HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Keadaan Guru
Guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, dalam usaha mengantarkan siswa kepada kedewasaan baik dalam berfikir maupun dalam bertingkah laku. Oleh karena itu, guru dituntut keahliannya dalam mengajar dan mendidik siswanya, agar ilmu dan bidang studi yang diajarkan mudah diserap dan ditransfer anak didik. Dengan demikian, nampak jelas bahwa menjadi guru bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, sebab keberhasilan suatu sekolah khususnya di SMK Muhammadiyah 2
memberikan bimbingan dan pembelajaran terhadap siswa.
Kemudian klasifikasi tenaga pendidik di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala sebanyak 68 orang termasuk pimpinan sekolah. Untuk mengetahui lebih jelas keadaan jumlah guru dan mata pelajaran yang di ajarkannya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1
Pimpinan Sekolah Dan Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiya 2 Bontoala
No Nama Jabatan
1 Abdul. Munir, S.Pd, M.Ag NBM:826705
Kepala Sekolah 2 Drs.Muri Khalid,M.Pd.I Wakasek Humas/Urs.
Industri
3 Ka’bai S.Pd Wakasek UrusanSarana
4 Agus Purwanto,S.Pd
Nip: 19690822 200701 1 002
Wakasek Kurikulum
5 Ir.H.A.Rosihan Wakasek Urusan SDM
6 Muhammad Said,A.Mk Kaur.Keuangan
7 Ahmad Amiruddin,S.Pd Wakasek Kesiswaan
Tabel 2
Keadaan Guru SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
No Mata Pelajaran Nama Guru Jumlah
1 Pendidikan Agama dan
2 PKN Abdul Munir, Mag, S.pd Nilawati, S.pd
Andi Rostiati, SH
3 Orang
3 Bahasa Indonesia Mustiah Eni, S.S Masri, S.pd
Andi Marliah, S.Pd Ummussalama S.Pd/
Nurwaidah S.Pd
5 Orang
4 Matematika Muh. Said, S.Pd
Drs. Firdaus Yusuf, S.Pd Nurjannah, S.Pd
Drs. Muh. Ali Hermawati, Yp
5 Orang
5 Sejarah Indonesia Drs. Muri Khalid Nur Rahmi Ulul Asmi
2 Orang 6 Bahasa Inggris Ka’bai, S.Pd
Kurnia Ningsih S.Pd Suharto, S.Pd
3 Orang
7 Seni Budaya Suharto, S.Pd
Hj. Karyanti Andi Sahabu,
11 Bahasa Arab Muh. Ilham, S.Pd Syamsuddin, S.Ag Surahmat Rahmawan Sidiq Fiqi. R
4 Orang
12 Fisika Muhammad Ilham, S.Pd
Nuriyah, S.Pd
2 Orang
13 Kimia Drs. Sukri
Nuriyah, S.Pd
2 Orang
14 Simulasi Digital Ramlah, S.Kom 1 Orang
15 Pemeliharaan Chasis TKR
Nurdin Nonci S.Pd 4 Orang
TKR
kelistrikan TKR dan TLDO
Pemekiharaan
kelistrikan TKR dan TLDO
Pemekiharaan
kelistrikan TKR dan TLDO
Pemekiharaan
kelistrikan TKR dan TSM
19 TDO Niswah S.Pd 1 Orang
20 Gambar Teknik Otomotif
Drs. Abd. Wahab 1 Orang
21 Kejuruan TAV Agus Purwanto, S.Pd Nur Kahar, S.Pd Ahmad Soliqin, S.Pd
3 Orang
22 Kejuruan TKM Ahmad Amiruddin, S.Pd Ahmad Thoriq, S. Kom. Mt Abdullah, S.Pd
Sahar Chaca
4 Orang
Budiarman Wajid, S.Kom
Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Muhammadiya 2 Bontoala
Kemudian klasifikasi staf di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala sebanyak 6 orang Untuk mengetahui lebih jelas keadaan jumlah staf dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 3
Nama Staf Tata Usaha
No Nama Alamat Ibu Kandung
1 Riski Amalia Tallo Rachmawati
2 Hajiwadang Bontoala Suratman
3 Nur Rahmi Ulul Asmi Bontoala Rehana
4 Safaruddin --- Saniah
5 Sahar --- St. Harah
6 Wahyudi Hafsah
Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Muhammadiya 2 Bontoala
Keadaan siswa SMK Muhammadiyah 2 Bontoala, pada tahun pelajaran 2016/2017 menampung 1043 siswa dengan perincian kelas X sebanyak 297 siswa, kelas XI sebanyak 378 siswa, kelas XII sebanyak 368 siswa, dapat dilihat pada tebel berikut :
Table 4
