• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Belajar 5 Membuat gambar bentangan dan Mal dari

Dalam dokumen kurve sambungan (Halaman 58-75)

BAB II PEMELAJARAN

B. KEGIATAN BELAJAR

5. Kegiatan Belajar 5 Membuat gambar bentangan dan Mal dari

Membuat gambar bentangan dan mal dari sebuah tutup box

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 5

Setelah melakukan kegiatan belajar ini, siswa dapat membuat gambar bentangan dan mal dari sebuah tutup box, yang dapat mewakili pembuatan kotak atau kabinet yang mempunyai bentuk dasar prisma segi empat, dengan benar dan teliti, agar setelah dibuat sesuai dengan ukuran dan konstruksi yang dikehendaki, dengan hemat material.

b. Uraian materi 5

Suatu kotak atau kabinet, biasanya terdiri dari beberapa bagian.

Bagian yang satu harus dapat dipasang dengan baik pada bagian yang lain, sehingga tercipta suatu konstruksi kabinet yang memenuhi syarat standar. Untuk itu perhitungan pada proses penekukan plat menjadi penting, karena konstruksi yang dibuat perlu penekukan plat.

Perhitungan Panjang Pada Pembentukan Plat Tipis Gambar di bawah menunjukkan plat dalam keadaan ditekuk.

A B

C D t

x

L2 r R

L1

Keterangan :

T : tebal plat

b-c : panjang busur garis netral r : radius dalam

R : radius netral

X : jarak garis netral dari permukaan dalam

? : sudut tekukan

? : 180o - ?

1. Perhitungan Tekukan

Panjang total bahan = AB + CD + b-c

?

Panjang busur b-c = --- x 2 ? R 360o

Radius garis netral :

R = r + x

Penentuan nilai x didasarkan pada jenis bahan, lihat tabel berikut:

Tabel 1. Nilai Rata-rata x/ t pada ? = 90o

Material x/t

Mild steel 0,433

Almunium setengah keras 0,442

Almunium paduan 0,348

Stailless steel 0,360l

Sumber : Smith, FJM., 1081, Basic Fabrcation and Welding Engineering, Hongkong : Wing Tai Cheung Printing Co. Ltd.

Panjang total bahan (L):

Panjang AB = L1 – (r + t) Panjang CD = L2 – (r + t)

Panjang b-c = 0,0175 x 90o x R ---? ? = 90o = 1,575 R

Persamaan panjang bahan total bahan (L), satu tekukan dapat dituliskan : L = L1 + L2 – 2 ( r + t) + b-c

c. Rangkuman 5

Untuk kepentingan yang teliti, seperti misalnya suatu bagian dari konstruksi, harus dipasang pada bagian yang lain, maka ketepatan ukuran dan kelonggaran harus sangat diperhitungkan.

Persamaan panjang bahan total bahan (L), satu tekukan dapat dituliskan : L = L1 + L2 – 2 ( r + t) + b-c

Keterangan :

L1, L2 : ukuran panjang yang direncanakan.

( r) : radius dalam penekukan T : tebal plat

b-c : panjang busur radius netral

Catatan : jenis material, kondisi mesin penekuk dan ketepatan proses menekuk sangat ikut menentukan ukuran yang terjadi.

d. Tugas 5 :

1. Buatlah gambar bentangan dan mal dari kertas dari sebuah tutup box , seperti pada gambar . Tutup box terbuat dari plat baja lunak, tebal 1 mm. Pengerjaan dilakukan dengan mesin tekuk. Kelonggaran 0,5 mm.

150 250

10

75

Gambar 16. Tutup Box

2. Amatilah, semua sisi dari tutup box pada gambar. Apa bentuk masing-masing sisi.

3. Amatilah, pojok-pojok mana yang mengalami penekukan.

4. Pelajari apa pengaruh penekukan terhadap ukuran tutup box.

5. Tunjukkan bukti bahwa siswa telah melakukan kegiatan belajar 6. Tidak ragu-ragu untuk konsultasi dengan guru.

e. Tes Formatif 5 Pertanyaan :

1) Mengapa tidak boleh terjadi kesalahan arah penekukan ? 2) Apa yang terjadi secara fisik, bila plat mengalami tekukan ? 3) Sebutkan apa saja yang mempengaruhi besarnya penyimpangan

dalam penekukan plat.

4) Plat lembaran tebalnya 1,2 mm, bahan mild steel akan dibuat seperti huruf U, bila lebar nya 100 mm dan tingginya 30 mm, bila mesin tekuk menghasilkan radius tekukan 2 mm. Berapa panjang plat harus dipotong.

