Data Kepemilikan Identitas Anak di LPKA
1) Kebijakan /Regulasi terkait Protocol Covid-19 di LPKA
Menteri Hukum dan Ham RI dalam merespon Pandemi Covid-19 mengeluarkan beberapa kebijakan yang diimplementasikan di LPKA yaitu :
a) Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19;
145
b) Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor: MHH.19.PK.01.04.04 Tahun 2020 Tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19
c) Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-516.PK.01.04.06 Tahun 2020 Tentang Mekanisme Pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. 2) Monitoring di 3 Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)
a) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung
Jumlah Andikpas, kapasitas kamar dan SDM per November 2020 Jumlah Anak Didik (Andikpas) berjumlah 78 Anak dan Petugas berjumlah 67 orang. Tiap Kamar terdapat Andik berjumlah 5-6 Anak. Penerimaan Andikpas baru
Saat Pandemi Covid-19, maka LPKA Bandung hanya menerima Andik yang yang sudah putus Vonis (inkracht) status A3 dengan dilengkapi keterangan sudah dilakukan Rapid tes atau tes SWAB. Setelah diterima, maka Andikpas baru harus menjalani masa isolasi selama 2 (dua) pekan dan ditempatkan di ruang isolasi/sel terpisah dari andikpas yang lain yang sudah berada di LPKA. Selama 2 pekan Andik yang bar uterus dipantau kesehatannya, bila dalam jangka waktu 2 pekan dinyatakan non-reaktif atau bersih, baru kemudian digabung dengan Andik yang lainnya.
permasalahan. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan pemenuhan hak dan perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum dilaksanakan oleh semua stakeholder yang diberikan mandat tertentu sesuai dengan kewenangan baik di tingkat pusat maupun daerah.
Seperti diketahui secara global Pandemi Covid-19 Tahun 2019 yang muncul di Wuhan, China yang kemudian diikuti terpaparnya virus diberbagai Negara, tidak terkecuali di Indonesia. Konfirmasi kasus Covid-19 pertama kali di Indonesia diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 2 Maret 2020. Sejak saat itu kasus penularan Covi-19 tersebar di seluruh Indonesia. Berbagai kebijakan terkait pandemi covid-19 dikeluarkan dan disosialisasikan ke berbagai elemen masyarakat. Merespon hal tersebut, Menteri Hukum dan HAM RI melakukan kebijakan untuk mengembalikan warga binaan termasuk Andikpas yang berada di LPKA yang tersebar di Indonesia. Kebijakan ini tentu merupakan hal positif untuk meminimalisir pemaparan Covid-19 terhadap Andikpas yang berada di posisi rentan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Sehubungan dengan hal tersebut, KPAI melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan yang dirangkum dalam laporan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) tahun 2020 yang dilakukan di 3 (tiga) lokasi yaitu LPKA Jakarta, LPKA Tangerang dan LPKA Bandung dengan fokus pada :
1) Kebijakan /Regulasi terkait Protocol Covid-19 di LPKA
Menteri Hukum dan Ham RI dalam merespon Pandemi Covid-19 mengeluarkan beberapa kebijakan yang diimplementasikan di LPKA yaitu :
a) Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19;
sekitar 10-15 menit dengan mekanisme orangtua mendaftarkan nomor telepon Wahatsapp kepada Petugas LPKA terlebih dahulu. Masih ada anak yang tidak melakukan komunikasi video call karena ketidak jelasan orang tua atau orang tua Anak yang enggan berkomunikasi dengan Anak, padahal komunikasi orang tua anak ini berdampak positif bagi tumbuh kembang anak karena adanya perhatian orang tua.
Pemenuhan hak pendidikan dan program ketrampilan.
Selama pandemi pelaksanaan pendidikan dilakukan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) via daring yang dilengkapi dengan perangkat dekstop komputer di ruangan khusus/perpustakaan yang sediakan di LPKA. Guru pembimbing yang juga merupakan petugas LPKA secara rutin mengawasi selama PJJ maupun memfasilitasi tugas-tugas sekolah melalui gawai petugas-tugas yang bersangkutan.
