BAB III METODE PENELITIAN
3.6 Keabsahan Data
Keabsahan data sangat penting di dalam penelitian kualitatif untuk memperoleh data yang dapat dipertanggungjawabkan.Untuk menganalisis data dan memeriksa keabsahan data maka teknik yang digunakan oleh penulis dalam
penelitian ini adalah teknik triangulasi data. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moeloeng, 2005:330). Dengan menggunakan teknik triangulasi dalam pengumpulan data maka data yang diperoleh akan lebih konsisten sehingga menjadi suatu data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.
Denzin (dalam Moelong, 2005:330) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik, dan teori.
1. Triangulasi dengan sumber
Menurut Patton (dalam Moelong, 2005:330) triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal itu dapat dicapai dengan jalan:
- Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.
- Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi, membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.
- Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan.
- Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
2. Triangulasi dengan metode
Menurut Patton (dalam Moelong, 2005:331) terdapat dua strategi yaitu pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data, dan pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.
3. Triangulasi dengan penyidik
Triangulasi dengan penyidik ialah dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data.Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi kemelencengan dalam pengumpulan data. Pada dasarnya pengunaan suatu tim penelitian dapat direalisasikan dilihat dari segi teknik ini. cara lain ialah dengan membandingkan hasil pekerjaan seorang analis dengan analis lainnya.
4. Triangulasi dengan teori
Menurut Lincoln dan Guba (dalam Moelong, 2005:331) berdasarkan anggapan bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori.Di pihak lain, Patton berpendapat lain, yaitu bahwa hal itu dapat dilaksanakan dan hal itu dinamakannya penjelasan banding (rival explanation).
Dari ke empat jenis triangulasi data di atas, maka analisis data dalam penelitian ini penulis menggunakan triangulasi sumber dan metode.Triangulasi sumber data di dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan pendapat Patton (dalam Moelong, 2005:330) yaitu triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif yang dapat dicapai dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi, membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu, membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan, dan membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Sedangkan triangulasi dengan metode dilakukan sesuai dengan pendapat Patton (dalam Moelong, 2005:331) bahwa terdapat dua strategi yaitu pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data, dan pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1 Sejarah Singkat Desa Siringan-Ringan
Nagori (Desa)Siringan-ringan adalah salah satu bagian terkecil dari Negara Kesatuan RepublikIndonesia yang terletak di Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Simalungun Kecamatan Ujung Padang.Berdasarkan pendapat para tokoh masyarakat, Nagori (Desa)Siringan-ringanpertama kali dihuni oleh masyarakat Suku Batak Simalungun. Namun dengan perkembangan transmigrasi yang terjadi, Nagori (Desa)Siringan-ringan mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam jumlah penduduk. Kini Nagori (Desa)Siringan-ringan sudah memiliki penduduk + 1.631 jiwa dengan berbagai macam suku di antaranya Jawa, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Mandailing, dan Padang.
4.1.2 Geografi Desa Siringan-Ringan
Secara geografis dan secara administratif, Nagori (Desa) Siringan-ringan merupakan salah satu dari 19 Nagori (Desa) di Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungundan memiliki luas Wilayah 1.130 Km². Berbatasan langsung dengan:
• Sebelah barat Nagori (Desa) Mekar Rejo Kecamatan Bosar Maligas.
• Sebelah timur Nagori (Desa) PTPN III Kebun Dusun Hulu.
• Sebelah utara PTPN III Gunung Bayu.
• Sebelah selatan Nagori (Desa) Pengkolan Kecamatan Bosar Maligas.
Lahan di Nagori (Desa) Siringan-ringan terdiri dari lahan sawah, lahan kering, halaman perkarangan dan lain sebagainya, dimana sebagian besar lahan di Nagori (Desa) Siringan-ringan merupakan tanah kering. Selain itu, pembagian wilayah di Nagori (Desa) Siringan-ringan terbagi dalam tiga huta (dusun) yang terdiri dari:
• Huta (Dusun) I Siringan-ringan.
• Huta (Dusun) II Siringan-ringan.
• Huta (Dusun) III Siringan-ringan.
4.1.3 Demografi Desa Siringan-Ringan
Jumlah penduduk Nagori (Desa)Siringan-ringanberdasarkan profil nagori (desa) tahun 2017 sebesar 1.631 jiwa yang terdiri dari 743 laki laki dan 874 perempuan dan jumlah kepala keluarga 517 KK.
