• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBERDAYAAN PESERTA PROGRAM POSDAYA DAN HUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI PESERTA PROGRAM

Pembahasan ini menguraikan tentang keberdayaan sosial ekonomi masyarakat, yaitu: akses terhadap manfaat kesejahteraan dan kemampuan ekonomi peserta Program Posdaya dalam pelaksanaan Program Posdaya Mandiri Terpadu di Desa Cikarawang.

Akses terhadap Manfaat Kesejahteraan dan Kemampuan Ekonomi

Pemberdayaan adalah mengembangkan peranan dan fungsi suatu komunitas dalam suatu usaha ekonomi produktif, sehingga dapat memberikan kegiatan yang bermanfaat sebagai proses pembelajaran dalam kegiatan keberlanjutan usaha komunitas. Pemberdayaan (empowerment) merupakan strategi/upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap suatu sumberdaya ataupun program melalui penciptaan peluang seluas-luasnya agar masyarakat lapisan bawah mampu berpartisipasi

Keberdayaan yang dimaksud dalam penelitian adalah akses peserta program Posdaya Mandiri Terpadu terhadap manfaat kesejahteraan dan manfaat ekonomi setelah berpartisipasi dalam program. Pengukuran keberdayaan sosial ekonomi dilakukan dengan merujuk pada konsep keberdayaan sosial ekonomi Suharto (2006). Keberdayaan sosial ekonomi ini peneliti bagi kedalam tiga tingkatan yaitu: rendah, sedang, dan tinggi (lihat tabel 18 dan 19).

Tabel 18. Jumlah dan Persentase Akses Peserta Program Posdaya Mandiri Terpadu 2013 Terhadap Manfaat Kesejahteraan

No Akses terhadap Manfaat

Kesejahteraan Jumlah Persentase

1 Rendah 3 6.0

2 Sedang 4 8.0

3 Tinggi 43 86.0

Total 50 100.0

Sumber: Analisis data primer 2013

Tabel 18 memperlihatkan bahwa akses peserta program Posdaya terhadap manfaat kesejahteraan mayoritas peserta program (86,0 persen) termasuk pada tingkat tinggi. Dalam hal ini berarti tingkat keberdayaan sosial peserta program sudah menunjukkan kemandiriannya dalam program. Kemandirian ini mulai terlihat dari peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan dikala sakit dengan mau berobat ke puskesmas, mantri, dokter atau rumah sakit dengan kesadaran sendiri, serta kesadaran akan pentingnya kesehatan dan gizi bagi keluarga, seperti penuturan responden berikut:

“ Setelah program posdaya terbentuk, banyak program-program tentang kesehatan yang diadain kaya program posbindu lansia, dari program itu masyarakat banyak belajar tentang kesehatan dan gizi, kalo dulu masyarakat yang sakit paling pergi ke dukun istilahnya dan jarang yang ke puskesmas, kalo sekarang

masyarakat mulai ngerti kalo sakit ya berobat ke mantri ato puskesmas..”. ( Ibu UMH, 47 tahun).

Pernyataan peserta program posdaya yang berkaitan mengenai akses peserta program terhadap manfaat kesejahteraan adalah sebagai berikut:

“ Semenjak ikutin posdaya yang kesehatan, mulai ngerti tentang kalo makan harus cuci tangan pake sabun, terus kalo makan juga harus lihat gizinya istilahnya, jadi gak sekedar liat enak di makannya, dan dari kegiatan juga diajarin kalo makanan bergizi gak harus yang mewah..”. (Ibu At, 28 tahun)

Penuturan beberapa peserta program di atas secara tidak langsung dapat menunjukkan gambaran perubahan yang terjadi mengenai akses terhadap manfaat kesejahteraan yang peserta program rasakan sebelum dan setelah dilaksanakannya program Posdaya, dimana terdapat perbedaan ke tingkat yang lebih baik setelah dilaksanakannnya program Posdaya. Sedangkan akses mengenai manfaat ekonomi akan dijabarkan dalam tabel berikut ini.

