• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Akuntansi Penting

Dalam dokumen Indosat AR10 INA Small (Halaman 150-155)

Laporan keuangan konsolidasi kami telah disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (SAK Indonesia). Referensi untuk SAK Indonesia meliputi penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh Institut Akuntan Indonesia (IAI). Penyusunan laporan keuangan ini mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan serta pengungkapan atas aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan dan pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan

tersebut. Taksiran dan asumsi manajemen didasarkan pada pengalaman sebelumnya dan faktor lain yang relevan pada kondisi tersebut. Kami secara terus menerus mengevaluasi taksiran dan asumsi tersebut. Hasil yang sebenarnya dapat berbeda dari taksiran di atas bila asumsi atau kondisi yang sebenarnya berbeda. Kami percaya bahwa dengan adanya

perbedaan signifikan prinsip akuntansi, berikut ini mungkin akan melibatkan tingkat penilaian atau kompleksitas yang lebih tinggi.

Goodwill dan Aset Tidak Berwujud Lainnya

Laporan keuangan konsolidasi dan hasil operasi

mencerminkan entitas yang diakuisisi setelah penyelesaian dari proses akuisisi terkait. Kami menghitung entitas yang diakuisisi dengan menggunakan metode pembelian (purchase method) yang membutuhkan estimasi akuntansi dan penilaian untuk mengalokasikan harga akuisisi ke nilai pasar wajar dari aset dan kewajiban entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi. Nilai lebih dari harga pembelian atas estimasi nilai pasar wajar dari aset bersih yang diakuisisi diakui sebagai goodwill pada laporan neraca konsolidasi. Proses akuisisi ini telah menghasilkan goodwill dan aset tak berwujud, yang masing-masing menjadi subjek untuk proses penurunan nilai dan amortisasi. Oleh karena itu, sejumlah penilaian yang diambil dalam mengestimasi nilai pasar wajar untuk dialokasikan ke aset dan kewajiban entitas yang diakusisi dan mempengaruhi kinerja keuangan kami secara signifikan.

Taksiran Umur Manfaat dan Penurunan Nilai Aset Tetap

Kami memperkirakan umur manfaat dari aset tetap kami berdasarkan pada ekspektasi masa penggunaan aset sebagaimana diatur dalam rencana usaha dan strategis (business plans and strategies) yang juga mempertimbangkan perkembangan teknologi di masa depan dan kelakuan pasar (market behaviour). Taksiran masa manfaat dari aset tetap didasarkan pada penelaahan secara kolektif pada praktek industri (industry practice), evaluasi teknis secara internal dan pengalaman dengan aset-aset yang sejenis. Akan tetapi, terdapat kemungkinan hasil usaha di masa depan dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor disebutkan di atas.

Jumlah dan waktu dari beban yang diakui untuk setiap periode akan dipengaruhi oleh perubahan dari faktor-faktor tersebut. Pengurangan dalam taksiran masa manfaat dari

aset tetap kami akan meningkatkan beban usaha yang diakui dan menurunkan aset tidak lancar.

Estimasi Beban Pensiun dan Manfaat Karyawan Lainnya

Penentuan dari kewajiban dan biaya pensiun dan manfaat karyawan lainnya kami tergantung pada pemilihan beberapa asumsi yang digunakan oleh aktuaris untuk menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut termasuk, di antara hal lainnya, tingkat diskonto, tingkat pengembalian aset dana pensiun yang diharapkan dan kenaikan tingkat kompensasi. Hasil sebenarnya yang berbeda dari estimasi kami diakui sebagai pendapatan atau beban ketika akumulasi bersih dari laba atau rugi aktuarial pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari kelebihan kewajiban manfaat pensiun tetap dan nilai wajar aset dana pensiun pada tanggal tesebut.

Kami berkeyakinan bahwa asumsi mereka dapat diandalkan dan tepat, perbedaan signifikan dengan pengalaman aktual kami atau perubahan signifikan dalam asumsi mereka dapat mempengaruhi biaya dan kewajiban pensiun dan manfaat karyawan lainnya secara material.

Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan

Kami menelaah nilai tercatat dari aset pajak tangguhan pada setiap akhir periode pelaporan dan mengurangi jumlah tersebut sampai jumlah yang mungkin dapat direalisasikan dimana jumlah pendapatan kena pajak akan tersedia untuk memungkinkan semua atau sebagian aset pajak tangguhan dapat digunakan. Penelaahan kami terhadap pengakuan aset pajak tangguhan pada perbedaan temporer yang dapat dikurangkan berdasarkan pada tingkat dan waktu dari pendapatan kena pajak yang diperkirakan untuk periode pelaporan selanjutnya. Perkiraan ini didasarkan pada hasil kami di masa lampau dan ekspektasi di masa depan terhadap pendapatan dan beban sebagaimana juga strategi perencanaan pajak di masa datang.

Perkiraan Cadangan atas Kerugian Penurunan Nilai Piutang

Kami memperkirakan cadangan atas kerugian penurunan nilai terkait dengan piutang usaha yang secara spesifik diidentifikasikan sebagai piutang yang mungkin tidak tertagih. Tingkat pencadangan ditelaah oleh manajemen dengan basis faktor-faktor yang mempengaruhi

kolektibilitas dari piutang tersebut. Dalam kasus ini, kami menggunakan penilaian berdasarkan fakta terbaik yang tersedia dan keadaan-keadaan, termasuk tapi tidak terbatas pada, lama hubungan dengan pelanggan dan keadaan kredit pelanggan berdasarkan laporan kredit dari pihak ketiga dan faktor-faktor pasar yang umum, untuk mencatat pencadangan spesifik terhadap jumlah terhutang pelanggan yang telah jatuh tempo untuk mengurangi jumlah piutang kami menjadi jumlah yang diharapkan dapat ditagih. Cadangan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan apabila terdapat informasi tambahan yang diterima yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Sebagai tambahan terhadap cadangan spesifik untuk piutang individual yang signifikan, kami juga menelaah cadangan penurunan nilai kolektif terhadap risiko kredit terhadap pelanggan-pelanggan mereka yang dikelompokkan berdasarkan risiko kredit yang sama, yang mana, meskipun tidak diidentifikasi secara spesifik memerlukan pencadangan, memiliki risiko yang lebih besar terhadap kegagalan bayar daripada sewaktu piutang tersebut diberikan kepada pelanggan pada awalnya. Cadangan kolektif ini didasarkan pada sejarah pengalaman kerugian dengan menggunakan faktor-faktor yang bervariasi seperti kinerja historis dari pelanggan dalam kelompok kolektif, penurunan di pasar yang mana pelanggan beroperasi dan kelemahan struktur yang teridentifikasi atau penurunan dalam arus kas dari pelanggan.

Penentuan nilai wajar dari aset dan kewajiban keuangan

Kami mencatat beberapa aset dan kewajiban keuangan pada nilai wajar, yang memerlukan penggunaan estimasi akuntansi yang berkelanjutan dan penilaian untuk nilai wajar aset dan kewajiban keuangan. Sementara komponen signifikan untuk pengukuran nilai wajar ditentukan dengan menggunakan bukti-bukti objektif yang dapat diverifikasi (contoh nilai tukar valuta asing, suku bunga dan tingkat volatilitas (volatility rates)), jumlah perubahan nilai wajar akan berbeda jika kami menggunakan metode penilaian yang berbeda. Setiap perubahan dalam nilai wajar aset keuangan ini akan langsung mempengaruhi laporan posisi keuangan konsolidasi, laporan pendapatan komprehensif atau laporan perubahan ekuitas konsolidasi.

Standar Akuntansi Baru dan Interpretasi atas Standar yang Berlaku Efektif setelah tanggal 31 Desember 2010 Lihat Catatan 36 – Perkembangan Terkini yang Mempengaruhi Standar Akuntansi yang terlampir pada laporan keuangan konsolidasi untuk pembahasan standar akuntasi baru yang berlaku efektif setelah tanggal 31 Desember 2010.

C. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN, PATEN

DAN LISENSI, DAN LAIN-LAIN

Untuk tiga tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, 2009 dan 2010, kami tidak melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan yang bersifat signifikan.