A. Pertumbuhan Penduduk Tabel 1.2 Pertumbuhan Penduduk
No Jenis Kelamin Jumlah Satuan
1. Laki-laki 743 Jiwa
2. Perempuan 874 Jiwa
Jumlah 1617 Jiwa
Jumlah Kepala Keluarga 517 KK
Sumber: Profil Desa Siringan-ringan tahun 2017
Sebagian besar penduduk Nagori (Desa)Siringan-ringan bekerja pada sektor pertanian.Secara detail mata pencaharian penduduk Nagori (Desa)Siringan-ringan adalah sebagai berikut :
B. Mata Pencaharian Penduduk Tabel 1.3 Mata Pencaharian Penduduk
No Mata Pencaharian 2016
Jumlah Satuan
1. Pertanian 90 KK
2. Pertambangan dan penggalian - KK
3. Industri Pengolahan 20 KK
4. Pedagang 30 KK
5. PNS 2 KK
6 Buruh Tani 267 KK
7. Pengerajin Industri Rumah Tangga 5 KK
8. Peternakan 100 KK
9. Montir 7 KK
10. Pensiunanan TNI/PNS/Polri - KK
Sumber: Profil Desa Siringan-ringan tahun 2017 C. Pendidikan
Pendidikan adalah salah satu instrumen penting untuk peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan.Tabel tingkat pendidikan Nagori (Desa)Siringan-ringan.
Tabel 1.4 Pendidikan
No. Tamat Pendidikan Jumlah Satuan
1. Tidak tamat SD 348 Jiwa
2. Tamat SD 600 Jiwa
3. Tamat SLTP 440 Jiwa
4. Tamat SLTA 303 Jiwa
5. Tamat Akademi/PT 10 Jiwa
Sumber: Profil Desa Siringan-ringan tahun 2017
Tampak dengan jelas, bahwa tingkat pendidikan yang dominan di Nagori (Desa)Siringan-ringan justru hanya lulusan SD,SLTP dan disusul dengan SLTA.
D. Infrastruktur Perhubungan
Tabel 1.5 Infrastruktur Perhubungan
No Uraian Kondisi Panjang
Jalan Baik Rusak
1. Jalan Nagori (Desa) - 2950 M
2. Aspal 516 500 KM
3. Perkerasan 800 - KM
4. Plat Deker 10 - Unit
5. Jalan Antar Nagori (Desa) - 15 KM
6. Rabat Beton 1285 150 M
Sumber: Profil Desa Siringan-ringan tahun 2017
4.1.4 Visi dan Misi Desa Siringan-Ringan A. Visi
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan visi Nagori (Desa)Siringan-ringan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di Nagori (Desa)Siringan-ringanseperti Pemerintah Nagori(Desa), Maujana (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga masyarakat nagori (desa) dan masyarakat nagori (desa) pada umumnya. Pertimbangan kondisi eksternal di nagori (desa) seperti satuan kerja wilayah pembangunan di KecamatanUjung Padang.
Selain penyusunan visi juga telah ditetapkan misi-misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh nagori (desa) agar tercapainya visi nagori (desa) tersebut. Pernyataan visi kemudian dijabarkan ke dalam misi agar dapat dioperasionalkan atau dikerjakan. Sebagaimana penyusunan visi, misidalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan
pertimbangan potensi dan kebutuhan Nagori (Desa)Siringan-ringan.
Setelah mendapat masukan dari seluruh pemangku kepentingan yang ada di nagori (desa), maka visi Nagori (Desa) Siringan-ringanadalah :
Visi : Membangun Siringan-ringan Lebih Maju B. Misi Desa
Untuk mencapai tujuan dari visi di atas maka disusunlah misi sebagai langkah-langkah penjabaran dari visi tersebut di atas sebagai berikut :
Misi :
a. Bidang Sarana dan Prasarana
Kita akan mengupayakan pembangunan di Nagori (Desa) Siringan-ringan, terutama sektor pembangunan jalan guna memperlancar transportasi pengangkutan hasil bumi agar perekonomian masyarakat lebih baik.
b. Bidang Pertanian dan Perkebunan
Kita akan mengadakan pengupayaan pengadaan bibit unggul serta pengadaan pupuk untuk petani atau pekebun.
c. Bidang Peternakan
Kita akan mengupayakan pengembangan ternak di Nagori (Desa) Siringan-ringan baik itu lembu maupun kambing dengan cara mennguatkan kelompok tani yang ada di Nagori (Desa) Siringan-ringan dengan mengupayakan pengolaan pakan ternak dan pelatihan cara beternak yang baik.
d. Bidang Kepemudaan
Membentuk dan menguatkan kelompok remaja masjid, guna menciptakan generasi yang baik dan berakhlak mulia serta membentuk dan menguatkan organisasi karang taruna, terutama dalam hal olah raga gua menciptakan
generasi muda yang berprestasi dan menyediakan kursus komputer.
