• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reaksi para calon orang tua yang biasanyaa terjadi pada trimester III adalah:

1) Calon Ibu

a) Kecemasan dan dan ketegangan semakin meningkat oleh karena perubahan postur tubuh atau terjadi gangguan body image.

b) Merasa tidak feminim menyebabkan perasaan takut perhatian suami berpaling atau tidak menyenangi kondisinya.

c) 6-8 minggu menjelang persalinan perasaan takut semakin meningkat, merasa cemas terhadap kondisi bayi dan dirinya.

d) Adanya perasaan tidak nyaman.

e) Sukar tidur oleh karena kondisi fisik atau frustasi terhadap persalinan

f) Menyibukkan diri dalam persiapan menghadapi persalinan. 2) Calon Ayah

a) Meningkatnya perhatian pada kehamilan istrinya b) Meningkatnya tanggung jawab finansial

c) Perasaan takut kehilangan istri dan bayinya.

d) Adaptasi terhadap pilihan senggama karena ingin membahagiakan istrinya

4) Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Trimester III 1. Nutrisi

Pada trimester III, ibu hamil butuh energi yang memadai sebagai cadangan energi kelak saat proses persalinan. Pertumbuhan otak janin terjadi cepat saat dua bulan terakhir menjelang persalinan. Menurut (Walyani,2016) berikut adalah gizi yang sebaiknya lebih diperhatikan pada kehamilan trimester III yaitu :

(1) Kalori

Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sekitar 70.000-80.000 kkal, dengan penambahan berat badan sekitar 12,5 kg. pertambahan

16

kalori ini diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir. Untuk itu kalori yang diperlukan setiap hari adalah 285-300 kkal.

2. Vitamin

a. Vitamin B6

Vitamin ini dibutuhkan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi kimia dalam tubuh yang melibatkan enzim. Selain membantu metabolism asam amino, karbohidrat, lemak dan pembentukan sel darah merah juga berperan dalam pembentukan neurotransmitter. b. Tiamin (vitamin B1), ribovlavin (B2) dan Niasin (B3)

Deretan vitamin ini akan membantu enzim untuk mengatur metabolism sistem pernapasan dan energi. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi tiamin 1,2mg/hari, ribovlavin sekitar 1,2 mg/hari dan niasin 11 mg/hari. Ketiga vitamin ini bisa ditemukan di keju, susu, kacang-kacangan, hati dan telur.

c. Yodium

Yodium dibutuhkan sebagi pembentuk senyawa tiroksin yang berperan mengontrol metabolism sel yang baru masuk. Jika tiroksin berkurang makabayi akan tumbuh kerdil, sebaliknya jika berlebihan maka janin tumbuh akan berlebihan dan melampaui ukuran normal. Angka ideal untuk mengonsumsi yodium adalah 175 mcg/hari. 3. Air

Air sangat penting untuk pertumbuhan sel-sel baru, mengatur suhu tubuh, melarutkan dan mengatur proses metabolisme zat gizi serta mempertahankan volume darah yang meningkat selama kehamilan. Jika cukup mengonsumsi cairan kira-kira 8 gelas perhari maka akan terhindar dari resiko terkena infekasi saluran kemih dan sembelit.

17 Tabel 2.3

Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil

Jenis Tidak hamil Hamil Laktasi

Kalori 2500 2500 3000 Protein(gr) 60 85 100 Calsium(gr) 0,8 1,5 2 Ferrum(mg) 12 15 15 VitA(satuan internas) 5000 6000 8000 Vit B(mg) 1,5 1,8 2,3 Vit C(mg) 70 100 150 Riboflavin(mg) 2,2 2,5 3 As nicotin(mg) 15 18 23 Vit D(S.I) + 400-800 400-800 Sumber :Marmi,2017 4. Oksigen

Kebutuhan oksigen meningkat sebagai respon tubuh terhadap akselerasi laju metabolism. Peningkatan volume tidal dihubungkan dengan peningkatan volume respiratori kira-kira 26% pe menit, hal ini menyebabkan penurunan konsentrasi CO2 alveoli. Madriwati (2016)

5. Personal hygiene a. Cara Merawat Gigi

Menurut Gusti Ayu Madriwati (2016) menjelaskan perawatan gigi perlu dalam kehamilan karena hanya gigi yang baik menjamin pencernaan yang sempurna. Caranya antara lain:

(a) Tambal gigi yang berlubang (b) Mengobati gigi yang terinfeksi (c) Untuk mencegah karies

(d) Menyikat gigi dengan teratur

(e) Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum apa saja (f) Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa

18 b. Manfaat Mandi

Manfaat mandi diantaranya: (a) Merangsang sirkulasi (b) Menyegarkan

(c) Menghilangkan kotoran

(d) Mandi hati-hati jangan sampai jatuh air harus bersih, tidak terlalu dingin tidak terlalu panas, dan gunakan sabun yang mengandung antiseptik, menurut Marmi (2017)

c. Perawatan Rambut

Rambut harus bersih, keramas satu minggu 2-3 kali. Marmi,(2017) d. Payudara

Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan kalau terbasahi oleh kolostrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada puting susu dan sekitarnya. Puting susu yang masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi. Marmi,(2017)

e. Perawatan Vagina Atau Vulva

Wanita perlu mempelajari cara membersihkan alat kelamin yaitu dengan gerakan dari depan ke belakang setiap kali selesai berkemih atau bunag air besar harus menggunakan tissue atau lap atau handuk yang bersih setiap kali melakukannya. Marmi,2017)

f. Perawatan Kuku

Kuku bersih dan pendek. Marmi.(2017) 6. Pakaian

Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman, mudah menyerap keringat, mudah dicuci, tanpa sabuk atau pita yang menekan bagian perut/pergelangan tangan, pakaian juga tidak baik terlalu ketat di leher, stoking tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita tidak dianjurkan karena dapat menghambat sirkulasi darah. Desain BH (Breast Holder) harus disesuaikan agar dapat menyangga payudara. Marmi,(2017)

