• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Sampel Berdasarkan Luas Lahan

BAB IV DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN

4.2 Karekteristik Sampel

4.2.4 Karakteristik Sampel Berdasarkan Luas Lahan

No. Luas Lahan (Ha) Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

Sumber : Analisis Data Primer, Lampiran 4

Dari tabel 4.7. dapat diketahui bahwa rata-rata sebanyak 12 orang tua pemuda

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Minat Pemuda Desa Dalam Melanjutkan Usahatani Keluarga

Minat pemuda desa diketahui dengan menggunakan kuesioner. Dari seluruh hasil jawaban yang diperoleh dari 30 pemuda desa maka skor dari jawaban pemuda desa dikategorikan menjadi dua, yaitu minat dan tidak minat. Hasil kategorisasi tingkat minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani kelapa sawit keluarga disajikan pada Tabel 5.1.

Tabel 5.1. Hasil Kategorisasi Minat Pemuda Desa Dalam Melanjutkan Usahatani Keluarga

No. Kategori Jumlah Pemuda Persentase

(orang) (%)

1 Minat 27 90

2 Tidak Minat 3 10

Jumlah 30 100

Sumber :Data Primer Diolah

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah pemuda desa yang berminat dalam melanjutkan usahatani keluarga sebanyak 27 orang dan jumlah yang tidak berminat sebanyak 3 orang. Banyak pemuda desa yang berminat dalam melanjutkan usahatani namun belum tentu mau untuk bekerja dibidang pertanian dan mengandalkan tenaga kerja dari luar keluarga atau buruh tani.

5.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemuda Desa dalam Melanjutkan Usahatani Keluarga.

5.2.1 Uji Kesesuaian Model

1. Menilai Kelayakan Model (Goodness Fit of Test)

Berdasarkan Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test pada pengolahan data SPSS diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 5.2. Hasil Uji Hosmer dan Lemeshow Test Hosmer and Lemeshow Test

Step Chi-square Df Sig.

1 2,418 8 0,965

Sumber : Data Primer Diolah

Berdasarkan Tabel tersebut, diperoleh informasi bahwa nilai Chi-square sebesar 2,418 dengan nilai signifikansi sebesar 0,965. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka hipotesis nol (H0) ditolak, yang berarti model mampu menjelaskan data dan tidak terdapat perbedaan antara model dan nilai observasinya. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan regresi ini dapat digunakan menjelaskan variable independen dan variable dependen untuk analis selanjutnya.

2. Uji Log Likelihood value (nilai -2 Log Likelihood Value)

Apabila nilai –2 Log Likelihood Value block number = 0 lebih besar dari nilai –2 Log Likelihood Value block number = 1, maka menunjukkan model regresi yang baik. Sehingga penurunan Log Likelihood menunjukkan model regresi semakin baik.

Berdasarkan Pengolahan data dengan SPSS, diperoleh nilai -2 Log Likelihood Value Sebesar 20,634 seperti yang tercantum pada tabel berikut :

Tabel 5.3. Uji likelihood value (block number 0) Iteration Historya,b,c

Iteration -2 Log likelihood Coefficients Constant

Sumber : Data Primer Diolah

Pada tabel 5.3. tersebut 20,634 sehingga menerima hipotesis yang diterima adalah ho, dimana model dengan memasukkan variable independen adalah fit dengan data. Nilai -2 Log likelihood value pada block number = 1 mengalami penurunan menjadi 17,049 seperti pada tabel 5.4. dibawah ini.

Tabel 5.4. Uji likelihood value (block number = 1) Iteration Historya,b,c,d

Iteratio -2 Log Coefficients

n likelihood Constant X1 X2 X3 X4 X5 X6

Iteratio -2 Log Coefficients

n likelihood Constant X7 X8

Sumber : Data Primer Diolah

Penilaian data keseluruhan model regresi menggunakan nilai -2 Log likelihood adalah jika terjadi penurunan nilai pada blok kedua dibandingkan blok pertama maka dapat disimpulkan bahwa model regresi kedua menjadi lebih baik. Seperti yang ditunjukkan pada table blok pertama (blok number = 0) nilai -2 Log likelihood sebesar 20,634 dan pada blok kedua (blok number = 1) nilai -2 Log likelihood sebesar 17,049. Hasil tersebut dapat memberikan kesimpulan bahwa model regresi kedua lebih baik untuk memprediksi minat pemuda desa untuk melanjutkan usahatani keluarga.

