BAB III UNSUR-UNSUR YANG DIPERLUKAN DALAM KARATE-DO
3.3 Unsur Program Permanen
3.3.4 Kata
Secara harafiah Kata berarti bentuk/rupa/potongan/corak. Dalam Budo Kata lebih diartikan sebagai bentuk latihan khusus yang menjadi intisari sebuah jenis seni beladiri yang ditampilkan dalam rangkaian beberapa buah Kihon yang disusun sedemikian rupa dalam sebuah standarisasi.
Dalam Karate-Do sendiri Kata dapat didefenisikan sebagai : “rangkaian beberapa Kihon yang disusun melalui proses panjang pada masa lalu ke dalam sebuah bentuk khusus yang memiliki nilai
keindahan, arti filosofis yang tinggi, serta diatur oleh sebuah standardisasi yang baku dalam penerapannya”.
Menurut nakayama ada tiga hal yang menjadi esensi pokok dalam memainkan sebuah Kata.
1. Tenaga, dicapai dengan pemahaman yang mendalam tentang Kihon secara utuh yang dipoles secara sempurna dengan bantuan pernapasan yang benar agar dapat menghasilkan sebuah keluaran/output tenaga yang semaksimum mungkin.
2. Irama, dicapai dengan menguasai secara total pengaturan kecepatan dan kelambatan (tempo) pergerakan dalam sebuah Kata yang bersumber pada Embusen (garis arah baku dari pergerakan Kata).
3. Keindahan, dicapai lewat peneguhan diri akan dua spirit yang wajib diketahui. Pertama adalah spirit “dalam”, yaitu pemahaman mendalam tentang arti historis-filosofis dari Kata yang dimainkan dan ditampilkan dalam bentuk ekspresi yang mempertegas akan hal itu dan mampu memancarkan aura tersendiri bagi mereka yang menyaksikannya. Kedua adalah spirit “luar”, yaitu Bahasa tubuh yang harus mampu menarik perhatian karena mendukung esensi yang hendak dicapai oleh seseorang yang memainkan Kata.
Dalam aturan tradisional yang bersumber dari tradisi Zen diwajibkan melakukan dua hal ini pada saat sesudah memainkan sebuah Kata alairan Karate-Do.
1. Yoi/posisi siap
2. Rei/sikap penghormatan dalam posisi berdiri
Hal-hal lain yang tak kalah pentingnya dalam peragaan sebuah Kata adalah :
• Kime dan Ki-Ai
• Chakugan (fokus arah perhatian/pandangan yang tepat) • Dachi (kuda-kuda)
• Bunkai artinya aplikasi dari Kihon yang meliputi teknik dari sebuah Kata yang ditampilkan dalam sebuah pergerakam yang biasanya telah diatur sesuai kreasi yang sedemikian rupa dalam sebuah demo yang menarik.
• Embu, yaitu penerapan teknik Kihon yang ada dalam Kata dalam bentuk pertarungan semi bebas, tatapi tetap diatur dalam Embusen yang baku serta dilakukam hanya secara berpasangan.
Gichin Funakoshi pada awalnya hanya memperkenalkan 15 buah Kata yang dianggapnya paling cocok bagi sebuah metode latihan di zaman modern. Ia juga menciptakan duah buah Kata yang hanya dipakai sebagai sarana dalam metode pelatihan dasar. Kedua Kata
tersebut adalah Taikyoku dan Ten No Kata. Ada 26 Kata yang akan penulis jelaskan, yaitu :
Kata Heian
1. Heian Shodan
Heian berarti “Pikiran Penuh Kedamaian”. Kata ini adalah Kata pertama dari lima Kata tingkat dasar, yang diciptakan oleh Yasutsune Itosu (salah satu guru Gichin Funakoshi). Heian Kata merupakan Kata Shorin, yang memperlihatkan kekuatan dan fleksibelitas gerakan.
