BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.7 Hasil Uji Evaluasi Tablet
4.7.3 Kekerasan
Data hasil uji kekerasan tablet dengan variasi komposisi bahan pengisi dan bahan penghancur dapat dilihat pada Tabel 4.5 dan Gambar 4.6.
Gambar 4.6 Histogram Hasil Uji Kekerasan Tablet Keterangan: Formula 1 (35% avicel® PH 101 - 2% explotab)
Formula 2 (34,25% avicel® PH 101 - 2,75% explotab) Formula 3 (33,5% avicel® PH 101 - 3,5% explotab) Formula 4 (33% avicel® PH 101 - 4% explotab) Formula 5 (32% avicel® PH 101 - 5% explotab)
54
Tablet harus memiliki ketahanan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenyahan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan, pengepakan dan pengepalan. Kekuatan tablet, seperti juga ketebalannya, merupakan fungsi dari isi lubang cetakan dan gaya kompresi. Pada penambahan tekanan kompresi, nilai kekerasan tablet meningkat, sedangkan ketebalan tablet berkurang (Lachman et al., 1986). Kekerasan yang cukup dari suatu tablet merupakan salah satu persyaratan penting dari suatu tablet. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan tablet adalah tekanan kompresi dan sifat bahan yang dikempa. Kekerasan ini yang dipakai sebagai ukuran dari tekanan pengempaan. Semakin besar tekanan yang diberikan saat pengempaan akan meningkatkan kekerasan tablet (Banne, dkk., 2012).
Hasil pengujian kekerasan tablet kelima formula berkisar antara 4-5,1 kg, dimana syarat kekerasan tablet adalah 4-8 kg. Formula I memiliki nilai kekerasan tertinggi, diikuti oleh formula III, formula V, formula IV, dan formula II.
Dari hasil pengujian statistika untuk kekerasan tablet diperoleh data yang dapat terdistribusi normal sehingga dapat dilakukan uji homogenitas varian diperoleh hasil signifikansinya 0,276 (>0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan variansi sehingga dapat dilanjutkan uji ANOVA. Pada uji ANOVA diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,121 (>0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil pengujian kekerasan kelima formula tersebut tidak berbeda secara signifikan.
4.7.4 Uji Friabilitas
Data hasil uji friabilitas tablet dengan variasi komposisi bahan pengisi dan bahan penghancur dapat dilihat pada Tabel 4.5 dan Gambar 4.7.
55
Formula 1 Formula 2 Formula 3 Formula 4 Formula 5
Friabilitas (%)
Gambar 4.7 Histogram Hasil Uji Friabilitas Tablet Keterangan: Formula 1 (35% avicel® PH 101 - 2% explotab)
Formula 2 (34,25% avicel® PH 101 - 2,75% explotab) Formula 3 (33,5% avicel® PH 101 - 3,5% explotab) Formula 4 (33% avicel® PH 101 - 4% explotab) Formula 5 (32% avicel® PH 101 - 5% explotab)
Nilai hasil uji friabilitas berkisar antara 0,182%-0,716%, kelima formula memenuhi persyaratan ≤0,8%. Dimana formula I memiliki nilai friabilitas yang paling tinggi dan formula IV memiliki nilai friabilitas yang paling rendah.
Dari hasil pengujian statistika untuk friabilitas tablet diperoleh data yang dapat terdistribusi normal sehingga dapat dilanjutkan dengan uji One Sample T-Test dan diperoleh hasil signifikansinya 0,027 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata friabilitas tablet formula I, II, III, IV, dan V adalah tidak sama (terdapat perbedaan yang signifikan).
Uji friabilitas merupakan cara pengujian yang paling cepat untuk mengetahui masalah yang dapat terjadi pada tablet. Beberapa masalah umum yang terjadi pada tablet yaitu capping/lamination dan sticking/picking. Yang dapat dijadikan alasan utama dibalik terjadinya masalah pada tablet yaitu ketidakmampuan material untuk melepaskan tegangan setelah gaya yang diberikan itu diberhentikan. Selain itu, fines yang berlebihan juga dapat menjebak udara di dalam tablet sehingga terjadi capping dan lamination.
Kelembapan memberikan peranan yang penting dalam mekanisme ikatan
56
dan deformasi plastik, sehingga granul atau serbuk yang memiliki kelembapan yang rendah akan cenderung terjadi capping atau laminate pada saat pencetakan tablet. Selain itu, kelembapan yang tinggi juga dapat menyebabkan sticking dan picking sehingga pengontrolan kadar air dalam serbuk atau granul sangatlah penting (Patel et al., 2006).