3. Uji Cox and Snell R Square dan Nagelkerke R Square

Berdasarkan pengolahan data melalui program spss, diperoleh hasil uji Cox and Snell R Square dan Nagelkerke R Square yang disajikan pada table berikut : Tabel 5.5. Nilai Cox and Snell R Square dan Nagelkerke R Square

Sumber : Data Primer Diolah

Berdasarkan tabel 5.5. diatas, nilai Cox & Snell’s Square sebesar 0,398. Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,832 yang berarti variabilitas variable dependen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independen sebesar 83% dan 17%

dijelaskan oleh variabel lain.

5.2.2 Uji Regresi Logistik

Pengolahan data dengan uji regresi logistik dilakukan untuk menjawab hipotesis dalam penelitian ini, adapun hasil uji regresi logistik pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

Tabel 5.6. Hasil Uji Regresi Logistik

Variables in the Equation Sumber : Data Primer Diolah

Dari Tabel 5.6. dapat dituliskan pengaruh variabel – variabel terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga sebagai berikut:

Model Summary

Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square

1 4,294a 0,398 0,832

1. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X1 (Pengalaman orangtua) berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 2,376 > 0 dan nilai signifikansi 0,031 < 0,05.

Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Chapli (2006) dalam pengalaman merupakan pengetahuan atau keterampilan yang diketahui dan dikuasai seseorang sebagai akibat dari perbuatan atau pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya selama jangka waktu tertentu yang dapat mempengaruhi minat seseorang terhadap apa yang dikerjakan. Semakin berpengalaman orangtua maka semakin besar pengetahuan yang dimiliki pemuda desa dalam berusahatani. Menurut Khairani (2013) menyatakan Minat pada hakekatnya merupakan sebab akibat dari pengalaman. Minat berkembang sebagai hasil dari pada suatu kegiatan dan akan menjadi sebab akan dipakai lagi dalam kegiatan yang sama. Pengalaman merupakan reaksi yang merangsang kegiatan-kegiatan para petani dalam lingkungannya yang bersifat menyenangkan dan memberikan sifat positif.

2. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X2 (Usia pemuda) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 0,419 > 0 dan nilai signifikansi 0,434 > 0,05.

Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dikarenakan jarak antar usia pemuda desa tidak jauh berbeda atau rata-rata pemuda desa berusia 20 tahun sehingga usia pemuda tidak berpengaruh terhadap minat melanjutkan usahatani keluarga.

3. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X3 (Pendidikan orangtua) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 0,003 > 0 dan nilai signifikansi 0,186 > 0,05.

Hal ini disebabkan oleh rata-rata pendidikan yang didapat oleh petani di desa di lokasi penelitian tidak berkaitan dengan usahatani maka pendidikan orangtua tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga.

4. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X4 (Pendapatan orangtua) berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 2,050 > 0 dan nilai signifikansi 0,034 < 0,05.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Marza (2018), dimana pendapatan usahatani mempengaruhi minat pemuda dalam melanjutkan usahatani keluarga. Tingkat pendapatan menunjukkan kelayakan dari suatu usahatani, sehingga semakin tinggi pendapatan maka usaha tersebut semakin menjanjikan dan menjamin keberlanjutan usahatani tersebut sehingga berpengaruh signifikan terhadap minat untuk melanjutkan usahatani.

5. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X5 (Luas lahan) berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 4,729 > 0 dan nilai signifikansi 0,047 < 0,05.

