• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Kebijakan Account Representative

1. Pengertian Account Representative

Menurut Pandiangan (2008: 27) mendefinisikan Account

Representative sebagai petugas pajak yang melakukan tugas

pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib

Pajak, melayani pemenuhan hak-hak Wajib Pajak, melayani Wajib

Pajak dalam rangka konsultasi jika Wajib Pajak dalam rangka

konsultasi jika Wajib Pajak memerlukan informasi atau hal lain

terkait hak dan kewajiban pemenuhan perpajakannya. Account

Representative adalah penghubung atau liason officer antara Wajib

Pajak dan Direktorat Jenderal Pajak. Account Representative

bertanggung jawab memberikan informasi terkait perpajakan atau

peraturan terbaru kepada Wajib Pajak. Dituntut untuk selalu

memberikan respon yang efektif dan professional serta cepat dalam

menanggapi setiap permasalahan perpajakan yang dialami oleh

Wajib Pajak yang menjadi tanggung jawab AR tersebut. Account

Representative juga merupakan sarana pemenuhan hak-hak Wajib

himbauan kepada Wajib Pajak terkait masalah perpajakan. Account

Representative juga diharuskan untuk mengawasi setiap kegiatan

Wajib Pajak terutama untuk pemenuhan kewajiban perpajakan

beserta hak wajib pajak. Berdasarkan ulasan dan pendapat di atas

dapat disimpulkan bahwa fungsi Account Representative yang

berhubungan langsung dengan wajib pajak secara garis besar

mencakup edukasi, pendampingan, dan pengawasan.

2. Fungsi Account Representative

Secara garis besar fungsi Account Representative adalah:

a. Edukasi

Pendidikan juga merupakan sebuah proses pengubahan sikap

dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha

mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan

pelatihan, proses, cara, dan perbuatan mendidik (Pusat Bahasa

Departemen Pendidikan Nasional 2002: 263). Edukasi pajak

menurut Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor

SE-94/PJ/2010 adalah upaya aktif yang dilakukan Direktorat

Jenderal Pajak melalui pelatihan mengenai peraturan

perundang-undangan dan pengisian SPT. Bentuk lain dari

proses adukasi adalah penyuluhan. Menurut Surat Edaran

Direktorat Jenderal Pajak Nomor SE-98/PJ/2011 kegiatan

penyuluhan sebagai sebuah proses edukasi perpajakan yang

dilakukan melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan secara

langsung maupun tidak langsung.

b. Pendampingan

Pendampingan mengacu pada hubungan di antara dua subjek

yaitu, orang yang mendampingi dan orang yang di dampingi

(Wiryasaputra 2006: 19). Proses pendampingan yang

dilakukan oleh AR adalah melalui konsultasi teknis. Konsultasi

teknis adalah konsultasi mengenai hal-hal yang bersifat teknis

di bidang perpajakan. Seperti tata cara penghitungan pajak

terutang dan pengisian SPT. Konsultasi teknis sebenarnya

hampir sama dengan kegiatan penyuluhan, hanya saja

konsultasi teknis dilakukan secara pribadi dari wajib pajak ke

AR yang bertanggung jawab terhadap wajib pajak tersebut.

Konsultasi teknis dapat dilakukan melalui konsultasi langsung

dan konsultasi melalui telepon.

Menurut Iip Latifah (2008:34) yang dikutip dari Kantor

Pelayanan Pajak tugas Account Representative sebagai seorang

konsultasi meliputi:

1) Account Representative memberikan konsultasi mengenai

ketentuan pajak yang berlaku guna memudahkan wajib

2) Account Representative memberikan sosialisasi mengenai

pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan yang dikenakan

terhadap wajib pajak.

3) Account Representative memberian informasi/konsultasi

yang dibutuhkan oleh wajib pajak secara baik, jujur dan

transparan.

