HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Hasil Penelitian
4.3.2 Pengimplementasian Pendekatan Saintifik
4.3.2.1 Kegiatan Mengamati
Kegiatan mengamati diawali dengan guru meminta siswa untuk mengamati bacaan yang ada di buku paket. Setelah siswa selesai membaca bacaan tersebut, guru membacakan kembali teks atau bacaan tersebut. Setelah selesai membaca bacaan guru menjelaskan isi dari bacaan tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan kutipan observasi di bawah ini,
“Guru memberikan permasalahan kepada peserta didik mengenai perubahan energi kimia menjadi gerak (O1,M1,Z1,B4-B5)”
“Siswa A dan B mengamati buku siswa, siswa C dan siswa D ngobrol dengan teman (O1,M1,F1,B5-B6)”
“Guru meminta siswa untuk mengamati teks tentang
“pengolahan susu sapi” (O5,M1,Z1,B5-B6)”
“Siswa bernama A membaca mengenai pengolahan susu sapi (O5,M1,F1,B6-B7)”
“Guru meminta siswa membuka dibuku siswa halaman 83 (O5,M1,Z2,B7)”
“Siswa membaca dibuku siswa halaman 83 secara bergantian Guru menunjukkan berbagai benda dalam berbagai ukuran (benda A, benda B dan benda C) (O5,M1,F2,B7-B8)”
“Semua siswa mendengarkan instruksi yang diberikan oleh guru (O5,M1,F3,B9-B10)”
“Guru membuat daftar kata-kata sulit dari teks bacaan (O1,M1,Z1,B5-B6)”
“Siswa mengamati daftar kata-kata sulit dari teks bacaan (O1,M1,F1,B6)”
“Guru meminta siswa untuk mengamati dari buku siswa mengenai teks Urang
Kanekes Si Suku Baduy(O1,M1,Z2,B7-B8)”
“Lalu siswa membuka buku siswa dan mengamati teks Urang Kanekes Si Suku Baduy(O1,M1,F2,B8-B9)”
“Guru memberikan contoh daftar kata-kata sulit dari teks bacaan Urang Kanekes Si Suku Baduy (O1,M1,Z3,B9-B10)”
“Siswa mengamati dan menggerjakan dari teks bacaan Urang Kanekes Si Suku Baduy, seluruh siswa terlihat tenang dan aktif mengikuti kegiatan pembelajaran (O1,M1,F3,B10-B12)”
“Guru mencatat di papan tulis mengenai kata-kata yang sulit dari teks bacaan Urang Kanekes Si Suku Baduy (O1,M1,Z4,B12-B13)”
“Guru meminta siswa untuk mengamati teks rumah adat suku manggarai (O3,M1,Z1,B5)”
“Siswa bernama B membaca teks mengenai rumah adat suku manggarai (O3,M1,F1,B6)”
“Guru meminta siswa membuka buku siswa halaman 51(O3,M1,Z2,B6-B7)”
“Siswa membaca dibuku siswa halaman 51 secara bergantian tiap kalimat (O3,M1,F2,B7-B8)”
Guru meminta siswa bersama teman sebangku menuliskan pengetahuan baru dari teks yang telah dibaca (O3,M1,Z3,B8-B9)”
“Siswa saling bekerjasama dengan teman sebangku menggerjakan dari teks rumah adat suku manggarai (O3,M1,F3,B9-B11)”
“Guru meminta siswa mengamati teks bacaan pakaian adat yang ada dibuku siswa halaman 61 (O4,M1,Z2,B6-B7)”
“Semua siswa menyimak dan mengamati yang ada dibuku siswa dengan membuka buku halaman 61(O4,M1,F2,B7-B8)”
“Guru menyampaikan bahwa setiap daerah memiliki pakaian adat yang berbeda-beda (O4,M1,Z3,B8-B9)”
“Siswa mendengarkan guru dan mengamati pada buku siswa halaman 61 (O4,M1,F3,B9-B10)”
“Guru meminta siswa untuk mengamati dari buku siswa mengenai macam-macam alat musik (O6,M1,Z2,B6-B7)”
“Semua siswa menyimak dan mengamati buku siswa dengan membuka buku halaman 72 (O6,M1,F2,B7-B8)”
“Guru menyampaikan bahwa ada berbagai macam jenis alat musik seperti gamelan,gitar (O6,M1,Z3,B8-B9)”
“Siswa mengamati dibuku siswa berbagai alat musik (O6,M1,F3,B9-B10)”
Dari hasil observasi yang dilaksanakan peneliti selama proses pembelajaran di kelas, guru sering meminta siswa untuk mengamati bacaan atau membaca bacaan yang ada di buku siswa. Guru memberikan siswa bacaan yang terkait dengan materi pembelajaran.