Li = 30 mm. L2 = 100 mm, L3 = 30 mm T = 1,2 mm , r = 2 mm

Jumlah sisi tekuk = 3 buah

Mild steel mempunyai x = 0,433 t

f. Kunci jawaban formatif 5

1) Disamping plat tak dapat berfungsi seperti yang diharapkan, plat juga akan rusak bila ditekuk ke arah sebaliknya lagi.

2) Bila plat mengalami penekukan, maka secara fisik, maka sisi luar plat akan tertarik sehingga lebih panjang dan sisi dalam plat akan tertekan, sehinnga memendek. Pertambahan panjangnya lebih kecil dari pada pengurangan panjangnya, sehingga secara keseluruhan plat akan bertambah panjang bila ditekuk.

3) Faktor yang mempengaruhi besarnya pertambahan ukuran, antara lain : jenis material, tebal plat, besarnya radius yang terjadi bila plat ditekuk (konstruksi mesin tekuk).

4) Tekukan

AB = L1 - (r + t)

= 30 - ( 2 + 1,2) = 26, 8 mm BC/2 = L2/2 - ( r + t)

= 100 /2- ( 2 + 1,2) = 46,8 mm b-c = 1,575 ( r + X) ---? X = 0,433 t

= 1,575 ( r + 0,433 t)

= 1,575 ( 2 + 0,433 . 1,2) = 3,96837 mm

Tekukan II.

BC/2 = L2/2 - ( r + t)

= 100 /2- ( 2 + 1,2) = 46,8 mm

b-c = 1,575 ( r + X) ---? X = 0,433 t

= 1,575 ( 2 + 0,433 . 1,2) = 3,96837 mm CD = L3 - (r + t)

= 30 - ( 2 + 1,2) = 26, 8 mm

Jadi panjang nahan L = 26,8 + 3,96837 + 46,8 + 46,8 + 3,96837 + 26,8 = 155,13674 mm.

Pada mal, besarnya b-c dibagi dua sisi yang mengapitnya .

g. Lembar Kerja 5

1) Alat-alat/Bahan yang dibutuhkan : Kertas manila ukuran A3.

Alat tulis : pensil H runcing, pensil 2 B, sepasang penggaris segitiga, gun ting kertas.

Plat seng tebal 0,3 mm

Gunting plat, penggores baja, siku, kikir,penggores, mistar baja.

2) K3

a) Letakkan alat-alat kerja pada tempat yang disediakan, jangan sampai melukai tangan dan kertas, serta plat .

b) kikirlah bagian tepi seng biar tak tajam, supaya ukurannya teliti dan tak melukai tangan.

c) Jangan meletakkan gunting, jangka, penggores disaku pakaian saudara.

3) Langkah kerja

a) Gambar tutup box dalam gambar proyeksi , dengan benar dan teliti, ambilah tampak depan dan tampak samping.

b) Proyeksikan titik-titik 1, 2, 3, dan 4 , serta 1’, 2’, 3’, dan 4’

pada gambar tampak samping ke atas tegak lurus bidang datar.

c) Buatlah garis mendatar sepanjang garis 1 sampai 1’, sehingga diperoleh titik 1 dan titik 1’, beberapa centimeter di atas gambar tampak samping.

d) Ukurlah panjang garis 1 – 2 pada gambat tampak depan , dan jangkakan dari titik 1 , memotong garis proyeksi, diperoleh titik 2. Dari titik ini, buat garis mendatar tegak lurus garis proyeksi, sampai titik 2’.

e) Ukurlah panjang garis 2 – 3 pada gambar tampak depan, dan jangkakan dari titik 2 memotong garis proyeksi, diperoleh titik 3. Dari titik ini, buatlah garis mendatar yang sama di atas, sehingga sampai titik 3’

f) Dengan cara yang sama dengan di atas, untuk titik 4 diperoleh titik 4”.

g) Selanjutnya untuk bagian tambahan yang ditekuk 10 mm, Tambahkan ke samping kiri dan samping kanan pada gambar bentangan yang dibuat di atas. Buatlah garis yang sejajar dengan garis proyeksi, sepanjang 1 – 4.

h) Perpanjang garis 1- 1’ sampai 4 – 4’

i) Potonglah plat pada titik 2 dan 3 dengan sudut 45 derajat, untuk menghindari tumpang tindihnya plat setelah ditekuk.

j) Periksalah apa gambar bentangan yang dibuat telah benar dan teliti, tanyakan kepada guru atau tutor.

4) Pembuatan Mal

Berhubung permintaannya, hanya dibuat mal dari kertas manila yang cukup tipis, maka cukuplah gambar bentangan yang dihasilkan dipotong dengan hati-hati pada garis yang telah ditentukan.