Dalam pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan, maka administrasi sekolah Andik di LPKA Bandung menginduk kepada sekolah SMP dan SMA terdekat wilayah LPKA dan sudah ada MoU dengan Dinas Pendidikan. Didapati masih banyak Andik, dimana orangtuanya tidak mengurus ijasah/pindah dari sekolah asal, sehingga menghambat pada saat pemenuhan hak pendidikan di LPKA Bandung.
Di LPKA Bandung terdapat Pesantren Miftahul Jannah yang sudah terdaftar dan berijin di Kementerian Agama. Hal ini merupakan upaya LPKA untuk memastikan pendidikan keagamaan dapat dilaksanakan secara formal walaupun berlokasi di LKPA. Kerjasama LPKA dengan Kanwil Kemenag ini tentu akan berdampak pada pengembangan karakter andikpas.
Kesehatan dan Penerapan Protocol Covid-19
Sejak dikeluarkan peraturan Menteri Hukum dan HAM, maka protocol covid-19 sudah diterapkan di LPKA. Mulai dari pintu masuk LPKA sudah disediakan ruang sterilisasi dan tempat cuci tangan di dekat pintu masuk LPKA. Beberapa wastafel/tempat cuci tangan diletakkan di area sebelum masuk ke sel anak, maupun tempat-tempat terbuka yang mudah dijangkau. Penggunaan masker lebih banyak terlihat dilakukan oleh petugas LPKA baik yang tidak berinteraksi maupun yang berinteraksi langsung dengan andik. Secara umum anak-anak yang berada di ruang tahanan tidak menggunakan masker selama berinteraksi sesame anadik karena mungkin mereka dalam kondisi steril. Selama pandemi pemeriksaan suhu dan kesehatan andik dilakukan oleh dokter atau petugas kesehatan secara berkala. Andik juga dapat memeriksakan dirinya saat merasa sakit ke ruang layanan kesehatan yang disediakan di LPKA. Untuk pemenuhan Vitamin Andik diberikan seminggu 3x, suplai Vitamin di berikan dari Puskesmas terdekat. Bila ada indikasi anak terpapar covid-19 maka LPKA merujuk ke RS. Pengayoman atau rumah sakit terdekat yang biasa di rujuk oleh LPKA untuk kasus sakit berat. Kunjungan orang tua dan Pelaksanaan Video Call.
LPKA tidak menerapkan kunjungan langsung orangtua Anak selama pandemi demi memutus penyebaran Covid-19 terhadap Andik, namun membuka komunikasi antara Andik dan Orangtuanya melalui komunikasi Video Call setiap hari senin-jumat di ruang yang disediakan khusus untuk keperluan komunikasi, juga terdapat meja dengan partisi transparan yang akan digunakan bila kunjungan orang tua mulai diberlakukan. Setiap Andik mendapatkan komunikasi virtual dengan orangtuanya
147
sekitar 10-15 menit dengan mekanisme orangtua mendaftarkan nomor telepon Wahatsapp kepada Petugas LPKA terlebih dahulu. Masih ada anak yang tidak melakukan komunikasi video call karena ketidak jelasan orang tua atau orang tua Anak yang enggan berkomunikasi dengan Anak, padahal komunikasi orang tua anak ini berdampak positif bagi tumbuh kembang anak karena adanya perhatian orang tua.
Pemenuhan hak pendidikan dan program ketrampilan.
Selama pandemi pelaksanaan pendidikan dilakukan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) via daring yang dilengkapi dengan perangkat dekstop komputer di ruangan khusus/perpustakaan yang sediakan di LPKA. Guru pembimbing yang juga merupakan petugas LPKA secara rutin mengawasi selama PJJ maupun memfasilitasi tugas-tugas sekolah melalui gawai petugas-tugas yang bersangkutan.
Dalam pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan, maka administrasi sekolah Andik di LPKA Bandung menginduk kepada sekolah SMP dan SMA terdekat wilayah LPKA dan sudah ada MoU dengan Dinas Pendidikan. Didapati masih banyak Andik, dimana orangtuanya tidak mengurus ijasah/pindah dari sekolah asal, sehingga menghambat pada saat pemenuhan hak pendidikan di LPKA Bandung.