4.1.5 Susunan Organisasi Aparatur Desa Siringan-Ringan A. Nama-Nama Aparatur Desa Siringan-ringan
Pangulu (Kepala Desa) : Dian Parayudi Sekretaris Nagori (Sekretaris Desa) : Dewi Rahayu,S.T Kepala Urusan Pemerintahan dan Kemasyarakatan : Dia Audina Sinaga Kepala Urusan Perekonomian dan Pembangunan : Fitri Ramadhani Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan : Sunarso
Gamot (Kepala Dusun) :1.Riana Susni
Wijaya, S.Ag 2.Paino 3. Supriadi
B. Struktur Organisasi Aparatur Desa Siringan-ringan
Sumber: Profil Desa Siringan-ringan tahun 2018
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Aparatur Desa Siringan-ringan
4.1.6 Susunan Organisasi Badan Permusyawaratan Desa Siringan-Ringan
KETUA BPD
SUROSO
KEPALA DESA
DIAN PARAYUDI
SEKRETARIS DESA
DEWI RAHAYU, S.T
KAUR PEMERINTAHAN DAN KEMASYARAKATAN
DIA AUDINA SINAGA
KAUR PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN
FITRI RAMADHANI
KAUR ADMINISTRASI DAN KEUANGAN
SUNARSO
KEPALA DUSUN I
RIANA SUSNI WIJAYA,S.Ag
KEPALA DUSUN II
PAINO
KEPALA DUSUN III
SUPRIADI
A. Nama-Nama Anggota Badan Permusyawaratan Desa Siringan-Ringan Ketua Maujana (Ketua BPD) :Suroso
Wakil Ketua Maujana (Wakil Ketua BPD) : Thamrin Sekretaris Maujana (Sekretaris BPD) :Misman Anggota Maujana (Anggota BPD) : 1. Suriawan
2. Sumarli 3. Juminem
4.Muhammad Amri Pulungan
B. Struktur Organisasi Badan Permusyawaratan Desa Siringan-Ringan
Sumber: Profil Desa Siringan-ringan tahun 2018
Gambar 1.2Struktur Organisasi BPD Siringan-ringan 4.2 Karateristik Informan
KETUA BPD
SUROSO
WAKIL KETUA
THAMRIN
SEKRETARIS
MISMAN
ANGGOTA
SURIAWAN
ANGGOTA
SUMARLI
ANGGOTA
JUMINEM
ANGGOTA
MUHAMMAD AMRI PULUNGAN
Setelah diadakan penelitian dan pengumpulan data di lapangan baik melalui wawancara dan observasi langsung maka diperoleh berbagai data dan informan dalam kaitannya dengan kinerja aparatur desa dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa di Desa Siringan-ringan. Dengan adanya data hasil penelitian dan informan penelitian ini maka akan memudahkan penulis untuk dapat menganalisis data dengan baik. Penelitian ini dilakukan melalui proses wawancara di Desa Siringan-ringan. Penulis melakukan sejumlah wawancara dengan beberapa informan untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta yang ada di lapangan mengenai kinerja aparatur desa dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja di Desa Siringan-ringan. Dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan penulis melakukan wawancara dan pengumpulan data yang dilakukan pada tanggal 13 April 2018 sampai 18 April 2018, tanggal 27 April 2018 sampai 5 Mei 2018, dan tanggal 18 Mei 2018 sampai 29 Mei 2018.
Adapun informan dalam penelitian ini adalah:
• Informan kunci adalah BPD yang ada di Desa Siringan-ringan.
1. Suroso : Ketua BPD
2. Misman : Sekretaris BPD
3. Muhammad Amri Pulungan : Anggota BPD
4. Sumarli : Anggota BPD
5. Juminem : Anggota BPD
6. Suriawan : Anggota BPD
• Informan utama adalah aparatur desa yang ada di Desa Siringan-ringan.