Keadaan siswa SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Muhammadiya 2 Bontoala 4. Keadaan Fasilitas Sekolah
SMK Muhammadiyah 2 Bontoala memiliki fasilitas yang dapat dikategorikan sangat memadai yang dapat mendukung keberlangsungan No
Program Keahlian
Keadaan Siswa
Kelas X Kelas XI Kelas XII
L P L P L P
1 Perbankan 4 21 4 13 4 31
2 Tehnik Audio Video 12 2 19 0 26 2
3 Teknik Komputer jaringan 30 5 33 7 16 16
4 Teknik Komputer Multimedia 34 16 45 35 53 37 5 Tehnik Otomotif Kendaraan
Ringan
40 0 87 0 73 0
6 Tehnik Sepeda Motor 64 0 84 0 62 0
7 Akutansi 5 28 3 18 2 21
8 Administrasi Perkantoran 2 34 3 34 2 21
Jumlah 191 106 278 100 238 130
Jumlah Siswa Keseluruhan 1043
terdapat di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar, yakni : Tabel 5
Keadaan Fasilitas Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
No Fasilitas Jumlah
1 Ruang Kepala Sekolah /Ruang Wakil Kepala Sekolah
1
2 Ruang Guru 1
3 Ruang Pelayanan Administrasi 1
4 Ruang perpustakaan 1
5 Ruang Belajar/Kelas 33
6 Ruang Unit Produksi 1
7 Ruang Ibadah/Mushollah 1
8 Ruang Kantin Sekolah 1
9 Toilet/WC 9
10 Ruang Gudang 1
11 Ruang BP/BK 1
12 Ruang Osis 1
13 Ruang Penjaga Sekolah 1
14 Lapangan Upacara 1
15 Ruang Praktek Komputer 1
16 Ruang Lab Multimedia 1
17 Ruang Praktek Gambar Teknik 1
18 Ruang Praktek Teknik Kendaraan Ringan
1 19 Ruang Praktek Teknik Sepeda Motor 1 20 Ruang Praktek Teknik Audio-Video 1
Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Muhammadiya 2 Bontoala
XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
Penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
Penerapan strategi pembelajaran sering diterapkan dalam banyak konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sebagai sebuah mata pelajaran adalah bagaimana mengimplementasikan Pendidikan Agama Islam bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama tetapi juga bagaimana mengarahkan peserta didik agar memiliki kualitas iman,taqwa dan akhlak mulia.Sehingga peserta didik mampu mengimplementasikanya dikehidupan sehari-hari.
Menurut bapak Fikri Gazali S.Pdi guru Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala mengatakan bahwa:
Cara menerapakan strategi pembelajaran koopratif yaitu dengan menerapkan beragam model, metode, media dan sumber pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik seperti materi tentang “Qada dan qadar”, pembelajaran di mulai dengan pengamatan terhadap beberapa ilustrasi yang tertera pada buku teks. Peserta didik secara kelompok diminta untuk mencermati ilustrasi tersebut. Setelah dilakukan pencermatan, guru menunjuk beberapa peserta didik/wakil dari kelompok untuk memaparkan hasil pengamatanya.(wawancara, sabtu, 13 agustus 2016)
Menurut ibu Dra. Hj. Sitti. Zaenabo guru Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala yang disadu oleh peneliti:
“Cara menerapkan strategi di Kelas XI mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai berikut :
a. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, Misalnya siswa di bagi dalam 5 kelompok, maka siswa diminta untuk berhitung 1 s/d 5,
kelompok.
b. Siswa diberi penjelasan dan langkah-langkah kerja pelajaran.
c. Siswa diberi materi bahasan yang dibahas dikelompoknya
d. Guru melakukan pengawasan dan memberikan bantuan jika terdapat masalah atau siswa kurang pemahaman akan sesuatu hal yang berkaitan dengan materi tersebut.
e. Siswa diberi kesempatan untuk mempresentasi hasil kerja kelompok
f. Siswa dan guru dapat memberikan masukan atau kesimpulan tentang pembelajaran tersebut.
