• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3 Usaha Pendederan Lele Dumbo

5.3.1 Kegiatan Budidaya

Kegiatan yang dilakukan pembudidaya dalam proses budidaya pendederan ikan lele dumbo ini meliputi tahap persiapan kolam, penebaran benih, pemeliharaan kolam, panen dan pemasaran.

1) Persiapan Kolam

Persiapan kolam yang dilakukan pembudidaya rata-rata memakan waktu sekitar lima hari yang meliputi kegiatan perbaikan kolam, perbaikan pematang, pemupukan dan pengairan. Perbaikan kolam atau yang biasa disebut moles oleh para

pembudidaya merupakan proses memperbaiki kondisi kolam sekaligus untuk membunuh bibit penyakit dan parasit yang ada di kolam (Gambar 4). Proses perbaikan kolam biasanya dilanjutkan dengan perbaikan pematang dan memakan waktu antara 5-8 jam per satu kolam.

Selain perbaikan pematang, juga dilakukan proses pengapuran dan pemupukan. Pemberian kapur biasanya dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas air terutama pH dan menghilangkan bibit penyakit. Sementara itu pemupukan dilakukan agar

plankton yang menjadi pakan alami benih ikan lele dumbo dapat tumbuh lebih subur. .

Gambar 4. Proses Persiapan Kolam

Untuk proses pengapuran, dosis yang diberikan oleh pembudidaya rata-rata sekitar 0,02 kg per m2 . Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk kandang yang disebut postal dengan dosis rata-rata 0,36 kg per m2. Kedua kegiatan ini dilakukan dengan cara tebar rata. Biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk kapur sebesar Rp8,63 per m2, dan biaya rata-rata untuk pupuk sebesar Rp120,85 per m2. Sementara jam kerja yang dibutuhkan rata-rata selama 0,01 jam per m2 dengan upah rata-rata sebesar Rp4.980,13 per jam.

Apabila kegiatan pengapuran dan pemupukan telah selesai dilakukan, kolam biasanya dibiarkan selama 1-2 hari baru kemudian diairi. Lamanya proses pengairan tergantung dari luas kolam dan banyaknya air yang masuk ke kolam. Kedalaman air kolam pada usaha pendederan ikan lele dumbo ini biasanya berkisar antara 40cm – 60cm Setelah proses pengairan selesai kolam biasanya didiamkan kembali selama 1-2 hari agar ditumbuhi plankton dan tumbuhan air yang akan menjadi pakan alami bagi benih ikan lele dumbo.

2) Penebaran Benih

Penebaran benih lele biasanya dilakukan setelah kondisi kolam telah banyak ditumbuhi plankton (Gambar 5). Benih yang ditebar pada usaha pendederan ikan lele dumbo di Kecamatan Ciseeng ini biasanya disesuaikan dengan keinginan

pembudidaya. Suatu usaha disebut sebagai usaha pendederan apabila benih hasil panen bukan untuk konsumsi. Harga benih lele dumbo untuk usaha pendederan ini

bervariasi, mulai dari Rp5,00 per ekor untuk benih berumur tujuh hari sampai dengan Rp40,00 per ekor untuk yang sudah berumur tiga puluh hari.

Gambar 5. Kondisi Kolam Sebelum Penebaran Benih

Pembudidaya lele dumbo di Kecamatan Ciseeng tidak memiliki patokan yang pasti untuk padat penebaran dan hanya mendasarkannya pada pengalaman. Padat penebaran untuk benih ikan lele dumbo ini berkisar antara 30 ekor per m2 sampai dengan 160 ekor per m2, sementara padat penebaran yang ideal menurut teori untuk kegiatan pendederan adalah 100 ekor per m2. Waktu penebaran benih biasanya dipilih pagi atau sore hari dengan alasan cuaca tidak terlalu panas dan menghindari stres pada benih.