1. Dian Parayudi : Kepala Desa 2. Dewi Rahayu, S.T : Sekretaris Desa
3. Dia Audina Sinaga : Kaur Pemerintahan dan Kemasyarakatan 4. Fitri Ramadhani : Kaur Perekonomian dan Pembangunan 5. Sunarso : Kaur Administrasi dan Keuangan 6. Paino : Kepala Dusun II
• Informan tambahan yaitu masyarakat yang ada di Desa Siringan-ringan 1. Budi Haryanto : Tokoh Masyarakat
2. Salman : Tokoh Masyarakat 3. Wagirin : Tokoh Agama
4.3 Kinerja Aparatur Desa Dalam Penyusunan APBDes Di Desa Siringan-ringan
Dalam bagian ini akan disajikan hasil penelitian mengenai kinerja aparatur desa dalam peyusunan APBDes di Desa Siringan-ringan Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun. Untuk mengukur kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes di Desa Siringan-ringan digunakan indikator-indikator berdasarkan teori Dharma yaitu kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan di Desa Siringan-ringan mengenai kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes maka dapat digambarkan hasil penelitian sebagai berikut:
4.3.1 Kuantitas
Kuantitas merupakan jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai.
Pengukuran kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan. Ini berkaitan dengan jumlah keluaran yang dihasilkan.Dalam penyusunan APBDes diperlukan adanya kuantitas kinerja yang baik. Kuantitas kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes dapat dilihat dari semua proses yang harus dilewati dari awal penyusunan APBDes sampai ditetapkannya APBDes. Kuantitas kinerja aparatur desa juga dapat dilihat dari beberapa hal, salah satunya adalah berapa banyak dokumen ataupun syarat-syarat yang harus diselesaikan serta dilengkapi dalam penyusunan APBDes. Untuk memperoleh informasi mengenai kuantitas kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes maka penulis mewawancarai Ibu Dewi Rahayu, S.T sebagai Sekretaris Desa Siringan-ringan yang memahami tentang proses penyusunan APBDes. Beliau menyatakan bahwa:
“Sebelum menyusun APBDes atau APBNag, RPJMDes dan RKPDes harus sudah ada, kita harus menyelesaikan RPJMDes dan RKPDes terlebih dahulu. Pertama kita harus musyawarah sosialisasi RPJM, lalu musyawarah huta (dusun) I, musyawarah huta (dusun) II, musyawarah huta (dusun) III, kemudian musyawarah desa tentang RPJM, musyawarah rencana pembangunan di tingkat desa, musyawarah musrembang di tingkat kecamatan. Penyusunan RPJM, RKP, APBDes. Lalu rapat kesepakatan bersama antara pangulu (kepala desa) dan maujana (BPD) sekaligus penandatanganan APBDes. Untuk 2018 ini kita baru bisa menyusun APBDes setelah peraturan bupati beserta dana yang akan diberikan ke desa keluar. Perbup baru bisa keluar kalau kita sudah selesai membuat RKP.
Selain itu dalam penyusunan RPJM ini kita membentuk tim penyusun RPJM. Saat musyawarah kita juga undang masyarakat beserta maujana (BPD)” (Wawancara pada hari Senin 16 April 2018, lihat transkrip wawancara hal 33).
Dari pernyataan Ibu Dewi Rahayu, S.T selaku sekretaris desa mengenai proses penyusunan APBDes di atas, dapat dilihat bahwa terdapat banyak tahapan
yang harus dilalui untuk menyusun APBDes. Sebelum penyusunan APBDes harus diselesaikannya RPJMDes dan RKP yang mana tanpa RPJMDes dan RKP maka APBDes tidak dapat disusun.Tahapan-tahapan tersebut menunjukkan kuantitas kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes.
Selanjutnya penulis mewawancarai Ketua BPD yaitu Bapak Suroso untuk mendapatkan informasi mengenai bagaimana kuantitas kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes di Desa Siringan-ringan. Bapak Suroso menyatakan bahwa:
“Kuantitas kerja aparatur di sini sudah baik.Mereka sering mengadakan musyawarah-musyawarah dalam penyusunan APBNag (APBDes).Masyarakat juga selalu dilibatkan dalam setiap musyawarah yang diadakan di nagori (desa).Untuk pembuatan RPJM kemarin kami melakukan musyawarah di setiap huta (dusun). Di Nagori (desa) Siringan-ringan ada tiga huta (dusun), berarti untuk musyawarah huta (dusun) kami sudah tiga kali. Sedangkan kalau ditambah dengan musyawarah-musyawarah lainnya dalam penyusunan APBNag (APBDes) itu sudah sangat sering sekali. Kalau kuantitas kerjanya sudah baguslah aparatur di sini dalam penyusunan APBNag (APBDes)” (Wawancara pada hari Selasa 17 April 2018, lihat transkrip wawancara hal 6).