Di LPKA Bandung terdapat Pesantren Miftahul Jannah yang sudah terdaftar dan berijin di Kementerian Agama. Hal ini merupakan upaya LPKA untuk memastikan pendidikan keagamaan dapat dilaksanakan secara formal walaupun berlokasi di LKPA. Kerjasama LPKA dengan Kanwil Kemenag ini tentu akan berdampak pada pengembangan karakter andikpas.
Kesehatan dan Penerapan Protocol Covid-19
Sejak dikeluarkan peraturan Menteri Hukum dan HAM, maka protocol covid-19 sudah diterapkan di LPKA. Mulai dari pintu masuk LPKA sudah disediakan ruang sterilisasi dan tempat cuci tangan di dekat pintu masuk LPKA. Beberapa wastafel/tempat cuci tangan diletakkan di area sebelum masuk ke sel anak, maupun tempat-tempat terbuka yang mudah dijangkau. Penggunaan masker lebih banyak terlihat dilakukan oleh petugas LPKA baik yang tidak berinteraksi maupun yang berinteraksi langsung dengan andik. Secara umum anak-anak yang berada di ruang tahanan tidak menggunakan masker selama berinteraksi sesame anadik karena mungkin mereka dalam kondisi steril. Selama pandemi pemeriksaan suhu dan kesehatan andik dilakukan oleh dokter atau petugas kesehatan secara berkala. Andik juga dapat memeriksakan dirinya saat merasa sakit ke ruang layanan kesehatan yang disediakan di LPKA. Untuk pemenuhan Vitamin Andik diberikan seminggu 3x, suplai Vitamin di berikan dari Puskesmas terdekat. Bila ada indikasi anak terpapar covid-19 maka LPKA merujuk ke RS. Pengayoman atau rumah sakit terdekat yang biasa di rujuk oleh LPKA untuk kasus sakit berat. Kunjungan orang tua dan Pelaksanaan Video Call.
LPKA tidak menerapkan kunjungan langsung orangtua Anak selama pandemi demi memutus penyebaran Covid-19 terhadap Andik, namun membuka komunikasi antara Andik dan Orangtuanya melalui komunikasi Video Call setiap hari senin-jumat di ruang yang disediakan khusus untuk keperluan komunikasi, juga terdapat meja dengan partisi transparan yang akan digunakan bila kunjungan orang tua mulai diberlakukan. Setiap Andik mendapatkan komunikasi virtual dengan orangtuanya
yag ada di LPKA Jakarta berjumlah 18 Kamar yang dapat menampung kapasitas Andik di LPKA Jakarta sebesar 82 Andik.
Penerimaan Andikpas baru
Sama dengan LPKA Bandung, maka LPKA Jakarta hanya menerima Andik yang yang sudah putus Vonis (inkracht) status A3 dengan dilengkapi keterangan sudah dilakukan Rapid tes atau tes SWAB, lalu menjalankan isolasi di sel khusus selama 2 pekan. Selama 2 pekan Andik yang baru terus dipantau kesehatannya, bila dalam jangka waktu 2 pekan dinyatakan non-reaktif atau bersih, baru kemudian digabung dengan Andik yang lainnya. Saat KPAI melakukan pemantauan, terdapat 10 Andik yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menjalani isolasi secara intensif di ruang isolasi yang terpisah, dan dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kesehatan dan Penerapan Protocol Covid-19
Pelaksanaan protocol kesehatan sudah terlihat dipintu masuk LPKA berupa tempat cuci tangan. Penggunaan masker lebih banyak terlihat dilakukan oleh petugas LPKA baik yang tidak berinteraksi maupun yang berinteraksi langsung dengan andik. Secara umum anak-anak yang berada di ruang tahanan tidak menggunakan masker selama berinteraksi sesama Andik. Selama pandemi pemeriksaan suhu dan kesehatan andik dilakukan oleh dokter atau petugas kesehatan secara berkala. Ada ruang khusus untuk pasien dan tersedia dokter dan perawat yang bertugas di LPKA sehingga bila Andik merasa sakit dapat memeriksakan dirinya ke ruang layanan kesehatan yang disediakan di LPKA. Bila ada indikasi anak terpapar covid-19 maka LPKA merujuk ke RS. Pengayoman atau rumah sakit terdekat yang biasa di rujuk oleh LPKA untuk kasus sakit Program-program ketrampilan atau life skill yang bekerja sama dengan
pihak ketiga seperti peternakan, kursus jahit, potong rambut, dll yang biasa dilaksanakan dengan mengundang pihak ketiga dari luar LPKA dihentikan sementara untuk memastikan andik terlindungi dari terpapar covid-19.
