• Tidak ada hasil yang ditemukan

KECAMATAN BATANG DUA

B. PERMOHONAN PEMOHON TIDAK JELAS (OBSCUUR LIBEL)

II. DALAM POKOK PERMOHONAN

4) Kecamatan Ternate Utara

a. Bahwa pada pokoknya Pemohon mempermasalahkan tahapan penyelenggaraan pemungutan suara di TPS-TPS sebagai berikut:

Daftar TPS yang Dipermasalahkan oleh Pemohon di Kecamatan Ternate Utara

No. TPS Jawaban Termohon

1. TPS 02 Kelurahan Sangaji Utara

“Dalil permohonan Pemohon a quo tidak jelas, karena tidak menjabarkan lebih detail, indentitas orang yang menggunakan hak pilih orang lain yang tidak hadir pada hari pencoblosan dan berapa jumlah pasti pemilih yang tidak berhak, namun memberikan hak pilihnya” 2. TPS 03 Kelurahan Sangaji Utara

3. TPS 06 Kelurahan Sangaji Utara 4. TPS 01 Kelurahan Tabam 5. TPS 05 Kelurahan Toboleu 6. TPS 02 Kelurahan Sangaji 7. TPS 04 Kelurahan Sangaji 8. TPS 06 Kelurahan Sangaji 9. TPS 01 Kelurahan Akehuda 10. TPS 02 Kelurahan Akehuda 11. TPS 10 Kelurahan Akehuda 12. TPS 01 Kelurahan Tubo 13. TPS 07 Kelurahan Sangaji Utara

• Bahwa secara faktual, pemilih atas nama Amir Hamid telah pindah memilih dari TPS 07, Kelurahan Sangaji Utara ke TPS 08, Kelurahan Sangaji Utara berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara kepada Pemilih Model C.Pemberitahuan-KWK atas nama Amir Hamid, TPS 07 Sangaji Utara, Ternate Utara, dan Surat Pemberitahuan (Daftar Pemilih Pindahan) Model A.5-KWK atas Amir Hamid ke TPS 08, Sangaji Utara, Ternate Utara (Bukti T-68);

• Bahwa pemilih atas nama Amir Hamid tidak menggunakan hak pilihnya di TPS 07, Kelurahan Sangaji Utara dan melakukan pencoblosan surat suara hanya di TPS 08, Kelurahan Sangaji Utara.

Kecamatan Batang Dua 1) TPS 01, Kelurahan Tifure

a. Bahwa tidak benar dalil Pemohon yang menyatakan terdapat

8271050210050001, menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala daerah Kota Ternate Tahun 2020”;

b. Bahwa terhadap dalil a quo, seharusnya diajukan keberatan oleh Pemohon melalui/menggunakan Form Model C Kejadian Khusus dan/atau Keberatan-KWK atau setidak-tidaknya tercatat dalam dokumen pengawas pemilihan di tingkat TPS pada TPS 01, Kelurahan Tifure;

c. Bahwa sedangkan untuk pemilih atas nama Rafly Cana,NIK.

8271051209040001, tidak datang memilih atau mencoblos pada

tanggal 9 Desember 2020, sehingga terhadap dalil Pemohon sepanjang pemilih atas nama Rafly Cana NIK. 8271051209040001, menjadi tidak relevan lagi;

d. Bahwa dalam Formulir Model C.Hasil-KWK, TPS 01, Kelurahan Tifure, saksi Pemohon membubuhkan tanda tangannya sebagai persetujuan terhadap perolehan suara masing-masing pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Ternate, yang selengkapnya sebagai berikut: [Bukti T-69];

e. Bahwa selain itu, dalil Pemohon perihal pemilih di bawah umur di TPS 01 Kelurahan Tifure a quo, menjadi tidak relevan apabila menilik perolehan suara Pemohon, yang berdasarkan penetapan perhitungan perolehan suara Termohon pada TPS 01 Kelurahan Tifure memperoleh suara terbanyak dengan perolehan sebagai berikut:

Tabel XXXVI

Perolehan Suara Masing-Masing Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Ternate Tahun 2020 di TPS 01, Kelurahan

Tifure, Kecamatan Batang Dua. No.