Berdasarkan hasil evaluasi tablet yang telah dilakukan, formula tablet dengan variasi komposisi bahan pengisi avicel® PH 101 dan bahan penghancur eksplotab dengan variasi formula yaitu formula I (35%-2%), formula II (34,25%-2,75%), formula III (33,5%-3,5%), formula IV (33%-4%), dan formula V (32%-5%) yang dibuat memiliki keseragaman bobot, waktu hancur, kekerasan dan kerapuhan yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia edisi IV. Pada penelitian ini, waktu hancur tablet dipengaruhi oleh variasi jumlah bahan pengisi dan bahan penghancur yaitu avicel PH 101 dan eksplotab. Pada pengujian waktu hancur, sebagain besar air akan masuk kedalam struktur berpori avicel dan mengganggu ikatan hidrogen yang menghubungkan molekulnya sehingga menyebabkan tablet terdisintegrasi. Eksplotab yang memiliki peran sebagai superdisintegrant akan membengkak (swelling) saat bersentuhan dengan air untuk mendisintegrasi tablet sehingga tablet hancur menjadi butiran/granul. Menurut penelitian Kusumadewi dan Rahmawati (2012), eksplotab memiliki pengaruh lebih kecil dibandingkan avicel PH 102 terhadap laju disolusi tablet. Pada konsentrasi lebih tinggi, eksplotab dapat bertindak sebagai pengikat dimana bukan menyebabkan swelling tetapi menyebabkan gelling sehingga dapat membentuk penghalang kental dan mencegah difusi air dalam tablet sehingga memperlambat pelepasan senyawa.
Dari penelitian yang dilakukan secara eksperimental, semakin tinggi
57
konsentrasi eksplotab ditambahkan ke dalam formula, semakin cepat waktu hancur tablet dimana waktu hancur tablet paling cepat adalah formula V (32%
avicel® PH 101 - 5% explotab). Oleh karena itu, dari kelima formula yang dapat tercetak baik dan memenuhi persyaratan adalah formula V (32% avicel® PH 101 - 5% explotab) dikarenakan memiliki hasil paling optimal pada pengujian waktu hancur dan keseragaman bobot serta kekerasan tablet dan friabilitas.
58 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Ekstrak akar manis (Glycyrrhiza glabra Linn.) dengan variasi komposisi bahan pengisi avicel® PH 101 dan bahan penghancur explotab dapat dicetak menjadi tablet dengan menggunakan metode kombinasi yaitu metode granulasi basah dan cetak langsung.
2. Hasil evaluasi sifat fisik sediaan tablet ekstrak akar manis (Glycyrrhiza glabra Linn.) menghasilkan keseragaman bobot, waktu hancur, kekerasan dan kerapuhan yang memenuhi persyaratan. Dari kelima formula yang dibuat, didapatkan formula V dengan variasi komposisi bahan pengisi avicel® PH 101 sebesar 32% dan bahan penghancur explotab 5% sebagai formula optimal dimana variasi bahan pengisi avicel® PH 101 dan bahan penghancur eksplotab mempengaruhi waktu hancur tablet yang semakin meningkat bila konsentrasi eksplotab maksimal sebagai bahan penghancur. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pada kelima formula tablet ekstrak akar manis terdapat perbedaan (p<0,05) pada rata-rata hasil pengujian keseragaman bobot, waktu hancur, dan friabilitas tetapi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kekerasan tablet.
5.2 Saran
Disarankan untuk peneliti selanjutnya dalam pembuatan tablet ekstrak akar manis:
1. Dilakukan penyalutan terhadap sediaan untuk memperbaiki penampilan 2. Dilakukan uji stabilitas fisik sediaan
3. Dilakukan uji disolusi serta penetapan kadar glisirizin
59
DAFTAR PUSTAKA
Amin, G.J., Najarnezhad, V., Anassori, E., Mostafavi, M., Keshipour, H. 2015.
Antiulcer Properties of Glycyrrhiza glabra L. Extract on Experimental Models of Gastric Ulcer in Mice. Iranian Journal of Pharmaceutical Research. 14(4): 1163-1170.
Aminingsih,T., Rahayu, S.Y.S., Yulianita, Y. 2018. Formulation of instant granule containing nano calcium form the shell of freshwater mussels (Anodonta woodiana) for autism children. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology. 1(1): 49-58.