Hal ini sesuai dengan menurut Joko Triyanto (2006) Luas lahan sangat mempengaruhi minat, apabila luas lahan semakin luas maka minat petani untuk berusahatani semakin tinggi.

6. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X6 (Pendidikan pemuda) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 25,992 > 0 dan nilai signifikansi 0,361 > 0,05.

Hal ini disebabkan oleh rata-rata pendidikan yang didapat oleh pemuda desa di lokasi penelitian tidak berkaitan dengan usahatani maka pendidikan pemuda tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga.

7. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X7 (Penerus keluarga) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 576015,742 >

0 dan nilai signifikansi 0,144 > 0,05.

Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana penerus keluarga tidak diharuskan untuk melanjutkan usahatani keluarga dan tidak dapat menentukan minat atau tidaknya pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga, maka penerus keluarga tidak berpengaruh terhadap minat pemuda dalam melanjutkan usahatani keluarga.

8. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X8 (Anak pertama) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 1089,267 > 0 dan nilai signifikansi 0,282 > 0,05.

Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana seorang anak pertama tidak diharuskan untuk mempunyai minat untuk melanjutkan usahatani kelapa sawit keluarga dan sebagian orangtua juga tidak ingin anaknya untuk melanjutkan usahatani karena tidak adanya prospek untuk melanjutkan usahatani, maka anak pertama tidak berpengaruh terhadap minat pemuda dalam melanjutkan usahatani keluarga

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah:

1. 90% Pemuda Desa Pematang Seleng memiliki minat untuk melanjutkan usahatani keluarga.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani kelapa sawit keluarga adalah pengalaman orang tua, pendapatan orang tua, dan luas lahan.

6.2. Saran

Adapun saran penelitian ini ditujukan kepada:

1. Pemerintah

Pemerintah diharapkan agar berusaha meningkatkan minat pemuda desa dengan cara mengintensifkan program kredit atau memberikan program teknologi agar pemuda desa ikut bergabung dalam berusahatani.

2. Petani

Sebaiknya petani agar lebih memahami bahwa berusahatani memiliki prospek yang positif untuk masa yang akan datang, agar petani mau mengikuti kelompok tani yang ada di desa untuk meningkatkan rasa tertariknya kepada usahatani.

3. Peneliti Selanjutnya

Sebaiknya dapat melakukan pengembangan uji analisis mengenai pengaruh variabel terkait dan juga menambah variabel bebas lain yang berhubungan terhadap minat pemuda desa.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Midah, 2010, Hukum Ketenagakerjaan Indonesia Dinamika dan Kajian Teori, Ghalia Indonesia, hal. 7. Bogor.

Ancok, J. 1989. Teknik Penyusunan Skala Pengukuran. Pusat Penelitian Kependudukan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Ariantika, D., R.H. Ismono, dan N. Adia. 2015. Pengaruh Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) BRI Terhadap Keragaan Usahatani Kelapa sawit Sawah di Kabupaten Pringsewu. Jurnal Ilmu-ilmu Agribisnis.3.

Lampung.

Arvianti, E. Y., Asnah dan A. Prasetyo. 2015. Minat pemuda tani terhadap transformasi sektor pertanian di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Buana Sains.

15 (2) : 181-188.

Blessing White. (2011, January). Employee engagement report 2011. New Jersey:

Author.

Efferson. 2001. Teori Ilmu Usahatani. Bumi Aksara., Jakarta.

Fatimah, E. (2010). Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik).

Pustaka Setia. Bandung.

Fauzi, Y. 2012. Kelapa Sawit, Budi Daya Pemanfaatan Hasil Limbah dan Limbah Analisis Usaha dan Pemasaran. Cetakan Pertama. Penebar Swadaya.

Jakarta.

Fuad, Ihsan . (2005). Dasar-dasar Kependidikan, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Edisi Keempat, Penerbit Universitas Diponegoro. Kota Semarang.

46

Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Kota Semarang.

Hafsah, M.J. 2003. Kemitraan Usaha, Konsepsi dan Strategi. Pustaka Sinar Harapan. 246 Hal. Jakarta.

