METODE PENELITIAN
H. Kegiatan Pembelajaran
Proses dan praktek pembelajaran akan berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik. Kebanyakan proses dan praktek pembelajaran hanya membuat peserta didik malas dan kurang bergairah dalam menerima pelajaran, penyebabnya adalah kurang berpartisipasinya peserta didik dalam pembelajaran di kelas, yang merupakan akibat dari pendekatan yang kurang tepat dalam mengaktifkan peserta didik dalam belajar. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar matematika peserta didik yang diharapkan, termasuk diantaranya permasalahan kurang berpartisipasinya peserta didik dalam pembelajaran tersebut.
Sesuai dengan desain penelitian yang dikemukakan di atas, di kelas kontrol pembelajaran dilakukan melaui pendekatan konvensional (biasa), sedangkan di kelas eksperimen pembelajaran dilakukan melalui pendekatan pembelajaran pemecahan masalah matematika.
Kegiatan pembelajaran pada kelas kontrol dilakukan sebagaimana biasanya guru memulai pembelajarannya dengan membahas soal-soal yang diberikan waktu yang lalu, kemudian dilanjutkan dengan memberikan penjelasan konsep yang baru secara informatif dilanjutkan dengan memberikan contoh soal, dan berakhir dengan memberikan soal-soal rutin untuk latihan serta ditutup dengan memberikan pekerjaan rumah.
Sedangakan proses pembelajaran pada kelas eksperimen, aspek-aspek pembelajaran yang menyangkut bahan ajar dan pola interaksi di dalam kelas yang dijabarkan dalam bentuk skenario pembelajaran. Secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran A.18 halaman 184.
Secara garis besar langkah-langkah yang digunakan dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan pemecahan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Awal (± 10 menit)
a. Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik untuk menggali kemampuan awal yang berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari.
b. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen terdiri dari 4-5 orang. Pengelompokan berdasarkan hasil pretes matematika peserta didik.
2. Kegiatan Inti (± 50 menit)
a. Peserta didik dihadapkan pada masalah:
Guru membagikan bahan ajar pada setiap peserta didik, yang disajikan dalam bentuk soal-soal pemecahan masalah yang harus didiskusikan pada kelompok masing-masing.
Guru mempersilahkan peserta didik untuk membaca dan memahami LKPD sebelum diskusi kelompok, kemudian memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, barangkali ada bagian-bagian yang perlu dijelaskan.
b. Diskusi kelompok
Peserta didik berdiskusi dengan teman satu kelompoknya untuk menyelesaikan masalah yang diberikan.
Pada saat peserta didik berdiskusi, guru berkeliling pada setiap kelompok untuk memberikan bantuan pada kelompok yang mengalami kesulitan.
Guru membantu kelompok yang mengalami kesulitan dengan menggunakan teknik scaffolding, artinya guru memberikan pertanyaan-pertanyaan arahan secara lisan agar peserta didik sampai pada solusi. Guru memberikan bantuan kepada peserta didik secukupnya hanya pada saat peserta didik mengalami kesulitan saja.
c. Diskusi Kelas /menyajikan hasil kerja kelompok di depan kelas
Setelah diskusi kelompok, guru mempersilakan peserta didik untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
Menyajikan hasil kelompok secara bergiliran. Kesempatan pertama diberikan kepada kelompok yang siap menyajikan hasil pekerjaannya,
tetapi seandainya tidak ada kelompok yang siap maju, guru menunjuk kelompok secara acak untuk menyajikannya di depan kelas.
Pada saat satu kelompok menyajikan pekerjaanya di depan kelas (perwakilan), anggota kelompok lain mencermati, mengoreksi, terhadap pekerjaan yang disajikan.
Kelompok lain memberikan tanggapan terhadap apa yang disajikan. Kelompok penyaji menanggapi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik atau kelompok lain.
Selama diskusi berlangsung, guru bertindak sebagai fasilitator dan moderator jalannya diskusi supaya peserta didik dapat mengkonstruksi pengetahuannya.
Guru bersama-sama dengan peserta didik melakukan refleksi yaitu menganalisis kembali proses pemecahan masalah yang telah disajikan.
Apabila proses pemecahan masalah sudah benar, maka guru bertanya kepada peserta didik mengenai alternatif pengerjaan yang lain.
d. Guru meminta peserta didik untuk memahami setiap cara pengerjaan yang disajikan oleh setiap kelompok dan bertanya apabila ada cara penyelesaian masalah yang diberikan tidak dipahami.
3. Kegiatan Akhir (± 10 menit)
Guru mengulas kembali tentang konsep yang telah dipelajari, dan membimbing peserta didik untuk membuat rangkuman materi pembelajaran yang dianggap penting.
Peserta didik diberi soal latihan secara individu sebagai tahapan mengaplikasikan konsep yang baru saja dipahami.
Sedangkan langkah-langkah pembelajaran matematika dengan pembelajaran konvensional adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan awal
Guru menginformasikan materi dan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran serta melakukan apersepsi dengan cara tanya jawab.
b. Kegiatan Inti
Guru menjelaskan materi pelajaran
Guru memberikan latihan-latihan soal, peserta didik diminta menyelesaikan secara individu
Guru meminta salah seorang peserta didik untuk mengerjakan di depan kelas
Guru mengecek pemahaman peserta didik dengan memberi respon lanjutan dan meminta peserta didik lain untuk memberikan tanggapan terhadap pekerjaan peserta didik yang maju ke depan kelas.
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik yang belum memahami konsep untuk bertanya.
c. Kegiatan Akhir
Guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
I. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian meliputi langkah-langkah kegiatan berikut ini:
1. Sebagai langkah awal, peneliti berkonsultasi kepada Kepala UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Cigedug Kabupten Garut untuk mengumpulkan informasi mengenai keadaan Sekolah Dasar di wilayah tersebut.
2. Menentukan sampel penelitian, yang selanjutnya sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kotrol dengan kategori level sekolah tinggi, sedang dan kurang.
3. Mengadakan observasi terhadap sekolah yang akan dijadikan sebagai lokasi penelitian
4. Membuat kesepahaman dengan guru kelas V dan memberikan pelatihan penerapan pendekatan pemecahan masalah (problem solving) agar penelitian bisa berjalan sesuai rencana yang sudah disiapkan.
5. Mengadakan pretes kepada masing-masing kelompok untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam matematika yang terkait langsung dengan bahan ajar, yaitu konsep luas bangun datar dan volume bangun ruang di kelas V.
6. Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah pada kelompok eksperimen, dan pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol selama 14 jam (7 kali pertemuan).
7. Memberikan tes pada akhir pembelajaran untuk mengetahui hasil belajar siswa (2 jam pelajaran).
8. Memberikan data angket, kuessioner, jurnal, dan wawancara kepada peserta didik dan guru.
9. Mengolah dan menganalisis data.
BAB V