Urut

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota

Perolehan Suara 1. Merlisa, SE - Juhdi Taslim 117

2. Dr. M. Tauhid Soleman, M.Si - Jasri

Usman, S.Ag 51

3. Drs. H. Muhammad Hasan Bay, MM -

Mohammad Asghar Saleh, SE, ME 124 4. Mohammad Yamin Tawary - Hi. 6

Abdullah Tahir, SH

Suara Tidak Sah 1

Total Suara Sah dan Tidak Sah 299 Dalil Permintaan Pemungutan Suara Ulang

39. Bahwa secara yuridis pemungutan suara ulang hanya dapat dilakukan dengan syarat-syarat sebagai berikut:

Tabel XXXVII

Syarat Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Syarat Pelaksanaan Pemungutan Suara

Ulang Pasal

a. Gangguan keamanan yang mengakibatkan hasil pemungutan suara tidak dapat digunakan atau penghitungan suara tidak dapat dilakukan;

Pemungutan suara di TPS dapat diulang jika dari hasil penelitian dan pemeriksaan Panwas Kecamatan terbukti terdapat 1 (satu) atau lebih keadaan sebagai berikut:

b. pembukaan kotak suara dan/atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan;

c. petugas KPPS meminta Pemilih memberi tanda khusus, menandatangani, atau menulis nama atau alamatnya pada surat suara yang sudah digunakan;

d. petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan oleh Pemilih sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah;

e. lebih dari seorang Pemilih menggunakan hak pilih lebih dari satu kali, pada TPS yang sama atau TPS yang berbeda; dan/atau

f. lebih dari seorang Pemilih yang tidak terdaftar sebagai Pemilih, mendapat kesempatan memberikan suara pada TPS.

Pasal 112 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang Undang Jo. Pasal 59 Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

40. Bahwa selanjutnya dalam tataran pelaksanaannya, hasil penelitian Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan merupakan satu-satunya landasan atau legitimasi yang menjadi rujukan dilakukannya pemungutan suara ulang;

41. Bahwa hingga saat ini, Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan sebagai pelaksana kewenangan pengawasan Bawaslu Kota Ternate di tingkat Kecamatan, tidak pernah sekalipun merekomendasikan dilaksanakannya pemungutan suara ulang. Oleh karena itu, terhadap dalil Pemohon sepanjang permintaan pemungutan suara ulang merupakan dalil yang mengada-ada atau tidak relevan;

Penyebutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara

42. Bahwa dalam menyatakan terjadinya pelanggaran pemilihan, Pemohon di beberapa dalilnya mencatut nama petugas/anggota KPPS untuk menjustifikasikan atau membenarkan dalil permohonannya, yang selengkapnya sebagai berikut:

Tabel XXXVIII

Dalil Pemohon yang Mencatut Petugas/Anggota KPPS

No. TPS Dalil Pemohon

1. TPS 01, Kelurahan Bastiong Talangame

“Dibenarkan Petugas KPPS TPS 01 Kelurahan Bastiong Talangame dan saksi Paslon No. Urut 3 (MHB-GAS). “Bukti keterangan Petugas KPPS TPS 01 Kelurahan Bastiong Talangame dan saksi Paslon No. Urut 3, DPT TPS 01 Kelurahan Bastiong Talangame”

2. TPS 04, Kelurahan Bastiong Talangame

“Dibenarkan Petugas KPPS TPS 04 Kelurahan Bastiong Talangame dan saksi Paslon No. Urut DPT 3 (MHB-GAS)”

3. TPS 02, Kelurahan Mangga Dua

“Bukti DPT dan keterangan Petugas KPPS dan saksi Pasion No. urut 3 di TPS 02 Kelurahan Mangga Dua, bukti DPT dan keterangan Petugas KPPS dan saksi Paslon No. Urut 3 di TPS 09 Kelurahan Tabona”

4. TPS 15, Kelurahan Maliaro “Dibenarkan oleh Anggota KPPS TPS 15 dan Saksi paslon No. Urut DPT 3 (MHB-GAS).”

“Bukti video keterangan Anggota KPPS dan saksi paslon No. Urut 3, TPS 15 Kel. Maliaro, bukti DPT TPS 15 Kel. Maliaro)”

5. TPS 04, Kelurahan Marikrubu

“Dibenarkan Petugas KPPS TPS 04 Kelurahan Marikrubu dan saksi Pasion No. Urut DPT 3 (MHB-GAS).”

6. TPS 02, Kelurahan Santiong

“Bahwa hal ini terbukti dengan adanya pemilih dibawah umur A/n. MUH. BASIR NIK. 7371071709050002, TTL, Unjung Pandang 17 September 2005, umur 15 tahun 2 bulan, belum menikah dengan No. Urut DPT DPT 227 yang datang memilih dan mencoblos pada tanggal 9 Desember 2020 dan dibenarkan Petugas KPPS TPS 02 Kelurahan Santiong dan saksi Pasion No. Urut DPT 3 (MHB-GAS).”