Andersen, F.A. 2007. Final Report on the Safety Assessment of Glycyrrhetinic Acid, Potassium Glycyrrhetinate, Disodium Succinoyl Glycyrrhetinate, Glyceryl Glycyrrhetinate, Glycyrrhetinyl Stearate, Stearyl Glycyrrhetinate, Glycyrrhizic Acid, Ammonium Glycyrrhizate, Dipotassium Glycyrrhizate, Disodium Glycyrrhizate, Trisodium Glycyrrhizate, Methyl Glycyrrhizate, and Potassium Glycyrrhizinate. International Journal of Toxicology. 26(2):
79-112.
Ansel, H.C. 2008. Pengantar bentuk sediaan farmasi. Edisi keempat. Jakarta: UI Press. Halaman 244-272.
Banker, G. S., Anderson N. R. 1994. Tablet. Edisi ketiga. Jilid II. Jakarta: UI-Press. Halaman 643-703.
Banne, Y., Ulaen, S.P.J., Lombeng, F. 2012. Uji kekerasan, keregasan, dan waktu ahncur beberapa tablet ranitidin. Jurnal Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado. 3(2): 74-78.
Barnes, J., Anderson, L.A., PHillipson J.D. 2007. Herbal medicines. Edisi ketiga.
USA: Pharmaceutical Press. Halaman 411.
Damidjan, L., Soedirman, I., Hartanti, D. 2010. Pengaruh penambahan avicel PH 101 terhadap sifat fisis tablet ekstrak bawang putih (Allium sativum L) secara granulasi basah. Pharmacy. 7(1): 88-95.
Dastagir, G., Rizvi, M.A. 2016. Glycyrrhiza glabra L. (Liquorice). Pak. J. Pharm.
Sci. 29(5): 1727-1733.
Depkes RI. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 6-9,32.
Depkes RI. 1995. Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 321-326, 333-337.
Depkes RI. 2000. Parameter standart umum ekstrak tumbuhan obat. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI. Halaman 9-12.
Devi, I.A.S., Shodiquna, Q.A., Eni, N.W.S.D., Arisanti, C.I.S., Samirana, P.O.
2018. Optimasi konsentrasi polivinil pirolidon (PVP) sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet ekstrak etanol rimpang bangle (Zingiber cassumunar Roxb). Jurnal Farmasi Udayana. 7(2): 45-52.
Ditjen POM RI. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 4-6, 107-108, 537-538, 1035.
Ditjen POM RI. 2009. Farmakope Indonesia. Edisi V. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 62 dan 63.
Elisabeth, V., YamLean, P.V.Y., Supriati, H.S. 2018. Formulasi sediaan granul dengan bahan pengikat pati kulit pisang goroho (Musa acuminafe L.) dan pengaruhnya pada sifat fisik granul. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi.
7(4): 1-11.
60
Farnsworth, N.R. 1966. Biologycal and Phytochemical screening of plants.
Journal of Pharmaceutical Science. Chicago: Reheis Chemical Company.
Halaman 225-276.
Hadisoewignyo, L., Teny, G.F., Handayani, E.T., Yunita, B. 2011. Pengaruh bahan pengisi pada tablet ibuprofen dengan metode cetak langsung.
Majalah Farmasi Indonesia. 22(4): 279-286.
ISO. 2017. Informasi spesialite obat Indonesia. Volume 51. Jakarta: PT ISFI Penerbitan. Halaman 394-404.
Kharisma, R., Sari, I.P., Bestari, A.N. 2018. Optimasi formula tablet ekstrak umbi bengkuang (Pachyrrhizus erosus) dengan variasi komposisi bahan pengisi avicel® PH 101 dan bahan penghancur Crospovidone. Traditional Medicine Journal. 23(1): 9-15.
Krahenbuhl, S., Hasler, F., Krapf, R. 1994. Analysis and pharmacokinetics of glycyrrhizic acid and glycyrrhetinic acid in human and experimental animals. Steroids. 59(2): 121-126.
Kuang, Y., Li, B., Fan, J., Qiao, X. 2017. Antitussive and expectorant activities of licorice and its major compounds. Bioorganic & Medicinal Chemistry.
26(1): 278-284.
Kurniasari, Y., Sri, W., Iceu, A. 2010. Formulasi dan aktivitas antioksidan tablet effervescent berbahan baku ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis). Skripsi. FMIPA.Universitas Pakuan Bogor. Bogor. Halaman 56.
Kusumadewi, A.P., Rahmawati, N. 2012. The influence of avicel PH 102 as filler-binder agent and explotab as disintegrant agent againts andrograPHidis dissolution rate of sambiloto extract tablets. International Conferences:
Research and Application on Traditional Complementary and Alternative Medicine in Health care (TCAM). Halaman 157-161.