2. Heian Nidan
Heian Nidan berarti seri Heian yang kedua. Aslinya Kata ini merupakan Kata yang pertama, tetapi Gichin Funakoshi merubahnya, karena Kata ini lebih sulit untuk dipelajari maupun mengajarinya. Kata ini berhubungan dengan Kata Bassai-Dai. Sikap balik kebelakang, tendangan menyamping, membalikan posisi pinggang/pinggul dan kombinasi tehnik.
3. Heian Sandan
Heian Sandan berarti Heian yang ketiga dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Jitte. Sikap kesamping dan tangkisan atas (atas bahu/kepala).
4. Heian Yondan
Heian Yondan berarti Heian keempat dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Kanku-Dai. Pengembangan tangkisan dan tehnik penyelesaian.
5. Heian Godan
Heian Godan berarti Kata Heian kelima dari Seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Gankaku. Fleksibilitas dan Keseimbangan.
Kata Tekki
6. Tekki Shodan
Tekki berarti kuda besi atau posisi berkuda. Tekki Shodan adalah Kata Tekki pertama dalam seri Kata Tekki. Kata Tekki adalah Kata Shorei, menggambarkan kekuatan, tehnik yang penuh tenaga. Kata Tekki diciptakan dan direvisi oleh Yasutsune Itosu.
7. Tekki Nidan
Tekki Nidan berarti Kata kedua dari seri Kata Tekki. Tekki Nidan dan Tekki Sandan dipelajari untuk pertama kali pada level sabuk Coklat, tetapi tidak dipelajari secara intensif hingga tingkat sabuk Hitam. Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul dan sikap kesamping.
8. Tekki Sandan
Tekki Sandan berarti Kata Tekki yang ketiga dari seri Kata Tekki. Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul dan sikap kesamping.
Kata Lanjutan 9. Bassai-Dai
Bassai-Dai berarti menghancurkan pertahanan musuh dengan kecerdikan dan menemukan kelemahan lawan (kebanyakan mengartikan “Gempuran Yang Sangat Kuat”). Rotasi Pinggul, kekuatan penuh, semangat yang kuat dan luapan tenaga, ketidak-untungan harus menjadi keuntungan.
10. Bassai-Sho
Bassai-Sho berarti lebih rendah dari Bassai-Dai. Kata Shorin ini diciptakan oleh Yasutsune Itosu. Kata ini lembut, tetapi penuh tenaga walaupun tidak seperti Bassai-Dai. Tangkisan yang sangat kuat dan serangan balik yang sangat tajam.
11. Kanku-Dai
Kanku-Dai berarti melihat dunia atau langit (dari gerakan pertama). Kata Dai menunjukkan bahwa Kata ini merupakan Kata Kanku terhebat. Teknik yang cepat dan lamban, penuh tenaga dan lembut, pemekaran dan pencutan, dan lompatan dan
membungkuk. Kata ini digunakan jika benar-benar terkepung oleh musuh.
12. Kanku-Sho
Kanku-Sho berarti Kata terendah didalam Kata Kanku. Kata Shorin ini merupakan perpaduan antara Heian Yondan dan Kanku-Dai. Penggunaan tenaga dengan benar, kecepatan dan pemekaran/penciutan dari otot.
13. Jitte
Jitte berarti tangan sepuluh atau keajaiban sepuluh. Kata Shorei ini berasal dari Tomari. Kata ini mungkin diperagakan dengan tongkat di tangan. Rotasi pinggul, dan tangkisan dengan tongkat.
14. Hangetsu
Hangetsu berarti Bulan Separuh/Setengah Bulan (berarti juga nama sikap utama dalam Kata). Kata ini adalah asli China dan nama aslinya adalah Seisan atau Seishan. Kata ini adalah Kata Shorei. Pemekaran/penciutan, putaran lengan dan pergerakan kaki serta pernapasan.
15. Enpi
Enpi berarti Burung Wallet Terbang. Kata Shorin ini dipelajari di Tomari. Kata ini sebelumnya dikenal dengan nama Wansu atau Wanshu. Yasutsune Itosu membuat perbaikan yang sangat
berarti dari gerakan Kata yang asli. Tinggi rendah posisi badan, gerakan yang cepat (kecepatan).