Selain mengamati bacaan, guru juga meminta siswa untuk membaca bacaan yang ada di buku siswa. Di kelas III terkadang guru juga membacakan bacaan tersebut, dan siswa diminta untuk mendengarkan dan memperhatikan bacaan yang sedang dibacakan oleh guru. Jenis bacaan yang ada di kelas III berupa teks bacaan yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Saat guru membacakan bacaan yang ada di buku siswa, ada beberapa siswa yang tidak mendengarkan guru berbicara dengan temannya sendiri. Ada pula siswa yang berbicara dengan teman yang lainnya. Namun ada beberapa siswa yang memperhatikan guru saat membacakan bacaan tersebut. Di kelas IV guru meminta siswa untuk membaca sendiri bacaan yang ada di buku siswa secara bergantian, jenis bacaan yang ada di kelas IV berupa bacaan yang berisi tentang materi pada setiap pembelajaran.Guru juga jarang atau tidak pernah memberikan bacaan dari luar buku siswa, sehingga guru menggunakan bacaan yang sudah ada di buku siswa. Di kelas IV saat guru meminta siswa untuk membaca dan mengamati bacaan, peneliti melihat bahwa siswa ada yang tidak melaksanakan instruksi dengan guru dengan baik. Ada beberapa siswa yang bermain spidol serta ada dua siswa laki-laki yang mengganggu teman sebelahnya sehingga pembelajaran menjadi tidak kondusif. Namun ada
beberapa siswa yang melaksanakan instruksi guru untuk membaca dan mengamati bacaan yang ada di buku.
Pada kegiatan mengamati guru juga meminta siswa untuk mengamati gambar yang ada di buku siswa. Setelah itu guru menjelaskan mengenai gambar tersebut. Selain dari buku siswa, guru juga menampilkan gambar melalui bantuan power point yang sudah disediakan oleh guru. Hal tersebut ditegaskan oleh kutipan observasi di bawah ini,
“Guru memperlihatkan telepon kaleng, pesawat telepon dan telepon genggam (O3,M1,Z1,B5-B6)”
“Siswa mengamati gambar yang diberikan oleh guru,beberapa siswa bertanya kepada guru (O3,M1,F1,B6-B7)”
“Guru meminta siswa untuk mengamati dari buku siswa mengenai sejarah penggunaan telepon halaman 64 (O3,M1,Z2,B7-B8)”
“Siswa membuka buku siswa dan melihat berbagai macam gambar-gambar (O3,M1,F2,B8-B9)”
“Guru memperlihatkan media telepon kaleng pesawat telepon dan telepon genggam, guru memberi petunjuk pada setiap media (O3,M1,Z3,B9-BB11)”
“siswa mengamati media telepon kaleng pesawat, telepon genggam, siswa bernama A dan B mengamati dan memperagakan maju ke depan (O3,M1,F3,B11-B12)”
“Guru mencatat dipapan tulis mengenai media dari setiap gambar agar siswa mengetahui fungsi dari setiap gambar, guru meminta menulis dibuku catatan (O3,M1,Z4,B112-B14)”
“Siswa mengamati media dari setiap gambar, semua siswa antusias untuk mengikuti kegiatan, siswa mencatat dibuku catatan mengenai materi sejarah penggunaan telepon (O3,M1,F4,B14-B16)”
“Guru meminta siswa untuk mengamati gambar memperagakan HUTRI ke-72 (O4,M1,Z1,B5-B6)”
“Siswa mengamati pada buku siswa halaman 82, siswa terlihat bersemangat (O4,M1,F1,B6-B7)”
“Guru meminta siswa bernama B membaca dibuku siswa mengenai teks HUT RI ke-72 (O4,M1,Z2,B7-B8)”
“Siswa membaca dibuku siswa dan mengamati setiap kalimatnya (O4,M1,F2,B8-B9)”
“Guru meminta siswa untuk mengamati dari buku siswa mengenai gambar Garuda Pancasila (O6,M1,Z2,B6-B7)”
“Siswa menyimak dan mengamati buku siswa dengan membuka buku siswa halaman 80 (O6,M1,F2,B8-B9)”
“Guru menyampaikan bahwa keberagaman karakteristik individu, guru memberikan petunjuk mengerjakan soal (O6,M1,Z3,B9-B10)”
