DAN KARANTINA TUMBUHAN
5.1 Kegiatan Intersepsi HPHK dan OPTK
5.1.1 Karantina Hewan
Pada dasarnya, dalam rangkaian tindakan karantina, pemeriksaan merupakan tindakan yang paling awal dilakukan dalam melaksanakan tindakan karantina terhadap media pembawa yang dilalulintaskan.
Pemeriksaan terdiri dari beberapa kegiatan, diantaranya pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik media pembawa dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium sekarang ini menjadi faktor pendukung dalam pengambilan keputusan. Keputusan dalam hal ini adalah penerbitan sertifikat kesehatan bagi media pembawa yang akan dilalulintaskan.
Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon sebagai salah satu unit pelaksana teknis karantina telah memiliki laboratorium karantina hewan guna mendukung kegiatan tindakan karantina di lapangan. Pemeriksaan yang sudah bisa dilaksanakan dilaboratorium karantina hewan SKP Kelas I Ambon antara pengujian HI AI pada unggas besar, Rapid AI pada unggas kecil dan RBT pada sapi, sedangkan terhadap media pembawa ternak potong dan ternak bibit belum bisa dilaksanakan serta terhadap pemeriksaan bahan asal hewan (BAH) belum dilakukan pemeriksaan.
Pengujian yang dilakukan terhadap media pembawa HPHK yang keluar dari wilayah kerja harus dilakukan pemeriksaan laboratorium guna
bebas atau dipastikan bebas dari HPHK. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 21. Hasil Pengujian Laboratorium Karantina Hewan Tahun 2016
No. Nama/Jenis Sampel
Jumlah Target Metode Sampel Pengujian Pengujian
Frekuensi
5.1.2
Karantina TumbuhanInterasepsi karantina tumbuhan pemeriksaan/pengujian Laboratorium merupakan bagian dari rangkaian kegiatan tindakan karantina 8P (Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahan, Penolakan, Pemusnahan dan Pembebasan). Hasil pengujian yang dilakukan akan menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi pemasukan/pengeluaran atas media pembawa yang bersangkutan.
Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk:
1. Mendeteksi ada/tidaknya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)/OPT Karantina (OPTK) pada media pembawa OPT/OPTK.
(3238/Kpts/PD.630/9/2009)
2. Melakukan identifikasi OPT/OPTK, untuk mengetahui status OPTK (Golongan I/II, Kategori A1/A2, sesuai lampiran SK Mentan No.
93/Permentan/OT.140/12/2011)
Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon adalah salah satu unit pelaksana teknis yang berada di bawah pembinaan Barantan dan bertanggungjawab kepada kepala Barantan, Kementrian pertanian.
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pokok perkarantinaan, SKP kelas 1 Ambon dilengkapi laboratorium karantina tumbuhan dengansarana/prasarana yang masih mampu melakukan. Tugas laboratorium karantina tumbuhan Stasiun Karantina PertanianKelas I Ambon adalah melaksanakan pengujian laboratorium di bidang karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati. Pengujian yang dilakukan selama Tahun Anggaran 2016 masih terbatas pada golongan serangga dan golongan cendawan.
Jenis media pembawa yang dilakukan pemeriksaan yaitu media pembawa yang diantar areakan baik pengeluaran maupun pemasukan serta media pembawa yang akan di ekspor.Metode pengujian yang dilakukan yaitu pengamatan langsung (makroskopis) dan pengamatan mikroskopis.