Hartono, 2002.Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisa Usaha dan Pemasaran. Http: // ditjenbpbun. Deptan.Go.id, Di Akseskan Tanggal 14 Januari 2010.

[ILO] International Labour Organization. 2007. Country review on youth employment in Indonesia. Geneva (SZ): International Labour Organization Marza, Alvita Raissa. 2018. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemuda

Pedesaan Dalam Melanjutkan Usahatani Kelapa sawit Di Kabupaten Lampung Tengah. Skripsi. Universitas Lampung. Lampung.

Maulana, Muhammad Iqbal. 2018. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Financial Distress Terhadap Opini Audit Going Concern.Skripsi. Universitas Pasundan. Bandung.

Murphy D. 2012. Young farmer finance. Nuffield Australia Project No. 1203, Australia.

Notoatmodjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan . Penerbit Rineka Cipta.

Jakarta.

Pahan, I. 2012. Panduan Lengkap Kelapa Sawit, Manajemen Agribisnis dari Hulu ke Hilir. Penebar Swadaya. Jakarta.

Panurat, Sitty Muawiyah. 2014. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Berusahatani Kelapa sawit di Desa Sendangan Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa. Minahasa: Universitas Sam Ratulangi.

Prasetyo, B.H. dan D.A. Suriadikarta. 2006. Karakteristik, Potensi, dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering Di Indonesia. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Balai Penelitian Tanah. Jurnal Litbang Pertanian. Bogor.

Sastries, Wahyu Ishardino. 2009. Peran Serta Pemuda dalam Pembangunan Masyarakat. Jurnal Madani, Edisi I, Mei 2009. Hal 88-93.

Siregar. 2017. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Menanam Bawang Merah di Desa Cinta Dame Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.

Universitas Sumatera Utara.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Jakarta.

Soekartawi, 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi, Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Bandung.

Sumaryanto, Hermanto, Ariani M, Suhartini SH, Yofa RD, Azahari DH. 2015.

Pengaruh urbanisasi terhadap suksesi sistem pengelolaan usaha tani dan implikasinya terhadap keberlanjutan swasembada pangan. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Bogor.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi. Alfabeta. Bandung.

Susilowati SH, Purwantini TB, Hidayat D, Maulana M, Ar-Rozi AM, Yofa RD, Supriyati, Sejati WK. 2012. Panel petani nasional (Patanas): Dinamika Indikator pembangunan pertanian dan perdesaan. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Tirtarahardja Umar. 2005. Pengantar Pendidikan. Rineka Cipta.

Wahyudi, S. 2017. Statistika Ekonomi Konsep, Teori, dan Penerapan. Malang:

Universitas Brawijaya Press. Malang.

Lampiran 1. Karakteristik Sampel

Kelamin Pendidikan Kegiatan Cita - Cita

Anak

25 21 L Perguruan Tinggi Kuliah, Membantu Orang Tua Pengusaha 1

26 20 P SMA Belajar, Melihat Kebun Pengacara 1

27 19 L SMA Sekolah, Bantu Ayah Orang Sukses 0

28 27 L Perguruan Tinggi Mengurus Kebun Orang Tua Petani 1

29 34 L D3 Pegawai Guru 1

30 27 P Perguruan Tinggi Pegawai Pengacara 1

Lampiran 2. Total Skor Kuesioner Sampel

No.

Skor

Rasa Senang Kemauan Kesukaan Kepuasan Semangat Total

Skor

25 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 2 3 4 3 4 2 3 2 2 3 110

Lampiran 3. Karakteristik Orangtua Sampel

(Ha) Pendidikan Pendapatan (Rp)