Pernyataan yang hampir sama juga dinyatakan oleh Bapak Misman selaku Sekretaris BPD mengenai kuantitas kinerja aparatur desa, yaitu:
“Sudah baik kuantitasnya.Sering mereka mengadakan musyawarah-musyawarah dalam penyusunan APBNag (APBDes).Mereka juga mengundang maujana (BPD) dan masyarakat.Selain itu, Babinsa, Bhabin kamtibmas, ketua LPMN, pendamping desa datang semua kemarin waktu musyawarah” (Wawancara pada hari Rabu 2 Mei 2018, lihat transkrip wawancara hal 10).
Bapak Sumarli selaku anggota BPD juga menyatakan bahwa kuantitas kinerja aparatur desa sudah baik. Berikut adalah pernyataan dari Bapak Sumarli:
“Untuk kuantitas kerja mereka dalam penyusunan APBNag (APBDes) sudah bagus menurut bapak.Mereka sering mengadakan musyawarah seperti musyawarah huta (dusun), musyawarah nagori (desa), juga musrembang untuk membicarakan mengenai apa-apa saja yang mau dibangun di nagori (desa) ini” (Wawancara pada hari Rabu 18 April 2018, lihat transkrip wawancara hal 18).
Kemudian penulis mewawancarai Kepala Desa Siringan-ringan yaitu Bapak Dian Parayudi mengenai bagaimana kuantitas kinerja mereka sebagai aparatur desa dalam penyusunan APBDes. Beliau menyatakan:
“Kuantitas kerja kami sudah baik. Sebelum kami menyusun APBNag, di sini namanya APBNag atau sama dengan APBDes ya, jadi kami sudah mengadakan musyawarah-musyawarah kepada maujana (BPD) dan masyarakat mengenai rencana program pembangunan di desa ini. Sebelum melakukan penyusunan APBNag (APBDes) ini harus ada beberapa persyaratan yang dipenuhi yaitu harus sudah selesai RPJM dan RKP, jika sudah ada maka bisa langsung lanjut menyusun APBNag (APBDes)”
(Wawancara pada hari Senin 16 April 2018, lihat transkrip wawancara hal 27).
Pernyataan yang hampir sama juga dinyatakan oleh Kepala Dusun II Desa Siringan-ringan yaitu Bapak Paino yang menyatakan bahwa:
“Kuantitas kerja sudah cukup baik. Kami sering rapat sama masyarakat dan maujana (BPD), membicarakan mengenai program pembangunan di nagori (desa) ini.Sudah sesuailah kuantitas kerja kami dengan yang seharusnya” (Wawancara pada hari Kamis 3 Mei 2018, lihat transkrip wawancara hal 57).
Pernyatan dari Bapak Paino selaku Kepala Dusun II Desa Siringan-ringan dibenarkan oleh Bapak Suriawan selaku anggota BPD Desa Siringan-ringan.Bapak Suriawan menyatakan bahwa kuantitas kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes sudah dilaksanakan dengan baik. Berikut adalah pernyataan Bapak Suriawan:
“Kuantitas kerja mereka sudah baik. Musyawarah-musyawarah mengenai apa saja rencana program pembangunan juga sudah dituliskan semua jumlahnya berdasarkan hasil musyawarah. Jadi memang semua program pembangunan yang tertuang dalam APBNag (APBDes) itu sudah sesuai dengan hasil musyawarah.Banyak sekali usulan pembangunan saat musyawarah.Setiap huta (dusun) mengajukan program pembangunan bagi hutanya (dusun).Namun karena anggaran yang dimiliki terbatas maka dipilih beberapa yang paling prioritas. Menurut saya sudah sesuailah jumlah program pembangunannya, sudah bagus menurut saya kuantitas kerja aparatur desa dalam penyusunan APBNag (APBDes) ini”(Wawancara pada hari Selasa 22 Mei 2018, lihat transkrip wawancara
Dari pernyataan Bapak Suriawan di atas dapat diketahui bahwa kuantitas kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes di Desa Siringan-ringan tidak hanya dinilai dari musyawarah-musyawarah yang telah diadakan, melainkan juga dapat dinilai dari jumlah program pembangunan yang tertuang di dalam APBDes. Kemudian penulis mewawancarai Bapak Dian Parayudi selaku Kepala Desa Siringan-ringan mengenaiapa saja prioritas program pembangunan di dalam APBDes. Beliau menyatakan bahwa:
“Untuk APBNag (APBDes) 2018 ini terdiri dari beberapa program pembangunan ya seperti bidang pelaksanan pembangunan nagori (desa), bidang pembinaan kemasyarakatan, bidang pemberdayaan masyarakat, dan lain lain ya, nanti bisa dilihat di APBDes. Tapi untuk prioritas program pembangunannya lebih fokus kepada pembangunan infrastruktur dan pengadaan BUMDES.Untuk infrastruktur kami melakukan pengecoran jalan karena jalan di Nagori (Desa) Siringan-ringan ini banyak yang rusak.Sulit sekali akses transportasi di sini.Selain itu untuk pengadaan BUMDES kami berencana melakukan pembelian ternak sapi. Pengadaan BUMDES ini bertujuan agar masyarakat bisa lebih sejahtera” (Wawancara pada hari Senin 16 April 2018, lihat transkrip wawancara hal 29).