Gambar kerja 5:

4

3

2 1

2,3

1,4 1

3 2

4

lipatan

Gambar 17. Gambar Bentangan Tutup Box.

Perhitungan Plat Tutup Box Tampak Atas:

L6

L5

L4

tampak atas

Gambar 18. Plat Tutup Box Tampak Atas

Konstruksi mempunyai 2 tekukan.

Tekukan I :

AB = L4 - (r + t) ---? x = 0,433 t

r = 2 mm , t = 1 mm = 10 - (2 + 1) = 7 mm

BC/2 = L5/2 - (r + t)

= 125 - 3 = 122 mm

b-c = 1,575 ( r + x) = 1,575 ( 2 + 0,433 . 1 ) = 3,8319 mm

Tekukan II :

CD = L6 - (r + t) ---? x = 0,433 t

r = 2 mm , t = 1 mm = 10 - (2 + 1) = 7 mm

BC/2 = L5/2 - (r + t)

= 125 - 3 = 122 mm

b-c = 1,575 ( r + x) = 1,575 ( 2 + 0,433 . 1 )

Jadi panjang bahan : L = 7 + 3,83 + 122 + 122 + 3,83 + 7 = 267, 66 mm.

Ilustrasi ukuran kebutuhan bahan plat dari sisi panjang terlihat pada gambar berikut :

249,83

8,915 8,915

7 7

3,83 3,83

267,66

ukuran bahan 122 + 122

Gambar 19. Ilustrasi Kebutuhan Bahan Plat Tutup Box Tampak Atas

Perhitungan Plat Tutup Box Tampak Depan:

L2/2 L2/2

L3L1

tampak depan

Gambar 20. Plat Tutup Box Tampak Depan

Tekukan I :

AB = L4 - (r + t) ---? x = 0,433 t

r = 2 mm , t = 1 mm = 75 - (2 + 1) = 72 mm

BC/2 = L5/2 - (r + t)

= 75 - 3 = 72 mm

b-c = 1,575 ( r + x) = 1,575 ( 2 + 0,433 . 1 ) = 3,8319 mm

Tekukan II :

CD = L6 - (r + t) ---? x = 0,433 t

r = 2 mm , t = 1 mm = 75 - (2 + 1) = 72 mm

b-c = 1,575 ( r + x) = 1,575 ( 2 + 0,433 . 1 ) = 3,8319 mm

Jadi panjang bahan L = 72 + 3,83 + 72 + 72 + 3,83 + 72 = 295,66 mmm.

Ilustrasi ukuran kebutuhan bahan plat dari sisi melintang terlihat pada gambar berikut :

147,8 73,92 295,63

3,83 3,83

7 2 72 + 72 72

ukuran bahan 73,92

Gambar 21. Ilustrasi Kebutuhan Plat dari Sisi Melintang.

BAB III EVALUASI

A. PERTANYAAN

Pertanyaan dalam rangka evaluasi hasil belajar peserta diklat atau siswa, meliputi :

1. Kognitif Skill, 2. Psikomotor Skill 3. Attitude Skill

4. Produk/benda kerja sesuai kriteria standar, 5. Batasan waktu yang telah ditetapkan.

Evaluasi kognitif skill dilakukan dengan mengadakan tes formatif, butir-butir pertanyaan dan kriteria penilaian di buat untuk setiap kegiatan Pemelajaran.

Evaluasi psikomotor skill dilakukan dengan melakukan pengamatan selama siswa melaksanakan kegiatan Pemelajaran, yang meliputi: cara menggunakan alat gambar, menghitung ukuran kelonggaran, melukis dan menandai, memilih material , membuat mal, membuat gambar bentangan, menentukan besarnya kelonggaran pada pembuatannya, mengidentifikasi dan menerapkan standar kode dan simbol pada gambar bukaan, menghitung jumlah material.

Evaluasi attitude skill dilakukan dengan pengamatan terhadap siswa selama melakukan kegiatan, yang meliputi: sikap siswa pada saat memperhatikan spesifkasi pekerjaan dengant tepat, menggunakan alat dengan tepat, menghitung kelonggaran dengan tepat, menetapkan titik awal dengan tepat, menggunakan material untuk mal dengan tepat ,

digunakan, memilih metode pembuatan gambar bentangan dengan tepat, menggunakan hasil penentuan kelonggaran pada perakitan, menggunakan stard kode dan simbol pada gambar bukaan, mengidentifikasi dan menghitung material dengan tepat.

a. Bobot Penilaian

Berikut ditunjukkan bobot penilaian hasil kegiatan Pemelajaran siswa/peserta diklat.

