BAB III METODE PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
4. Kehumasan
a. SMA N 1 Pengasih
Pada program KKO SMA N 1 Pengasih, belum terdapat humas khusus yang menangani KKO, sehingga masih menggunakan humas sekolah. Meski begitu kegiatan kehumasan internal sudah ada. Kegiatan kehumasan internal yang ada di SMA N 1 Pengasih ini biasanya berupa rapat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
85
KKO dan pengumuman mading ketika akan ada pertandingan KKO. Rapat yang dilakukan ketika akan ada PPDB dihadiri oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pengelola program KKO, wali kelas, dan perwakilan KKO. Untuk mading sudah ada dan yang mengisi adalah anggota osis. Namun, mading tersebut adalah mading milik sekolah, bukan mading khusus untuk program KKO. Jika akan ada pertandingan, para osis menempelkan pengumuman di mading sekolah agar semua pihak sekolah mengetahuinya dan dapat memberikan dukungan.
Koordinasi dalam bentuk rapat antara pihak sekolah dengan pelatih selama ini belum ada, dan baru akan direncanakan. Namun, adapula beberapa pelatih sekolah maupun pelatih rekomendasi dari KONI yang berinisiatif untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah. Koordinasi antara pelatih dengan pihak sekolah biasanya hanya saat meminta ijin agar siswanya dapat mengikuti event atau pertandingan, penyerahan nilai atau mengambil gaji bagi pelatih milik sekolah. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pelatih cabor pada saat wawancara tanggal 6 Februari 2016,
“… Tidak ada koordinasi sama sekali. Saya belum pernah kesana, pihak sekolah juga belum pernah ada yang kesini.”
Hal ini juga didukung oleh peryataan pelatih cabor anggar pada wawancara tanggal 18 Februari 2016,
“Koordinasi dengan sekolah kurang baik, hanya saat menyerahkan nilai saja. Saat menyerahka nilai kadang juga dititipkan siswa. …”.
Selain itu, kurangnya koordinasi antara pelatih dengan pihak sekolah juga didukung oleh ungkapan salah satu pelatih cabor yang berasal dari sekolah pada kegiatan wawancara tanggal 13 Februari 2016,
86
“Iya ada kalau sedang ada event, menyerahkan nilai atau mengambil gaji. Kalau untuk rapat belum ada selama ini”.
Kurangnya koordinasi membuat beberapa pelatih bingung mengenai program KKO sebenarnya dan bagaimana seharusnya menangani program KKO karena selama ini belum ada peraturan dan petunjuk yang jelas mengenai penyelenggaraannya. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pelatih cabor KKO pada saat wawancara tanggal 18 Februari 2016,
“…Saya sendiri sebenarnya juga bingung mengenai KKO ini sebenarnya bagaimana seharusnya karena belum ada peraturan yang jelas. Anak KKO kadang juga ijin untuk tidak latihan karena ikut tonti di sekolah. Padahal mereka kan seharusnya lebih difokuskan untuk berlatih, bukan malah tidak latihan karena tonti.”
Pada setiap cabor ada petugas dari pihak sekolah yang memantau jalannya pelatihan, namun selama ini belum berjalan dengan baik. Pemantauan secara langsung tidak ada. Pihak sekolah belum pernah ada yang datang ke tempat latihan melihat kegiatan pelatihan. Cabor yang berlatih di sekolahpun belum pernah dipantau secara langsung oleh pihak sekolah. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pelatih cabor KKO pada wawancara tanggal 13 Februari 2016,
“Tidak ada yang memantau. Kita latihan saja sesuai jadwal, dan tidak ada yang melihat dari pihak sekolah”.
Meskipun pemantauan belum berjalan dengan baik pada setiap cabor, namun juga sudah ada cabor di sekolah yang dipantau, seperti yang diungkapkan oleh beberapa siswa pada cabor pencak silat pada wawancara tanggal 30 Februari 2016,
“Kadang ada yang memantau mbak. Kalau tidak Kepala Sekolah ya wakil kepala sekolah bagian kesiswaan. Kadang beliau melihat kami berlatih sebentar”.
87
Untuk kegiatan kehumasan eksternal di KKO SMA N 1 Pengasih ini berupa publikasi dan promosi program KKO yang dilakukan dengan menyebar brosur ke SMP-SMP yang dekat-dekat atau Kulonprogo bagian selatan seperti daerah Wates, Pengasih, Temon, Galur, Lendah, Sentolo, Girimulyo. Selain itu, ada pula spanduk yang ditempelkan di depan sekolah dan jalan-jalan yang strategis. Namun, untuk web selama ini belum dapat maksimal, karena web nya masih kurang dimanfaatkan untuk kegiatan publikasi.
b. SMA N 1 Lendah
Humas program KKO masih menjadi satu dengan humas sekolah. Oleh karena itu, kegiatan kehumasan internal masih menjadi inisiatif koordinator KKO. Selama ini kegiatan kehumasan internal di SMA N 1 Lendah sudah berjalan. Kegiatan kehumasan internal di SMA N 1 Lendah berupa rapat-rapat dan juga pengumuman di mading sekolah sebagai bentuk koordinasi dengan masyarakat dalam sekolah. Rapat mengenai KKO sudah ada, terutama saat PPDB dan ketika akan ada lomba di sekolah. Peserta rapat meliputi Kepala Sekolah, guru-guru, dan pengelola KKO. Di sekolah juga sudah terdapat mading untuk menempelkan pengumuman kegiatan KKO. Namun, mading tersebut bukan mading khusus KKO, karena KKO belum memiliki mading sendiri. Penempelan pengumuman pada mading sekolah bertujuan untuk meminta dukungan dari semua pihak sekolah jika akan ada siswa yang akan ikut turnamen atau lomba.
88
Rapat antara pihak sekolah dengan para pelatih program KKO dilaksanakan dua atau tiga bulan sekali untuk mengetahui perkembangan dari siswa KKO. Para pelatih mengaku koordinasi dengan sekolah memang sudah baik seperti rapat-rapat dan koordinasi persiapan lomba. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pelatih cabor KKO pada wawancara tanggal 22 Februari 2016,
“Rapat dan koordinasi sangat baik dengan sini. Bahkan ketika saya kemarin tidak berangkat rapat ke dinas, pihak sekolah menyampaikan informasi ke saya. Kemarin juga habis rapat”.
Hal di atas juga didukung dengan ungkapan salah satu pelatih pada wawancara tanggal 22 Februari 2016,
“Iya. Koordinasi lancar. Dengan dinas lancar, dengan sekolah lancar”
Selain koordinasi pelatih dengan sekolah, koordinasi antara pelatih dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kulonprogo juga lancar. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kulonprogo selalu melakukan kegiatan rapat dengan para pelatih. Sedangkan, koordinasi antara pihak sekolah dengan pihak Dinas Pendidikan juga lancar. Pihak Dinas Pendidikan mengumpulkan pihak sekolah dalam rapat agar dapat mengetahui bagaimana perkembangan KKO pada masing-masing sekolah.
Setiap cabor memiliki pendamping untuk memantau jalannya kegiatan pelatihan. Para pendamping tersebut berasal dari pihak sekolah terutama dari guru-guru dan karyawan. Pemantauan ini sudah berjalan namun masih kurang maksimal. Sesuai dengan yang diungkapkan Koordinator KKO pada wawancara tanggal 11 Januari 2016,
89
“Tentu saja ada. Hanya belum dapat berjalan secara maksimal. Terdiri dari 9 guru atau karyawan diberi tugas untuk memantau pelatihan kecabangan KKO. Satu orang mempunyai tanggung jawab memantau satu cabor”.
Selama ini pihak yang lebih sering memantau jalannya kegiatan pelatihan adalah koordinator KKO sendiri. Pada kegiatan observasi terlihat koordinator KKO hadir memantau kegiatan latihan fisik pagi di sekolah. Hal ini didukung oleh pernyataan beberapa siswa pada Cabor Bola Voli pada wawancara tanggal 18 Maret 2016,
“Ada mbak. Biasanya pak Stafanus memantau kita latihan”.
Pernyataan di atas juga didukung dengan hasil observasi pada kegiatan pelatihan kecabangan, pada saat kegiatan observasi terlihat koordinator datang melakukan peantauan terhadap jalannya kegiatan pelatihan.
Untuk kehumasan eksternal di SMA N 1 Lendah ini berupa publikasi dan promoi program KKO. Kegiatan publikasi yang dilakukan meliputi pemasangan spanduk di jalan, menyebar brosur, dan presentasi di kelas. Beberapa media lain seperti web, radio, koran dan sosial media juga belum dapat dimanfaatkan karena menurut pihak sekolah saat ini cara yang cocok untuk promosi baru brosur dan presentasi. Bahkan brosur pun sebenarnya tidak terlalu efektif karena anak-anak sekarang tidak suka budaya membaca, oleh karena itu presentasi juga sangat penting. Seperti yang dinyatakan oleh kepala sekolah pada saat wawancara pada tanggal 11 Januari 2016,
“Belum ada juga. Menurut kami saat ini yang cocok untuk promosi baru brosur dan presentasi. Bahkan brosur pun sebenarnya tidak terlalu efektif karena anak-anak sekarang kan bukan budaya membaca. Kalau presentasi masih mending karena berhadapan langsung dan dapat bertanya jawab langsung.”
90
Pernyataan di atas didukung dengan adanya brosur dan file powerpoint yang terdapat pada lampiran nomor 11, halaman 262. Brosur untuk publikasi dibuat dua, yakni brosur untuk kelas regular dan program KKO. Dalam kegiatan presentasi pihak sekolah menggunakan powerpoint agar siswa lebih tertarik untuk memperhatikan. Di dalam powerpoint terdapat beberapa keterangan mengenai identitas sekolah, prestasi olahraga dan prestasi sekolah yang lain yang sudah dicapai selama ini, hingga cara pendaftaran masuk ke program KKO. Presentasi dilakukan di sekolah-sekolah menengah pertama yang potensial dan bisa di jangkau. Untuk daerah Kulonprogo bagian utara belum dapat dijangkau, selama ini yang daerah utara baru sampai SMP N Girimulyo saja. Pihak yang melakukan promosi adalah tim PPDB dan juga koordinator program KKO, sehingga promosi program KKO dan kelas regular menjadi satu. Koordinator KKO menjadi pemateri saat memromosikan KKO dan melakukan tanya jawab dengan para siswa SMP yang hadir dalam presentasi. Untuk publikasi di Klub-klub cabor belum ada.