Kusumo, N.N. dan S.R. Mita. 2017. Review: Pengaruh natural binder pada hasil granulasi parasetamol. Farmaka. 14(1): 228-235.
Lachman, L., Lieberman, H.A., Kanig, J.L.. 1986. The theory and practice of industrial Pharmacy. Edisi ketiga. Philadelphia: Lea and Febinger.
Halaman 311-314, 645-794.
Lachman, L., Lieberman, H.A., Kanig, J.L. 1994. Teori dan praktek farmasi industry. Jakarta: UI Press. Halaman 651-662,684-685.
Laurence, D.R., Bacharach, A.L. 1964. Evaluation of drug activities:
Pharmacometrics. Edisi pertama. Amsterdam: Elsevier Academic Press.
Halaman 161-162.
Lieberman, H.A., Lachman, L., Schwartz, J.B. 1989. Pharmaceutical dose forms:
tablets. Volume I. Edisi kedua. New York: Marcel and dekker Inc.
Halaman 131-132, 149-150, 153, 188-245.
Mindawarnis, Hasanah, D. 2017. Formulasi sediaan tablet ekstrak daun nangka (Artocarpus heteroPHyllus L.) dengan variasi polivinil pirolidon (PVP) sebagai pengikat dan evaluasi sifat fisiknya. JPP (Jurnal Kesehatan Palembang. 12(1): 12-26.
Murtini, G., Elisa, Y. 2018. Teknologi sediaan solid. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 4, 5, 90.
Nugroho, A.E., Wijayanti, A., Mutmainah, M., Susilowati, R., Rahmawati, N.
2016. Gastroprotective Effect of Combination of Hot Water Extracts of Licorice (Glycyrrhiza glabra), Pulasari Stem Bark (Alyxia reinwardtii), and Sembung Leaf (Blumea balsamifera) Against Aspirin-Induced Gastric
61
Ulcer Model Rats. Journal of Evidence-Based Complementary &
Alternative Medicine. 21(4): 77-84.
Nuryati. 2017. Farmakologi. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Halaman 28, 118.
Pandey, S., Verma, B., Arya, P. 2017. A review on constituents, Pharmacological activities and medicinal uses of Glycyrrhiza glabra. Universal Journal of Pharmaceutical Research. 2(2): 6-10.
Parrot, L. 1971. Pharmaceutical technology. Amerika: Burges Publishing Company. Halaman 82.
Parwata, I.M.O.A. 2016. Obat tradisional. Diktat. Bali: Laboratorium Kimia Organik FMIPA Universitas Udayana. Halaman 9.
Patel, S., Aditya M.K., Arvind, K.B. 2006. Compression PHysics in the formulation development of tablets. Critical Reviews in Therapeutic Drug Carrier Systems. 23(1). Halaman 4-6,31-33,36-45.
Purwanto, I.F., Imandiri, A., Arifianti, L. 2018. Combination of acupuncture therapy and turmeric-liquorice herbs for chronic coughing case. Journal of Vocational Health Studies 01. Halaman 121-125.
Ringoringo, V.S., Choiriyah. 2018. Formulasi tablet kunyah ekstrak akar manis (Succus liquiritae) dengan kombinasi bahan pengisi sorbitol-laktosa terhadap pengaruh sifat fisik tablet kunyah menggunakan metode kempa langsung. Indonesia Natural Research PHarmaceutical Journal. 3(1): 58-65.
Rivai, H., Asra, R., Lestari., Y. 2020. Analisis fitokimia ramuan herbal tradisional untuk batuk dari akar manis (Glycyrrhiza glabra Linn.). Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Halaman 1-10.
Rowe, R., Paul J.S., Marian E.Q. 2009.Handbook of PHarmaceutical excipients.Edisi keempat.USA: PHarmaceutical Press. Halaman 118, 196, 685.
Sa’adah, H., Supomo, Halono, M.S. 2016. Formulasi granul ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) menggunakan aerosil dan avicel PH 101. Media Sains. 9(1): 1-8.
Santoso, J. 2017. Efektivitas infusa akar manis sebagai anti tukak lambung tikus yang diinduksi asetosal. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional.
2(10): 51-59.
Siregar, C.J.P.,Wikarsa, S. 2010. Teknologi farmasi sediaan tablet dasar-dasar praktis. Cetakan kedua. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Halaman 1-2,8,416-418.