Tabel 19. Jumlah dan Persentase Akses Peserta Program Posdaya Mandiri Terpadu 2013 Terhadap Kemampuan Ekonomi

No Kemampuan Ekonomi Jumlah Persentase

1 Rendah 3 6.0

2 Sedang 13 26.0

3 Tinggi 34 68.0

Total 50 100.0

Sumber: Analisis data primer 2013

Tabel 19 memperlihatkan bahwa akses peserta program Posdaya terhadap manfaat ekonomi mayoritas peserta sebesar 68,0 persen sudah sampai pada tingkat tinggi. Dalam hal ini berarti tingkat keberdayaan sosial peserta program sudah menunjukkan kemandiriannya secara ekonomi dalam program. Kemandirian ini mulai terlihat dari peningkatan akses terhadap sumber-sumber ekonomi, akses terhadap pelayanan keuangan mikro, akses terhadap pendapatan, akses terhadap aset-aset produktif dan kepemilikan rumah tangga, Akses terhadap pasar. seperti penuturan responden berikut:

“..alhamdulilah setelah posdaya ada, program yang saya rasakan manfaatnya buat ekonomi keluarga itu jambu kristal, sebab adanya program jambu kristal pendapatan saya meningkat, dibandingkan sebelum adanya program yang cuma harepin hasil panen ubi, kacang tanah yang bisa 4 bulan sekali, karena jambu kristal bisa ada pemasukan tiap 1 minggu sekali..”.( Bapak TNG, 70 tahun).

Penuturan senada dengan pernyataan responden diatas juga diutarakan oleh responden sebagai berikut:

”..Setelah adanya program posdaya ini alhamduliah bisa nambah penghasilan, soalnya ikut program nanem jambu kristal, dari nanem jambu itu bisa dapet penghasilan dari jambunya maupun dari jual bibit pohon jambunya, ya kerasa beda pendapetan juga mas, kalo jual ubi 1 kg cma 2-3 rb itu juga nanemnya lama sampe 4 bulan, kalo jambu mah 1 kg nya 15-30 rb, klo bibit 1 pohonnya 25-35. semenjak itu juga usaha semakin lancar dan kalo butuh dana buat modal, kaya buat bibit, pupuk, bisa pinjem ke koperasi dan alhamdulilah lebih mudah minjemnya karena lebih cepet balikinnya juga..”.(Bapak AKN, 50 tahun).

Responden lainnya menuturkan hal yang serupa mengenai kemudahan dan manfaat yang dirasakan responden setelah mengikuti program posdaya di bidang ekonomi yaitu penanaman pohon jambu kristal, sebagai berikut:

“..kalo jambu kristal mah pasarnya juga udah jelas mas, dan harga juga stabil mas, dan pasarnya juga masih luas, soalnya permintaan banyak tapi produksinya masih sedikit, jadi gak pernah keabisan pasar dah istilahnya, selalu abis walopun baru aja beres dipetik, gak nunggu dulu ada tenggkulak yang ambil kaya ubi ama kacang..”. (Bapak JJN, 38 tahun)

Analisis Hubungan Keberdayaan dan Tingkat Partisipasi Peserta Program Posdaya

Bagian ini akan membahas mengenai analisis hubungan antar variabel penelitian. Hubungan yang akan diuji adalah hubungan keberdayaan peserta program terhadap tingkat partisipasi peserta program Posdaya Mandiri Terpadu. Untuk menguji hubungan tersebut, dilakukan dengan mengolah data kuantitatif dari hasil jawaban responden melalui kuesioner. Pengolahan data ini menggunakan program komputer SPSS 19.0 for Windows dan Microsoft Excel 2010 untuk mempermudah dalam proses pengolahan data. Pengolahan data kuantitatif dilakukan tabulasi silang dan uji korelasi Rank Spearman untuk melihat hubungan antara variabel yang berbentuk data ordinal. Hasil dari uji korelasi Rank Spearman tersebut akan menghasilkan angka koefisien korelasi

spearman pada taraf nyata (α) = 0.05 dan taraf sangat nyata (α) = 0.01. Tanda bintang (*) yang terdapat pada nilai koefisien korelasi juga menunjukkan signifikansi atau hubungan antar variabel. Semakin banyak jumlah bintang (*) pada koefisien korelasi maka semakin kuat tingkat signifikan atau hubungan pengaruh antar variabel tersebut.