Selanjutnya penulis mewawancarai anggota BPD lainnya yaitu Bapak Muhammad Amri Pulungan. Beliau mempunyai pernyataan yang hampir sama dengan pernyataan berbagai informan di atas, namun beliau juga menyatakan bahwa usaha yang dilakukan aparatur desa untuk datang ke kantor juga termasuk kuantitas kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes. Berikut adalah pernyataan dari Bapak Muhammad Amri Pulungan:
“Menurut saya sudah baik kuantitas aparatur desanya dalam penyusunan APBNag (APBDes).Mereka sering mengadakan musyawarah-musyawarah untuk membahas rencana program-program pembangunan untuk penyusunan APBNag (APBDes).
Selain sering mengadakan musyawarah, mereka sekarang juga sudah sering datang ke kantor, saya sering lihat kantor pangulu (kepala desa) buka. Biasanya dulu kantor pangulu (kepala desa) itu jarang sekali bukanya. Mereka juga sudah mulai disiplin, pagi sudah ada di kantor” (Wawancara pada hari Selasa 17 April 2018, lihat transkrip wawancara hal 14).
Bapak Budi Haryanto selaku tokoh masyarakat juga menyatakan bahwa kuantitas kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes sudah cukup baik dilihat dari usaha aparatur desa untuk datang ke kantor tepat waktu. Beliau menyatakan:
“Kuantitas kerja mereka sudah cukup baik. Dilihat dari usaha mereka untuk datang ke kantor tepat waktu. Dilihat dari musyawarah yang mereka adakan dalam penyusunan APBNag (APBDes) kemarin mereka juga sering musyawarah.Sudah cukup baiklah kuantitas kerja mereka”
(Wawancara pada hari Rabu 23 Mei 2018, lihat transkrip wawancara hal 61).
Ibu Juminem selaku anggota BPD juga menyatakan bahwa kuantitas kinerja aparatur desa dalam penyusunan APBDes juga dapat dilihat dari jam kerja aparatur desa. Berikut adalah pernyataan beliau:
“Kuantitas kerjanya sudah baik.Aparatur desa di sini sudah mengikuti peraturan dengan baik dalam penyusunan APBNag (APBDes). Kami sering ikut musyawarah untuk membicarakan masalah apa yang ada di nagori (desa) ini. Kalau menurut ibu, kuantitas kerja mereka enggak cuma dilihat dari musyawarah aja dari jam kerja pun bisa dilihat. Kalau dilihat dari jam kerja, mereka juga sudah cukup baiklah” (Wawancara pada hari Sabtu 19 Mei 2018, lihat transkrip wawancara hal 21).
Pendapat para informan di atas mengenai jam kerja dan kantor desa yang sudah sering buka sesuai dengan observasi yang penulis lakukan di lapangan. Berdasarkan hasil observasi penulis, aparatur desa sudah datang ke kantor desa dengan tepat waktu. Di kantor desa, aparatur desa mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan APBDes seperti pengecekan terhadap dokumen APBDes. Selain itu, kantor desa yang sering buka dimaksudkan agar masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai APBDes.
Untuk memperoleh informasi lebih lengkap lagi mengenai kuantitas kinerja aparatur
Untuk memperoleh informasi lebih lengkap lagi mengenai kuantitas kinerja aparatur