Kedua pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran koopratif adalah dengan pembelajaran kooperatif peserta didik dapat meningkatkan kognitif, dan efektif siswa lebih baik dan meningkapkan sikap saling tolong menolong dalam perilaku sosial. Selain meningkatkan kognitif dan efektifitas siswa, pembelajaran kooperatif juga memberikan manfaat-manfaat besar lain seperti,siswa berpartisipasi dalam pembelajaran kooperarif akan memiliki sikap percaya diri yang tinggi dan motivasi yang lebih besar.
Guru dalam menerapkan strategi juga sangat memperhatikan situasi dan kondisi siswa yang dihadapi. penggunaan berbagai macam strategi mengajar sebagai upaya untuk dapat menggairahkan siswa dalam proses pembelajaran, jadi strategi yang kami terapkan disini disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa, artinya kami menerapkan berbagai jenis strategi mengajar secara bergantian.
Menurut bapak Hasanuddin S.Pdi guru Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa:
memberikan nasehat kepada peserta didik. Strategi ini dilaksanakan dengan cara memberitahukan secara langsung tentang perbedaan nilai-nilai yang baik dan tidak baik. (wawancara sabtu, 13 agustus 2016).
Berdasarkan data yang diperoleh pada objek yang diamati peneliti dapat menyimpulkan bahwa penerapan strategi adalah guru dapat memberikan nasehat kepada peserta didik, dengan strategi ini peserta didik dapat mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran islam.
siswa tinggal memilah mana yang dikatakan sebuah kebenaran dan kebaikan yang disampaikan oleh seorang guru. Penerapan tersebut akan mewujudkan peserta didik mengetahui atau menghafal jenis-jenis nilai tertentu saja dan belum tentu menerapkanya. Dalam hal ini peserta didik biasanya kurang memperhatikan apa yang disampaikan oleh gurunya sehingga penerapan ini tidak terlalu efisiensi dalam penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Menurut Bapak Syamsuddin, S.Ag guru Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa:
Mengenai penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah guru memegang peranan penting sekali dalam proses pendidikan, salah satu yang dilakukan guru adalah memberikan pelayanan kepada para siswa dalam pembelajaran di kelas dengan menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi salah satunya adalah membaca buku kemudian membuat pertanyaan untuk guru sehingga siswa mampu mencerna materi yang dibawakan oleh guru.(wawancara tanggal 13 Agustus 2016).
Memperhatikan paparan data dari hasil wawancara dengan informan tersebut, maka dapat disimpulkan tentang penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilakukan di kelas XI SMK
siswa guru memiliki peranan penting dalam penerapan strategi pembelajaran pendidikan agama islam . dalam hasil wawancara tersebut guru sudah banyak melakukan perubahan karna mereka sudan mampu menggunakan strategi yang berbeda dalam menyampaikan sebuah materi yang ingin mereka sampaikan. strategi pembelajaran yang dilakukan di kelas seperti guru bercerita, berceramah, dan tes menghafal Al-qu’an, kepada siswa supaya peserta didik mampu mengkafer apa yang disampaikan oleh seorang guru. Dalam hal ini membantu peserta didik dalam menyampaikan sebuah gagasan atau ide untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu peserta didik.
Karena dengan bentuk penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang tepat sesuai materi yang diajarkan tersebut, dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam memahami pelajaran yang diajarkan oleh guru. Seorang guru sangat berperan penting dalam penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. kesesuai materi yang telah diajarkan sangat menunjang akan meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan.
pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
Berdasarkan hasill penelitian bahwa:
a. Faktor pendukung penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala adalah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di antaranya dapat dilihat dari segi kemampuan guru, sumber sarana, fasilitas, dan siswa.
