• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Responden

Dalam dokumen Perilaku Ibu Terhadap Pelaksanaan Pap Smear (Halaman 42-48)

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Responden

a. Karakteristik Responden

Tabel 5.1

Distribusi frekuensi karakteristik responden Puskesmas Soposurung Kec. Balige Kab Tobasa tahun 2015 (n=67)

Karakteristik Frekuensi Presentase Usia 22-26 Tahun 27-31 Tahun 32-35 Tahun 15 31 21 22,4 46,3 31,3 Pendidikan SD SMP SMA PT 3 10 44 10 4,5 14,9 65,7 14,9 Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja 20 47 29,9 70,1

Berdasarkan tabel 5.1 dapat lihat bahwa umur responden 22-26 tahun sebanyak 15 orang (22,4%) lebih tinggi dibandingkan umur responden 27-31 tahun sebanyak 27-31 orang (46,3%). Tingkat pendidikan responden terbanyak adalah tingkat pendidikan SMA sebanyak 44 orang (65,7%)

sedangkan jumlah SMP dan PT sama 10 orang (14,9%). Sebagian responden adalah bekerja yaitu 20 orang (29,9%) dan responden yang tidak bekerja berjumlah 47 orang (70,1%).

b. Pengetahuan tentang Pap Smear Tabel 5.3

Distribusi frekuensi pengetahuan responden tentang Pap Smear berdasarkan pengetahuan kategori di Puskesmas Soposurung Kec. Balige Kab Tobasa

tahun 2015 (n=67)

Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)

Baik Cukup Kurang 40 25 2 59,7 37,3 3

Pada tabel 5.2 dapat dilihat bahwa berdasarkan kategori pengetahuan lebih banyak responden dengan pengetahuan tinggi yaitu 40 orang (59,7%) dibandingkan dengan kategori rendah yaitu 2 orang (3%).

Tabel 5.4

Distribusi jawaban pengetahuan responden tentang Pap Smear berdasarkan pengetahuan kategori di Puskesmas Soposurung Kec. Balige Kab Tobasa

tahun 2015 (n=67)

No Pertanyaan Jawaban Responden Jumlah

Benar Salah

F % F % F %

1 Apakah yang dimaksud dengan pap smear?

51 76,1 16 23,9 67 100 2 Apakah tujuannya dilakukan pap

smear?

52 77,6 15 22,4 67 100 3 Siapakah yang sebaiknya

mengikuti pemeriksaan pap smear?

57 85,1 10 14,9 67 100

4 Menurut ibu,kapankah pemeriksaan pap smear untuk pertama kalinya dilakukan?

57 85,1 10 14,9 67 100

5 Pemeriksaan dengan metode pap smear sebaiknya dilakukan

setiap?

6 Sebelum melakukan pap smear,ibu harus berada dalam kondisi seperti dibawah ini?

51 76,1 16 23,9 67 100

7 Bagaimanakah prosedur pemeriksaan pap smear?

50 74,6 17 25,4 67 100 8 Apakah resiko tidak dilakukan

pemeriksaan pap smear?

50 74,6 17 25,4 67 100 9 Dibawah ini merupakan salah

satu proses yang dapat membantu penyebaran kanker serviks melalui kecuali?

51 76,1 16 23,9 67 100

10 Menurut ibu,terdiri dari

berapakah stadium pada kanker leher rahimtersebut?

41 61,2 26 38,8 67 100

Dari tabel terlihat bahwa sebagian besar responden sebanyak 57 orang responden (85,1%) menjawab benar pada poin 3 dan poin 4 sedangkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 17 orang (25,4%) menjawab salah pada poin 7 dan poin 8.

2. Sikap tentang Pap Smear

Tabel 5.5

Distribusi frekuensi sikap responden tentang Pap Smear berdasarkan sikap kategori di Puskesmas Soposurung Kec. Balige Kab Tobasa

tahun 2015

Sikap Frekuensi Persentase (%)

Positif Negatif 66 1 98,5 1,5

Dari tabel 5.3 menunjukkan sikap responden dengan pemeriksaan pap smear dengan kategori baik 66 orang (98,5%) dan kategori kurang 1 orang (1,5%).

Tabel 5.5

Distribusi frekuensi sikap responden tentang Pap Smear berdasarkan sikap kategori di Puskesmas Soposurung Kec. Balige Kab Tobasa

tahun 2015 (n=67)

No Pernyataan Jawaban Responden Jmlh

SS S R TS STS

f % f % f % f % f % f % 1 Pap smear adalah

metode pemeriksaan alat kandungan yang sangat efektif,aman dan tidak nyeri 25 37,3 23 34,4 15 22,4 4 6,6 0 0 67 100 2 Pemeriksaan pap smear perlu dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya kanker leher rahim 23 34,3 26 38,8 11 16,4 7 10,4 1 1,5 67 100

3 Karena saya telah menikah dan aktif melakukan hubungan

seksual dengan suami, saya harus mengikuti pap smear secara rutin setiap tahun. 22 32,8 25 37,3 15 22,4 4 6,0 2 3,0 67 100 4 Saya merasa senang dan tidak perlu merasa takut lagi terkena kanker serviks karena dengan test pap smear gejala timbulnya penyakit tersebut dapat diketahui sejak awal. 30 44,8 16 23,9 17 25,4 2 3,0 2 3,0 67 100 5 Mencegah penyakit kanker mulut rahim dengan pap smear lebih dari pada mengobati penyakit tersebut