25 28 4 Rendah 2.500.000

26 13 5 Rendah 4.000.000

27 30 4 Rendah 3.500.000

28 30 7 Rendah 5.000.000

29 10 3 Rendah 3.000.000

30 26 8 Tinggi 6.000.000

Lampiran 4. Data Regresi Logistik Sampel

No. X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8

1 10 15 0 1500000 3 0 1 1

2 20 22 0 6000000 8 1 0 0

3 20 24 0 1000000 1 1 1 1

4 6 18 1 1800000 1 0 1 1

5 30 29 0 5000000 4 1 0 1

6 10 25 0 10000000 8 1 1 1

7 3 20 1 2000000 4 0 1 0

8 21 19 0 4000000 4,5 0 0 1

9 20 28 0 1000000 1 0 1 1

10 20 21 0 3000000 3 0 0 1

11 45 26 0 3000000 4 1 0 0

12 16 23 1 4000000 4,5 1 0 1

13 15 21 0 5000000 4 1 0 0

14 29 25 0 2000000 2 1 0 0

15 20 16 0 3500000 4,5 0 0 0

16 30 21 0 1500000 2 0 1 0

17 22 20 0 2000000 1,5 0 1 1

18 15 20 0 1500000 1 1 0 0

19 16 21 0 4000000 3 1 1 1

20 20 23 0 2000000 3,5 1 1 1

21 30 36 1 2000000 4 0 1 1

22 25 24 1 7000000 7 0 1 0

23 17 20 0 5000000 6 0 0 0

24 21 25 0 6000000 7 0 0 1

25 28 21 0 2500000 4 1 1 1

27 30 19 0 3500000 4 0 0 0

28 30 27 0 5000000 7 1 1 1

29 10 34 0 3000000 3 1 1 1

30 26 27 1 6000000 8 1 0 1

Hosmer and Lemeshow Test

Step Chi-square df Sig.

1 2,418 8 ,965

Iteration -2 Log likelihood

Coefficients Constant

1 20,634 1,600

2 19,539 2,086

Step 0 3 19,505 2,193

4 19,505 2,197

5 19,505 2,197

a. Constant is included in the model.

b. Initial -2 Log Likelihood: 19,505

c. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than ,001.

Model Summary

Step -2 Log

likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square

1 4,294a ,398 ,832

a. Estimation terminated at iteration number 5 because maximum iterations has been reached. Final solution cannot be found.

Iteration -2 Log likelihood Coefficients

Constant X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8

1 17,049 1,331 ,027 -,011 -,294 ,000 -,126 -,210 ,773 ,312

2 12,708 1,996 ,059 -,037 -,638 ,000 -,200 -,323 1,756 ,734

Step 1 3 10,014 3,392 ,102 -,128 -1,296 ,000 -,065 ,069 3,377 1,550

4 6,831 7,616 ,199 -,420 -3,119 ,000 ,457 1,546 7,291 3,647

5 4,294 15,256 ,319 -,869 -5,836 ,000 1,004 3,258 13,264 6,993

a. Method: Enter

b. Constant is included in the model.

c. Initial -2 Log Likelihood: 19,505

d. Estimation terminated at iteration number 5 because maximum iterations has been reached. Final solution cannot be found.

B S.E. Wald df Sig. Exp(B) 95% C.I.for EXP(B)

Lower Upper

X1 ,029 ,382 ,039 1 ,031 2,376 ,535 3,541

X2 ,869 ,424 ,773 1 ,434 ,419 ,026 6,834

X3 ,836 4,408 1,752 1 ,186 ,003 ,000 16,520

X4 ,000 ,000 ,901 1 ,034 2,050 1,000 1,000

Step 1a X5 1,004 1,319 ,579 1 ,047 4,729 ,206 36,189

X6 3,258 3,563 ,836 1 ,361 25,992 ,024 28060,267

X7 3,264 4,087 2,131 1 ,144 576015,742 ,011 31259480725529,510

X8 6,993 6,498 1,158 1 ,282 1089,267 ,003 369779320,062

Constant 13,256 18,753 ,597 1 ,440 4224430,639

a. Variable(s) entered on step 1: X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8.