Hasil intersepsi laboratorium Stasiun Karantina Pertanian Kelas IAmbon tidak satupun yang ditemukan golongan OPTK baik kategori A1 maupun A2 terhadap media pembawa untuk kegiatan operasional, namun untuk kegiatan pemantauan terdapat 1 (satu) OPTK Kategori A2 yaitu Paraeucosmetus pallicornis. Serangga yang ditemukan dilaboratorium
tumbuhan Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Ambon selama tahun 2015 adalah OPT kosmopolit yaitu : Aleurocanthus waglumi, Araecerus faciculatus, Bimisia tabaci, Necrobia rufipes. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 22. Hasil Pengujian Laboratorium Karantina Tumbuhan 2016 No. Nama/Jenis Target Metode Hasil
Sampel Pengujian Pengujian A. Kegiatan Operasional
1. Bawang Daun Serangga Makroskopis Nihil 2. Bawang Merah Serangga Makroskopis Nihil 3. Benih Aren Serangga Makroskopis Nihil 4. Benih Padi Serangga Makroskopis Nihil 5. Benih Palem Serangga Makroskopis Nihil
6. Beras Serangga Makroskopis Nihil
7. Beringin Serangga Makroskopis Nihil
8. Bibit Anggrek Dendrobium
Serangga Makroskopis Nihil 9. Bibit Durian Serangga Makroskopis Nihil 10. Bibit Gandaria Serangga Makroskopis Nihil 11. Bibit Jeruk Serangga Makroskopis Nihil 12. Bibit Mangga Serangga Mikroskopis Aleurodicus
dispersus 13. Bibit Pala Serangga Makroskopis Nihil 14. Bibit Pisang Serangga Mikroskopis Nihil 15. Bibit Rambutan Serangga Makroskopis Aleurodicus
dispersus 16. Bibit Tanaman
Buah
Serangga Makroskopis Nihil 17. Bibit Tanaman
Hias
Serangga Makroskopis Bemisia Tabaci 18. Bibit Tanaman
Pelindung
Serangga Makroskopis Nihil 19. Bonsai Sacang Serangga Makroskopis Nihil 20. Buah Jambu Serangga Makroskopis Nihil 21. Buah Pisang Serangga Makroskopis Nihil 22. Buanga Pala Serangga Makroskopis Nihil
23. Cabe Serangga Makroskopis Nihil
24. Cengkeh Serangga Makroskopis Nihil
25. Damar Serangga Makroskopis Nihil
26. Dauh Sirsak Basah
Serangga Makroskopis Nihil
No. Nama/Jenis Sampel
Target Pengujian Metode Pengujian
Hasil
27. Daun Sirsak Sering
Serangga Makroskopis Nihil
28. Gaharu Serangga Makroskopis Nihil
29. Glodongan Tiang
Serangga Makroskopis Nihil
30. Jahe Serangga Makroskopis Nihil
31. Kacang Hijau
Serangga Mikroskopis Nihil
32. Kacang Mede
Serangga Mikroskopis Nihil
33. Kacang Tanah
Serangga Mikroskopis Nihil
34. Kakao Biji Serangga Makroskopis Nihil
35. Kayu Manis Serangga Makroskopis Araecerus fasciculatus 36. Kayu
Merbau
Serangga Makroskopis Nihil
37. Kayu Trembesi
Serangga Makroskopis Nihil
38. Kelapa Bulat
Serangga Makroskopis Nihil
39. Kenari Serangga Makroskopis Nihil
40. Kopra Serangga Mikroskopis Necrobia rufipes
41. Mahoni Serangga Mikroskopis Nihil
42. Pala Biji Serangga Mikroskopis Araecerus fasciculatus 43. Pucuk
Merah
Serangga Makroskopis Nihil
44. Sarang Semut
Serangga Makroskopis Nihil
45. Singkong Beku
Serangga Mikroskopis Tidak ada 46. Tepung
Pala
Serangga Mikroskopis tgrh
47. Tepung Sagu
Serangga Makroskopis Nihil
48. Vanili Serangga Makroskopis Nihil
B. Kegiatan Pemantauan 1. Tanaman
Kelapa
Raoiella indica, Aceria querreronis, sexava sp,
Makroskopis Pestalotia sp; mites;
Brevipapus obovatus;
Liriomyza trifolli Makroskopis Liriomyza spp
3. Tanaman
Makroskopis Meliola citricuniaspis citriola, Aonidiella
4. Tanaman Conoporpha Makroskopis Colletotrichum
Kakao cramerella; VSD gloeosporides ;
Phytophthora palmivora;
Conoporpha cramerella 5. Tanaman B. Occipitalis, B. Makroskopis Bactrocera sp (14
Cabe Musae, B. ekor), Colletotrichum
Bryoniae; Bemisia capsici; Aleurodicus
argentifollii (s), dispercus
Liriomyza trifolii (s),
Liriomyza trifolii Makroskopis Henosepilachna implicata 7. Tanaman hama padi dan Makroskopis gulma; tomcat
Padi Ephelis oryzae, (Paedenus littoralis} 6
Pseudhomonas ekor, Harmonia
syringae octomaculata 1 ekor,
Tryporyza nivella;
Makroskopis megatrioza vitiensis
9. Tanaman Pala
Makroskopis B. Hercules 10. Tanaman
Cengkeh
Hexamitodera semivelutina
Makroskopis larva coleoptera ( Penggerek ranting)
Makroskopis Bactrocera spp; B.
carambolae; B.
Makroskopis Penggerek batang jagung (Lepidoptera)