya ketika mengalami serangan malaria adalah sakit dan belum sampai mengganggu aktivitas, sedangkan yang menyatakan kadang-kadang serangan malaria sampai mengganggu aktivitas sebanyak 42 orang (43,8%), sebanyak 50 orang (52,1%) menyatakan tindakan yang dilakukan bila terserang malaria dengan membeli obat ke warung yang terdekat dan sebanyak 49 orang (51,0%), menyatakan kadang- kadang mengikuti penyuluhan.
Secara keseluruhan pengalaman responden tentang penyakit malaria sebanyak 40 orang (41,7%) dengan serangan 2 kali dalam satu tahun, sebanyak 31 orang (32,3%) dengan serangan 1 kali dalam satu tahun, sebanyak 11 orang (11,4%) dengan serangan 3 kali dalam satu tahun, sebanyak 10 orang (10,2%) dengan serangan 4 kali dan 4 orang (4.2%) serangan 5 kali. Secara rinci distribusi responden berdasarkan pengalaman penderita malaria dapat dilihat pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8 Distribusi Responden Berdasarkan Pengalaman Penderita Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
No Pengalaman Jumlah Persen
1 1 kali 31 32.3 2 2 kali 40 41.7 3 3 kali 11 11.4 4 4 kali 10 10.4 5 5 kali 4 4.2 Jumlah 96 100.0
Sumber : Lampiran 3 (diolah)
Pengalaman responden terhadap serangan malaria dikategorikan dari nilai rata-rata (mean) yaitu 3 kali. Dikategorikan jarang bila serangan kurang dari 3 kali (<3 kali) sebanyak 71 orang (74,0%) dan dikatakan sering apabila serangan di atas dan sama dengan rata-rata (≥ 3 kali) sebanyak 25 orang (26,0%).
4.5 Minat
Hasil wawancara dengan 96 orang responden tentang minat terhadap penyakit malaria dapat dilihat pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9 Distribusi Responden Berdasarkan Minat terhadap Penyakit Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
No Minat Tidak Ya Total
n % n % n % 1 Setelah mengalami gejala penyakit malaria,
apakah Bapak/Ibu mempunyai minat untuk memeriksakan lebih lanjut melalui
pemeriksaan darah di laboratorium? 50 52.1 46 47.9 96 100.0
2 Setelah mengalami gejala penyakit malaria, apakah Bapak/Ibu mempunyai minat untuk
segera mencari pengobatan medis? 42 43.8 54 56.2 96 100.0
3 Setelah mengalami gejala penyakit malaria, apakah Bapak/Ibu mempunyai minat untuk
meningkatkan pemeliharaan kesehatan diri? 44 45.8 52 54.2 96 100.0
4 Setelah mengalami gejala penyakit malaria, apakah Bapak/Ibu mempunyai minat untuk
menghindari gigitan nyamuk? 40 41.7 56 58.3 96 100.0
Berdasarkan Tabel 4.9 di atas, minat responden dalam meningkatkan derajat kesehatannya setelah mengalami gejala penyakit malaria adalah sebanyak 50 orang (52,1%) menyatakan tidak mempunyai minat untuk memeriksakan diri lebih lanjut dengan pemeriksaan darah di laboratorium, sebanyak 54 orang (56,2%) menyatakan mempunyai minat untuk segera mencari pengobatan medis, dan sebanyak 52 orang (54,2%) menyatakan mempunyai minat untuk meningkatkan pemeliharaan kesehatan diri serta sebanyak 56 orang (58,3%) menyatakan mempunyai minat untuk menghindari gigitan nyamuk.
Secara keseluruhan minat responden untuk meningkatkan derajat kesehatannya melalui tindakan diagnosa dini, pengobatan segera, peningkatan daya tahan tubuh dan tindakan untuk mencegah penularan dikategorikan rendah yaitu sebanyak 45 orang (46,9%), kategori tinggi sebanyak 28 orang (29,1%) dan kategori sedang sebanyak 23 orang (24,0%). Hal ini berarti responden hanya mempunyai kecenderungan hati yang rendah terhadap diagnosa dini, pengobatan segera, pemeliharaan kesehatan dan tindakan untuk mencegah penularan penyakit malaria. Distribusi responden berdasarkan kategori minat terhadap penyakit malaria dapat dilihat pada Tabel 4.10.
Tabel 4.10 Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Minat terhadap Penyakit Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
No Kategori Jumlah Persen
1 Rendah 45 46.9
2 Sedang 23 24.0
3 Tinggi 28 29.1
Jumlah 96 100.0
4.6 Persepsi
Persepsi penderita tentang penyakit malaria meliputi penyebab, gejala, pencegahan dan pengobatan. Distribusi responden berdasarkan persepsi tentang penyakit malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang dapat dilihat pada Tabel 4.11.
