5 BAB V STUDI KASUS
5.2 Kasus 2 (Investasi pada Pembangkit Listrik)
Kasus real kedua ini adalah kasus investasi pembangunan pembangkit listrik pada tahun 2007. Analisa Finansial investasi ini menghasilkan nilai NPV sebesar $ 1,976,453. Gambaran umum analisa finansial dari investasi ini terdapat pada Tabel 5.13 sampai Tabel 5.17.
Insignificant Minor Moderate Major Catastropic
NPV ≤ $
Keterangan: Extreme Risk High Risk Moderate Risk Low Risk
Risk Map
Tabel 5.13 Hasil NPV, IRR, PI dan Payback Period Proyek
Tabel 5.14 Biaya Proyek dan Sumber Pendanaan
IRR on Project 7.16%
NPV on Project $ 1,976,453
Profitability Index 0.91
Payback Period (Years) 17 years
11 months
Capacity Charge (US$ / Kwh) $ 0.0453
Fix OM (US$ / Kwh) $ 0.0091
Fuel Cost (US$ / Kwh) $ 0.0437 Variable OM (US$ / Kwh) $ 0.0040
Total $ 0.1022
DISCOUNT RATE : 6.31
On Project
PRICING (2010)
Construction Cost $ 26,382,742 Interest During Construction $ 1,273,395 Financing Cost $ 467,238 Project Cost $ 28,123,375
Self Financing $ 6,468,376
Bank Loan $ 21,654,999
DISCOUNT RATE : 6.31
Project Cost
Sources of Fund
Tabel 5.15 Kenaikan harga dari tiap komponen proyek
Tabel 5.16 Biaya Tetap Proyek
No Parameter Value Unit
1 Loan Interest (LIBOR) 5.5 %
2 Interest During Construction 5.5 %
3 Loan Term 10 years
4 Income Tax 30 %
1 Financing Cost (from Construction Loan) 2.3 %
1 General and Administrative 3 %
2 Maintenance 3 %
3 Labour 3 %
4 Property Tax 1 %
5 Life Cycle Maintanance 3 %
6 Insurance 0 %
7 a. Contingency Esc. 0 %
b. Contingency Value 5 % (dari FOM)
Variabel Operating and Maintanance
1 Coal 3 %
2 Fuel (Hydro, MFO, Diesel Oil) 3 %
3 Supplies (Lubrication, Chemical) 3 %
1 Inflation (US) 3.00 %
1 Currency (1 US$) 9398 Rp
2 Capital Cost Recovery on Equity 9.00 %
3 Discount Rate 6.31 %
4 Capital Recovery Factor 7.50 %
Financing Cost
Cost Structure Escalation
Fixed Operating and Maintanance (FOM)
General Parameter Loan Parameter
No Parameter Value Unit
1 General and Administrative 131.91 $ (Thousand)/yrs
2 Maintenance 263.83 $ (Thousand)/yrs
3 Labour 240.00 $ (Thousand)/yrs
4 Tax Property 39.57 $ (Thousand)/yrs
5 Life Cycle Maintanance 395.74 $ (Thousand)/yrs
6 Insurances 52.77 $ (Thousand)/yrs
FIXED COST COMPONENT (IDR Mio) 2007
Tabel 5.17 Biaya Variabel Proyek
Dalam kasus investasi pembangkit ini, terdapat 6 faktor yang menjadi variability input. Variability input tersebut yaitu :
1. Kenaikan biaya tetap meliputi biaya General &
Adminstratif, dan Maintenance.
2. Kenaikan biaya variabel meliputi biaya Coal, Fuel (Hydro, MFO, Diesel Oil), dan Supplies (Lubrication, Cehmical).
3. Nilai Tukar Rupiah terhadap US Dollar.
Variability input tersebut memiliki distribusi seperti yang terdapat pada Tabel 5.18.
Tabel 5.18 Distribusi Variability Input
No Parameter (US$) Price Unit
1 Cost of Processing Water 0.72 m3
2 Coal Price (C&F) 41.00 ton
3 Unloading Cost (Coal) 1.50 ton
4 MFO 0.56 liter
5 Diesel Oil 0.58 liter
6 Lubrication 1.72 liter
VARIABEL COST COMPONENT (2007)
No Parameter Value Unit
1 General and Administrative Pert(2,3,4) %
2 Maintenance Pert(2,3,4) %
Variabel Operating and Maintanance
1 Coal Pert(2,3,6) %
2 Fuel (Hydro, MFO, Diesel Oil) Pert(1,3,5) %
3 Supplies (Lubrication, Chemical) Pert(1,3,4) %
1 Inflation (US) Loglogistic(-0.49671,0.52714,21.627) %
1 Currency (1 US$) Extvalue(9150.74,428.83) Rp
Cost Structure Escalation
Fixed Operating and Maintanance (FOM)
General Parameter
Nilai eskalasi kenaikan menggunakan distribusi dengan 3 parameter yaitu distribusi Pert (Rezaie et al., 2007, Van Groenendaal, 1998, Wibowo dan Kochendörfer, 2005, Ye dan Tiong, 2000, Ye dan Tiong, 2003). Sedangkan nilai Kurs menggunakan fitting distribusi dengan menggunakan data dari Bank Indonesia.