Sumayyah, S., Salsabila, N. 2017. Obat tradisional: antara khasiat dan efek sampingnya. Majalah Farmasetika. 2(5): 1-4.
Susanthi, O.S.A.A., Indra, S.E., Putra, D.I.G.N.A. 2016. Pengaruh variasi konsentrasi magnesium stearat sebagai bahan pelicin terhadap sifat fisik tablet vitamin E untuk anjing. Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Halaman 1-15.
Tanaka, Y., Kikuzaki, H., Fukuda, S., Nakatani, N. 2001. Gastroprotetive compounds of licorice against ulcer in upper gastrointestinal tract. Journal of Nutritional Science and Vitaminology. 47(3):270- 273.
Thapa, P., Lee. A.R., Choi, D.H., Jeong, S.H. 2017. Effects of moisture content and compression pressure of various deforming granules on the Physical properties of tablets. Powder Technology 310. Halaman 92-102.
62
Thorne Research, Inc. 2005. Glycyrriza glabra monograph. Alternative Medicine Review.10(3): 230-35.
Voight, R.1994. Buku teknologi sediaan farmasi. Edisi kelima. Penerjemah:
Noerono, S. Yogyakarta: UGM-Press. Halaman 556-573.
Voight, R.1995. Buku pelajaran teknologi farmasi. Cetakan kedua. Penerjemah:
Soedani, N. S. Yogyakarta: UGM-Press. Halaman 159.
Wahyuno, D., Manohara, D., Pribadi, E.R., Trisilawati, O., Trisawa, I.M., Hernani. 2020. Akar Manis (Glycyrrhiza glabra) Tanaman Obat Ekspektoran Bernilai Ekonomi. Warta Penelitian dan Pengembangan.
26(2): 1-5.
World Health Organization.1998. Quality Control Methods for Medicinal Plant Material. Switzerland: WHO. Halaman 27-30.
63
Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan Akar Manis
64
Lampiran 2. Gambar Simplisia Akar Manis, Serbuk Akar Manis, dan Ekstrak Kental Akar Manis
Akar Manis Simplisia akar manis
Serbuk akar manis Ekstrak kental
akar manis
65
Lampiran 3. Hasil Mikroskopik Serbuk Akar Manis
Pembuluh kayu Serat
Sel gabus Sel berisi Ca-oksalat
66 Lampiran 4. Gambar alat-alat yang digunakan
Corong alir Indeks tap
Moisture balance Single Punch
Hardness tester Friabilator
67 Lampiran 4. (Lanjutan)
Disintegration Tester
68
Lampiran 5. Gambar Granul Kering Ekstrak Akar Manis, Granul Eksipien, Granul Formula I, II, III, IV, dan V
Granul ekstrak akar manis Granul zat eksipien
Granul formula I Granul formula II
69 Lampiran 5. (Lanjutan)
Granul formula III Granul formula IV
Granul formula V
70
Lampiran 6. Gambar Sediaan Tablet Ekstrak Akar Manis
Formula I Formula II
Formula III Formula IV
Formula V
71
- Alkaloid - Flavonoid - Saponin - Tanin - Glikosida
- Steroid/Terpenoid Lampiran 7. Bagan Alir Pengujian Simplisia Akar Manis
Simplisia
Serbuk Simplisia
Pembuatan Ekstrak
Diserbukkan dengan wood crusher
Disimpan dalam wadah tertutup rapat sebelum digunakan
Karakterisasi Simplisia
- Penetapan Kadar Air - Penetapan Kadar Abu
Total
- Penetapan Kadar Abu Tidak Larut Asam - Penetapan Kadar Sari
Larut Air
- Penetapan Kadar Sari Larut Etanol
Pemeriksaan Makroskopik Mikroskopik
Skrining Fitokimia
72
Lampiran 8. Bagan Alir Pembuatan Ekstrak Etanol Akar Manis
Dimasukkan ke dalam wadah
Ditambahkan 75 bagian etanol 96%
Dimaserasi selama 5 hari terlindung dari cahaya, sambil sesekali diaduk
Diserkai Serbuk Simplisia Akar Manis 450 g
Ampas
Ampas
Maserat I
Maserat II
Ditambahkan 25 bagian etanol 96%
Diserkai
Digabungkan ke dalam wadah tertutup