D. INFORMASI TENTANG TREN

Lihat pembahasan pendahuluan pada “Analisa Operasional dan Keuangan dan Prospek Usaha” di atas untuk

keterangan lebih lanjut mengenai tren-tren penting yang memberikan dampak bagi hasil-hasil usaha dan kondisi keuangan Perusahaan.

Pada bulan Januari 2011, Perusahaan memperkenalkan restrukturisasi organisasi sebagai bagian dari program transformasi yang dimulai sejak tahun 2009 untuk meningkatkan produktivitas dan hasil operasi jangka panjang Perusahaan. Perusahaan menawarkan paket kompensasi spesial untuk karyawan yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan Perusahaan dan yang memilih untuk memutuskan hubungan kerja dengan Perusahaan sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi di bawah program VSS. IAS 37 mengenai Provisi,

Kewajiban Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi mengharuskan kami untuk mengungkapkan jumlah karyawan yang berpartisipasi dalam program ini dan kompensasi yang dibayarkan. Namun, kami tidak mengungkapkan informasi ini dalam laporan tahunan ini sebab dapat menimbulkan anggapan yang terlalu dini mengenai hasil dari program ini, karena saat ini Perusahaan masih menawarkan program ini kepada karyawannya.

E. PENYELENGGARAAN OFF-BALANCE SHEET

Pada tanggal 31 Desember 2010, kami tidak mempunyai penyelenggaraan off-balance sheet yang sewajarnya dapat memberikan pengaruh pada saat ini atau di kemudian hari terhadap kondisi keuangan, perubahan kondisi keuangan, pendapatan atau pengeluaran, hasil usaha, likuiditas, pengeluaran barang modal atau sumber modal Perusahaan, yang bersifat material bagi para investor.

F. PENGUNGKAPAN DALAM BENTUK TABEL

(TABULAR DISCLOSURE) TENTANG KEWAJIBAN

KONTRAKTUAL

Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan memiliki kewajiban kontraktual sebesar US$1.635,3 juta dari kontrak-kontrak dalam dolar AS dan Rp12.212,4 miliar dari kontrak-kontrak dalam mata uang Rupiah. Kewajiban kontraktual dalam dolar AS yang harus dibayar adalah

US$373,6 juta di 2011, US$365,5 juta dari 2012 sampai 2013 dan US$121,2 juta dari tahun 2014 sampai 2015 dan US$775 juta dari 2016 dan seterusnya. Kewajiban

kontraktual dalam Rupiah mewajibkan pembayaran sampai dengan Rp2.304,1 miliar di 2011, Rp3.996,5 miliar dari tahun 2012 sampai 2013, Rp2.678,0 miliar dari 2014 sampai 2015 dan Rp3.233,8 miliar dari 2016 dan seterusnya.

Pembayaran JatuhTempo per 31 Desember

Total 2011 2012-2013 2014-2015 2016 dan

seterusnya

Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$

(Rp miliar, US$ juta)

Kewajiban Kontraktual

Hutang jangka panjang(1) 3.091,7 886,6 634,9 283,6 2.456,8 356,8 _ 121,2 _ 125,0

Hutang obligasi(1) 7.492,0 650,0 1.100,0 _ 1.372,0 _ 2.678,0 _ 2.342,0 650,0

Kewajiban pembelian 569,2 90,0 569,2 90,0 _ _ _ _ _ _

Kewajiban tidak lancar dan kewajiban keuangan tidak lancar lainnya

1.059,5 8,7 _ _ 167,7 8,7 _ _ 891,8 _

Total Kewajiban Kontraktual Tunai 12.212,4 1.635,3 2.304,1 373,6 3.996,5 365,5 2.678,0 121,2 3.233,8 775,0

(1) Angka-angka ini tidak termasuk kewajiban bunga

kontraktual yang terkait dan telah dihitung berdasarkan asumsi bahwa opsi yang terkait dengan hutang pinjaman dan obligasi tidak digunakan.

LAPORAN KEUANGAN

Dalam dokumen Indosat AR10 INA Small (Halaman 150-155)