Simulasi dilakukan dengan profil distribusi tersebut.
Sehingga diperoleh Profil NPV dengan kemungkinan NPV berada dibawah nilai $ 988,226.33 sebesar 31.0%.
Gambar 5.10 Profil NPV Investasi Pembangkit
Untuk mengetahui variability input yang berpengaruh terhadap profil nilai NPV tersebut, dilakukan analisa korelasi dengan tornado diagram.
-6 -4 -2 0 2 4 6
Values x 10^-7
Gambar 5.11 Tornado Diagram Variability Input Pembangkit
Hasil tornado diagram menunjukkan bahwa variability input yang paling berpengaruh terhadap perubahan nilai NPV adalah kenaikan dari harga batubara. Sedangkan variability input yang lain tidak terlalu berpengaruh karena memiliki nilai korelasi yang sangat kecil.
Dari hasil simulasi tersebut, kemudian dilakukan manajemen risiko. Tahap pertama adalah identifikasi risiko, pada tahap ini semua variabel yang merupakan variability input digolongkan ke dalam risiko. Sehingga pada kasus ini tedapat faktor risiko yang sama dengan variability input, meliputi :
1. Kenaikan biaya tetap meliputi biaya General &
Adminstratif, dan Maintenance.
2. Kenaikan biaya variabel meliputi biaya Coal, Fuel (Hydro, MFO, Diesel Oil), dan Supplies (Lubrication, Cehmical).
3. Nilai Tukar Rupiah terhadap US Dollar.
Tahap kedua adalah tahap analisa risiko. Tahap ini dimulai dengan analisa Goal Seek. Sebagai contoh, analisa Goal Seek
-1.2 -1.0 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0.0 0.2
dilakukan pada kenaikan harga batubara. Analisa goal seek menghasilkan nilai ekspektasi NPV ≤ $ 988,226.33 ketika nilai kenaikan dari harga batu bara berada pada nilai 4%. Nilai 4% ini diperoleh dengan nilai variability input lainnya tetap berada pada nilai ekspektasi.
Gambar 5.12 Goal Seek Kenaikan Batubara Investasi Pembangkit
Analisa goal seek ini dilakukan untuk semua variability input.
Hasil rekap goal seek untuk keseluruhan variability input terdapat dalam Tabel 5.19.
Tabel 5.19 Goal Seek variability input Kasus Investasi Pembangkit Risk
Fuel (Hydro, MFO, Diesel
Oil) 10%
≥ Supplies (Lubrication,
Chemical) 21%
Profil analisa goal seek yang diperoleh, selanjutnya dianalisa tingkat kemungkinan terjadinya (Likelihood) nilai yang menyebabkan nilai ekspektasi NPV ≤ $ 988,226.33. Sebagai contoh, pada kenaikan harga batu bara, kemungkinan nilai kenaikan harga batu bara lebih dari 4% adalah 18.8%.
Gambar 5.13 Likelihood kenaikan harga batubara ≥ 4%
Pencarian nilai likelihood ini juga dilakukan untuk semua variability input. Hasil pencarian likelihood untuk variability input secara umum terdapat pada Tabel 5.20.
Tabel 5.20 Hasil pencarian Likelihood pada Kasus Investasi Pembangkit
1.5 2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 4.5 5.0 5.5 6.0 6.5
Fuel (Hydro, MFO, Diesel
Oil) 10%
Analisa selanjutnya adalah Stress Analysis. Analisa ini bertujuan untuk melihat konsekuensi nilai NPV apabila nilai yang dihasilkan goal seek terjadi. Sebagai contoh, apabila kenaikan harga batu bara lebih dari 4% maka nilai NPV akan berada pada nilai $ (1,469,309,91).
Tabel 5.21 Hasil Stress Analysis pada kenaikan harga batu bara (Kasus Investasi Pembangkit)
Gambar 5.14 CDF Kenaikan Harga Batu bara Kasus Investasi Pembangkit
Stress analysis dilakukan pada seluruh variability input. Hasil Stress analysis dari variability input ini direkap dalam Tabel 5.22.
Name Book Stress Analysis Mean Min Max StdDev
(none) (none) baseline 1,838,409.60 (6,957,150.38) 5,356,195.97 2,141,644.52 Coal FS Bima 2X10 Tiruan @Risk.xlsx 81.20% to 100.00% (1,469,309.91) (7,072,392.54) 198,636.09 1,234,321.01
Inputs Ranked by Mean Output
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
-8000000 -6000000 -4000000 -2000000 0 2000000 4000000 6000000
CDF Summary
Baseline
Coal L50 81.20% to 100.00%
Tabel 5.22 Hasil Stress Analysis Kasus Investasi Pembangkit
Nilai yang diperoleh ini dicari nilai selisihnya dengan nilai NPV dari kasus awal kasus. Sebagai contoh, nilai konsekuensi kurs adalah $ 1,976,453 - $ (1,452,035) = $ 3,428,488. Perhitungan konsekuensi ini juga dilakukan terhadap variability input lainnya, sehingga diperoleh Tabel 5.23
Tabel 5.23 Konsekuensi variability input Kasus Investasi Pembangkit
Dari hasil Likelihood dan konsekuensi yang telah diketahui, dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis kategori risiko.