Diuapkan dengan menggunakan rotary evaporator pada suhu
±40°C
Dipekatkan dengan pemanasan di atas penangas air hingga mengental
Ekstrak kental akar manis
= 109 gram
73
Lampiran 9.Bagan Alir Pembuatan Tablet Ekstrak Akar Manis
Diayak dengan ayakan
Dimasukkan ekstrak ke dalam lumpang panas dan ditambahkan aerosil sedikit demi sedikit
Avicel PH 101 Eksplotab
Ditimbang sesuai dengan perhitungan variasi formula
Dimasukkan ke dalam lumpang dan dicampur dengan mucilago amyli
Dicampurkan dalam lumpang dengan cara diaduk dengan sudip sampai homogen
Ditambahkan eksplotab eksternal, talkum, dan magnesium stearat yang telah digerus
Diaduk dengan sudip sampai homogen
Granul
74
Lampiran 10. Bagan Alir Uji Preformulasi Granul 1. Indeks Tap
2. Waktu Alir
Dimasukkan ke dalam corong alir
Dibuka penutup bawah corong alir dan dihidupkan stopwatch
Dihentikan stopwatch jika seluruh granul telah habis mengalir
Ditutup kembali penutup bawah corong alir
dicatat waktu alir granul Granul
Dimasukkan ke dalam gelas ukur sampai garis tanda yang dinyatakan sebagai volume awal
75 Lampiran 10. (Lanjutan)
3. Sudut Diam
4. Kelembaban Granul
Ditimbang sebanyak 1 g
Dimasukkan ke dalam tempat sampel
Dihidupkan alat dan diuji kelembaban dengan pemanasan pada suhu 105°C
Dicatat nilai kadar air yang tercantum pada layar
Dimasukkan ke dalam corong alir
Dibuka penutup bawah corong alir sehingga granul dapat mengalir
Diukur tinggi tumpukan granul yang terbentuk dan diameter tumpukan granul
Dihitung sudut diam granul θI = 21,65°
θII = 21,63°
θIII = 21,05°
θIV = 22,02°
θV = 21,15°
MCI = 8,82%
MCII = 8,78%
MCIII = 8,78%
MCIV = 7,63%
MCV = 7,98%
Granul
Granul
76 Lampiran 11. Bagan Alir Pencetakan Tablet
Dicetak granul menjadi tablet dengan diameter 9 mm dan bobot tablet 250 mg
Granul
Tablet ekstrak akar manis
77 Lampiran 12. Bagan Alir Uji Evaluasi Tablet 1. Keseragaman Bobot
2. Friabilitas
Diambil sebanyak 20 tablet dari setiap formula
Ditimbang 20 tablet yang telah dibersihkan dari debu dan dihitung bobot rata-rata tiap tablet
Ditimbang tablet satu persatu
Dihitung deviasi tablet dengan rumus
Diambil sebanyak 20 tablet dari setiap formula
Ditimbang 20 tablet yang telah dibersihkan dari debu
Dimasukkan tablet ke dalam friability tester
Dijalankan alat selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm
Dikeluarkan tablet dan dibersihkan dari debu
Ditimbang untuk mengetahui kehilangan bobot
Dihitung persentase kehilangan bobot dengan rumus
78 Lampiran 12. (Lanjutan)
3. Kekerasan
4. Waktu Hancur
Diambil sebanyak 6 tablet dari setiap formula
Dimasukkan 1 tablet ke dalam masing-masing tabung keranjang dan dimasukkan cakram pada tiap tabung
Dijalankan alat disintegration tester dengan menaik turunkan keranjang 29-32 kali tiap menit
Dicatat waktu hancur apabila tidak ada bagian tablet yang tertinggal di atas kasa
Diambil sebanyak 5 tablet dari setiap formula
Diletakkan sebuah tablet antara anvil dan punch tegak lurus
Dijepit tablet dengan cara diputar skrup sampai lampu stop menyala
Dijalankan alat sampai tablet pecah
Dicatat angka yang ditunjukkan
79
Lampiran 13. Perhitungan Hasil Karakterisasi Simplisia Akar Manis 1. Penetapan Kadar Air
Kadar air simplisia dapat dihitung dengan rumus:
Kadar air =volume air (mL)
berat sampel (g) x 100%
Penetapan Kadar Air Ekstrak Akar Manis:
No. Berat sampel (g) Volume air (mL) Kadar air (%)
Kadar air rata-rata = 5,98% +3,99% +7,96%
3 = 5,97%
2. Penetapan Kadar Abu Total
Kadar abu total dapat dihitung dengan rumus:
Kadar abu total = berat abu (g)
berat sampel (g) x 100%
Kadar Abu Total Ekstrak Akar Manis:
No. Berat sampel (g) Berat abu (g) Kadar abu (%)
Kadar abu total rata-rata = 7,38%+8,45%+6,46%
3 = 7,43%
80 Lampiran 13. (Lanjutan)
3. Penetapan Kadar Abu Tidak Larut Asam
Kadar abu tidak larut asam dapat dihitung dengan rumus:
Kadar abu tidak larut asam= berat abu (g)
berat sampel (g) x 100%
Penetapan Kadar Abu Tidak Larut Asam Ekstrak Akar Manis:
No. Berat sampel (g) Berat abu (g) Kadar abu tidak larut asam (%)
1. 2,03 0,01987 0,978
2. 2,01 0,01876 0,933
3. 2,01 0,01883 0,937
Kadar abu tidak larut asam I = 0,01987
2,03 𝑥 100% = 0,978%
Kadar abu tidak larut asam II = 0,01876
2,01 𝑥 100% = 0,933%
Kadar abu tidak larut asam III = 0,01883
2,01 𝑥 100% = 0,937%
Kadar abu tidak larut asam rata-rata = 0,978%+0,933%+0,937%
3 = 0,949%
4. Penetapan Kadar Sari Larut Air
Kadar sari larut air dapat dihitung dengan rumus:
Kadar sari larut air= berat sari (g)
berat sampel (g) x 100
20 x 100%
Penetapan Kadar Sari Larut Air Ekstrak Akar Manis:
No. Berat sampel (g) Berat sari (g) Kadar sari larut air (%)
Kadar sari larut air II = 0,3296
5,01 𝑥100
20 x 100% = 32,89%
Kadar sari larut air III = 0,3223
5,03 𝑥100
20 x 100% = 32,03%
Kadar sari larut air rata-rata = 35,04%+32,89%+32,03%
3 = 33,32%
81 Lampiran 13. (Lanjutan)
5. Penetapan Kadar Sari Larut Etanol
Kadar sari larut etanol dapat dihitung dengan rumus:
Kadar sari larut etanol= berat sari (g)
berat sampel (g) x 100
20 x 100%
Penetapan Kadar Sari Larut Etanol Ekstrak Akar Manis:
No. Berat sampel (g) Berat sari (g) Kadar sari larut air (%)
1. 5,01 0,2522 25,16
2. 5,02 0,2492 24,82
3. 5,02 0,2188 21,79
Kadar sari larut etanol I = 0,2522
5,01 𝑥100
20 x 100% = 25,16%
Kadar sari larut etanol II = 0,2492
5,02 𝑥100
20 x 100% = 24,82%
Kadar sari larut etanol III = 0,2188
5,02 𝑥100
20 x 100% = 21,79%
Kadar sari larut etanol rata-rata = 25,16%+24,82%+21,79%
3 = 23,92%
82
Lampiran 14. Perhitungan Persen (%) Rendemen Ekstrak
% Rendemen= berat ekstrak (g)
berat simplisia (g) x 100%
Berat simplisia awal = 450 g Berat ekstrak akar manis = 109g
% Rendemen = 109
450 𝑥 100% = 24,222%
83
Lampiran 15. Perhitungan Hasil Karakterisasi Ekstrak Akar Manis 1. Penetapan Kadar Air
Kadar air ekstrak dapat dihitung dengan rumus:
Kadar air =volume air (mL)
berat sampel (g) x 100%
Penetapan Kadar Air Ekstrak Akar Manis:
No. Berat sampel (g) Volume air (mL) Kadar air (%)
Kadar air rata-rata = 17,82% +15,81% +15,81%
3 = 16,48%
2. Penetapan Kadar Abu Total
Kadar abu total dapat dihitung dengan rumus:
Kadar abu total = berat abu (g)
berat sampel (g) x 100%
Kadar Abu Total Ekstrak Akar Manis:
No. Berat sampel (g) Berat abu (g) Kadar abu (%)
Kadar abu total rata-rata = 6,73%+7,58%+6,31%
3 = 6,87%
84 Lampiran 15. (Lanjutan)
3. Penetapan Kadar Abu Tidak Larut Asam
Kadar abu tidak larut asam dapat dihitung dengan rumus:
Kadar abu tidak larut asam= berat abu (g)
berat sampel (g) x 100%
Penetapan Kadar Abu Tidak Larut Asam Ekstrak Akar Manis:
No. Berat sampel (g) Berat abu (g) Kadar abu tidak larut asam (%)
1. 2,08 0,01874 0,900
2. 2,11 0,01867 0,884
3. 2,06 0,01797 0,872
Kadar abu tidak larut asam I = 0,01874
2,08 𝑥 100% = 0,900%
Kadar abu tidak larut asam II = 0,01867
2,11 𝑥 100% = 0,884%
Kadar abu tidak larut asam III = 0,01797
2,06 𝑥 100% = 0,872%
Kadar abu tidak larut asam rata-rata = 0,900%+0,884%+0,872%
3 = 0,885%
85
Lampiran 16. Perhitungan Bahan Formula Tablet Formula I (Avicel PH 101 35% : Explotab 2%) R/ Ekstrak Akar Manis + Aerosil 150 mg
3. Metode = kombinasi (granulasi basah dan cetak langsung) 4. Bentuk tablet = bulat cembung
II. PerhitunganBahan Formula II (Avicel PH 101 34,25% : Explotab 2,75%)
R/ Ekstrak Akar Manis + Aerosil 150 mg
3. Metode = kombinasi (granulasi basah dan cetak langsung) 4. Bentuk tablet = bulat cembung
II. PerhitunganBahan
86 Lampiran 16. (Lanjutan)
Formula III (Avicel PH 101 33,5% : Explotab 3,5%) R/ Ekstrak Akar Manis + Aerosil 150 mg
3. Metode = kombinasi (granulasi basah dan cetak langsung) 4. Bentuk tablet = bulat cembung
II. Perhitungan Bahan Formula IV (Avicel PH 101 33% : Explotab 4%)
R/ Ekstrak Akar Manis + Aerosil 150 mg
3. Metode = kombinasi (granulasi basah dan cetak langsung) 4. Bentuk tablet = bulat cembung
II. PerhitunganBahan
87 Lampiran 16. (Lanjutan)
Formula V (Avicel PH 101 32% : Explotab 5%) R/ Ekstrak Akar Manis + Aerosil 150 mg
Explotab 5%
Talkum 1%
Mgstearat 2%
Avicel q.s ad 250 mg
m.f. tab dtd No.L I. Rencana Kerja
1. Bobot tablet = 250 mg 2. Diameter tablet = 9 mm
3. Metode = kombinasi (granulasi basah dan cetak langsung) 4. Bentuk tablet = bulat cembung
II. PerhitunganBahan
1. Ekstrak Akar Manis + Aerosil = 150 mg x 50 tab = 7500 mg
2. Explotab = 5
100 𝑥 250 𝑚𝑔 𝑥 50 𝑡𝑎𝑏 = 625 𝑚𝑔
3. Talkum = 1
100 𝑥 250 𝑚𝑔 𝑥 50 𝑡𝑎𝑏 = 125 𝑚𝑔 4. Magnesium Stearat = 2
100 𝑥 250 𝑚𝑔 𝑥 50 𝑡𝑎𝑏 = 250 𝑚𝑔 5. Avicel = 250 mg – (150 + 12,5 + 2,5 + 5) mg
= 80 mg x 50 tab = 4000 mg
88
Lampiran 17. Perhitungan Hasil Uji Preformulasi Granul 1. Waktu Alir
Formula Waktu Alir (detik) Rata-rata (detik) Formula I
Formula Tinggi (h) Rata-rata Diameter (d) Rata-rata Formula I
89
Formula Kelembapan Granul (%)
Formula I 8,813
Formula II 9,627
Formula III 8,874
Formula IV 7,633
Formula V 7,984
90
Lampiran 18. Perhitungan Hasil Uji Evaluasi Tablet Formula I Berat rata-rata = 5580 mg
20 tablet = 279 mg
No. Waktu Hancur (detik)
1 875
91 Berat rata-rata = 5300 mg
20 tablet= 265 mg
No. Waktu Hancur (detik)
1 694
92 Berat rata-rata = 5710 mg
20 tablet = 285,5 mg
No. Waktu Hancur (detik)
1 422
93 Berat rata-rata = 5490 mg
20 tablet = 274,5 mg
No. Waktu Hancur (detik)
1 265
94 Berat rata-rata = 5250 mg
20 tablet = 262,5 mg
No. Waktu Hancur (detik)
1 159
95
Lampiran 19. Perhitungan Dosis Ekstrak Akar Manis
Bahan aktif yang digunakan pada formulasi dalam bentuk granul kering ekstrak akar manis, sehingga diperlukan perhitungan untuk mengkonversikan dosis ekstrak kental akar manis menjadi dosis granul kering ekstrak kental akar manis yang akan digunakan dalam penelitian ini.
Menurut penelitian Santoso (2017), ekstrak akar manis pada dosis 15
Menurut penelitian Santoso (2017), ekstrak akar manis pada dosis 15