• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan, Strategi dan Program Umum

Dalam dokumen RENCANA TENAGA KERJA NASIONAL (Halaman 143-146)

Bab VI ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI DAN PROGRAM

6.2. Kebijakan, Strategi dan Program Umum

Di dalam Perencanaan Tenaga Kerja banyak terkait dengan berbagai segi kehidupan penduduk suatu negara dan untuk mencapai kesejahteraan rakyat, perencanaan tersebut harus melaksanakan berbagai jenis kebijakan. Segala upaya dilakukan secara terintegrasi untuk menyusun perencanaan tenaga kerja, karena hal tersebut akan menentukan hasil akhir yang menjadi tujuan pembangunan nasional.

Sebagaimana diketahui bahwa permasalahan ketenagakerjaan sangat luas dan kompleks, untuk itu dalam mengatasi permasalahan perlu disusun kebijakan umum mencakup antara lain kebijakan penciptaan kesempatan kerja, pendidikan, pengendalian angkatan kerja dan investasi.

Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans R.I

109

Semua itu ditujukan dalam rangka meningkatkan peluang kerja, kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia dan ketersediaan tenaga kerja yang proporsional antara kesempatan kerja dengan jumlah angkatan kerja. Kebijakan pertama, Kebijakan pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja yang ada. Tersedianya penduduk usia kerja yang terdidik dan mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja merupakan dasar dari perencanaan tenaga kerja. Hal tersebut dikarenakan dengan tenaga kerja yang berkualitas akan lebih terbuka ketersediaan lapangan kerja yang lebih luas dan lebih berkualitas pula. Mereka akan mempunyai peluang yang tinggi untuk mengembangkan diri sebagai pribadi mandiri dengan usaha sendiri (sebagai usahawan) atau melibatkan diri sebagai tenaga kerja yang sangat berperan bagi terlaksananya suatu proses produksi pada suatu perusahaan yang telah terorganisir. Tenaga kerja berkualitas otomatis akan dicari oleh berbagai pelaku usaha di dalam maupun di luar negeri.

Proses pendidikan harus dipandang sebagai investasi karena jika berhasil diwujudkan, akan menghasilkan nilai tambah yang sangat bermanfaat baik bagi diri pribadi maupun bagi masyarakat luas. Manfaat pribadi maksudnya dengan seseorang berkualitas maka dimungkinkan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara bermartabat, misalnya dengan memiliki pekerjaan yang layak dan hidup sehat lahir maupun bathin. Sedangkan manfaat sosial maksudnya dengan mempunyai nilai tambah yang ditunjukkan dengan berkarya dan produktif akan mewujudkan kesejahteraan lingkungan masyarakatnya.

Proses pendidikan memiliki dua dimensi, dimensi yang pertama bahwa dengan melakukan pendidikan maka kualitas angkatan kerja Indonesia meningkat. Dengan meningkatnya kualitas, maka dapat bersaing di pasar kerja dalam negeri luar negeri, serta dapat termotivasi dalam berwirausaha/menjadi entrepreneur, sehingga dapat mengolah dan mengembangkan berbagai peluang dan sumber daya alam yang ada. Dimensi lain, bahwa peningkatan pendidikan, khususnya penduduk usia sekolah, maka akan berpengaruh pada pengurangan jumlah angkatan kerja khususnya penduduk usia sekolah. Dengan berkurangnya angkatan kerja usia sekolah, maka sangat berpotensi besar mengurangi jumlah penganggur terbuka juga didominasi usia muda, khususnya usia sekolah.

Kebijakan peningkatan pendidikan telah dicanangkan oleh Pemerintah melalui program wajib belajar 9 tahun bahkan bagi wilayah tertentu sudah 12 tahun. Selain itu Pemerintah pusat juga membatasi

110

Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans R.I

pendirian SMA dan membuka peluang pendirian SMK, pemberian dana BOS, meningkatkan alokasi anggaran pendidikan 20%, meningkatkan kesejahteraan pendidik dan lain-lainnya. Kebijakan ini semua memberikan peluang pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas.

Selain kebijakan pendidikan, juga diarahkan pada pengendalian angkatan kerja. Kebijakan umum selain diarahkan untuk meningkatkan kualitas penduduk juga memperhatikan kuantitas atau proporsi jumlah angkatan kerja supaya tidak terjadi ketidakseimbangan antara pencari kerja dengan lowongan kerja di masa yang akan datang. Dengan jumlah penduduk yang proporsional juga akan memudahkan dalam mengelola tenaga kerja. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian pertumbuhan penduduk karena dengan pengendalian pertambahan penduduk akan berdampak pada pertambahan angkatan kerja di masa akan datang, yang membutuhkan lapangan kerja. Pengendalian dimaksud merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik secara individu maupun institusi. Oleh karena itu, pengendalian pertambahan penduduk harus diupayakan secara intensif dan terus menerus. Untuk mengendalikan penduduk dimaksud perlu dilakukan dengan mengatur kelahiran seperti memberlakukan program Keluarga Berencana (dua anak cukup), penundaan usia nikah, pengetatan imigrasi orang luar negeri atau tenaga kerja asing.

Kebijakan umum selanjutnya adalah meningkatkan investasi, karena bidang investasi tersebut sangat erat kaitannya dengan perluasan dan penciptaaan kesempatan kerja. Dengan semakin banyaknya investasi akan semakin banyak membuka kesempatan kerja untuk angkatan kerja yang ada sehingga akan menurunkan tingkat pengangguran. Dengan demikian perlu penciptaan iklim yang kondusif bagi investasi, untuk itu perlu diambil langkah-langkah pokok untuk meminimalisir hambatan investasi antara lain:

1. Penciptaan iklim investasi yang sehat didukung oleh proses perijinan secara efisien dan pelayanan professional;

2. Peningkatan kinerja dan profesionalisme birokrasi melalui debirokratisasi dan deregulasi yang sekaligus dapat mengurangi berbagai pungutan dan sebagai bagian dari ekonomi biaya tinggi; 3. Penciptaan iklim dan pola pembangunan yang stabil dan dinamis

bertumpu pada stabilitas politik dan keamanan dan daerah konflik; 4. Peningkatan kepastian berusaha dan kepastian hukum bagi dunia

Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans R.I

111

5. Peningkatan pembangunan infrastruktur khususnya sarana dan prasarana perhubungan serta meningkatkan persebarannya ke seluruh Indonesia.

Selain kebijakan tersebut diatas, juga kebijakan mengenai penciptaan kesempatan kerja. Kebijakan penciptaan kesempatan kerja ini adalah merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan ketenagakerjaan. Hal tersebut dikarenakan merupakan faktor yang mendasar dan merupakan hal yang pertama dan utama dalam mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia, karena manusia membutuhkan mata pencaharian untuk memperoleh nafkah yang dipergunakan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, pemerintah sangat serius dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan tersebut dalam rangka mensukseskan pembangunan bangsa. Hal-hal yang merupakan prioritas dalam penciptaan kesempatan kerja pada saat ini adalah meningkatkan jenis pekerjaan yang bersifat formal dan menurunkan informal, meningkatkan bidang kewirausahaan dan meningkatkan penempatan tenaga kerja formal ke luar negeri. Adapun kebijakan tentang ketenagakerjaan secara menyeluruh, akan disampaikan dengan lebih rinci pada pembahasan selanjutnya.

6.3 Kebijakan, Strategi dan Program Penciptaan Kesempatan Kerja

Dalam dokumen RENCANA TENAGA KERJA NASIONAL (Halaman 143-146)