Dari uraian di atas seorang Account Representative

memberikan konsultasi atas permasalahan yang dihadapi oleh

wajib pajak sehingga wajib pajak dapat menemukan solusi

serta Account Representative memberikan penjelasan tentang

undang-undang pajak yang berlaku.

c. Pengawasan

Menurut Harahap (2004: 12) mendefinisikan pengawasan

sebagai segala usaha dan kegiatan untuk mengetahui dan

menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan

tugas atau kegiatan apakah sesuai dengan yang semestinya

apakah tidak. Account Representative juga memiliki unsur

pengawasan, karena petugas Account Representative juga

mengetahui tentang kondisi wajib pajak yang ditanganinya,

sehingga jika wajib pajak mengalami masalah dalam

penghitungan pajaknya maka seorang Account Representative

dapat memberikan solusi untuk masalah wajib pajak tersebut,

sebagai konsultan pajak, pengawasan administrasi terhadap

pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak dilakukan oleh

Account Representative dengan menggunakan fasilitas berbasis

teknologi informasi, Account Representative melakukan

monitoring kepatuhan wajib pajak melalui akses langsung ke

seluruh data wajib pajak seperti data dalam taxpayer dan data

dalam profil wajib pajak (www.Pajak.go.id/berita: 2006).

Dengan akses tersebut maka seorang Account Representative

akan lebih mudah melakukan pengawasan dengan cara:

1) Membandingkan SPT wajib pajak.

2) Membandingkan antara SPTnya dengan data wajib pajak

dan data dari pihak ketiga/alat keterangan atau data

lainnya.

3) Membandingkan data seluruh wajib pajak yang

disingkronkan secara terus menerus.

Account Representative juga memiliki fungsi sebagai

pengawas atas kewajiban pajak wajib pajak, pengawasan yang

diberikan agar dapat mengawasi dan mengingatkan wajib

pajak atas pajak yang dikenakan terhadapnya, diantara tugas

seorang Account Representative dalam fungsinya sebagai

pengawas adalah:

1) Account Representative membuat perhitungan surat tagih

2) Account Representative membuat surat pemberitahuan

perubahan besarnya nilai pajak wajib pajak.

3) Account Representative memberikan himbauan mengenai

penyetoran pajak SPT masa dan tahunan.

4) Account Representative mengusulkan pemeriksaan dan

penyidikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Dari penjelasan diatas pengawasan merupakan bentuk pematan

dan perhatian yang diberikan oleh Account Representative

kepada wajib pajak. Fungsi pengawasan ini dinilai penting

karena dengan pengawasan wajib paak akan dimonitoring dan

diingatkan tentang kewajiban pajaknya dengan cara membuat

surat perhitungan pajak, melakukan himbauan dan melakukan

pemeriksaan.

3. Tugas dan Tanggung jawab Account Representative

Account Representativeperlu memiliki tanggung jawab

yang jelas pada saat melaksanakan tugas-tugasnya, hal ini

bertujuan untuk memperjelas kewajiban-kewajiban yang

harus dilaksanakan oleh Account Representativekepada Wajib

Pajak dan atasannya. Menurut artikel yang dikeluarkan oleh Kantor

Wilayah DJP Wajib Pajak Besar pada tanggal 11 Februari

2008 mengenai Account Representativeadalah:

a. Tugas Account Representative yang berhubungan langsung

1) Melaksanakan pengawasan kepatuhan formal Wajib

Pajak(WP).

2) Melaksanakan penelitian dan analisa kepatuhan

material Wajib Pajak (WP).

3) Melaksanakan bimbingan/himbauan mengenai ketentuan

perpajakan kepada Wajib Pajak (WP).

4) Memberikan konsultasi teknis perpajakan kepada

Wajib Pajak (WP).

5) Membuat dan memutakhirkan profil Wajib Pajak

(WP).

6) Membuat Surat Pemberitahuan Perubahan Besarnya

Angsuran PPh Pasal 25.

7) Membuat uraian penelitian pembebasan/pengurangan

pembayaran angsuran PPh Pasal 25.

8) Membuat usulan rencana kunjungan kerja ke lokasi

Wajib Pajak (WP) dalam rangka pengawasan dan

pemutakhiran data Wajib Pajak (WP).