Untuk kebutuhan konseling sejauh ini Psikolog yang mendampingi Andik di LPKA Bandung berasal dari Departemen Psikolog Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan sudah ada MoU.
Pemenuhan permakanan dan minum
Terkait makanan sama seperti sebelum pandemi. Untuk kebutuhan makan anak di berikan sesuai porsi 2200 Kalori/hari dengan anggaran yang disediakan oleh Kementerian sebesar 19.000/hari untuk 3 kali makan Andik. Bila dibanding alokasi anggaran permakanan untuk andikpas dengan napi dewasa terdapat perbedaan yang jauh lebih sedikit padahal diusia anak yang sedang tumbuh dan berkembang mereka justru membutuhkan makanan yang lebih dari kebutuhan orang dewasa dari segi asupan gizi maupun jumlah untuk pertumbuhan. Bila dimasa sebelum Covid-19 orang tua berkunjung dengan membawa makanan untuk Andik, maka selama Covid-19 LPKA Bandung belum membolehkan pengiriman makanan dari orang tua. Air minum disiapkan rata-rata 2 galon sehari untuk setiap kamar.
b) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Jakarta.
Jumlah Andikpas, kapasitas kamar dan SDM per November 2020 LPKA Jakarta merupakan LPKA terbuka (dulunya digunakan sebagai Lapas terbuka). Jumlah Anak Didik (Andikpas) per 16 November 2020 sebanyak 58 Anak yang telah di putus vonis (inkracht). Jumlah Kamar
149
yag ada di LPKA Jakarta berjumlah 18 Kamar yang dapat menampung kapasitas Andik di LPKA Jakarta sebesar 82 Andik.
Penerimaan Andikpas baru
Sama dengan LPKA Bandung, maka LPKA Jakarta hanya menerima Andik yang yang sudah putus Vonis (inkracht) status A3 dengan dilengkapi keterangan sudah dilakukan Rapid tes atau tes SWAB, lalu menjalankan isolasi di sel khusus selama 2 pekan. Selama 2 pekan Andik yang baru terus dipantau kesehatannya, bila dalam jangka waktu 2 pekan dinyatakan non-reaktif atau bersih, baru kemudian digabung dengan Andik yang lainnya. Saat KPAI melakukan pemantauan, terdapat 10 Andik yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menjalani isolasi secara intensif di ruang isolasi yang terpisah, dan dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kesehatan dan Penerapan Protocol Covid-19
Pelaksanaan protocol kesehatan sudah terlihat dipintu masuk LPKA berupa tempat cuci tangan. Penggunaan masker lebih banyak terlihat dilakukan oleh petugas LPKA baik yang tidak berinteraksi maupun yang berinteraksi langsung dengan andik. Secara umum anak-anak yang berada di ruang tahanan tidak menggunakan masker selama berinteraksi sesama Andik. Selama pandemi pemeriksaan suhu dan kesehatan andik dilakukan oleh dokter atau petugas kesehatan secara berkala. Ada ruang khusus untuk pasien dan tersedia dokter dan perawat yang bertugas di LPKA sehingga bila Andik merasa sakit dapat memeriksakan dirinya ke ruang layanan kesehatan yang disediakan di LPKA. Bila ada indikasi anak terpapar covid-19 maka LPKA merujuk ke RS. Pengayoman atau rumah sakit terdekat yang biasa di rujuk oleh LPKA untuk kasus sakit Program-program ketrampilan atau life skill yang bekerja sama dengan
pihak ketiga seperti peternakan, kursus jahit, potong rambut, dll yang biasa dilaksanakan dengan mengundang pihak ketiga dari luar LPKA dihentikan sementara untuk memastikan andik terlindungi dari terpapar covid-19.