Penggolongan ini berdasarkan risk matriks yang telah dibentuk risk matriks ini terdapat pada Gambar 5.15.
Fuel (Hydro, MFO, Diesel Oil)≥ 10.00%
Supplies (Lubrication, Chemical)≥ 21.00%
Currency (1 US$)≥ Rp 9,398.00
Parameter Expected Value
NPV ≤ $ 988,226
General and Administrative≥ 10.00%
Maintenance≥ 8.00%
Gambar 5.15 Risk Matriks Kasus Investai Pembangkit
Penggolongan risiko untuk variability input dari investasi pembangkit ini terdapat dalam Tabel 5.24.
Tabel 5.24 Risk Level Kasus Investasi Pembangkit
Dari hasil penggolongan risiko, dapat digolongkan risiko yang terjadi dalam kasus investasi pembangkit ke dalam peta risiko.
Peta risiko tersebut terdapat dalam Gambar 5.16
Insignificant Minor Moderate Major Catastropic
NPV ≤ $ 494,113 $ 988,226 ≤ NPV
Likely 50% < P(X) ≤ 75% Inflation (US)
Possible 25% < P(X) ≤ 50% Currency (1 US$)
Unlikely 5% < P(X) ≤ 25% Coal
Keterangan: Extreme Risk High Risk Moderate Risk Low Risk
Risk Map
General and Administrative≥ 10.00% Low Risk
Insignificant
Maintenance≥ 8.00% Low Risk
Insignificant
Catastropic
Fuel (Hydro, MFO, Diesel Oil)≥ 10.00% Low Risk
Insignificant
Coal≥ 4.00% Extreme Risk
Rp 9,398.00 Low Risk
Insignificant
≥ 21.00% Low Risk
Insignificant
Gambar 5.16 Peta Risiko Kasus Investasi Pembangkit
Tahap ketiga dari manajemen risiko adalah tahap evaluasi risiko. Pada kasus kedua ini, risiko terbesar adalah risiko dari kenaikan biaya batu bara. Sehingga, risiko yang perlu diprioritaskan untuk ditangani adalah risiko kenaikan harga batu bara.
Tahap keempat adalah penanganan risiko, pada tahap ini dilakukan mitigasi risiko. Risiko yang dimitigasi disini adalah risiko kenaikan harga batu bara. Usulan penanganan risiko adalah dengan melakukan kontrak jangka panjang terhadap supllier batu bara, sehingga tidak terjadi eskalasi harga batu bara (eskalasi 0%). Untuk mengetahui dampak dari usulan ini, dilakukan stress anlysis dengan eskalasi batu bara sebesar 0%.
Tabel 5.25 Stress Analysis Mitigasi Kasus Investasi Pembangkit
Insignificant Minor Moderate Major Catastropic
NPV ≤ $ 494,113 $ 988,226 ≤ NPV
Likely 50% < P(X) ≤ 75% Inflation (US)
Possible 25% < P(X) ≤ 50% Currency (1 US$)
Unlikely 5% < P(X) ≤ 25% Coal
Keterangan: Extreme Risk High Risk Moderate Risk Low Risk
Risk Map
Name Book Stress AnalysisMean Min Max StdDev
Coal FS Bima 2X10 Tiruan @Risk.xlsx0 9,205,839.23 8,943,496.46 9,414,219.99 79,277.86 (none) (none) baseline 1,901,868.25 (5,055,779.19) 5,436,664.93 2,046,996.53
Inputs Ranked by Mean Output
Gambar 5.17 CDF Mitigasi Kasus Investasi Pembangkit
Hasil dari stress analysis menunjukkan bahwa nilai dari NPV meningkat drastis dengan usulan mitigasi tersebut. NPV yang awalnya hanya berkisar $ 1.9 juta menjadi $ 8,9 juta. Risiko eskalasi harga batu bara juga menurun dari extreme risk menjadi low risk.
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
-6000000 -4000000 -2000000 0 2000000 4000000 6000000 8000000 10000000
CDF Summary
Baseline Coal L50 0
Gambar 5.18 Risk Map Mitigasi Kasus Investasi Pembangkit
Insignificant Minor Moderate Major Catastropic
NPV ≤ $ 494,113 $ 988,226 ≤ NPV
< $ 988,226
$ 494,113 ≤ NPV
< $ 1,482,339
$ 1,482,339 ≤ NPV
< $ 1,877,630
NPV > $ 1,877,630
Almost
Certain P(X) > 75%
Likely 50% < P(X) ≤ 75% Inflation (US)
Possible 25% < P(X) ≤ 50% Currency (1 US$)
Unlikely 5% < P(X) ≤ 25%
Rare P(X) ≤ 5%
General and Administrative, Maintenance, Fuel,
& Supplies,Coal
Keterangan: Extreme Risk High Risk Moderate Risk Low Risk
Risk Map
67 6 BAB VI