HASIL PENELITIAN
5.4 Karakteristik Responden
Dalam penelitian ini, karakteristik responden meliputi umur, tingkat pendidikan, riwayat penyakit, dan riwayat keturunan (genetik). Pengambilan sampel dilakukan pada ibu rumah tangga yang tinggal menetap di kawasan pemukiman kawasan Kanginan DKA, Ngaglik DKA dan Ngemplak dengan umur minimal 25 tahun, terpapar bising dan getaran kereta api minimal 8 jam di rumah dan tidak mengalami obesitas. Jumlah responden seluruhnya adalah 53 orang. Pengukuran dan pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan pengukuran langsung kepada responden meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan.
5.4.1 Karakteristik responden menurut umur
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis pengaruh tingkat kebisingan dan getaran kereta api pada tekanan ibu rumah tangga di pemukiman pinggiran rel kereta api Jalan Ambengan Surabaya didapatkan distribusi responden menurut umur yang disajikan pada Tabel 5.3.
Tabel 5.3 Distribusi Ibu Rumah Tangga Menurut Umur di Daerah Pemukiman
Pinggiran Rel Kereta Api Jalan Ambengan Surabaya kawasan Kanginan DKA, Ngaglik DKA dan Ngemplak, Mei 2015
Kelompok Umur
Kanginan DKA, Ngaglik
DKA Ngemplak
n % n %
<45 tahun 16 55,2 14 58,3
≥45 tahun 13 44,8 10 41,7
Total 29 100,0 24 100,0
Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 5.3 diketahui bahwa sebagian besar responden (ibu rumah tangga) yang tinggal dan menetap di kawasan pemukiman
tahun sebanyak 16 orang (55,2%). Sedangkan yang berada pada kelompok umur ≥45 tahun sebanyak 13 orang dengan persentase 44,8%. Sementara itu, responden (ibu rumah tangga) yang tinggal dan menetap di kawasan pemukiman Ngemplak sebagian besar berada pada kelompok umur <45 tahun sebanyak 14 orang dengan persentase 58,3% dan yang berada pada kelompok umur ≥ 45 tahun sebanyak 10 orang (41,7%). Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa umur terbanyak responden di kedua lokasi adalah kelompok umur < 45 tahun.
5.4.2 Karakteristik responden menurut tingkat pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis pengaruh tingkat kebisingan dan getaran kereta api pada tekanan ibu rumah tangga di pemukiman pinggiran rel kereta api Jalan Ambengan Surabaya didapatkan distribusi responden menurut tingkat pendidikan responden yang disajikan pada Tabel 5.4.
Tabel 5.4 Distribusi Ibu Rumah Tangga Menurut Tingkat Pendidikan di Daerah
Pemukiman Pinggiran Rel Kereta Api Jalan Ambengan Surabaya kawasan Kanginan DKA, Ngaglik DKA dan Ngemplak, Mei 2015
Tingkat Pendidikan
Kanginan DKA,
Ngaglik DKA Ngemplak
n % n % Tidak Sekolah 2 6,9 1 4,2 SD / Sederajat 10 34,5 7 20,8 SMP / Sederajat 5 17,2 5 18,9 SMA / Sederajat 12 41,4 8 33,3 Perguruan Tinggi 0 0,0 3 12,5 Total 29 100,0 24 100,0
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa sebagian besar responden ibu rumah tangga di pemukiman pinggiran rel kereta api Kanginan DKA dan Ngaglik DKA mayoritas adalah lulusan SMA/ Sederajat sebanyak 12 orang dengan persentase 41,4%, lulusan SD/Sederajat 10 orang (34,5%), lulusan
SMP/Sederajat sebanyak 5 orang (17,2%), dan tidak sekolah sebanyak 2 orang (6,9%). Sedangkan di pemukiman yang jauh dari rel kereta api yaitu di Jalan Ngemplak mayoritas responden ibu rumah tangga adalah lulusan SMA/Sederajat sebanyak 8 orang dengan persentase 33,3%, lulusan SD/Sederajat 7 orang (20,8%), lulusan SMP/Sederajat 5 orang (18,9%), lulusan Perguruan Tinggi 3 orang (12,5%) dan tidak sekolah sebanyak 1 orang (4,2%). Dari hasil tersebut, terlihat bahwa dari kedua lokasi penelitian sebaran tingkat pendidikan responden ibu rumah tangga terbanyak yaitu lulusan SMA/Sederajat.