Menurut bapak Syamsuddin, S.Ag guru Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala mengatakan bahwa:
Faktor pendukung penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah faktor sikap mental siswa, kemampuan pendidik, kelengkapan perpustakaan, sarana, alat media yang tersedia serta lingkungan, itu semua dapat mendukung kegiatan sistem pembelajaran.(wawancara, 13 agustus 2016)
Berdasarkan wawancara yang di peroleh peneliti dapat di simpulkan bahwa faktor pendukung penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah pendidik perlu memahami dan menguasai tentang inovasi pembelajaran sehingga mempunyai sikap mental dan kecakapan dalam menerapkan berbagai pendekatan dan model pembelajaran untuk menunjang keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Dengan kemampuan tersebut pendidik mampu mengatur peserta didik dengan segala macam perbedaan yang dimilikinya selain itu juga di butuhkan sarana dan prasarana yang meliputi media, alat, dan sumber pembelajaran yang memadai sehingga pendidik tidak perlu banyak
yang disampaikan kepada peserta didik demi tercapai tujuan pembelajaran.
1. Kemampuan guru dalam pengelolaan kelas
kemampuan guru dalam mengelolah kelas, guru hendaknya mempunyai beberapa kemampuan dalam mengelolah kelas supaya dapat menunjang keberhasilan dalam menerapkan strategi pembelajaran kepada peserta didik. Karna biasanya pengelolaan dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan proses pembelajaran khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Menurut bapak Syamsuddin, S. Ag guru Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa:
Ketika mengajar seorang guru harus memiliki kemampuan dalam pengelolaan kelas, karena percuma kalau guru hanya banyak memililki media pendidikan kalau tidak tahu menggunakaannya.
Maka dari itu, guru harus memiliki kemampuan dalam mengelola kelas supaya minat belajar siswa sangat tinggi di mana, siswa juga mampu meningkatkan kreatifitasnya dalam mengeluarkan pendapat atau ide-idenya, dalam mengukapkan sebuah gagasan yang menyakut tentang materi yang disampaikan. (Wawancara Sabtu, 13 agustus 2016).
Berdasarkan data yang di peroleh peneliti pada objek yang di amati bahwa faktor pendukung penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah seorang guru dituntut untuk mampu menguasai isi pokok pelajaran Pendidikan Agama Islam dan mampu mengelolah kelas dengan baik. Guru harus mampu mengatur siswa dengan baik untuk
evaluasi dan membimbing siswa dalam memberikan arahan.
1. Penguasaan Guru dalam menguasai Materi pembelajaran
Hal terpenting dalam menunjang penerapan strategi pembelajaran adalah penguasaan bahan materi pembelajaran yang dilakuan guru dalam proses transfermasi pendidikan serta pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan minat belajar siswa yang tinggi sehingga menciptakan peserta didik yang memiliki wawasan yang luas. Dalam penerapan itu sendiri guru yang memiliki wawasan yang luas dalam menyampaikan materi mampu membuat suasana lebih menyenangkan dan lebih gampang menguasai dan mententramkan suasana yang ada dalam kelas. Mampu menciptakan ruang kelas yang konduktif.
Menurut Adelia siswa kelas XI TKM mengatakan bahwa:
guru yang penuh semangat dalam mengajar, terutama dalam penguasaan kelas yang sangat bagus dan penguasan materi pelajaran yang layak, maka kami selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran, baik dalam mengajukan pertanyaan, mengajukan pendapat maupun dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. (Wawancara tanggal 13 agustus 2016).
Jadi jelas, pengaruh yang tampak dalam kegiatan proses peembelajaran oleh guru yang menguasai materi pelajaran yang disediakan, dalam proses ini penguasaan materi ini guru biasanya dapat dengan mudah mentrasfer ilmu yang mereka ketahui dibandingkan dengan guru yang ditak memahami atau yang tidak menguasai materi
adalah keaktifan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran, baik dalam memberi pendapat, saran, dan mampu mengajukan pertanyaan yang menyangkut tentang materi pelajaran yang disajikan.
b. Faktor penghambat penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala adalah lingkungan sekolah yang sempit sehingga suasana pembelajaran kurang efektif, kurangnya alat praktek, kurangnya fasilitas sekolah Dalam mengukur bentuk penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala makassar, digunakan empat strategi, yaitu penyampaian tujuan dan motivasi, pembagian kelompok, presentasi dari guru, penguasaan materi pelajaran dan profesional dalam penerapan strategi pembelajaran.
