BAB 3 METODE PENELITIAN
3.8 Keabsahan Instrumen Penelitian
Analisis instrumen tes meliputi validitas isi, validitas butir, tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas soal tes yang dijabarkan sebagai berikut : 3.8.1.1 Validitas Isi Soal
Validitas isi soal digunakan untuk mengetahui kelayakan isi dari sebuah soal yang digunakan dalam penelitian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh validator. Berdasarkan hal tersebut terdapat beberapa indikator ketercapaian dalam validitas isi yang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3. 6 Indikator Validitas Isi Soal
No Butir Penilaian
A. KONSTRUKSI
1 Soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tepat 2 Ada petunjuk pengerjaan soal pada lembar soal B. MATERI YANG DISAJIKAN DALAM SOAL UJI COBA
1 Kesesuaian materi dengan KD
2 Soal berisikan tentang permasalahan yang dapat dipecahkan oleh siswa
3 Kesesuaian tingkat kesulitan materi dengan tingkat berpikir kritis siswa
C. BAHASA YANG DISAJIKAN DALAM SOAL UJI COBA
1 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat berpikir kritis terhadap siswa
2 Kalimat yang digunakan dapat dimengerti dan jelas 3 Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif
Berdasarkan Tabel 3. 6 yang telah diajukan kepada validator isi soal dengan hasil 87,5 % sehingga dinyatakan instrumen layak dipakai dan dapat dilihat pada Lampiran 6.
3.8.1.2 Validitas Butir Soal
Validitas butir diukur menggunakan rumus korelasi product moment.
Menurut Arikunto (2018), rumus korelasi product moment dirumuskan sebagai berikut:
πππ = π(Ξ£ππ) β (Ξ£π)(Ξ£π)
β[π(Ξ£π2) β (Ξ£π)2][π(Ξ£π2) β (Ξ£π)2] Keterangan :
πππ : Koefisien korelasi antara variabel π dan π π : Banyak siswa
π : Skor uji coba π : Jumlah skor total
Mengetahui valid atau tidaknya butir soal, nilai πππ dibandingkan dengan harga r pada table product moment dengan πΌ = 5%. Jika πππ > ππ‘ππππ maka butir soal termasuk valid. Derajat validitas dapat menggunakan tolak ukur berdasarkan kriteria menurut Guilford dalam Lestari (2018) sebagai berikut:
Tabel 3. 7 Kriteria Koefisien Korelasi Validitas Instrumen KoefisienKorelasi Korelasi
0,90 β€ πππ β€ 1,00 Sangat Tinggi 0,70 β€ πππ < 0,90 Tinggi 0,40 β€ πππ < 0,70 Sedang 0,20 β€ πππ < 0,40 Rendah
πππ< 0,20 Sangat Rendah
Soal sejumlah 39 dengan 35 soal pilihan ganda beralasan serta 4 uraian di uji coba pada kelas IX F terdapat 24 soal bersifat valid dan diambil 22 soal.
Nomor soal yang bersifat valid dapat dilihat pada Tabel 3. 8 berikut:
Tabel 3. 8 Nomor Soal Yang Bersifat Valid Nomor Soal Validitas Kriteria
2
3.8.1.3 Taraf Kesukaran
Taraf kesukaran menunjukkan seberapa sulit soal tersebut dikerjakan oleh siswa. Menurut Lestari (2018) dalam mengukur taraf kesukaran, digunakan rumus sebagai berikut: SMI : Skor maksimum ideal
Nilai taraf kesukaran digolongkan menjadi 5 (Lestari, 2018) seperti pada tabel berikut:
Tabel 3. 9 Kriteria Indeks Kesukaran Instrumen Indeks Taraf Kesukaran Kriteria
πΌπΎ = 0,00 Terlalu Sukar
0,00 < πΌπΎ β€ 0,30 Sukar 0,30 < πΌπΎ β€ 0,70 Sedang 0,70 < πΌπΎ β€ 1,00 Mudah
πΌπΎ = 1,00 Terlalu Mudah
Hasil analisis tingkat kesukaran soal uji coba dapat dilihat pada Tabel 3. 10 dan Lampiran 16.
Tabel 3. 10 Hasil Klasifikasi Tingkat Kesukaran Soal
Kriteria Nomor Soal Jumlah
Mudah
1,2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 21, 22, 24, 26, 27, 28, 31, 32, 33, 34, 4(uraian)
27 Sedang 16, 18, 19, 20, 23, 29, 25, 30, 35,
1(uraian), 2(uraian), 3(uraian) 12 3.8.1.4 Daya Pembeda
Daya beda merupakan kemampuan suatu soal untuk membedakan tingkat kemampuan siswa antara yang tinggi dengan yang rendah. Daya beda dinilai dengan indeks diskriminasi. Menurut Lestari (2018), rumus yang digunakan untuk menentukan indeks diskriminasi sebagai berikut:
π·π = πΜ π΄β πΜ Μ Μ Μ π΅ πππΌ Keterangan :
π·π : Indeks diskriminasi atau daya beda πΜ : Rata-rata skor
SMI : Skor maksimul ideal
Langkah-langkah dalam menghitung daya beda antara lain:
(1) Mengitung total skor tiap siswa.