5.4.3 Karakteristik responden menurut riwayat keturunan (genetik)
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis pengaruh tingkat kebisingan dan getaran kereta api pada tekanan ibu rumah tangga di pemukiman pinggiran rel kereta api Jalan Ambengan Surabaya didapatkan distribusi responden menurut riwayat keturunan (genetik) pada responden yang disajikan pada Tabel 5.5.
Tabel 5.5 Distribusi Ibu Rumah Tangga Menurut Riwayat Keturunan Hipertensi
di Daerah Pemukiman Pinggiran Rel Kereta Api Jalan Ambengan Surabaya kawasan Kanginan DKA, Ngaglik DKA dan Ngemplak, Mei 2015
Genetik Hipertensi
Kanginan DKA,
Ngaglik DKA Ngemplak
n % n %
Ada 11 37,9 9 37,5
Tidak Ada 18 62,1 15 62,5
Total 29 100,0 24 100,0
Berdasarkan hasil wawancara kepada responden ibu rumah tangga, didapatkan hasil bahwa responden yang berada di pemukiman pinggiran rel kereta api Jalan Kanginan DKA dan Ngaglik DKA yang memiliki keluarga dengan
(62,1%) tidak memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi. Sedangkan responden ibu rumah tangga yang tinggal di pemukiman Jalan Ngemplak, sebanyak 9 orang (37,5%) yang memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi dan sisanya 15 orang (62,5%) tidak memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi. Sehingga, dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa pada kedua kelompok tersebut, sebagian besar tidak memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi.
5.4.4 Karakteristik responden menurut riwayat penyakit
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis pengaruh tingkat kebisingan dan getaran kereta api pada tekanan ibu rumah tangga di pemukiman pinggiran rel kereta api Jalan Ambengan Surabaya didapatkan distribusi responden menurut riwayat penyakit responden yang disajikan pada Tabel 5.6.
Tabel 5.6 Distribusi Responden Menurut Riwayat Hipertensi di Daerah
Pemukiman Pinggiran Rel Kereta Api Jalan Ambengan Surabaya kawasan Kanginan DKA, Ngaglik DKA dan Ngemplak, Mei 2015
Riwayat Hipertensi
Kanginan DKA,
Ngaglik DKA Ngemplak
n % n %
Ya 5 17,2 3 12,5
Tidak 24 82,8 21 87,5
Total 29 100,0 24 100,0
Berdasarkan hasil wawancara kepada responden ibu rumah tangga, didapatkan hasil bahwa responden yang berada di pemukiman pinggiran rel kereta api kawasan Kanginan DKA Selatan dan Ngaglik DKA yang memiliki riwayat hipertensi sebanyak 5 orang dengan persentase 17,2%, sedangkan 24 orang (62,1%) tidak memiliki riwayat hipertensi. Sementara itu, responden ibu rumah tangga yang tinggal di pemukiman kawasan Ngemplak yang memiliki riwayat
riwayat hipertensi sebanyak 15 orang (62,5%). Sehingga, dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa pada kedua kelompok tersebut, sebagian besar responden ibu rumah tangga tidak memiliki riwayat hipertensi.
5.4.5 Faktor Perilaku
Faktor perilaku yang dianalisis pada penelitian ini yaitu kebiasaan mengkonsumsi kopi dan konsumsi garam per hari. Distribusi responden berdasarkan faktor perilaku tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.7.