24 35,8 24 35,8 14 20,9 4 6,0 1 1,5 67 100

6 Ada rasa malu dan takut untuk mengikuti test pap smear ini,karena bersifat pribadi sekali 0 0 8 11,9 16 23,9 23 34,3 20 29,9 67 100

7 Saya baru akan mengikuti

pemeriksaan ini jika telah merasakan

keluhan keluhan pada alat kelamin saya 8 Pemeriksan pap smear dapat membahayakan tubuh 1 1,5 5 7,5 14 20,9 29 43,3 18 26,9 67 100 9 Selain itu pemeriksaan pap smear juga dapat menyebabkan stress

0 0 4 6,0 15 22,4 27 40,3 21 31,3 67 100

10 Dewasa ini, pap smear telah menjadi agenda tahunan yang bersifat

mengganggu bagi para ibu

1 1,5 3 7,5 12 17,9 23 40,3 24 35,8 67 100

Dari tabel diatas terlihat bahwa untuk pernyataan positif, mayoritas responden yaitu 30 orang (44,8%) menyatakan sangat setuju pada poin soal keempat, sedangkan 26 orang responden (38,8%) menyatakan setuju pada poin soal kedua, sebanyak 17 orang responden (25,4%) menyatakan ragu-ragu pada poin soal keempat, sebanyak 29 orang responden (43,3%) menyatakan tidak setuju pada poin soal kedua, sebanyak 2 orang responden (3,0%) menyatakan sangat tidak setuju pada poin soal keempat.

3. Tindakan tentang Pap Smear

Tabel 5.6

Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Pap Smear Berdasarkan Tindakan Kategori Di Puskesmas Soposurung Kec. Balige Kab Tobasa

Tahun 2015

Sikap Frekuensi Persentase

Dilakukan Tidak Dilakukan 28 39 41,8 58,2

Berdasarkan tabel 5.6 dapat dilihat responden yang pernah melakukan pemeriksaan pap smear sebanyak 28 orang (41,8%) dan yang tidak pernah melakukan pemeriksaan pap smear sebanyak 39 orang (58,2%).

Tabel 5.6

Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tentang Pap Smear Berdasarkan Tindakan Kategori Di Puskesmas Soposurung Kec. Balige Kab Tobasa

Tahun 2015 (n=67)

No Pernyataan Jawaban Responden Jumlah

Ya Tidak

f % f % f %

1 Ibu rutin datang kepuskesmas 48 71,6 19 28,4 67 100

2 Apakah ibu melakukan pemeriksaan pap smear

30 44,8 37 55,2 67 100

3 Apakah ibu melakukan rutin pemeriksaan pap smear setiap 6-12 bulan

31 46,3 36 53,7 67 100

4 Ibu datang ke puskesmas setelah 2 minggu menstruasi, pap smear dilakukan

36 53,7 31 46,3 67 100

5 Pemeriksaan pap smear dilakukan setelah menikah

34 50,7 33 49,3 67 100

6 Ibu melakukan pemeriksaan pap smear setelah ada keluhan.

37 55,2 30 44,8 67 100

7 Apakah ibu pencegahan kanker serviks selain pap smear

35 52,2 32 47,8 67 100

8 Ibu menganjurkan pemeriksaan pap smear kepada keluarga

41 61,2 26 38,8 67 100

9 Apakah ibu pernah diberi penjelasan resiko tidak dilakukan pap smear

33 49,3 34 50,7 67 100

10 Pemeriksaan pap smear disetujui suami

40 59,7 27 40,3 67 100

Dari tabel diatas terlihat bahwa sebanyak 48 orang responden (71,6%) menyatakan rutin datang ke puskesmas sedangkan sebanyak 19 orang responden (28,4%) menyatakan tidak rutin datang ke puskesmas. Namun 44,8% ibu yang melakukan pemeriksaan pap smear dan yang tidak melakukan sebanyak 55,2%. Dan 46,3% ibu melakukan rutin pemeriksaan pap smear setiap 6-12 bulan dan yang tidak melakukan 53,7%, sedangkan responden yang datang kepuskesmas setelah 2 minggu mentruasi pap smear

dilakukan sebanyak 53,7% dan yang tidak melakukan 46,3% dan 50,7% responden yang melakukan pemeriksaan pap smear dilakukan setelah menikah dan yang tidak 49,3%. Sedangkan ibu yang melakukan pemeriksaan pap smear setelah ada keluhan sebanyak 55,2% dan yang tidak melakukan 44,8%, dan 52,2% ibu yang melakukan pencegahan kanker serviks selain pap smear dan yang tidak melakukan 47,8%. Sedangkan 61,2% ibu menganjurkan pemeriksaan pap msear kepada keluarga, dan tidak melakukan sebanyak 38,8% dan 49,3% ibu pernah diberi penjelasan resiko tidak dilakukan pap smear dan yang tidak melakukan 50,7%. Ada 59,7% responden di setujui suami melakukan pemeriksaan pap smear dan yang tidak disetujui sebanyak 40,3%.

B. Pembahasan

Dalam dokumen Perilaku Ibu Terhadap Pelaksanaan Pap Smear (Halaman 42-48)

Dokumen terkait