9) Membuat Nota Penghitungan dalam rangka penerbitan

Surat Tagihan Pajak (tidak termasuk STP bunga

penagihan) Pasal 7, Pasal 8(2), Pasal 9 (2a) dan Pasal 14

(3).

10) Membuat konsep Nota Penghitungan dalam rangka

pemeriksaan.

11) Melaksanakan proses pembentulan ketetapan pajak

sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 UU KUP.

12) Membuat konsep usulan Wajib Pajak (WP) / PKP

Fiktif dan Wajib Pajak(WP) Patuh.

13) Membuat konsep perhitungan lebih bayar (LB).

14) Melaksanakan penelitian dalam rangka penerbitan

Bukti Pbk berdasarkan permohonan Wajib Pajak

(WP).

15) Melaksanakan penelitian Bukti Pemindahbukuan secara

jabatan.

16) Membuat konsep Surat Keputusan Pengembalian

Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP), Surat

Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran

Pajak (SKPKPP),Surat Keputusan Pemberian Imbalan

Bunga (SKPIB), Surat Perintah Membayar Imbalan

Bunga (SPMIB), dan Surat Keterangan Pembayaran

Pajak Sementara (SKPPS).

17) Membuat uraian penelitian dalam rangka penerbitan

Surat Keterangan Bebas Pemotongan/Pemungutan PPh

dan Pemungutan PPN.

18) Membuat konsep Surat Keterangan Fiskal (SKF) Non

19) Melakukan penelitian dalam rangka penerbitan Surat Ijin

Penggunaan Mesin Teraan Materai, Surat Ijin

Pembubuhan tanda bea materai lunas dengan

teknologi percetakan dan dengan sistem komputerisasi

dan memproses pencabutan ijin penggunaannya.

20) Membuka segel mesin teraan dan membuat Berita

Acara.

21) Melaksanakan pengalihan saldo bea materai dengan mesin

teraan, pengalihan saldo bea materai dengan teknologi

percetakan dan dengan sistem komputerisasi.

22) Merekonsiliasikan data Wajib Pajak (WP)

23) Menyusun konsep uraian pelaksanaan dan konsep

evaluasi hasil Putusan Banding/Peninjauan

Kembali.

24) Membuat konsep laporan penelitian Ijin Perubahan

Tahun Buku dan Metode Pembukuan Pertama

25) Membuat konsep tanggapan Laporan Hasil

Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional

dan pengawasan masyarakat.

b. Tugas Account Representative yang berhubungan dengan atasannya

secara langsung yaitu:

1) Membuat konsep rencana kerja.

pajak, perkembangan ekonomi dan keuangan.

3) Mengusulkan pemeriksaan dan atau penyidikan.

4) Membuat konsep laporan berkala seksi.

c. Tugas Account Representative berdasarkan Keputusan Menteri

Keuangan RI No. 98/KMK.01/2006 yaitu:

1) Melakukan pengawasan kepatuhan perpajakan Wajib

Pajak.

2) Bimbingan/himbauan dan konsultasi teknis perpajakan

kepada Wajib Pajak.

3) Penyusunan profil Wajib Pajak.

4) Analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib

Pajak dalam rangka intensifikasi.

5) Melakukan evaluasi hasil banding berdasarkan

ketentuan yang berlaku.

4. Syarat Minimum Account Representative

Berdasarkan peraturan Menteri Keuangan Republik

Indonesia No. 68/PMK.01/2008 Tentang Perubahan atas

Keputusan Menteri Keuangan No. 98/KMK.01/2006Tentang

Account Representativepada Kantor Pelayanan Pajak yang telah

menerapkan Organisasi Modern, menjelaskan adanya

perubahan pada syarat minimum atas posisi Account Representative

yang berkerja pada Kantor Pelayanan Pajak (Pasal 3) tersebut

a. Pendidikan formal paling rendah Diploma III menjadi paling

rendah SLTA.

b. Pangkat paling rendah Pengatur (Golongan II/c).

Dokumen terkait