Tabel 4.11 Distribusi Responden Berdasarkan Persepsi tentang Penyakit Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
No Persepsi
Tidak Setuju
Kurang
Setuju Setuju Total
n % n % n % n %
Penyebab Malaria
1 Menurut Bapak/Ibu penyakit malaria ditularkan melalui
gigitan nyamuk Anopheles spp. 6 6.3 31 32.2 59 61.5 96 100.0 2 Menurut persepsi Bapak/Ibu
bahwa penyakit malaria dapat
menular kepada keluarga 17 17.7 21 21.9 58 60.4 96 100.0 Gejala
3 Menurut Bapak/Ibu bahwa gejala penyakit malaria adalah
demam 10 10.4 28 29.2 58 60.4 96 100.0
4 Menurut Bapak/Ibu bahwa gejala penyakit malaria adalah
menggigil 10 10.4 36 37.5 50 52.1 96 100.0 5 Menurut Bapak/Ibu bahwa
gejala penyakit malaria adalah
berkeringat 10 10.4 36 37.5 50 52.1 96 100.0 6 Menurut Bapak/Ibu bahwa
gejala penyakit malaria adalah
sakit kepala/pening 9 9.4 38 39.6 49 51.0 96 100.0 7 Menurut Bapak/Ibu bahwa
gejala penyakit malaria adalah
mual 18 18.7 54 56.3 24 25.0 96 100.0
8 Menurut Bapak/Ibu bahwa gejala penyakit malaria adalah
Tabel 4.11 (Lanjutan) 9 Menurut Bapak/Ibu bahwa
gejala lain dari penyakit
malaria adalah mulut berbuih 50 52.1 42 43.7 4 4.2 96 100.0 Pencegahan
10 Menurut Bapak/Ibu bahwa pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk
Anopheles 38 39.6 16 16.7 42 43.8 96 100.0
11 Menurut Bapak/Ibu bahwa pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan
memasang kawat kasa 37 38.5 21 21.9 38 39.6 96 100.0 12 Menurut Bapak/Ibu bahwa
pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu saat
tidur 31 32.3 41 42.7 24 25.0 96 100.0
13 Menurut Bapak/Ibu bahwa pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan menggunakan obat anti nyamuk
28 29.2 41 42.7 27 28.1 96 100.0
14 Menurut Bapak/Ibu bahwa pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan memberantas jentik
33 34.4 36 37.5 27 28.1 96 100.0 15 Menurut Bapak/Ibu bahwa
pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
32 33.3 43 44.8 21 21.9 96 100.0
16 Menurut Bapak/Ibu bahwa penyakit malaria merupakan penyakit yang berbahaya apabila tidak diobati dengan segera
Tabel 4.11 (Lanjutan) 17
Menurut Bapak/Ibu bahwa penyakit malaria dapat diobati dengan meminum obat malaria dari petugas medis/kesehatan
32 33.3 30 31.3 34 35.4 96 100.0 18
Menurut Bapak/Ibu bahwa penyakit malaria dapat diobati dengan meminum obat yang dibeli dari warung
31 32.3 26 27.1 39 40.6 96 100.0
Pengobatan 19
Menurut Bapak/Ibu bahwa penyakit malaria setelah sembuh diobati dapat terkena lagi bila digigit nyamuk Anopheles
12 12.5 38 39.6 46 47.9 96 100.0
Sumber: Lampiran 3 (diolah)
Berdasarkan Tabel 4.11 di atas, persepsi responden tentang penyakit malaria meliputi penyebab, gejala, pencegahan dan pengobatan ditemukan bahwa sebanyak 59 orang (61,5%) menyatakan setuju bahwa penyebab penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles spp. dansebanyak 58 orang (60,4%) menyatakan setuju bahwa penyakit malaria dapat menular kepada keluarga.
Persepsi responden tentang gejala penyakit malaria adalah sebanyak 58 orang (60,4%) menyatakan setuju bahwa gejala penyakit malaria adalah demam, sebanyak 50 orang (52,1%) menyatakan setuju bahwa gejala penyakit malaria adalah menggigil, sebanyak 50 orang (52,1%) menyatakan setuju bahwa gejala penyakit malaria adalah berkeringat, sebanyak 49 orang (51,0%) menyatakan setuju gejala penyakit malaria adalah sakit kepala/pening, sebanyak 54 orang
(56,3%) menyatakan kurang setuju bahwa gejala penyakit malaria adalah mual, sebanyak 50 orang (52,1%) menyatakan kurang setuju bahwa gejala penyakit malaria adalah muntah dan sebanyak 50 orang (52,1%) menyatakan tidak setuju bahwa gejala penyakit malaria mulut berbuih.