Solih (1983) mengemukakan pengertian kesejahteraan yaitu: “Menggambarkan situasi atau keadaan yang menunjukkan kesuksesan, kemakmuran, dan meliputi juga kebahagiaan karena terdapat nasib yang baik”. Setiap keluarga pasti mendambakan kehidupan yang sejahtera baik secara materi, maupun nonmateri. Tercapainya hidup sejahtera maka ketentraman, ketenangan

dan kebahagiaan dalam hidup akan tercapai pula. Kesejahteraan menggambarkan kemajuan atau kesuksesan dalam hidup baik secara materil, mental spiritual, dan sosial secara seimbang sehingga menimbulkan ketentraman dan ketenangan hidup, sehingga dapat menyongsong kehidupan mendatang dengan gembira dan optimal.

Pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan. Sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat. Sebagai tujuan, maka pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial; yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, keberdayaan salah satunya dapat di miliki dengan berpartisipasi dalam program. Tabel 20 menggambarkan mengenai hubungan tingkat partisipasi terhadap akses manfaat kesejahteraan peserta program Posdaya.

Tabel 20 Tabulasi Silang Tingkat Partisipasi Terhadap Akses Manfaat Kesejahteraan Peserta Program Posdaya Mandiri Terpadu 2013.

Tingkat Partisipasi

Akses Manfaat Kesejahteraan

Total Rendah Sedang Tinggi

Rendah 3 3 17 23

Sedang 0 1 23 24

Tinggi 0 0 3 3

Total 3 4 43 50 Berdasarkan Tabel 20 menunjukkan pada kategori tingkat partisipasi rendah sebanyak 17 orang termasuk ke dalam peserta program yang mendapatkan manfaat kesejahteraan yang tinggi. Kategori tingkat partisipasi sedang sebanyak 23 orang peserta program termasuk ke dalam kategori penerima manfaat kesejahteraan yang tinggi, sedangkan pada kategori tingkat partisipasi tinggi sebanyak 3 orang termasuk ke dalam peserta program yang mendapatkan manfaat kesejahteraan yang tinggi. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan nilai Sig. (1- tailed) sebesar 0.022 < α ( 0.05 ). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan nyata antara tingkat partisipasi dengan manfaat kesejahteraan peserta program Posdaya. Hal ini menunjukkan tingkat partisipasi peserta program terhadap program Posdaya telah mampu meningkatkan akses terhadap manfaat kesejahteraan pada peserta program. Tabel 21 menggambarkan mengenai hubungan tingkat partisipasi terhadap akses kemampuan ekonomi peserta program Posdaya.

Tabel 21 Tabulasi Silang Tingkat Partisipasi Terhadap Akses Kemampuan Ekonomi Peserta Program Posdaya Mandiri Terpadu 2013.

Tingkat Partisipasi

Akses Kemampuan Ekonomi Total Rendah Sedang Tinggi

Rendah 3 8 12 23

Sedang 0 5 19 24

Tinggi 0 0 3 3

Berdasarkan Tabel 21 menunjukkan pada kategori tingkat partisipasi rendah sebanyak 12 orang termasuk ke dalam peserta program yang mendapatkan akses kemampuan ekonomi yang tinggi. Kategori tingkat partisipasi sedang sebanyak 19 orang peserta program termasuk ke dalam kategori memiliki akses kemampuan ekonomi yang tinggi, sedangkan pada kategori tingkat partisipasi tinggi sebanyak 3 orang termasuk ke dalam peserta program yang mendapatkan akses kemampuan ekonomi yang tinggi. Hasil uji Rank Spearman

menunjukkan nilai Sig. (1-tailed) sebesar 0.013 < α ( 0.05 ). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan nyata antara tingkat partisipasi dengan manfaat kesejahteraan peserta program Posdaya. Hal ini menunjukkan tingkat partisipasi peserta program terhadap program Posdaya telah mampu meningkatkan akses terhadap kemampuan ekonomi pada peserta program. Oleh karena itu, pelaksana program dinilai perlu untuk meningkatkan perannya sebagai penggerak peseta agar lebih optimal memfasilitasi peserta program dan menjalin komunikasi yang intens dengan peserta program sehingga tingkat partisipasi peserta program dapat bersifat merata pada setiap peserta program dengan tingkat partisipasi yang tinggi.