Faktor penghambat di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala seperti apa yang di katakan oleh bapak Fikri gasali guru Pendidikan Agama Islam sebagai berikut:
Penghambat bagi siswa, siswa kurang memperhatikan proses pembelajaran yang disampaikan oleh guru secara langsung dan terkadang siswa juga kebanyakan tidak fokus dalam mendengarkan penyampaian materi yang disampaikan oleh guru, dan ditambah lagi dengan siswa yang malas untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sehingga, dapat memicu timbulnya kurang kepercayaan terhadap peningkatan proses pembelajaran.(wawancara sabtu 13 agustus 2016)
Dalam proses Pembelajaran guru yang tidak mampu memanfaatkan sarana dan prasarana dengan baik, dapat menyebabkan peserta didik kurang terdorong untuk lebih giat belajar, semangat belajar
dapat menyebabkan proses pembelajaran tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Dari proses inilah strategi pembelaajaran sangat susah disesuaikan karna berbagai faktor yang menghabatnya.
Menurut bapak Hasanuddin Djali di kelas XI guru Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa:
Faktor penghambat penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah kesulitan dalam menghadapi perbedaan karakteristik peserta didik, perbedaan individu meliputi: intelegasi, watak, dan latar belakang kesulitan menentukan nateri yang cocok dengan kejiwaan dan jenjang pendidikan, Peserta didik kesulitan dalam menyesuaikan materi pelajaran dengan berbagai metode.(wawancara, 13 Agustus 2016).
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti adalah hambatan dalam pembelajaran, sebagian besar dari faktor pendidik yang di tuntut tidak hanya mampu merencanakan PBM, mempersiapkan bahan pengajar, merencanakan media dan sumber pembelajaran serta waktu dan teknik penilaian terhadap prestasi siswa, namun juga harus mampu melaksanakan semua itu sesuai dengan program yang dibuat.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Penerapan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala adalah Penerapan strategi pembelajaran sering diterapkan dalam banyak konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sebagai sebuah mata pelajaran adalah bagaimana mengimplementasikan Pendidikan Agama Islam bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama tetapi juga bagaimana mengarahkan peserta didik agar memiliki kualitas iman,taqwa dan akhlak mulia. Sehingga peserta didik mampu mengimplementasikanya dikehidupan sehari-hari.
2. Faktor pendukung dan penghambat penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala.
a. Faktor pendukung penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah pendidik perlu memahami dan menguasai tentang inovasi pembelajaran sehingga mempunyai sikap mental dan kecakapan dalam menerapkan berbagai pendekatan dan model pembelajaran untuk menunjang keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dengan kemampuan tersebut pendidik mampu mengatur peserta didik dengan segala macam perbedaan yang dimilikinya selain itu juga di butuhkan
58
sarana dan prasarana yang meliputi media, alat, dan sumber pembelajaran yang memadai sehingga pendidik tidak perlu banyak mengerluarkan tenaga dalam menyampaikan materi atau bahan pelajaran yang disampaikan kepada peserta didik demi tercapai tujuan pembelajaran.
b. Faktor penghambat penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah kesulitan dalam menghadapi perbedaan karakteristik peserta didik, perbedaan individu meliputi: intelegasi, watak, dan latar belakang kesulitan menentukan nateri yang cocok dengan kejiwaan dan jenjang pendidikan, Peserta didik kesulitan dalam menyesuaikan materi pelajaran dengan berbagai metode.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis menyarankan kepada para pendidik, terutama yang berperan aktif dalam pembelajaran yaitu guru Pendidikan Agama Islam agar lebih kreatif dalam pengelolaan pembelajaran. Dan disarankan juga kepada guru-guru lain supaya dapat menerapkan pembelajaran dengan baik. Dalam hal ini guna untuk memberikan perluasan wawasan bagi peserta didik untuk proaktif dalam setiap mata pelajaran.
Dalam penelitian ini juga penulis menemukan satu penemuan sikap guru yang mempunyai peran penting terhadap penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala sikap tersebut adalah rasa senang dan antusias yang hadir
pada guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik dan membantu peserta didik untuk menemukan bagaimana menentukan pola belajar yang konduktif, Oleh karena itu kita sebagai seorang guru harus memberikan motivator kepada peserta didik dalam menunjang keberhasilanya.