Persepsi responden tentang pencegahan penyakit malaria adalah sebanyak 42 orang (43,8%) menyatakan setuju bahwa pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk Anopheles spp., sebanyak 38 orang (39,6%) menyatakan setuju bahwa pencegahan penyakit malaria dilakukan dengan memasang kawat kasa, sebanyak 41 orang (42,7%) menyatakan kurang setuju bahwa pencegahan penyakit malaria dilakukan dengan menggunakan kelambu saat tidur, sebanyak 41 orang (42,7%) menyatakan kurang setuju bahwa pencegahan penyakit malaria dilakukan dengan menggunakan obat anti nyamuk (Autan), sebanyak 36 orang (37,5%) menyatakan kurang setuju bahwa pencegahan penyakit malaria dilakukan dengan memberantas jentik, sebanyak 43 orang (44,8%) menyatakan kurang setuju bahwa pencegahan penyakit malaria dilakukan dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk dan sebanyak 47 orang (49,0%) menyatakan kurang setuju bahwa penyakit malaria merupakan penyakit yang berbahaya apabila tidak diobati dengan segera.
Persepsi responden tentang pengobatan penyakit malaria ditemukan sebanyak 34 orang (35,4%) menyatakan setuju bahwa penyakit malaria dapat diobati dengan meminum obat malaria dari petugas medis/kesehatan, sebanyak 39 orang (40,6%) menyatakan setuju bahwa penyakit malaria dapat diobati dengan
meminum obat yang dibeli dari warung dan sebanyak 46 orang (47,9%) menyatakan setuju bahwa penyakit malaria setelah sembuh diobati dapat terkena lagi bila digigit nyamuk Anopheles spp.
Secara keseluruhan persepsi penderita tentang penyakit malaria meliputi penyebab, gejala, pencegahan dan pengobatan dikategorikan sedang, yaitu sebanyak 44 orang (45,8%), kategori baik sebanyak 30 orang (31,3%), dan kategori kurang baik sebanyak 22 orang (22,9%). Hal ini berarti bahwa responden dapat memberikan makna positif hanya sebagian terhadap penyebab, gejala, pencegahan dan pengobatan responden seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4.12. Tabel 4.12 Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Persepsi tentang
Penyakit Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
No Persepsi Jumlah Persen
1 Kurang Baik 22 22,9
2 Sedang 44 45,8
3 Baik 30 31,3
Jumlah 96 100.0
Sumber: Lampiran 3 (diolah)
4.7 Analisis Bivariat
Untuk mengidentifikasi variabel bebas (pengetahuan, pengalaman dan minat) berhubungan atau tidak dengan variabel terikat yaitu persepsi penderita tentang penyakit malaria, maka dilakukan analisis bivariat.
4.7.1 Hubungan Pengetahuan dengan Persepsi Penderita Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Berdasarkan hasil analisis statistik Chi Square diketahui bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan persepsi penderita malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (p<0,05).
Tabel 4.13 Hubungan Pengetahuan dengan Persepsi Penderita Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Pengetahuan
Persepsi
Jumlah
p
Kurang Baik Sedang Baik
n % n % n % n %
Kurang baik 16 39.0 21 51.2 4 9.8 41 100.0
0.000 Sedang 6 12.8 21 44.7 20 42.6 47 100.0
Baik 0 0.0 2 25.0 6 75.0 8 100.0
Sumber : Lampiran 3 (diolah)
4.7.2 Hubungan Pengalaman dengan Persepsi Penderita Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Berdasarkan hasil analisis statistik chi square diketahui bahwa terdapat hubungan pengalaman dengan persepsi penderita malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (p<0,05).
Tabel 4.14 Hubungan Pengalaman dengan Persepsi Penderita Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Pengalaman
Persepsi
Jumlah
p
Kurang Baik Sedang Baik
n % n % n % n %
Jarang 10 14.1 37 52.1 24 33.8 71 100.0
0.002 Sering 12 48.0 7 28.0 6 24.0 25 100.0
4.7.3 Hubungan Minat dengan Persepsi Penderita Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Berdasarkan hasil analisis statistik Chi Square diketahui bahwa terdapat hubungan minat dengan persepsi penderita malaria di Kecamatan Pantai Labu (p<0,05).
Tabel 4.15 Hubungan Minat dengan Persepsi Penderita Malaria di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
Minat
Persepsi
Jumlah
p
Kurang Baik Sedang Baik
n % n % n % n %
Rendah 18 40.0 21 46.7 6 13.3 45 100.0
0,000 Sedang 2 8.7 14 60.9 7 30.4 23 100.0
Tinggi 2 7.1 9 32.1 17 60.7 28 100.0 Sumber : Lampiran 3 (diolah)