(2) Mengurutkan skor dari yang tertinggi hingga terendah.
(3) Menentukan banyaknya kelompok atas dan kelompok bawah. Jika banyak siswa β₯ 30, maka banyak anggota tiap kelompok adalah 27% dari banyak siswa.
(4) Menghitung rata-rata skor masing-masing kelompok.
(5) Menghitung daya beda.
Nilai indeks diskriminasi digolongkan menjadi 5 (Lestari, 2018) sebagai berikut:
Tabel 3. 11 Kriteria Indeks Daya Pembeda Instrumen Indeks Diksriminasi Kriteria
0,70 < π·π β€ 1,00 Sangat Baik
0,40 < π·π β€ 0,70 Baik
0,20 < π·π β€ 0,40 Cukup
0,00 < π·π β€ 0,20 Buruk
π·π β€ 0,00 Sangat Buruk
Hasil analisis daya pembeda soal uji coba dapat dilihat pada Tabel 3. 12 dan Lampiran 16.
Tabel 3. 12 Hasil Daya Pembeda Soal Uji Coba
Kriteria Nomor Soal Jumlah
Baik 23, 30, 33 3
Cukup 2, 6, 7, 11, 14, 19, 21, 25, 28, 32 10 Buruk
1, 3, 4, 5, 8, 9, 10, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 24, 26, 27, 29, 31, 34, 1(uraian), 4(uraian)
21 Sangat Buruk 20, 22, 35, 2(uraian), 3(uraian) 5
3.8.1.5 Reliabilitas Soal
Reliabilitas menunjukkan tingkat konsistensi suatu instrumen, sehingga apabila digunakan beberapa kali untuk objek yang sama, maka akan menghasilkan data yang sama. Mengukur reliabilitas pada soal berbentuk pilihan ganda beralasan dan uraian, menurut Arikunto (2018) digunakan rumus Alfa sebagai berikut:
π11 = ( π
π β 1) (1 ββ ππ2 ππ‘2 ) Keterangan :
π11 : Reliabilitas
β ππ2 : Jumlah varians skor tiap item ππ‘2 : Varians total
Derajat reliabilitas dapat menggunakan tolak ukur berdasarkan kriteria menurut Guilford dalam Lestari (2018) sebagai berikut:
Tabel 3. 13 Kriteria Korelasi Reliabilitas Instrumen Koefisien Korelasi Korelasi
0,90 β€ ππ₯π¦ β€ 1,00 Sangat Tinggi 0,70 β€ ππ₯π¦ < 0,90 Tinggi 0,40 β€ ππ₯π¦ < 0,70 Sedang 0,20 β€ ππ₯π¦ < 0,40 Rendah
ππ₯π¦< 0,20 Sangat Rendah
Hasil dari analisis reliabilitas instrumen dapat dilihat pada Lampiran 16 dengan taraf signifikan 5% dan N=35 diperoleh r11 sebesar 0,765 dengan rtabel
0,344 yang berarti bahwa r11> rtabel maka dapat disimpulkan bahwa instrumen ini mempunyai taraf kepercayaan dengan kriteria tinggi dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data yang terpecaya.
3.8.1.6 Penentuan Soal Tes
Berdasarkan hasil analisis uji coba tes keterampilan berpikir kritis yang terdiri dari 39 butir soal (35 pilihan ganda beralasan dan 4 uraian), diperoleh hasil dari validitas, taraf kesukaran, daya beda, dan reliabilitas untuk terpilihnya 22 soal yang terdiri dari 20 pilihan ganda beralasan dan 2 uraian yang digunakan dalam pretest dan posttest. Hasil penentuan soal dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3. 14 Keabsahan Penentuan Soal
3 Sedang Mudah Buruk Dipakai dengan
perbaikan
4 Sedang Mudah Buruk Dipakai dengan
perbaikan
6 Sedang Mudah Cukup Dipakai
7 Sedang Mudah Cukup Dipakai
9 Sedang Mudah Buruk Dipakai dengan
perbaikan
10 Sedang Mudah Buruk Dibuang
11 Sedang Mudah Cukup Dipakai
12 Sedang Mudah Buruk Dipakai dengan
perbaikan
34 Sedang Mudah Buruk Dipakai dengan
perbaikan
1(uraian) Sedang Sedang Buruk Dipakai dengan
perbaikan
4(uraian) Sedang Mudah Buruk Dipakai dengan
perbaikan Keterangan :
Nomer 10 dan 19 dibuang dikarenakan dengan pertimbangan pada indikator soal keterampilan berpikir kritis sudah terpenuhi dengan soal lain yang lebih baik.
3.8.2 Keabsahan Instrumen Non-Tes
Instrumen non-tes dalam penelitian ini adalah angket keterampilan berpikir kritis siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terkait proses pembelajaran.
Pengujian validitas instrumen lembar angket menggunakan pengujian validitas konstruk. Validasi instrumen lembar non-tes dilakukan dengan validasi konstruk menggunakan pendapat ahli yaitu Erna Noor Savitri, S.Si., M.Pd dengan hasil layak dipakai dan dapat dilihat pada Lampiran 13.
3.9 Teknik Keabsahan Data