“Siswa mengamati pada buku suswa yang terdapat pada buku siswa yang terdapat pada buku siswa halaman 81 (O6,M1,F3,B10-B11)”
“Guru meminta siswa untuk mengamati gambar-gambar gerakan tari dibuku siswa (O2,M1,Z1,B5-B6)”
“Siswa bernama B mengamati gambar-gambar tari kemudian bertanya pada guru (O2,M1,F1,B6-B7)”
“Guru meminta siswa membuka dibuku siswa halaman 45 (O2,M1,Z2,B7-B8)”
“Siswa mengamati dan membaca dibuku siswa halaman 45 secara bergantian tiap kalimat (O2,M1,F2,B8-B9)”
Gambar 4.1 Kegiatan Mengamati dibuku Siswa Kelas III
Guru di kelas III ketika mengajar lebih sering menggunakan buku siswa sebagai acuan.Gambar yang ada dibuku siswa membuat siswa menjadi lebih tertarik untuk melihat setiap materi. Namun terkadang guru juga membuat print out gambar untuk ditempel dipapan tulis dan dibagikan pada setiap meja siswa. Siswa lebih terlihat antusias dan lebih dapat konsentrasi saat kegiatan mengamati dengan bantuan media gambar yang dicetak oleh guru. Namun ada beberapa siswa yang masih belum memperhatikan dengan baik. Sedangkan di kelas IV guru hanya menggunakan gambar yang ada di buku paket. Guru juga terkadang membawa kertas yang berisi gambar yang sama dengan yang ada di buku. Kertas tersebut biasanya ditempelkan guru di papan tulis, agar siswa dapat melihat dengan jelas saat guru menjelaskan
gambar tersebut. Setelah selesai mengamati gambar, guru kemudian menjelaskan pada setiap gambar yang sudah disediakan agar siswa lebih menangkap materi.
Selain menggunakan bantuan gambar, bacaan atau cerita yang ada di buku siswa, guru juga biasanya mengajak siswa untuk keluar kelas melihat benda kongkrit. Hal tersebut bertujuan agar siswa melihat langsung benda yang akan dipelajari. Selain itu, guru juga memperhatikan kemudahan benda untuk dicari dan berada di sekitar siswa, benda tersebut juga harus sesuai dengan materi pembelajaran yang dipelajari. Disamping itu guru juga mengawasi kegiatan siswa agar semuannya terlihat baik dan lancar. Hal tersebut ditegaskan dengan kutipan berikut ini,
“Proses mengamati dalam pembelajaran itu anak-anak mengamati objek itu pada berbagai macam cara, misalnya pengamatan itu langsung pada objek didalam kelasnya kalau pas tergantung proses pembelajarannya,seperti kalau pengamatan itu kaitannya dengan lingkungan sekitar biasanya anak-anak langsung saya bawa keluar kelas pas kemarin tentang cuaca mengamati keadaan awan dan mengamati sumber energi matahari, kita saat itu menggunakan percobaan alam itu terus nanti kita langsung kertasnya biar bisa terbakar itu langsung pengamatan menggunakan alat atau juga pengamatan dalam kelas bisa menggunakan lingkungan disekitar kelas (W2,Z17,B2-B18)”
Di kelas III guru juga menyiapkan benda-benda konkret yang sesuai dengan materi pembelajaran. Hal tersebut agar siswa dapat lebih memahami dan dapat melihat langsung objek yang sedang mereka bahas. Selama proses observasi yang dilaksanakan peneliti selama 1 subtema, peneliti melihat hanya beberapa kali guru memberikan media secara konkret. Sedangkan di kelas IV guru hanya kadang-kadang dalam memberikan media secara nyata. Dalam menggunakan objek konkret guru memperhatikan dan mengawasi siswa secara lebih ketat.
Siswa terlihat sangat antusias, saat guru memberikan objek konkret untuk diamati oleh siswa guna meningkatkan kreatifitas belajar siswa menjadi lebih hidup.