Tabel 5.7 Distribusi Responden Menurut Faktor Perilaku di Daerah Pemukiman
Pinggiran Rel Kereta Api Jalan Ambengan Surabaya kawasan Kanginan DKA, Ngaglik DKA dan Ngemplak, Mei 2015
Variabel
Kanginan DKA,
Ngaglik DKA Ngemplak
n % n % Konsumsi Kopi Ya 11 37,9 4 16,7 Tidak 18 62,1 20 83,3 Total 29 100,0 24 100,0 Konsumsi Garam < 5 gram/hari 22 75,9 14 58,3 > 5gram/hari 7 24,1 10 41,7 Total 29 100,0 24 100,0
Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa sebagian besar responden ibu rumah tangga di kawasan pemukiman pinggiran rel kereta api kawasan Kanginan DKA dan Ngaglik DKA tidak mengkonsumsi kopi yaitu 18 orang (62,1%), sedangkan sisanya 11 orang (37,9%) memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi. Sementara itu, responden ibu rumah tangga yang tinggal di pemukiman kawasan Ngemplak sebagian besar tidak memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi yaitu sebanyak 20 orang (83,3%) dan 4 orang (16,7%) memiliki kebiasaan
mengkonsumsi kopi. Dari hasil tersebut terlihat bahwa mayoritas responden di kedua lokasi tidak memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi.
Pola konsumsi garam responden ibu rumah tangga yang berada di kawasan pemukiman pinggiran rel kereta api kawasan Kanginan DKA dan Ngaglik DKA yang mengkonsumsi garam <5 gram per hari adalah 22 orang (75,9%) dan yang mengkonsumsi garam >5 gram per hari adalah 7 orang (24,1%). Sementara itu, responden ibu rumah tangga yang tinggal di pemukiman kawasan Ngemplak yang mengkonsumsi garam <5 gram per hari adalah 14 orang (58,3%) dan yang mengkonsumsi garam >5 gram per hari adalah 10 orang (41,7%). Dari hasil tersebut terlihat bahwa mayoritas responden ibu rumah tangga di kedua lokasi penelitian memiliki kebiasaan mengkonsumsi garam <5gram per hari.
5.4.6 Faktor Pemaparan
Faktor pemaparan yang dianalisis pada penelitian ini adalah lama tinggal responden di kawasan pemukiman pinggiran rel kereta api Jalan Ambengan Surabaya. Distribusi responden berdasarkan indikator tersebut disajikan dalam Tabel 5.8.
Tabel 5.8 Distribusi Responden Menurut Lama Tinggal di Daerah Pemukiman
Pinggiran Rel Kereta Api Jalan Ambengan Surabaya kawasan Kanginan DKA, Ngaglik DKA dan Ngemplak, Mei 2015
Lama Tinggal
Kanginan DKA,
Ngaglik DKA Ngemplak
n % n %
<5 tahun 2 6,9 0 0,0
≥5 tahun 27 93,1 24 100,0
Total 29 100,0 24 100,0
Kanginan DKA dan Ngaglik DKA adalah tinggal dan menetap di perumahan tersebut selama ≥5 tahun yaitu 27 orang (93,1%) dan 2 orang (37,9%) tinggal dan menetap di pemukiman tersebut <5 tahun. Sementara itu, responden ibu rumah tangga yang tinggal di pemukiman kawasan Ngemplak semua responden telah tinggal dan menetap dipemukiman daerah Jalan Ngemplak selama ≥5 tahun.
5.4.7 Tekanan darah responden
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis pengaruh tingkat kebisingan dan getaran kereta api pada tekanan ibu rumah tangga di pemukiman pinggiran rel kereta api Jalan Ambengan Surabaya didapatkan distribusi responden menurut status hipertensi yang disajikan pada Tabel 5.9.
Tabel 5.9 Distribusi Responden Menurut Status Hipertensi di Daerah Pemukiman
Pinggiran Rel Kereta Api Jalan Ambengan Surabaya kawasan Kanginan DKA, Ngaglik DKA dan Ngemplak, Mei 2015
Status Hipertensi
Kanginan DKA,
Ngaglik DKA Ngemplak
n % n %
Normal 10 34,5 15 62,5
Hipertensi 19 65,5 9 37,5
Total 29 100,0 24 100,0
Berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah kepada responden ibu rumah tangga, didapatkan hasil bahwa mayoritas responden yang berada di pemukiman pinggiran rel kereta api kawasan Kanginan DKA dan Ngaglik DKA adalah hipertensi sebanyak 19 orang (65,5%). Sementara itu, responden ibu rumah tangga yang tinggal di pemukiman kawasan Ngemplak mayoritas adalah normal sebanyak 15 orang (62,5%).