62
Arikunto Suharsimi dan Cepi Safruddin Abdul Jafar. 2007. Evaluasi Program Pendidikan; Pedoman Teoritis Praktis Bagi Praktisi pendidikan. Cet II. Jakarta: PT Bumi Aksara.
. 2012.Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi kedua); Cet I.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Asep Djihad & Suyanto 2012:34. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.
(Edisi I), Cet 20. Jakarta: PT Rajawali Pers.
Bohar Suharto 1997, Strategi Belajar Mengajar (Edisi Pertama), Rajawali Pers, Jakarta
Djamarah Bahri, Syaiful. 2011.Psikologi Belajar. Cet III. Jakarta: PT Rineka Cipta.
. 2010.Guru & Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Cet III. Jakarta: PT Rineka Cipta.
. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Cet III. Jakarta: PT Rineka
Depertemen Agama RI, Terjemahan Al-Quran al Karim. Bandung. PT.
Syamil Cipta Medika 2005
Hamzah B.Uno & Nurdin Mohamad (2012:55)
Hasbullah. 2011. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Islam. (Edisi Revisi), Cet IX. Jakarta: Rajawali Pers.
Najmah. 2015. Meningkatkan prestasi belajar ilmu tajwid pada mata pelajaran al’quran hadist dengan menggunakan sistem cepat lima belas menit pada siswa kelas VII A di SMP Unismuh makassar.
Kota makassar
Nata, Abuddin. 2010. Ilmu Pendidikan Islam Dengan Pendekatan Multidisipliner. (Edisi Revisi), Cet II. Jakarta: Rajawali Pers.
Nur, Muhammad. 2004.Strategi-strategi Belajar.Surabaya: Unipress.
Muhaimin. 2010. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Edisi I), Cet IV. Jakarta: Rajawali Pers.
Mudjiono dan Dimiyati. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Cet IV. Jakarta:
PT Rineka Cipta.
Mansyur . 1991. Strategi belajar mengajar. Bandung : PT. Refika Aditama Mohamad, Nurdin dan U no, Hamzah B. 2012. Orientasi Baru Dalam
Psikologi Pembelajaran. Cek III. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sagala Saiful.2007. Belajar dan Pembelajaran. Makassar: UNM Pres.
. 2007.Mengajar dan Belajar. Cet III; Makassar: UNM Pres.
Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
.2006.Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan. Cet I. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Sudjana Nana, 1991 Strategi Pembelajaran Cet, I Pt RajaGrafindo Persada, jakarta
Surya, Mohammad. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran.
Jakarta: Pusataka Bani Quraisy.
Sugiyono. 2004. Statistik Untuk Penelitian. Cet VI, Bangdung: CV Alfabeta.
.2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, kualitatif dan R&D.Cet XV. Bandung: CV Alfabeta.
Sutikno, M Sobry Fathurrohman Pupuh. 2010. Strategi Belajar Mengajar.
Cet IV, Jakarta: PT Refika Aditama.
Uno, Hamzah B. 2006. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Uhbiyati, Nur. 1997. Ilmu Pendidikan Islam (Edisi Revisi), Cet II. Bandung:
CV Pustaka Setia.
A M P
I R A
N
bersaudara dari pasangan Ayahanda H. Ilham dan ibunda hasna.
Penulis masuk sekolah dasar pada tahun 2001 pendidikan dasar di SDN inpres doridungga tamat tahun 2006, selanjutnya pada tahun 2006 penulis melanjutkan pendidikan menengah pertama di MTS Al.ikhlas donggo tamat pada tahun 2009. Pada tahun 2009 penulis melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 donggo tamat pada tahun 2012. Pada tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi dan diterima sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama islam Universitas Muhammadiyah Makassar Program Strata Satu (S-I) dan selesai pada tahun 2016.
Berkat Rahmat Allah SWT dan iringan do’a dari kedua orang tua dan saudara tercinta, rekan seperjuangan di bangku kuliah, perjuangan panjang penulis dalam mengikuti Perguruan Tinggi dapat berhasil dengan tersusunnya skripsi yang berjudul: “Penerapan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar.