Hal‐hal yang bisa dilakukan untuk mengupayakan kehamilan sehat adalah adalah dengan memperhatikan lingkungan yang sehat serta kesehatan fisik selama kehamilan. Berikut upaya‐
upaya yang dapat dilakukan:
a. Mandi
Ibu hamil sebaiknya mandi dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Adakalanya pagi hari ibu hamil malas mandi, namun sebaiknya tidak dituruti. Disarankan untuk senantiasa mandi agar badan segar. Seringkali pada siang hari udara terasa panas. Jika ingin mandi, maka disarankan untuk mandi agar rasa panas berkurang. Jika seorang ibu sukar tidur, diharapkan keluhan ini akan berkurang dan lambat laun akan menghilang.
b. Perawatan kulit
Sesudah selesai mandi disarankan untuk menyapukan pelembab kulit keseluruh permukaan tubuh, tangan, kaki, leher, dada, perut, dan sebagainya. Bagian paha, perut dan payudara adalah bagian yang perlu diperhatikan. Sebaiknya diberi baby oil saja agar terhindar dari kerutan yang biasanya tampak sesudah melahirkan.
c. Perawatan gigi
Terutama pada saat hamil gigi perlu betul‐betul diperhatikan. Setiap kali sesudah makan atau pada waktu mandi pagi dan sore hari adalah waktu yang tepat untuk menggosok gigi, agar sisa makan terbuang. Pada waktu hamil kalsium yang diperlukan tubuh berkurang karena sebagian masuk ke dalam tubuh bayi untuk pertumbuhan tulangnya. Itulah sebabnya ibu hamil harus mendapat perawatan khusus. Selain kebersihan gigi, pada waktu hamil sebaiknya dilakukan juga pemeriksaan gigi minimal enam bulan sekali. Dengan berkurangnya kalsium ada kemungkinan gigi ibu hamil lebih cepat berlubang. Oleh karena itu sebaiknya ibu hamil ke dokter gigi agar gigi lubang segera diatasi.
d. Perawatan rambut
Ibu hamil lebih banyak mengeluarkan keringat. Hal ini disebabkan perubahan kelenjar hormon, sehingga rambut menjadi lebih berminyak, atau sebaliknya menjadi lebih kering. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk lebih sering mencuci rambut, dua sampai tiga kali seminggu.
e. Olahraga
Sebaiknya selama hamil tubuh tetap dijaga agar tetap segar. Oleh karena itu sebaiknya ibu hamil berolah raga. Disarankan untuk memilih olahraga yang ringan, dan jangan terlalu lelah.
Olahraga yang dibolehkan adalah berjalan‐jalan.
f. Istirahat
Selama bulan‐bulan pertama kehamilan seorang ibu bisa jadi akan lebih sering mengantuk.
Disarankan kepada ibu hamil untuk berbaring dan meletakkan kaki lebih tinggi dari badan. Pada waktu malam hari ibu hamil memerlukan waktu istirahat delapan sampai sepuluh jam. Biasanya pada hari‐hari panas, badan akan lebih cepat merasa lelah. Oleh karena itu, pada siang ataupun sore hari ibu hamil memerlukan untuk istirahat kurang lebih satu jam. Istirahat yang cukup dapat menghilangkan kerut di bawah mata, dan kulit akan terasa lebih segar. Lama dan kapannya waktu beristirahat masing‐masing ibu dapat memperkirakannya sendiri, sebab masing‐masing memiliki kebutuhan waktu beristirahat yang berbeda. Pada intinya jika seorang ibu hamil merasa lelah, maka disarankan untuk beristirahat.
g. Mengenakan pakaian yang longgar
Wanita hamil banyak mengeluarkan keringat. Oleh karena itu diperlukan pakaian yang longgar. Bahkan dipergunakan sebaiknya adalah kain berbahan katun sebab lebih mudah menyerap keringat. Penggunaan pakaian dlam juga perlu diperhatian. Disarankan untuk memilih BH yang tidak ketat dan disesuaikan dengan besarnya payudara. Penggunaan celana dalam sebaiknya dipilih yang berukuran lebih besar, agar kulit tidak mengalami gangguan atau iritasi.
Waktu Pemeriksaan Kehamilan Usia Kehamilan
1‐28 Minggu 28‐36 Minggu 36‐40 Minggu
Waktu Pemeriksaan Empat minggu sekali Dua minggu sekali Seminggu sekali m. Imunisasi tetanus bagi ibu hamil
Imunisasi tetanus bagi ibu hamil bertujuan agar kelak bayi yang dilahirkan tidak terserang penyakit tetanus tali pusat yang mematikan. Imunisasi dilakukan pada usia kehamilan tiga sampai delapan bulan sebanyak tiga kali.
n. Tidak meminum obat sembarangan
Disarankan bagi ibu hamil untuk tidak meminum obat tanpa resep atau petunjuk dokter, karena obat yang biasa dijual di pasaran biasa mengandung obat penenang. Jika jenis obat tersebut sering masuk ke dalam plasenta bayi, tentu akan memiliki akibat. Obat penenang jenis thalidomid misalnya, memiliki pengaruh sangat besar terhadap bayi sehingga merusak dan mencacatkannya. Begitu pula penggunaan obat‐obat di awal kehamilan dideteksi sebagai kelaianan jantung yang akan dialami oleh bayi kelak.
o. Hubungan suami‐istri selama hamil
Disarankan untuk berhati‐hati melakukan hubungan suami‐istri. Sebab akan sangat berbahaya baik di waktu awal kehamilan atau sebelum kelahiran. Hubungan suami‐istri jika tidak dilakukan dengan hati‐hati bisa menyebabkan keguguran dan menimbulkan rasa nyeri di dalam rahim. Disarankan mencari posisi yang baik dan sesuai untuk menghindari penekanan perut terlalu berat. Posisi yang paling baik adalah miring atau dari belakang.
h. Tidak bekerja terlalu berat
Pekerjaan sehari‐hari ibu rumah tangga sangatlah banyak. Mulai dari menyediakan sarapan untuk suami dan anak, memasak, dan membersihkan. Akan sangat berat jika semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh ibu hamil. Maka kegiatan fisik ini sebaiknya dibatasi pada yang ringan‐
ringan saja.
Perlu diperhatikan bahwa sebaiknya ibu hamil tidak mengangkat benda yang berat, sebab akan menyebabkan kelahiran dini pada sang bayi. Oleh karena itu jika pekerjaan menumpuk, dan sang ibu sudah merasa lelah sebaiknya segera untuk beristirahat minimal satu jam.
i. Tidak mengunjungi orang sakit
Jika terdapat sanak saudara atau rekan yang sakit sebaiknya ibu hamil tidak mengunjunginya. Terutama bila sanak saudara yang dikunjungi berpenyakit menular.
Seandainya suami dari ibu hamil terkena influenza sebaiknya keduanya berpisah kamar, agar sang ibu tidak tertular. Bagi ibu hamil harus diusahakan untuk senantiasa sehat. Sebab bagaimanapun penyakit yang diderita oleh wanita hamil akan sangat mempengaruhi pertumbuhan bayi yang belum lahir.
j. Menghindari minum kopi dan teh
Kopi mengandung zat racun yang disebut kafein. Zat ini memiliki daya untuk merangsang syaraf, agar tubuh tetap segar. Oleh karena itu rasa kantuk akan hilang bagi orang yang meminum kopi. Begitu juga teh, ia menganudng teanin, yang juga kurang baik bagi tubuh dan sebaiknya dihindari.
k. Menjauhi kucing
Berdasarkan penelitian di dalam usus kucing atau tikus hidup sejenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada darah.
l. Memeriksa kehamilan secara rutin
p. Pentingnya ketenangan bagi ibu hamil
Disarankan bagi ibu hamil untuk biasa bersikap tenang, tidak gusar dalam menghadapi masalah‐masalah berat dan bahagia dalam melakukan aktifitas‐aktifitas yang sangat dibutuhkan demi kesehatan ibu dan anak yang akan dilahirkan. Sebab kondisi psikis ibu sangat mudah tertular pada janin yang dapat mengakibatkannya lahir dalam kondisi cacat.
Pertumbuhan dan perkembangan janin bersumber dari hormon‐homon yang ada pada tubuh ibu yang tersalur melalui plasenta. Sementara hormon itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu. Bila kondisi psikis buruk, maka hormon yang disedot janin pun buruk pula. Kondisi tersebut akan membuat perkembangan janin terhambat.
Sebuah penelitian di tahun 1929 pernah mengungkapkan betapa berpengaruhnya ketegangan yang dialami ibu selama hamil terhadap janin. Aktifitas janin menjadi bertambah akibat pengaruh ketegangan dan ketika lahir cenderung akan sangat ringan beratnya. Pada perkembangan selanjutnya bayi akan menunjukkan masalah‐masalah makan. Akibat lain yang akan diderita oleh bayi adalah kelemahan atau cacat mental.
Banyak ahli menyimpulkan, jika terdapat tekanan jiwa pada ibu selama dua bulan pada awal kehamilan, maka bayi akan mengalami gangguan‐gangguan sentral. Misalnya kelainan yang disebut dengan down syndrome. Bila ketegangan psikis terjadi pada ibu pada bulan‐bulan berikutnya, kelak bayi akan mengalami sindrom nafsu terhambat. Bayi menjadi lambat beraktifitas, spontanitasnya menurun, atau biasa disebut dengan apatis.
q. Tidak memakai sepatu bertumit tinggi
Disarankan bagi ibu hamil untuk tidak mengenakan sepatu bertumit. Sebab semakin besar perut semakin susah bergerak. Akibatnya punggung terasa sakit dan kaki menjadi kejang. Oleh karena itu sebaiknya tidak mengenakan sepatu bertumit baik dalam kondisi hamil maupun tidak.
C. Program Pendidikan Pralahir 1. Pentingnya Stimulasi Pralahir.
Menurut penilitian para ilmuwan pada saat dalam kandungan, anak dapat belajar menerima beragam sensasi indra dari luar rahim, mulai dari indra peraba (sentuhan dan rabaan orang tua, benda‐benda di sekitarnya), indra pendengaran (suara orang tuanya, benda‐benda di sekitarnya), indra penglihatan (melihat gelap dan terang). Pendidikan pralahir dapat melatih otak dan perkembangan saraf bayi sebelum dilahirkan. Pendidikan pralahir juga bermanfaat untuk bisa siap menerima respon yang ada di lingkungannya setelah dilahirkan.
F. Rene van de Carr dkk telah mendapatkan hasil dari penelitiannya terhadap pendidikan pralahir, berikut adalah kesimpulannya:
a. Terdapat masa kritis dalam perkembangan bayi yang dimulai pada sekitar usia lima bulan sebelum dilahirkan dan berlanjut hingga usia dua tahun ketika stimulasi otak dan laithan‐
latihan intelektual dapat meningkatkan kemampuan bayi.
b. Stimulasi pralahir dapat membantu mengembangkan orientasi keefektifan bayi dalam megatasi dunia luar setelahh ia dilahirkan.
c. Bayi‐bayi yang mendapatkan stimulasi dapat lebih mampu mengontrol gerakan‐gerakan mereka serta lebih siap menjelajahi dan mempelajari lingkungan setelah mereka dilahirkan.
d. Pada orang tua yang telah berpartisipasi dalam program pendidikan pralahir menggambarkan anak mereka leih tenang, waspada dan bahagia.
Penelitian terakhir yang dilakukan oleh Dr. Ruth T. Gross dari the Infant Health and Development Program, Stamford University, menunjukan bahwa ketika bayi‐bayi prematur dilibatkan dalam permainan‐permainan stimulasi dini di rumah, tiga tahun kemudian kecerdasan mereka dapat mencapai 13 poin lebih tinggi dari pada teman‐teman mereka yang lahir prematur dan tidak menerima stimulasi. Penelitian ini melibatkan 985 bayi dan merupakan penelitian terbesar dalam jenisnya.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari program pendidikan pralahir yang diberikan kepada bayi, seperti bayi yang mendapat stimulasi sebelum lahir biasanya lebih penuh perhatian (terutama terhadap orang tua mereka) dan lebih termotivasi untuk belajar.Hal ini karena selama berbulan‐bulan sebelum bayi dilahirkan, bayi balajar mengenali pola‐pola suara tertentu sebagai sesuatu yang berhubungan dengan perilakunya.
Selain lebih memperhatikan, bayi yang mendapat stimulus sebelum lahir akan lebih cerdas dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat stimulus saat dalam kandungan (Dr. Craig Ramey, Cara Baru Mendidik Anak Dalam Kandungan).
Bayi‐bayi yang mendapatkan Stimulasi Pralahir menjadi lebih cerdas. Dr. Marion Diamond dari Univerdity of California, Barkeley, melakukan analisis postmortem terhadap otak Einstein.
Hasilnya menunujukan bahwa Einstein mempunyai lebih banyak struktur sel dari pada biasanya di daerah otak yang mengendalikan proses pemikiran. Walaupun tidak ada bukti bahwa orang tua Einstein melakukan stimulasi pralahir kepada Einstein, Dr. Diamond merasa bahwa perkembangan otak yang lebih besar, seperti yang ditemukan pada binatang‐binatang percobaan yang mendapatkan stimulasi pralahir, adalah efek seorang ibu yang sehat dan aktif terhadap bayi yang sedang berkembang. hormon‐hormon yang merangsang otak bayi tampaknya lebih mudah melewati plasenta jika sang ibu aktif, sehat, dan dalam lingkungan yang memberikan stimulasi.
Bayi yang mendapat program pendidikan pralahir pun akan merasa nyaman dikelilingi suara‐suara, bunyi, musik yang sudah dikenalinya setelah ia dilahirkan. Selain itu, anggota keluarga lain akan lebih akrab dengan bayi sebelum kelahirannya dan tidak akan merasa terancam dengan banyaknya waktu yang orang tua habiskan bersama bayi setelah ia dilahirkan.
2. Teknik Stimulasi Bayi dalam Kandungan Sesuai Usia Kehamilan
Latihan dapat dimulai pada akhirnya trimester pertama dengan memperkenalkan kepada bayi serangkaian irama gendang yang berulang. Selama latihan‐latihan ini, bayi akan menemukan irama selain suara detak jantung ibunya. Latihan ini merupakan langkah pertama dalam mengajar bayi tetntang dunia di luar rahim.
Pada bulan kelima kehamilan, bayi yang sedang berkembang sudah siap mempelajari komunikasi verbal (suara) dan sentuhan. Ibu akan memulai pelajaran dengan mengajar bayi menanggapi suara ibu dan dorongan halus pada perut ibu dalam permainan bayi menendang.
Bulan kelima kehamilan adalah wktu alami untuk memulai hubungan sentuhan dengan bayi. Saat ini sangat khusus karena ibu mulai nerasa bahwa bayinya nyata, baik secara fisik meupun emosional. Belajar untuk bersikap konstan dan konsisten ketika memberikan stimulasi kepada bayi lebih penting dari pada ragam stimulasi yang diberikan.
Sebagian besar pelajaran dalam Pendidikan Pralahir mengharuskan ibu berbicara kepada bayi melalui rahim. Walaupun bayi sudah dapat mendengar ketika kehamilan berusia 18 minggu, suara‐suara dari luar rahim tersaring melalui perut ibu dan plasenta berisi cairan tempat bayi berkembang. Untuk itu ibu harus mengarahkan dan mengeraskan suara untuk mencapai telinga‐telinga bayi. Untuk membantu mengarahkan suara dapat menggunakan megafon, selembar kertas yang digulung‐gulung, atau tabung berlubang.
Cara efektif lain untuk berkomunikasi dengan bayi adalah ibu berbaring di dalam bak rendam air dan dagu di atas permukaan air. Dinding kamar mandi dan air yang mengelilingi perut dan tenggorakan cenderung memperbesar suara ibu, mempermudah ibayi mendengarnya. Dalam posisi ini, ibu tidak memerlukan megafon atau alat lainnya.
Setiap akhir dari latihan dapat di akhiri dengan musik, senandung, atau nyanyian selama dua menit. Hal ini akan membantu memberikan batasan pasti dalam jadwal bayi. Bayi akan mengetahui bahwa masa stimulasi diikuti musik dan kemudian masa istirahat. Karena waktu‐
waktu transisi sama dengan waktu‐waktu mengantuk bagi bayi baru lahir, hal ini akan membantu mentapkan siklus tidur teratur bagi bayi setelah dilahirkan.
Metode‐metode dalam Pendidikan Pralahir a. Fase Satu
1) Metode dengan Irama Gendang.
Latihan ini dapat dimulai pada akhir semester pertama. Latihan ini dilakukan dengan cara ibu atau orang lain yang memnabtu memukul gendang kecil dengan pola konsisten dan lambat. Tujuan latihan ini adalah untuk mengajarkan bayi suatu pengertian primitif tetntang pola kepada bayi yang sedang berkembang selain itu lagu dan iringan musik dapat memberikan ketenangan dan stimulasi kepada bayi di samping membantu mengembangkan kemampuan irama dan musik.
Tujuan: Memberikan getaran ( dan bunyi) konsisten yang dapat dirasakan bayi.
Bahan‐bahan yang diperlukan: Gendang kecil.
Cara melakukan latihan: Letakkan gendang berdiri di atas perut ibu. Tabuh dengan batang pemukulnya sehingga dapat merasakan getarannya pada perut ibu.
Waktu mulai: latihan ini dapat dimulai menggunakan irama atau musik sederhana kapan pun setelah pembuahan. Akan tetapi, dianjurkan pada minggu ke‐18 kehamilan ketika bayi telah memiliki kemampuan mendengar.
Frekuensi latihan: pukulan gendang sederhana dapat dilakukan dua kal dalami sehari. Disarankan 30 menit hingga dua setengah jam setelah makan sebagai waktu terbaik untuk memberikan irama ini karena bayi telah mendapatkan gizi dari makanan yang ibu cerna.
2) Metode Permainan Bayi Menendang.
Pada awal bulan kelima, ibu akan memulai merasakan tendangan atau gerakan kecil di perut bagian bawah. Tendangan pada usia kehamilan merupakan hal yang normal. Itulah cara bayi memulai ikspolrasi dan belajar sesuatu tentang dunianya.
Menendang juga membantu memperkuat kaki bayi.
Pada permainan bayi menendang ini, bayi akan belajar dasar‐dasar merespom orang lain. Permainan ini sederhana, bayi akan menendang dan ibu dengan lembut akan menepuk atau menekan tepat pada bagian yang ditendang bayi. Setelah ia terbiasa dengan tepukan ibu sebagai tanggapan terhadap tendangannya, ibu dapat memulai mengatakan “tendang” ketika sedang menepuk.
Tujuan: Mengajarkan pada bayi bahwa aksinya akan mendapatkan tanggapan dan merupakan suatu cara berkomunikasi.
Bahan‐bahan yang diperlukan: Sebuah megafon, selembar kertas yang digulung‐
gulung, atau tabung berlubang.
Waktu mulai: latihan ini dapat dimulai ketika kandungan berusia kira‐kira lima bulan. Setelah kira‐kira satu bulan atau ketika bayi dengan konsisten menggapi kata‐
kata dan tindakan ibu dalam permainan bayi menendang, ibu dapat memulai melanjutkan versi lanjutan. Teruskan permainan ini sedikitnya selama satu bulan dan berhenti kapan saja setelah bulan ketujuh.
b. Fase Kedua
Awal bulan ketujuh kehamilan (minggu ke‐28) adalah waktu terbaik untuk memulai program Pendidikan Pralahir fase kedua. Fase kedua terdiri atas latihan‐latihan tambahan berdasarkan prinsip‐prinsip komunikasi yang sama dengan Permainan Bayi Menendang, tetapi pada fase ini mulai memperkenalkan kata‐kata dan tindakan sederhana. Misalnya, saat ibu mengatakan “tepuk, repuk, tepuk,” ibu pun dapat sambil menepuk perutnya.
1) Pembendarahaan Kata Pertama untuk Bayi.
Setiap kata dalam Daftar Kata Utama menjelaskan sensasi yang dapat dirasakan bayi di dalam kandungan. Kata‐kata ini dibagi menjadi dua kelompok menurut jenis sensasi yang dijelaskan. Beberapa kata menggambarkan sensasi sentuhan yang dapat dirasakan oleh bayi, seperti tendang yang digunakan dalam Permainan Bayi Menendang. Kata‐kata lain diasosiasikan dengan stimulasi bunyi, gerakan, atau visual.
2) Daftar Kata Utama.
Kata yang menggambarkan dengan Sentuhan atau gerakan khusus ayng dapat dirasakan olah bayi. Saat ibu mengulang kata‐kata dan gerakan selama empat sampai enam minggu, bayi akan memulai menghubungkan sentuhan dengan kata‐
kata yang ibu ucapkan. Hal ini akan lebih mempersiapkan bayi untuk memahami kata‐kata setelah ia dilahirkan. Kata‐kata tersebut adalah:
Tepuk
Usap
Tekan
Guncang
Belai
Ketuk
Kata yang menggambarkan dengan gerakan:
Berdiri
Duduk
Ayun
Goyang
Kata yang diasosiasikan dengan bunyi. Tujuan mengajarkan kata musik adalah untuk melatih bayi mengasosiasikan kata yersebut dengan berbagai bunyi musik.
Musik yang lembut dan menenangkan, tanpa banyak dicampuri perkusi adlah yang terbaik. Menurut hasil penelitian, bayi‐bayi itu menikmati musik sperti dari, Bach, Handel, Vivaldi, Pachelbel, Haydn, Mozart, dan Beethoven. Contoh kata tersebut adalah:
Musik
Keras
Bising
Contoh dalam latihan kata musik: ibu dapat menempelkantape recorder atau headphone ke perut ibu, lalu katakana “musik”. Dalam dua detik hidupkan tape recorder. Dengan cara ini bayi akan belajar menghubungkan antara kata musik dengan bunyi musik.
Kata yang diasosiasikan dengan fungsi‐fungsi biologis ibu dan bayi:
Batuk
Bersin
Cegukan
Tangis
Tawa
Kata kelompok keempat mengungkapkan sensasi visual.
Bayi pralahir akan siap menanggapi latihan‐latihan ini kira‐kira menggu ke‐35 kehamilan.
Terang
Gelap
Kata‐kata yang diasosiasikan dengan temperatur. Gunakan kata dingin dan panas hanya pada kehamilan tua ketika bayi sudah mulai menekan lambung ibu. Gunakan dua latihan ini ketika ibu meminum sesuatu yang sesuai untuk mengajarkan salah satu kata tersebut. Latihan ini hanya efektif di bulan terakhir kehamilan.
Dingin
Panas
Kata‐kata dalam kelompok ketujuh mengungkapkan gerakan‐gerakan yang dilakukan bayi, yang dapat ibu rasakan. Contohnya kata tendang dalam Permainan Bayi Menendang.
Tendang
Dorong
Putar
Daftar kata yang terakhir adalah “tidak,” kata ini dapat digunakan di depan sebagian kata utama, misalnya setelah ibu memperkenalkan kata guncang dan memberikan senasinya kepada bayi pralahir, selanjutnya ibu dapat mengatakan,
“tidak guncang,” tepat setelah ibu berhenti mengguncangkan perutnya.
3) Mempersiapkan Daftar Kata Utama.
Tujuan: mengajarkan bayi menghubungkan sensasi tertentu dengan kata‐kata tertentu. Ini dilakukan dengan cara menggunakan kata‐kata yang menggambarkan tindakan atau sensasi yang dapat dialami bayi di dalam rahim.
Bahan‐bahan yang diperlukan: Sebuah megafon, tabung berlubang, tape recorder, headphone, senter.
Waktu mulai: Kapan saja setelah bulan ketujuh atau minggu ke‐28 kehamilan.
Frekuansi latihan: disarankan mengulang seluruh kata dalam daftar dua atau tiga kali dalam sehari.tetapi jika tidak seluruhnya kat, lakukan sebanyak yang dapat dilakukan.
4) Kata & Bunyi Religius.
Adapun stimulus lain yang dapat diberi kepada bayi pralahir dengan corak religius adalah sebagai berikut:
Muslim
Bagi umat muslim, bayi pralahir disarankan untuk didengarkan Muratal al‐
Qur'an, do'a atau dzikir‐dzikir yang sesuai dengan tutuntan agama islam. Baik menggunakan tape atau dilafadzkan langsung oleh ibu maupun anggota keluarga lain secara rutin setiap hari tanpa batasan waktu tertentu.
Dzikir tidak selalu berupa bacaan yang dilafadzkan setelah shalat. Namun setiap perkataan baik yang diucapkan oleh ibu dan anggota keluarga lain adalah dzikir.
Agama lain
Untuk agama lain, bayi pralahir dapat didengarkan musik atau ucapan‐
ucapan ritual dengan corak religius sesuai dengan ajaran agama masing‐
masing.