BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

3. Kebiasaan Belajar

Menurut Aunurrahman (2012: 185), kebiasaan belajar adalah perilaku belajar seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang dilakukannya. Berbeda dengan pendapat tersebut, Syah (2013: 128) menyampaikan kebiasaan belajar adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan-perbaikan yang telah ada. Tujuannya agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu. Sedangkan menurut Djaali (2014: 128), kebiasaan belajar dapat diartikan sebagai cara atau teknik yang menetap pada diri siswa pada waktu menerima

pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan.

Kebiasaan belajar merupakan perilaku belajar siswa ketika menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu dalam menyelesaikan kegiatan yang telah tertanam dalam sejak lama. Perilaku tersebut adalah suatu proses membentuk kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan yang telah ada dengan tujuan membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih baik dan positif.

Jadi kebiasaan belajar dalam hal ini adalah cara belajar individu yang paling sering dilakukan dan terbentuk karena adanya aktivitas belajar yang dilakukan secara berkala atau berulang-ulang baik disengaja maupun tidak disengaja sehingga terbentuklah suatu kebiasaan belajar.

a. Aspek Kebiasaan Belajar

Belajar bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan, dan keterampilan, cara-cara yang dipakai itu akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan belajar juga akan mempengaruhi belajar itu sendiri. Uraian ini membahas kebiasaan belajar yang mempengaruhi belajar, khususnya pembuatan jadwal dan pelaksanaannya, membaca dan membuat catatan, mengulangi bahan pelajaran, konsentrasi, dan mengerjakan tugas (Slameto, 2010: 82-91).

1) Pembuatan Jadwal dan Pelaksanaannya

Jadwal adalah pembagian waktu untuk sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang setiap harinya. Jadwal juga

berpengaruh terhadap belajar. Agar belajar dapat berjalan dengan baik dan berhasil perlulah seseorang siswa mempunyai jadwal yang baik dan melaksanakannya dengan teratur/disiplin.

2) Membaca dan Membuat Catatan

Membaca besar pengaruhnya terhadap belajar. Hampir sebagian besar kegiatan belajar adalah membaca. Agar dapat belajar dengan baik maka perlulah membaca dengan baik pula, karena membaca adalah alat belajar. Salah satu metode membaca yang baik dan banyak dipakai untuk belajar adalah metode SOR4 atau Survey (meninjau), Question (mengajukan pertanyaan), Read (membaca), Recite (menghafal), Write (menulis), dan Review (mengingat kembali).

3) Mengulangi Bahan Pelajaran

Mengulangi besar pengaruhnya dalam belajar, karena dengan adanya pengulangan (review) “bahan yang belum begitu dikuasai serta mudah terlupakan” akan tetap tertanam dalam otak seseorang. Mengulang dapat secara langsung sesudah membaca, tetapi juga bahkan lebih penting, adalah mempelajari kembali bahan pelajaran yang sudah dipelajari. Cara ini dapat ditempuh dengan cara membuat ringkasan, kemudian mengulang cukup belajar dari ringkasan ataupun juga dapat dari mempelajari soal jawab yang sudah pernah dibuatnya.

4) Konsentrasi

Konsenstrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Dalam belajar konsentrasi berarti pemusatan pikiran terhadap suatu mata pelajaran dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan dengan pelajaran.

5) Mengerjakan Tugas

Prinsip belajar adalah ulangan dan latihan-latihan. Mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes/ulangan atau ujian yang diberikan guru, tetapi juga termasuk membuat/mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku-buku ataupun soal-soal buatan sendiri.

Pendapat lain yang dikemukakan oleh Sudjana (2014: 165-173), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses belajar yakni: cara mengikuti pelajaran/kuliah di sekolah/perguruan tinggi, cara belajar mandiri, cara belajar kelompok, cara mempelajari buku pelajaran atau text book, dan cara menghadapi ujian.

1) Cara mengikuti pelajaran/kuliah

Cara mengikuti pelajaran di sekolah atau kuliah di perguruan tinggi merupakan bagian penting dari proses belajar sebab dalam proses belajar tersebut, sebagai siswa dan atau mahasiswa diberikan arahan tentang apa dan bagaimana bahan

pelajaran/bahan kuliah harus dikuasai. Tanamkan pada diri anda bahwa pengorbanan hari ini adalah kebagaiaan di hari esok. Sakit dahulu dan senang kemudian.

2) Cara belajar mandiri di rumah

Belajar mandiri di rumah adalah tugas paling pokok dari setiap siswa/mahasiswa. Syarat utama belajar di rumah adalah adanya keteraturan belajar misalnya memiliki jadwal belajar tersendiri sekalipun terbatas waktunya. Bukan lamanya belajar yang diutamakan tetapi kebiasaan teratur dan rutin melakukan belajar. Belajar teratur di rumah selama dua jam sekalipun setiap harinya, jauh lebih penting dari belajar 6 jam namun hanya dilakukan pada hari-hari tertentu saja. Demikian pula bukan banyaknya materi yang dipelajari yang harus diutamakan, tapi seringnya mempelajari bahan tersebut sekalipun tidak banyak. Ada rumus yang menyatakan bahwa 5× lebih baik dari ×5. Artinya lima kali belajar masing-masing dua topik lebih baik hasilnya daripada dua kali belajar masing-masing lima topik.