3) Pemeliharaan

Proses pemeliharaan pada usaha pendederan ikan lele dumbo yang dilakukan pembudidaya di Kecamatan Ciseeng ini biasanya berlangsung selama 25 – 30 hari. Selama masa pemeliharaan, kegiatan utama yang dilakukan pembudidaya adalah pemberian pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan biasanya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan sore hari. Proses pemberian pakan tambahan harus dilakukan secara teratur sebab benih lele memiliki kecenderungan untuk bersifat

kanibal bila kekurangan makanan.

Selama 15 – 20 hari pertama, benih lele biasanya diberi pakan tambahan berupa postal yang terbuat dari kotoran ayam yang sekaligus berfungsi sebagai pupuk. Untuk selanjutnya pakan tambahan yang diberikan berupa kombinasi antara postal dengan

pelet. Selain itu selama masa pemeliharaan, pembudidaya juga melakukan kegiatan seperti pembersihan kolam dari hama serta mengontrol ketinggian air (Gambar 6). Ketinggian air ini perlu dijaga agar benih tidak perlu berenang terlalu jauh untuk mendapatkan makanan.

Gambar 6. Kegiatan Pemeliharaan Kolam

4) Panen

Proses pemanenan biasanya dilakukan pada saat benih telah dipelihara selama 25-30 hari dengan ukuran antara 3 cm sampai dengan 12 cm. Ukuran benih lele dumbo hasil panen ini amat dipengaruhi oleh ukuran benih saat penebaran. Waktu panen biasanya dilakukan malam hari dengan pertimbangan cuaca dingin dan panen dapat selesai pada pagi hari. Pemilihan waktu panen pada malam hari ini juga bertujuan untuk menghindari stres pada benih yang dipanen.

Proses pemanenan dimulai dengan pengeringan kolam. Pengeringan dilakukan dengan cara menutup saluran pemasukan air dan membuka saluran pengeluaran air. Pada saluran pengeluaran air ini dipasangi osom (sosog) yang fungsinya mencegah agar benih tidak ikut terbuang. Selama proses pengeringan, dibuat suatu kamalir di sekeliling kolam atau di tengah kolam dengan tujuan agar benih berenang menuju ke tempat yang masih mengandung air. Benih yang sudah terkumpul dalam kamalir kemudian diambil dengan menggunakan seser dan dipindahkan ke kolam yang sudah diberi hapa (Gambar 7). Sebelum dimasukkan ke dalam hapa, benih biasanya disortir terlebih dahulu sesuai dengan ukuran menggunakan bak saringan. Rata-rata produksi

yang dihasilkan pada usaha pendederan ikan lele dumbo ini sebanyak 39 ekor per m2 dengan survival rate sebesar 55,71%.

Gambar 7. Proses Pemanenan

5) Pemasaran

Proses pemasaran benih lele dumbo hasil pendederan yang dilakukan pembudidaya berbeda-beda. Ada pembudidaya yang menjual benih hasil panen secara keseluruhan tanpa proses penyortiran atau yang biasa disebut jual global, dan ada pembudidaya yang menyortir dulu benih hasil panennya sebelum dijual (Gambar 8).

Gambar 8. Kegiatan Penyortiran Benih

Benih lele hasil pendederan ini biasanya dijual per ekor dengan kisaran harga antara Rp45 sampai dengan Rp170. Harga jual benih lele biasanya merupakan hasil negosiasi antara pembudidaya dengan pembeli yang mengacu pada harga pasar.

Pemasaran ikan yang telah dipanen biasanya dijual langsung kepada tengkulak dan hanya beberapa pembudidaya yang melakukan penjualan langsung ke pembudidaya pembesaran mau pun pedagang pengumpul. Para tengkulak ini mengambil langsung dari kolam pembudidaya. Dari para tengkulak ini benih kemudian disalurkan kepada pedagang pengumpul mau pun langsung ke pembudidaya pembesaran.

Dokumen terkait