Variables in the Equation

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

Step 0 Constant 2,197 ,609 13,035 1 ,000 9,000

Dependent Variable Encoding Original Value Internal Value

Tidak Minat 0

Minat 1

Lampiran 10. Kuesioner Penelitian

No. Sampel : A. DATA IDENTITAS SAMPEL

1. Nama : ………..

2. Usia : ……tahun

3. Jenis kelamin : LK/PR

4. Pendidikan formal terakhir : ………..

5. Pekerjaan : ………..

6. Jumlah anggota keluarga (termasuk kepala keluarga): ... orang 7. Pendapatan per Bulan ...(Rp)

8. Pengalaman ... (Tahun) a. Identitas anggota keluarga

No. Nama

Jenis kelamin (L/P)

Umur (tahun)

Pendidikan Status Pekerjaan

1 2

3 4 5 6 7

Keterangan:

L = Laki–laki P = Perempuan

KK = Kepala keluarga I = Istri A= Anak KL = Anggota keluarga lain B. USAHATANI KELAPA SAWIT

1. Luas lahan kelapa sawit yang diusahakan

No Jenis lahan

Luas (ha)

Status Penguasaan Lahan

Keterangan Milik sendiri Sewa Bagi hasil

1) Kelapa Sawit 2) Perkebunan 3) Lahan kering 4) Pekarangan 5) Lainnya

C. IDENTITAS SAMPEL PEMUDA PEDESAAN

1. Nama : ………..

2. Usia : ……tahun

3. Jenis kelamin : ………..

4. Pendidikan formal : ………..

5. Pendidikan formal pertanian ... tahun 6. Pengalaman dalam pertanian ... tahun

7. Kegiatan yang biasa dilakukan : ………..

8. Cita-cita awal : ………..

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PEMUDA DESA DALAM MELANJUTKAN USAHATANI KELAPA SAWIT KELUARGA

Berikan tanda check list (√) pada pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat saudara/i. Setiap pertanyaan hanya memiliki satu jawaban. Mohon dijawab di tempat yang telah disediakan sesuai dengan kondisi anda saat ini, dengan keterangan sebagai berikut :

STS = sangat tidak setuju TS = tidak setuju

N = netral

S = setuju

SS = sangat setuju

A. Rasa senang

Alternatif jawaban

STS TS N S SS

1. Saya senang melakukan kegiatan usahatani kelapa sawit, tanpa ada yang menyuruhnya 2. Saya berharap kelak akan menjadi petani

kelapa sawit

3. Merasa senang, jika dapat membantu orang tua dalam melakukan usahatani kelapa sawit 4. Merasa kecewa, jika orang tua tidak lagi

menjalani usahatani kelapa sawit 5. Saya selalu senang melakukan usahatani

kelapa sawit untuk mendapatkan pengalaman berusahatani kelapa sawit

6. Saya selalu senang, apabila saya diajak orang tua membantu usahatani kelapa sawit 7. Menurut saya melakukan usahatani kelapa

sawit dapat meningkatkan kesejahteraan

8. Menurut saya usahatani kelapa sawit dapat dilakukan dengan mudah

9. Menurut saya untuk melakukan usahatani kelapa sawit tidak memerlukan pendidikan yang tinggi

10. Menurut saya usahatani kelapa sawit dapat meningkatkan pendapatan

B. Kemauan

Alternatif Jawaban

STS TS N S SS

1. Saya tertarik mencari informasi mengenai usahatani kelapa sawit

2. Saya sering mencari informasi usahatani melalui keluarga yang memiliki pengalaman usahatani kelapa sawit

3. Saya sering mencari informasi dari media masa, seperti : internet, buku, koran dan lainnya

4. Menurut saya banyak pemuda pedesaan yang

bekerja menjadi petani kelapa sawit 5. Saya tertarik mempelajari usahatani kelapa