3) Cara belajar kelompok

Cara belajar mandiri di rumah biasanya sering menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Untuk mengatasinya variasikan dengan cara belajar bersama dengan teman yang paling dekat. Apalagi bila ada tugas dari guru/dosen baik tugas perorangan maupun tugas kelompok. Belajar bersama bisa dilakukan di rumah bisa juga di

tempat lain misalnya di perpustakaan, di sekolah atau di tempat tertentu yang disepakati bersama.

Belajar bersama pada dasarnya memecahkan persoalan secara bersama. Artinya setiap orang turut memberikan sumbangan pikiran dalam memecahkan persoalan tersebut sehingga diperoleh hasil yang lebih baik. Pikiran dari banyak orang biasanya lebih sempurna daripada satu orang. Diskusi merupakan cara yang paling baik dalam belajar bersama.

4) Mempelajari buku teks

Buku adalah sumber ilmu, oleh karenanya membaca buku adalah keharusan bagi siswa dan mahasiswa. Kebiasaan membaca buku harus dibudayakan dalam kehidupan anda terutama buku- buku ilmiah. Dengan membaca buku anda akan lebih kaya dalam memahami bahan pelajaran yang diberikan guru/dosen. Bahkan tidak mustahil anda lebih tahu terlebih dahulu sebelum bahan tersebut diberikan guru.

5) Menghadapi ujian

Momentum yang paling kritis dan paling mencemaskan di kalangan para siswa/mahasiswa termasuk dosen yang menjadi mahasiswa adalah saat menghadapi ujian/ulangan/tes. Kecemasan, kesibukan belajar mulai meningkat, sebaliknya istirahat dan perilaku santai mulai menurun. Ketegangan psikologis, seperti rasa cemas, was-was dan lain-lain mulai

tumbuh bahkan kepercayaan diri mulai berkurang, sehingga datang ke rumah teman untuk belajar bersama hampir tiap hari dilakukan. Pendek kata kesibukan belajar ditumpahkan pada saat itu, berbeda dengan hari-hari biasanya.

Gambaran tersebut tentu saja keliru, setidak-tidaknya seperti pahlawan kesiangan. Hindari gejala tersebut dengan membiasakan diri belajar teratur setiap saat. Dengan demikian peristiwa ujian adalah peristiwa biasa bukan hal yang luar biasa. Bagi mereka yang sudah biasa belajar teratur tidak lagi belajar karena mau ujian, tetapi mau ujian karena belajar. Sekalipun demikian kewaspadaan selalu harus dijaga. Belajar harus tetap dilakukan seperti biasanya tidak ada hal-hal yang luar biasa.

Menurut Aunurrahman (2012: 185), ada beberapa bentuk perilaku yang menunjukkan kebiasaan belajar tidak baik dalam belajar yang sering kita jumpai pada sejumlah siswa, seperti:

1) Belajar tidak teratur

2) Daya tahan belajar rendah (belajar secara tergesa-gesa) 3) Belajar bilamana menjelang ulangan atau ujian

4) Tidak memiliki catatan pelajaran yang lengkap 5) Tidak terbiasa membuat ringkasan

7) Senang menjiplak pekerjaan teman termasuk kurang percaya diri di dalam menyelesaikan tugas

8) Sering datang terlambat

9) Melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk (misalnya merokok) Jenis-jenis kebiasaan belajar di atas merupakan bentuk-bentuk perilaku belajar yang tidak baik karena mempengaruhi aktivitas belajar siswa dan dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar diperoleh. b. Pembentukan Kebiasaan Belajar yang Baik

Crow & Crow dalam Purwanto (2011: 116) mengemukakan cara- cara belajar yang baik, yaitu

1) Adanya tugas-tugas yang jelas dan tegas 2) Belajar membaca yang baik

3) Gunakan metode keseluruhan dan metode bagian

4) Pelajari dan kuasai bagian-bagian yang sukar dari bahan yang dipelajari

5) Buat catatan-catatan pada waktu belajar

6) Kerjakan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan

7) Hubungkan materi-materi baru dengan materi yang lama 8) Gunakan berbagai sumber belajar

9) Pelajari baik-baik tabel, peta, grafik, dan gambar 10)Membuat rangkuman

Dalam dokumen Pengaruh penerapan model pembelajaran Jigsaw terhadap kebiasaan belajar siswa dan hasil belajar Matematika materi statistika pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta tahun ajaran 2 (Halaman 36-44)