16. Gankaku
Gankaku berarti “Burung Bangau Diatas Karang” Keseimbangan dan tendangan kesamping.
17. Gion
Arti dari Gion belum ditemukan. Ini merupakan Kata Shorei yang diberi nama setelah rahib China datang ke Okinawa. Gion juga merupakan nama pura di Jepang dan China. Dan Gion dikenal sebagai nama rahib Budha Suci. Gion berkonotasi ketenangan, penuh kebanggaan, dan penuh kekuatan dalam mempelajarinya. Ketenangan, gerakan penuh tenaga, dengan semangat bertarung yang hebat.
18. Chinte
Chinte berarti “Tangan Ajaib”. Kata ini merupakan Kata Shorin yang terdiri dari beberapa tehnik China. Sangat sulit untuk menguasai pengunaan tenaga yang benar pada Kata ini.
19. Unsu
Unsu berarti “Tangan Bagaikan Awan”. Kata ini merupakan Kata Shorin tanpa diketahui asalnya. Tangan dengan arti tehnik tangan menyapu lawan seperti awan terbelah pisau dilangit.
Lompatan Tinggi dan rendah, tenik menendang, berpura-pura dan menggunakan beberapa bagian tubuh sebagai senjata.
20. Sochin
Sochin berarti perasaan/keadaan tenang ditengah orang (dan nama ini diambil dari posisi utama didalam Kata ini). Lamban, gerakan penuh tenaga dan sikap sochin (juga disebut sikap fudo-dachi).
21. Nijushiho
Nijushiho berarti 24 langkah. Makna dari Kata ini adalah sebuah gambaran alami aliran air atau ombak. Kata ini merupakan Kata Shorin Penggabungan total dari bermacam kekuatan dan kecepatan.
22. Gojushiho-Dai
Gojushiho-Dai berarti 54 langkah. Kata Shorin ini terinspirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruhnya. Nama lamanya adalah Useshi. Kata ini asli dari China dan dipelajari di China hingga abad ke-20.
23. Gojushiho-Sho
Gojushiho-Sho berarti Kata terendah di Kata Gojushiho. Kata ini merupakan Kata Shorin yang terinpirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruh, sayap dan
cakarnya. Kemampuan tehnik tingkat tinggi sangat dibutuhkan untuk memainkan atau mengerti Kata ini. Satu hal penting dalam Kata ini adalah tehnik tangan pedang.
24. Meikyo
Meikyo berarti cermin membersihkan cermin. Kata Shorei ini memiliki pengusaan tehnik dalam Kata Heian dengan bentuk Kata yang lebih lunak dan tenang. Nama asli Kata ini adalah Rohai.
25. Wankan
Wankan berarti “Mahkota Raja”. Kata ini aslinya dipelajari di Tomari, terdiri dari gerakan lembut dan ringan.
26. Ji’in
Ji’in diciptakan sebagai sebuah penghormatan terhadap kematian dan ketenangan/ penuh kekuatan dari Gion.
Dalam sistem pertandingan untuk Kata ada 2 model umum yang dikenal, yaitu sebagai berikut.
1. Sistem penyisihan kelompok, di mana semua peserta memainkan Kata secara bergiliran dalam dua babak saja. Pada babak pertama akan dipilih 3/5/10 peserta dengan nilai tertinggi untuk masuk pada babak kedua yang merupakan babak final di
mana peserta dengan nilai tertinggi akan keluar sebagai pemenang.
2. Sistem gugur, dimana para peserta dalam memainkan Kata hanya berhadapan dengan satu orang lawan dalam sebuah babak. Tiap peserta mengnakan sabuk yang berbeda warna dengan lawannya dan ada 3/5 orang juri sebagai penilai yang hanya akan memilih satu orang sebagai pemenang. Kata yang harus dimainkan secara berurutan, yaitu Shitei Kata (Kata Wajib) dan Tokui Kata (Kata Pilihan).