• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LAMPIRAN

B. Keberlanjutan Sumberdaya Ikan pada Dimensi Ekonomi

Kajian ekonomi sangat penting mengingat berbagai interaksi dalam kegiatan perikanan tangkap seperti interaksi teknologi dan sosial selalu terkait dengan alasan dan tujuan ekonomi atau keuntungan ekonomi secara maksimal dalam waktu yang relatif lama. Keberlanjutan ekonomi terwujud jika aktivitas perikanan tangkap mempunyai daya saing yang tinggi dan mampu bersaing secara kompetitif di pasaran sehingga akan memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan. Penentuan atribut pada dimensi ekonomi dalam penelitian ini menggunakan indikator yang digunakan penelitian terdahulu dan ada satu atribut yang disesuaikan dengan kondisi rill daerah penelitian. Atribut-atribut pada dimensi ekonomi pada penelitian ini adalah keuntungan, kontribusi sektor perikanan terhadap total PDRB, kepemilikan, sumberdaya ikan luar Jakarta yang didaratkan di Jakarta, other income, orientasi pemasaran, dan penyerapan tenaga kerja.

1) Keuntungan

Dalam atribut dimensi ekonomi, keuntungan adalah faktor yang paling penting. Faktor keuntungan inilah yang akan menentukan apakah seseorang akan bertahan atau berhenti dari usaha perikanan tangkap. Jika tingkat keuntungan hasil tangkapan per trip dalam volume dan jenis tangkapan yang sama semakin tinggi maka tingkat eksploitasi per trip akan cenderung menurun sehingga berakibat pada semakin kecilnya ancaman terhadap keberlanjutan usaha perikanan tangkap (Hartono et al 2005). Penilaian skor pada atribut keuntungan didasarkan pada analisis kelayakan investasi pada setiap jenis alat tangkap dan hasil perhitungan keuntungan pada analisis bioekonomi.

2) Kontribusi sektor perikanan terhadap total PDRB

Prestasi ekonomi suatu negara atau daerah dapat dinilai dengan berbagai ukuran agregat. Salah satu indikator yang ideal untuk mengukur tingkat kemajuan perekonomian suatu daerah adalah pendapatan regional. Dalam kaitan prestasi ekonomi suatu daerah alat ukurnya adalah PDRB yang merupakan dasar pengukuran atas nilai tambah yang mampu diciptakan akibat

timbulnya berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu daerah. Pendapatan regional pada dasarnya merupakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dikurangi penyusutan pajak tak langsung dan ditambah pendapatan netto yang mengalir dari daerah lain. Aspek yang perlu diperhatikan dalam PDRB adalah struktur (sebaran sektor) ekonominya. Struktur ekonomi dipandang sangat penting karena bisa melihat seberapa besar tiap sektor berperan dalam menghasilkan total nilai tambah, sektor-sektor mana yang tumbuh dan sektor apa saja yang mempunyai peluang untuk dikembangkan. Perkembangan atau dinamika sektor perikanan dapat dilihat dari kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi DKI Jakarta. Jika dalam wilayah/unit yang dianalisis sektor perikanan relatif memberikan kontribusi terhadap perekonomian yang lebih besar (tampak dari kontribusi terhadap PDRB) maka perhatian stakeholder terhadap keberlanjutan usaha perikanan tangkap akan semakin tinggi (Hartono et.al 2005). Sumber data untuk atribut ini adalah Badan Pusat Statistik dan penilaian pada atribut ini didapatkan berdasarkan perbandingan antara PDRB sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi DKI Jakarta dalam kurun waktu 1997 sampai 2011.

3) Kepemilikan

Sifat kepemilikan sarana penangkapan berhubungan dengan penerimaan keuntungan dari usaha perikanan. Kepemilikan sarana penangkapan ada yang dimiliki pemilik lokal, campuran antara pemilik lokal dan non lokal maupun pemilik non lokal yang menanamkan modalnya di usaha perikanan pada suatu wilayah. Sifat kepemilikan sarana penangkapan ini selain menunjukkan penerimaan keuntungan juga menunjukkan tingkat kemandirian penduduk sekitar terhadap kepemilikan aset usaha perikanan yang tidak tergantung pada pihak luar. Jika keuntungan lebih banyak dinikmati oleh penduduk lokal maka kecenderungan penduduk lokal akan lebih mendukung keberlanjutan usaha perikanan tangkap (risiko/ancaman terhadap kelestarian sumberdaya perikanan tangkap akan semakin kecil) (Hartono et.al 2005). Penilaian untuk atribut kepemilikan didapatkan melaui hasil wawancara dengan responden terpilih.

4) Sumber Pendapatan Lain (Other Income)

Kebijakan yang mampu menciptakan kebijakan lapangan pekerjaan di luar perikanan serta alternatif pendapatan lain mampu meningkatkan status keberlanjutan kegiatan perikanan tangkap yang mendekati/sudah overfishing. Semakin sedikit masyarakat perikanan yang dianalisis melakukan kegiatan di sektor perikanan sebagai pekerjaan utama maka risiko/ancaman terhadap keberlanjutan usaha perikanan (terjadinya eksploitasi sumberdaya perikanan yang yang berlebihan akan semakin rendah) (Hartono et. al 2005). Penilaian untuk atribut ini didapatkan melaui hasil wawancara dengan responden terpilih. 5) Orientasi Pasar

Pasar atau pengguna lokal cenderung akan lebih peduli/bersahabat terhadap sumberdaya perikanan di wilayahnya sehingga keberlanjutan usaha perikanan di wilayahnya akan semakin tinggi (Hartono et. al 2005). Jakarta merupakan ibu kota negara dan pusat niaga untuk wilayah Indonesia Barat sehingga ikan yang didaratkan di TPI-TPI Jakarta tidak hanya bersumber dari perairan Jakarta tapi juga dari wilayah perairan lain. Kebutuhan ikan untuk daerah Jakarta tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi masyarakat |Jakarta yang berjumlah lebih dari sembilan juta orang tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan yang orientasi pasarnya tidak hanyak lokal tetapi juga luar daerah dan internasional.Penilaian untuk atribut ini didapatkan melaui hasil wawancara dengan responden terpilih dan expert meeting.

6) Sumberdaya Ikan luar Jakarta yang didaratkan di Jakarta

Proporsi sumberdaya ikan luar Jakarta yang didaratkan di Jakarta dibandingkan dengan ikan lokal menggambarkan ketergantungan daerah terhadap sumberdaya ikan luar. Atribut ini merupakan atribut yang muncul karena adanya kekhasan daerah penelitian. Jika propsorsi ikan lokal lebih banyak dibandingkan ikan luar maka kecenderungan untuk menjaga keberlanjutan usaha perikanan tangkap akan semakin tinggi. Penilaian untuk atribut ini didasarkan pada data ikan lokal dan ikan luar daerah yang didaratkan di Jakarta yang terdapat didalam buku statistik perikanan dan kelautan Provinsi DKI Jakarta

7) Penyerapan tenaga kerja

Penyerapan tenaga kerja dalam kegiatan perikanan tangkap tergantung dari ukuran perahu atau perahu, jenis alat tangkap dan jumlah waktu penangkapan dalam satu trip penangkapan. Penilaian pada atribut ini didasarkan pada hasil wawancara dengan responden terpilih mengenai rata-rata jumlah tenaga kerja yang digunakan per trip.