Akses terhadap manfaat kesejahteraan dan kemampuan ekonomi pada peserta program Posdaya Mandiri Terpadu jika digabungkan akan dapat menunjukkan keberdayaan yang sudah dimiliki oleh peserta program Posdaya Mandiri Terpadu setelah berpartisipasi dalam program. Keberdayaan tersebut ditunjukkan dalam Tabel 22 berikut ini:

Tabel 22. Jumlah dan Persentase Keberdayaan Peserta Program Posdaya Mandiri Terpadu 2013

No Keberdayaan Peserta Program Jumlah Persentase

1 Rendah 2 4.0

2 Sedang 3 6.0

3 Tinggi 45 90.0

Total 50 100.0

Sumber: Analisis data primer 2013

Berdasarkan Tabel 22 menunjukkan sebanyak 90 persen peserta program Posdaya Mandiri Terpadu termasuk ke dalam peserta program yang memiliki keberdayaan tinggi. Peserta program dengan keberdayaan rendah sebesar 4 persen. Faktor-faktor yang menyebabkan tinggi-rendah keberdayaan yang dimiliki oleh peserta program sangat erat kaitannya dengan modal sosial dan tingkat partisipasi peserta program dalam program, dimana hal tersebut sudah dijelaskan dalam bab sebelumnya. Data diatas dengan demikian dapat menunjukkan bahwa partisipasi peserta program Posdaya Mandiri terpadu telah dapat meningkatkan keberdayaan dari peserta program Posdaya Mandiri Terpadu.

Ikhtisar

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa secara umum keberdayaan sosial ekonomi peserta program Posdaya yang dibagi menjadi akses peserta terhadap manfaat kesejahteraan dan manfaaat ekonomi sudah dapat dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat dari tingkat akses peserta program terhadap manfaat kesejahteraan

yang tinggi, dimana sebesar 86,0 persen responden memiliki tingkat akses terhadap manfaat kesejahteraan yang tinggi dan 8,0 persen responden memiliki tingkat akses terhadap manfaat kesejahteraan yang sedang. Dilihat dari tingkat akses peserta program terhadap manfaat ekonomi, responden dapat dikatakan terdapat pada kategori baik, dimana 68,0 persen responden memiliki tingkat akses terhadap manfaat ekonomi yang tinggi, 26 persen responden memiliki tingkat akses terhadap manfaat ekonomi yang sedang, dan sisanya 6,0 persen responden memiliki tingkat akses terhadap manfaat ekonomi yang rendah. Tingginya akses terhadap manfaat kesejahteraan dan manfaat ekonomi peserta program Posdaya ini merupakan modal awal yang baik dalam Program selanjutnya.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat hubungan nyata antara tingkat partisipasi dengan akses terhadap manfaat kesejahteraan dan manfaat ekonomi dalam Program Posdaya Mandiri Terpadu.Modal sosial dalam penelitian ini mencakup tingkat kepercayaan, Kuat Jaringan Sosial. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat partisipasi dengan akses terhadap manfaat kesejahteraan dan kemampuan ekonomi peserta program dalam Program Posdaya Mandiri Terpadu, yaitu (1) semakin tinggi tingkat partisipasi maka semakin tinggi akses terhadap manfaat kesejahteraan dan kemampuan ekonomi peserta program posdaya.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat akses peserta program posdaya terhadap manfaat kesejahteraan dan kemampuan ekonomi berada dalam kategori tinggi, yang pada akhirnya keberdayaan peserta program Posdaya setelah berpartisipasi dalam program berada dalam kategori tinggi. Tingginya keberdayaan yang diperoleh peserta program merupakan modal yang baik untuk pelaksana program agar dapat menyelenggarakan program dengan baik dan berkelanjutan. Pelaksana program hendaknya mampu memanfaatkan kapasitasnya sebagai fasilitator untuk meningkatkan partisipasi peserta program agar akses terhadap manfaat kesejahteraan dan kemampuan ekonomi yang tinggi dapat dirasakan merata oleh seluruh peserta program Posdaya Mandiri Terpadu.