7. TPS 01, Kelurahan Makassar Timur

“Bukti video keterangan saksi paslon No. Urut 1 (MAJU) dan saksi Pasion No. Urut 3 di TPS 01, Kel. Makassar Timur dan Foto-foto KTP, bukti Postingan media sosial (facebook) Ketua KPPS TPS 01 terkait dengan pencoblosan di TPS 01 pada tanggal 9 dan 10 desember 2020 dan bukti DPT TPS 01, TPS 03, TPS 04, TPS 06, TPS 07, TPS 11, TPS 12, dan TPS 14” 8. TPS 06, Kelurahan

Makassar Timur

“Selain itu juga dengan adanya pemilih, dibawah umur A/n. Febri Laiya NIK. 8271062302030005, datang memilih dan mencoblos pada tanggal 9 Desember 2020 dan dibenarkan Petugas KPPS TPS 02 Kelurahan Makassar Timur.”

9. TPS 02, Kelurahan Foramadiahi

“Bahwa hal ini terbukti dengan adanya pemilih, dibawah umur Aln. WIWIN MINGGUS NIK. 8271016406020001, TTL, Ternate 02 Januari 2004, umur 16 tahun 11 bulan, belum menikah dengan No. Urut DPT DPT 140 yang datang memilih dan mencoblos pada tanggal 9 Desember 2020 dan dibenarkan Petugas KPPS TPS 02 Kelurahan Foramadiahi dan oleh saksi Pasion No. Urut DPT 3 (MHB-GAS).” 10. TPS 01, Kelurahan Tifure “Bahwa hal ini terbukti dengan adanya

pemilih, dibawah umur A/n. Forlan Tebi, NIK. 8271050210050001, TTL Tifure, 02 Oktober 2004, umur 16 tahun 2 bulan, belum menikah dengan No. Urut DPT 62, datang memilih dan mencoblos pada tanggal 9 Desember 2020 dan dibenarkan Petugas KPPS TPS 01 Kelurahan Tifure dan saksi Pasion No. Urut DPT 3 (MHB-GAS).” 11. TPS 08, Kelurahan

Makassar Timur

“Bahwa hal ini terbukti dengan adanya pemilih dibawah umur Aln Nurul Sari

Iklat, NIK. 8271034909040002, datang memilih dan mencoblos pada tanggal 9 Desember 2020 dan dibenarkan Petugas KPPS TPS 07 Kelurahan Tafure dan saksi Pasion No. Urut DPT 3 (MHB-GAS)”

Total TPS 11 TPS

43. Bahwa merujuk pencatutan nama petugas/anggota sebagaimana dijabarkan pada Tabel di atas, Termohon pada kesempatan ini menegaskan 2 (dua) hal penting:

(1) Dalil permohonan Pemohon yang menyatakan “dibenarkan oleh

petugas/anggota KPPS” merupakan dalil yang mengada-ada atau tidak jelas, karena tidak secara spesifik menyebutkan nama petugas/anggota KPPS yang membenarkan peristiwa a quo;

(2) Jajaran Termohon di tingkat TPS (dalam hal ini KPPS) telah melaksanakan tahapan pemungutan suara dengan sangat baik tanpa persoalan apapun, yang terbukti dengan tidak adanya rekomendasi atau hasil penelitian dari kelembagaan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan yang meminta dilakukannya pemungutan suara ulang atau perhitungan suara ulang.

Penyusunan Daftar Pemilih Tetap

44. Bahwa pada tahapan pemuktahiran data pemilih sampai dengan penetapan DPT (tanggal 26 Januari 2020 – 15 Oktober 2020), Termohon melibatkan seluruh stakeholder terkait, di antaranya Bawaslu Kota Ternate, Kepolisian Resor Kota Ternate, Komando Distrik Militer Kota Ternate, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ternate, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Ternate, pihak Rumah Sakit, pihak Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Utara, Pempred, dan seluruh pasangan calon kepala daerah, sehingga terhadap dalil Pemohon yang menyatakan terdapat pemilih di bawah umur yang memberikan suaranya (hak pilih) menjadi tidak relevan, karena penyusunan DPT telah melalui mekanisme koreksi yang berlapis-lapis dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk dari masyakarat (partisipasi publik) [Bukti T-70]

Berdasarkan uraian sebagaimana tersebut di atas, Termohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut.

DALAM EKSEPSI

1. Mengabulkan eksepsi Termohon.

2. Menyatakan Permohonan Pemohon tidak dapat diterima