Bobot Penilaian Hasil Kegiatan Pemelajaran Komponen

yang dinilai Bobot Nilai Keterangan

Produk 70 %

5 gambar Bentangan dan Mal

Kognitif Skill 10 % 5 tes formatif

Psikomotorik Skill

10 % Pengamatan selama proses belajar

Attitude Skill 10 % Pengamatan selama proses belajar

Total ; 100 %

b. Batas Waktu

Batasan Waktu yang Ditetapkan

Uraian Waktu Keterangan

Tes Formatif 1 0,5 jam Pembuatan gambar

bentangan 1

12 jam

Pembuatan mal 1 10 jam

Total : 22,5 jam Tes Formatif 2 0,5 jam

Pembuatan gambar bentangan 2

10 Jam

Pembuatan mal 2 10 jam

Total : 20,5 Jam

Tes Formatif 3 0,5 jam Pembuatan gambar

bentangan 3

8 jam

Pembuatan mal 3 10 jam

Total : 18,5 jam

Tes Formatif 4 3 jam.

Pembuatan gambar bentangan 4

8 jam

Pembuatan mal 4 12 jam

Total : 23 jam

Tes Formatif 5 4 jam Pembuatan gambar

bentangan 5

10 jam

Pembuatan mal 5 7 jam

Tota l: 21 jam

Keseluruhan : 104,5 jam

B.

KUNCI JAWABAN

Untuk setiap tes formatif, kunci jawabannya dapat dilihat pada masing-masing kegiatan di depan. Sedangkan jawaban yang berkaitan dengan gambar bentangan, pada lembar kerja sudah disampaikan.

tidak 1 : 1. maka dari itu, perlu instruktor atau tutor membuat terlebihg dahulu gambar bentangan dengan sekala 1 : 1. Demikian juga perlu dibuat mal yang benar dan teliti, untuk dibandingkan dengan hasil atau produk dari peserta diklat.

C. KRITERIA KELULUSAN Kriteria penilaian tes formatif:

Siswa dapat menjawab dengan benar pada setiap butir , diberi skor satu, sedangkan bila tidak dapat menjawab dengan benar diberi skor nol. Siswa yang dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar, diberi nilai : lulus, yang belum dapat, dinyatakan belum lulus.

Kriteria Penilaian Hasil Pengamatan Psikomotorik Skill dan Attitude Skill:

Peserta diklat yang tidak memenuhi syarat pada lebih dari 20 % dari komponen yang ada dinyatakan tidak lulus, dan yang memenuhi 80 % lebih dinyatakan lulus.

Kriterial Penilaian Produk :

Peserta yang dapat membuat gambar bentangan dan mal yang benar, dan memenuhi batas kelonggaran yang ditetapkan dan mal dinyatakan lulus, sebaliknya yang belum dapat memenuhi dinyatakan tidak lulus.

Kategori kelulusan:

70 – 79 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja dengan bimbingan.

80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.

90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.

BAB IV PENUTUP

Siswa berhak memperoleh sertifikat pada modul ini : 1. Lulus tes formatif 1 sampai 5.

2. Bila telah membuat gambar bentangan pada kegiatan belajar 1 sampai kegiatan belajar 5, dengan benar dan teliti, serta tidak rusak.

3. Bila telah membuat mal untuk konstruksi seperti yang tercantum pada kegiatan di atas, dengan benar , teliti , dan tidak rusak.

4. Bila mal yang dibuat , dapat untuk mewujudkan konstruksi seperti yang tercantum pada lembar kegiatan, dibandingkan dengan kostruksi standar yang telah disediakan.

5. Pelaksanaan kegiatan dan wujud hasilnya dapat dibuktikan secara administratif.

Setelah siswa memenuhi persyaratan yang termuat dalam uraian di atas, dan memenuhi persyaratan administrasi lainnya, siswa dapat menghubungi guru atau lembaga untuk memperoleh sertifikat untuk modul yang telah dilaksanakan.

DAFTAR PUSTAKA

Dickason, A. . Sheet Metal Drawing and Pattern Development.

Piman Publishing Ltd. , London.

French, Thomas E, Etc. 1974. Mechanical Drawing 8 th Edition.

McGraw-Hil Book Company, New York

Smith, F,J.M., 1981. Basic Fabrication and Welding Engineering . Wing Tai Cheung Pronting Co. Ltd., Hong Kong.

French, Thomas E, Etc. 1974. Mechanical Drawing 8 th Edition.

McGraw-Hil Book Company, New York

Verma, E. C. L. . 1977. Engineering Drawing. Khana Publishers, New Delhi.

Dalam dokumen kurve sambungan (Halaman 58-75)

Dokumen terkait