Untuk kebutuhan konseling sejauh ini Psikolog yang mendampingi Andik di LPKA Bandung berasal dari Departemen Psikolog Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan sudah ada MoU.
Pemenuhan permakanan dan minum
Terkait makanan sama seperti sebelum pandemi. Untuk kebutuhan makan anak di berikan sesuai porsi 2200 Kalori/hari dengan anggaran yang disediakan oleh Kementerian sebesar 19.000/hari untuk 3 kali makan Andik. Bila dibanding alokasi anggaran permakanan untuk andikpas dengan napi dewasa terdapat perbedaan yang jauh lebih sedikit padahal diusia anak yang sedang tumbuh dan berkembang mereka justru membutuhkan makanan yang lebih dari kebutuhan orang dewasa dari segi asupan gizi maupun jumlah untuk pertumbuhan. Bila dimasa sebelum Covid-19 orang tua berkunjung dengan membawa makanan untuk Andik, maka selama Covid-19 LPKA Bandung belum membolehkan pengiriman makanan dari orang tua. Air minum disiapkan rata-rata 2 galon sehari untuk setiap kamar.
b) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Jakarta.
Jumlah Andikpas, kapasitas kamar dan SDM per November 2020 LPKA Jakarta merupakan LPKA terbuka (dulunya digunakan sebagai Lapas terbuka). Jumlah Anak Didik (Andikpas) per 16 November 2020 sebanyak 58 Anak yang telah di putus vonis (inkracht). Jumlah Kamar
c) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang
Jumlah Andik dan kapasitas kamar. Andik di LPKA Jakarta pada tanggal 17 November 2020 berjumlah 53 Anak. Jumlah Andik yang mendapatkan Asimilasi karena Covid-19 sebanyak 76 Anak.
LPKA Tangerang tidak menerima dan memiliki Anak dalam status Tahanan di karenakan ada Surat Edaran dari Dirjen PAS dalam mencegah penularan Covid-19.
Setiap Andik mendapatkan komunikasi virtual dengan orangtuanya dengan mekanisme orangtua mendaftarkan nomor telepon Whatsapp kepada Petugas LPKA, namun banyak orang tua yang tidak memiliki HP, sehingga anak-anak jarang melakukan komunikasi dengan keluarganya. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, LPKA Tangerang menerima
sumbangan vitamin untuk Andik dari Palang Merah Internasional. LPKA Tangerang memerima makanan yang diberikan oleh Orangtua
Andik dan donor dari pihak ketiga.
Untuk Pemenuhan hak pendidikan Andik, LPKA Tangerang memiliki Pendidikan formal mandiri dan PKBM yang diperuntukan bagi Andik yang masa hukumannya singkat. Andik di LPKA Tangerang tetap bersekolah di LPKA dikerenakan LPKA Tangerang memiliki Yayasan Istimewa yang tenaga pengajarnya sekitar 70% berasal dari Petugas LPKA.
DI LPKA Tangerang terrdapat 1 Andik Terorisme terkait kasus perakitan BOM. Andik ini di bina oleh Densus 88 dan BNPT dalam program deradikalisasi.
berat. LPKA banyak menerima bantuan sosial pada saat pandemi dari lembaga lain berupa hand sanitizer, vitamin untuk Andik dan obat-obatan.
Kunjungan orang tua dan Pelaksanaan Video Call
LPKA Jakarta juga menunda kunjungan orang tua selama covid dan melakukan komunikasi melalui video call secara terjadwal. Setiap Andik mendapatkan komunikasi virtual dengan orangtuanya sekitar 15-30 menit. Dengan mekanisme orangtua mendaftarkan nomor telepon Wahatsapp kepada Petugas LPKA. Selain itu LPKA Jakarta juga sudah menyiapkan ruangan dengan meja berpartisi bila ada kebijakan untuk kunjungan orang tua sudah diberlakukan kembali.