Kegiatan mengamati yang terjadi di kelas, dan setelah peneliti mengkonfirmasi dengan kegiatan wawancara yang peneliti lakukan kepada guru kelas, menyatakan bahwa pemahaman guru mengenai kegiatan mengamati sudah dilaksanakan guru saat proses kegiatan pembelajaran. Kegiatan mengamati menurut guru kelas III dan guru kelas IV adalah proses mengamati dalam pembelajaran itu anak-anak mengamati objek pada berbagai macam cara, misalnya pengamatan itu langsung pada objek didalam kelasnya tergantung proses pembelajarannya, ketika pembelajaran dia di hadapkan dengan beberapa buku seperti buku LKS dan buku siswa kurikulum 2013. Hal tersebut ditegaskan dengan dibuktikan dalam kegiatan wawancara berikut ini,
“Proses mengamati dalam pembelajaran itu anak-anak mengamati objek pada berbagai macam cara, misalnya pengamatan itu langsung pada objek didalam kelasnya tergantung proses pembelajarannya, seperti kalau pengamatan itu kaitanya dengan lingkungan sekitar biasanya anak-anak langsung saya bawa keluar kelas mengamati keadaan awan dan mengamati sumber energi matahari (W2,Z17,B2-B18)””
“Proses mengamati yang dilakukan siswa ketika pembelajaran dia di hadapkan dengan beberapa buku seperti buku LKS dan buku siswa kurikulum 2013, dalam buku siswa diminta untuk mengamati seperti bacaan,gambar-gambar,diagram. Jadi anak mengamati apa yang ada dalam buku tersebut baru nanti saya akan menjelaskan tentang pembelajaran (W3, Z37,B2-B7)”
Dari kegiatan observasi dan kegiatan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, peneliti mendapatkan hasil bahwa kegiatan mengamati di kelas sudah dilakukan oleh guru dengan baik. Kegiatan mengamati yang dilaksanakan di kelas III dan kelas IV cenderung dengan mengamati gambar dan teks serta bacaan yang ada di buku siswa.
Selain menggunakan gambar dan bacaan, di kelas III. Kegiatan dengan menggunakan gambar cenderung lebih membuat siswa antusias aktif mengikuti pembelajaran, dan lebih fokus dalam kegiatan mengamati.
Dalam kegiatan mengamati di kelas III guru juga sudah menyiapkan untuk mengamati objek atau benda konkret. Dalam kegiatan mengamati di kelas IV guru hanya menggunakan gambar dan bacaan
yang ada di buku siswa untuk kegiatan mengamati. Hal tersebut sudah ditegaskan dan dibuktikan oleh kutipan dari hasil observasi di kelas dan dibuktikan dengan kutipan wawancara dengan guru kelas III dan kelas IV. Saat proses kegiatan mengamati, peneliti melihat bahwa saat proses mengamati di kelas III dengan menggunakan objek konkret secara langsung siswa terlihat lebih antusias dari pada saat mengamati digambar. Sedangkan dikelas IV siswa terlihat sedikit rame pada saat proses pembelajaran berlangsung, siswa tidak melaksanakan instruksi guru dengan baik. Peneliti mendapatkan data bahwa kegiatan mengamati yang dilakukan oleh guru saat proses pembelajaran di kelas, sudah sesuai dengan pengertian dan pemahaman yang dimiliki oleh guru.
Kegiatan mengamati yang dilaksanakan oleh guru di kelas III sudah sesuai dengan pendapat dari Hosnan (2014: 40 – 75). Guru sudah menggunakan media bacaan dan gambar untuk proses kegiatan mengamati. Bacaan dan gambar yang diberikan kepada siswa juga dengan materi pembelajaran dan sudah tersedia dibuku siswa yang sudah disediakan pada kurikulum 2013. Selain menggunakan bacaan dan gambar, di kelas III guru juga memperlihatkan objek atau benda secara kongkret untuk diamati siswa agar lebih memahami materi pada setiap pembelajarannya. Namun di kelas IV proses kegiatan mengamati yang dilaksanakan guru masih kurang sesuai dengan pengertian milik Hosnan (2014: 40 – 75). Di kelas IV guru hanya menggunakan gambar dan bacaan yang ada di buku siswa. Guru tidak mempersiapkan objek konkret untuk diamati sehingga membuat siswa kurang memahami pada setiap materi yang diberikan.
Untuk kedepannya, guru kelas III dan guru kelas IV lebih baik dalam memberikan materi pembelajaran pada kegiatan mengamati tidak hanya tertuju pada mengamati buku bacaan siswa dan gambar, tetapi guru juga harus memperhatikan situasi pada saat dikelas. Guru harus memberkan media yang kongkrit seperti video dan gambar agar pada saat kegiatan pembelajaran siswa menjadi lebih aktif dan
bersemangat mengikuti pembelajaran sehingga siswa tidak merasa jenuh.