sawit

6. Saya sering bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan usahatani

7. Saya merasa perlu melakukan usahatani kelapa sawit di saat ini maupun di masa yang akan datang

8. Saya tidak pernah merasa jenuh dalam melakukan usahatani kelapa sawit

9. Saya selalu memerhatikan kegiatan usahatani yang dilakukan oleh orang yang lebih berpengalaman

C. Kesukaan

Alternatif Jawaban

STS TS N S SS

1. Pada waktu senggang saya ingin membantu orang tua dalam melakukan usahatani kelapa sawit

2. Saya berkeinginan untuk melanjutkan usahatani kelapa sawit orang tua saya

3. Apabila saya warisan lahan, maka saya ingin melanjutkan usahatani kelapa sawit

D. Kepuasan

Alternatif Jawaban

STS TS N S SS

1. Saya merasa puas jika ikut membantu usahatani kelapa sawit

2. Setiap hari saya selalu membantu usahatani kelapa sawit orang tua

3. Saya selalu membantu orang tua, apabila orang tua saya sedang melakukan usahatani kelapa sawit

4. Menurut saya dengan membantu orang tua usahatani, maka saya mendapat pengalaman untuk melanjutkan usahatani kelapa sawit 5. Saya selalu berperan aktif dalam melakukan

usahatani kelapa sawit

E. Semangat

Alternatif Jawaban

STS TS N S SS

1. Saya selalu semangat dalam membantu orang tua melakukan usahatani kelapa sawit 2. Saya selalu bersikap ceria saat melakukan

usahatani kelapa sawit

3. Saya selalu siap membantu orang tua melakukan usahatani kelapa sawit

4. Saya selalu menyiapkan peralatan usahatani kelapa sawit yang akan digunakan

5. Saat membantu usahatani kelapa sawit saya tidak pernah melakukan kegiatan lain, seperti main hp

6. Saya selalu fokus melakukan usahatani kelapa sawit

1. Sudah berapa lama anda membantu usahatani kelapa sawit orang tua? ...tahun 2. Apakah anda setiap hari membantu usahatani kelapa sawit orang tua?

a. Ya

3. Berapa jam dalam sehari anda membantu usahatani kelapa sawit orang tua? ... jam 4. Apakah status kepemilikan lahan usahatani kelapa sawit?

a. Milik sendiri b. Bukan milik sendiri c. Lainnya...

5. Apakah anda sering mencari informasi mengenai usahatani kelapa sawit?

a. Sering

b. Kadang-kadang c. Tidak pernah d. Lainnya...

6. Apakah pernah ada bantuan dari pihak luar terhadap usahatani kelapa sawit? ...

Jika Ya, Sebutkan ...

7. Dimana anda biasa mencari informasi mengenai usahatani kelapa sawit?

a. Media massa

b. Orang tua, saudara yang melakukan usahatani kelapa sawit c. Pelajaran di sekolah

d. Lainnya, ………

8. Menurut anda, siapa yang akan meneruskan usahatani kelapa sawit di lingkungan anda?

………...

9. Apa alasan utama anda untuk dapat bekerja di usahatani kelapa sawit?

a. Tingkat pendapatan di usahatani kelapa sawit b. Keterbatasan pendidikan yang dimiliki c. Ketersediaan luas lahan

d. Lainnya...

10. Bagaimana pendapat anda mengenai tingkat pendapatan usahatani kelapa sawit?

a. Tinggi b. Rendah c. Lainnya...

11. Bagaimana pendapat anda untuk memperoleh perkerjaan di daerah sekitar?

a. Mudah b. Sulit c. Lainnya...

12. Bagaimana pendapat anda mengenai ketersediaan lahan yang dapat digunakan usahatani kelapa sawit?

a. Tersedia luas b. Tersedia cukup c. Kurang tersedia d. Lainnya...

13. Sudah berapa lama pendidikan formal yang anda telah selesaikan? ……thn 14. Menurut anda bagaimanakah tingkat pendidikan yang anda miliki selama ini?

a. Tinggi b. Rendah c. Lainnya...

15. Apakah anda mendapatkan motivasi dari orang tua dalam melanjutkan usahatani kelapa sawit?

a. Sering

b. Kadang – kadang c. Tidak pernah d. Lainnya...