Pemenuhan hak pendidikan dan program ketrampilan
Pemenuhan hak pendidikan bagi Andik melalui PKBM Harapan Bangsa yang didirikan oleh LPKA Jakarta secara mandiri. Tersedia 2 ruang kelas dan Guru yang saat ini juga merupakan petugas LPKA. Penyediaan ketrampilan seperti menanam secara hidroponik dan pengolahan minuman kopi misalnya disediakan dengan kerjasama pihak luar/mitra dimana selama pandemic kegiatan ketrampilan dihentikan sementara. Pemenuhan permakanan dan minum
Terkait makanan sama seperti sebelum pandemi. Untuk kebutuhan makan anak di berikan sesuai porsi 2200 Kalori/hari dengan anggaran yang disediakan oleh Kementerian sebesar 20.000/hari untuk 3 kali makan Andik. Untuk ketersediaan air minum LPKA sudah terdapat alat untuk penyulingan air minum sendiri.
151
c) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang
Jumlah Andik dan kapasitas kamar. Andik di LPKA Jakarta pada tanggal 17 November 2020 berjumlah 53 Anak. Jumlah Andik yang mendapatkan Asimilasi karena Covid-19 sebanyak 76 Anak.
LPKA Tangerang tidak menerima dan memiliki Anak dalam status Tahanan di karenakan ada Surat Edaran dari Dirjen PAS dalam mencegah penularan Covid-19.
Setiap Andik mendapatkan komunikasi virtual dengan orangtuanya dengan mekanisme orangtua mendaftarkan nomor telepon Whatsapp kepada Petugas LPKA, namun banyak orang tua yang tidak memiliki HP, sehingga anak-anak jarang melakukan komunikasi dengan keluarganya. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, LPKA Tangerang menerima
sumbangan vitamin untuk Andik dari Palang Merah Internasional. LPKA Tangerang memerima makanan yang diberikan oleh Orangtua
Andik dan donor dari pihak ketiga.
Untuk Pemenuhan hak pendidikan Andik, LPKA Tangerang memiliki Pendidikan formal mandiri dan PKBM yang diperuntukan bagi Andik yang masa hukumannya singkat. Andik di LPKA Tangerang tetap bersekolah di LPKA dikerenakan LPKA Tangerang memiliki Yayasan Istimewa yang tenaga pengajarnya sekitar 70% berasal dari Petugas LPKA.
DI LPKA Tangerang terrdapat 1 Andik Terorisme terkait kasus perakitan BOM. Andik ini di bina oleh Densus 88 dan BNPT dalam program deradikalisasi.
berat. LPKA banyak menerima bantuan sosial pada saat pandemi dari lembaga lain berupa hand sanitizer, vitamin untuk Andik dan obat-obatan.
Kunjungan orang tua dan Pelaksanaan Video Call
LPKA Jakarta juga menunda kunjungan orang tua selama covid dan melakukan komunikasi melalui video call secara terjadwal. Setiap Andik mendapatkan komunikasi virtual dengan orangtuanya sekitar 15-30 menit. Dengan mekanisme orangtua mendaftarkan nomor telepon Wahatsapp kepada Petugas LPKA. Selain itu LPKA Jakarta juga sudah menyiapkan ruangan dengan meja berpartisi bila ada kebijakan untuk kunjungan orang tua sudah diberlakukan kembali.
Pemenuhan hak pendidikan dan program ketrampilan
Pemenuhan hak pendidikan bagi Andik melalui PKBM Harapan Bangsa yang didirikan oleh LPKA Jakarta secara mandiri. Tersedia 2 ruang kelas dan Guru yang saat ini juga merupakan petugas LPKA. Penyediaan ketrampilan seperti menanam secara hidroponik dan pengolahan minuman kopi misalnya disediakan dengan kerjasama pihak luar/mitra dimana selama pandemic kegiatan ketrampilan dihentikan sementara. Pemenuhan permakanan dan minum
Terkait makanan sama seperti sebelum pandemi. Untuk kebutuhan makan anak di berikan sesuai porsi 2200 Kalori/hari dengan anggaran yang disediakan oleh Kementerian sebesar 20.000/hari untuk 3 kali makan Andik. Untuk ketersediaan air minum LPKA sudah terdapat alat untuk penyulingan air minum sendiri.