19

Masalah eliminasi tidak mengalami kesulitan,bahkan cukup lancar.Dengan kehamilan terjadi perubahan hormon sehingga daerah kelamin menjadi basah .Situasi basah ini menyebabkan jamur kambuh sehingga wanita mengeluh gatal dan mengeluarkan keputihan. Marmi,(2017)

8. Mobilisasi, Body Mekanik

Walyani (2015) menjelaskan ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan kiat berdiri, duduk dan mengangkat tanpa menjadi tegang. Karena sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang.

Dalam bukunya, Romauli (2011) menjelaskan beberapa sikap tubuh yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil:

a. Duduk

Ibu harus diingatkan untuk duduk bersandar di kursi dengan benar, pastikan tulang belakang tersanggah dengan baik. Paha harus tertopang kursi bila perlu kaki sedikit ditinggikan di atas bangku kecil.

b. Berdiri

Berdiri diam terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan dan ketegangan. Oleh karena itu, lebih baik berjalan tetapi tetap memperhatikan semua aspek yang baik, postur tegak harus diperhatikan. c. Berjalan

Ibu hamil penting untuk tidak memakai sepatu berhak tinggi atau tanpa hak. Hindari juga sepatu bertumit runcing karena mudah menghilangkan keseimbangan.

d. Tidur

Karena risiko hipotensi akibat berbaring terlentang, berbaring dapat harus dihindari setelah empat bulan kehamilan. Bila ibu memilih berbaring terlentang di awal kehamilan, dengan meletakkan bantal di bawah kedua paha akan memberi kenyamanan.

e. Bangun dan Baring

Untuk bangun dari tempat tidur, geser dulu tubuh ibu ke tepi tempat tidur, kemudian tekuk lutut. Angkat tubuh ibu perlahan dengan kedua

20

tangan, putar tubuh lalu perlahan turunkan kaki ibu. Diamlah dulu dalam posisi duduk beberapa saat sebelum berdiri.

f. Membungkuk dan Mengangkat

Menurut Walyani (2015) untuk mengangkat objek yang berat seperti anak kecil caranya yaitu mengangkat dengan kaki, satu kaki diletakkan agak kedepan dari pada yang lain dan juga telapak lebih rendah pada satu lutut kemudian berdiri atau duduk satu kaki diletakkan agak kebelakang dari yang lain sambil ibu menaikkan atau merendahkan dirinya.

9. Senam Hamil/Exercise

Tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut:

(1) Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varises, bengkak, dan lain-lain.

(2) Melatih dan menguasai teknik pernapasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan O2 terpenuhi.

(3) Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul dan lain-lain.

(4) Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan.

(5) Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.

(6) Mendukung ketenangan fisik. 10. Imunisasi

Menurut Mandriwati (2014) menjelaskan imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin. Jenis imunisasi yang diberikan adalah Tetanus Toxoid (TT) yang dapat mencegah penyakit tetanus.Imunisasi TT pada ibu hamil harus terlebih dahulu ditentukan status imunisasinya.

Fauziah & Sutejo (2012) dalam bukunya menjelaskan pemberian imunisasi tetanus toksoid bagi ibu hamil yang telah mendapatkan imunisasi tetanus toksoid 2 kali pada kehamilan sebelumnya atau pada saat calon

21

pengantin, maka imunisasi cukup diberikan 1 kali saja dengan dosis 0,5 cc pada lengan atas. Bila ibu hamil belum mendapat imunisasi atau ragu, maka perlu diberikan imunisasi tetanus toksoid sejak kunjungan pertama sebanyak 2 kali dengan jadwal interval minimum 1 bulan.

11. Travelling

Traveling untuk seorang ibu hamil jangan terlalu lama dan melelahkan,duduk lama ststis vena menyebabkan tromboplebitis dan kaki bengkak, bepergian dengan pesawat udara boleh,tidak ada bahaya hipoksia dan tekanan oksigen yang cukup dalam pesawat udara. Menurut Marmi,(2017)

12. Seksual

Biasanya gairah sex akan dipengaruhi oleh ketidaknyamanan dan body image.Tidak ada kontraindikasi dalam melakukan hubungan sex kecuali sering abortus, perdarahan pervagina,pada minggu terakir kehamilan koitus harus hati-hati,bila ketuban sudah pecah koitus di larang. Marmi (2017) 13. Istirahat dan Tidur

Dalam buku Mandriwat,(2016 ) menelaskan wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan tapi tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang tidak disukainya. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan bayinya. Kebisaaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi hingga seminimal mungkin. Tidur malam ±8 jam, istirahat/tidur siang ±1 jam.

22

5) Ketidaknyamanan Selama Hamil dan Cara Mengatasinya